
Kinan bangun lebih dulu dari Randy, karena dia sudah tidak sabar berangkat ke kantor. Selesai mandi, Kinan melihat Randy masih tidur di atas kasurnya.
"Mas. . .Bangun. . . sudah jam 7. . .hari ini kita ke kantor kan. . .?"Tanya Kinan.
"Iya sayang. . .nanti dulu. . .10 menit lagi ya .. " Ujar Randy.
"Ya sudah Mas libur saja hari ini. . Kan mas pemilik perusahaannya. . jadi bebas . ..Aku saja yang berangkat ya Mas. .. "Ujar Kinan.
"Iya sayang, iya. . .aku bangun ini. . " Ujar Randy turun dari kasur dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Kinan bersiap-siap, ia segera turun dan sudah ada art di bawah yang sedang menyiapkan sarapan untuknya. Kinan segera menyapanya untuk berkenalan.
"Selamat Pagi. . .. " Ujar Kinan.
"Selamat pagi Bu. . Saya Siti. Saya art baru di rumah Ibu." Ujarnya dengan sopan.
" Iya Bu. . Saya Kinan. . .suami saya namanya Randy. Semoga Ibu betah ya bekerja disini. " Ujar Kinan.
"Terimakasih Bu." Jawabnya.
Setelah sarapan siap dan Randy sudah turun dari kamar, mereka segera menyantap sarapannya. Masakan Bu Siti sangat enak pas di lidah Kinan dan Randy. Selesai sarapan Kinan segera bangun dan berlalu ke ruang tamu untuk mengambil tasnya. Karena Randy masih duduk di meja makan Kinan memanggilnya beberpa kali.
"Mas. . Ayo. . ." Ujar Kinan.
"Iya sayang nanti dulu. ." Ujar Randy sedang membuka ponselnya.
"Mas. . . Aku berangkat dulu ya. . Kalau menunggu Mas nanti aku telat. . ." Ujar Kinan.
"Astaga. . . .Tidak apa. . .kan aku yang punya perusahaan sayang. . ." Ujar Randy keluar dari kamar
"Sudah cepat kalau tidak mau aku berangkat duluan. . .Aku sudah rindu suasana kantor Mas. . .aku sudah tidak sabar bertemu dengan Maya, Lila Devi, Haris juga Revan. . ." Ujar Kinan.
"Iya sayang ini aku sedang jalan. . .tidak usah lewat tangga. . kita lewat lift saja." Ujar Randy membuat Kinan segera berbelok ke arah lift.
Randy segera menginjakkan gas sebelum Kinan berbicara lagi. Di sepanjang jalan Kinan sudah membayangkan akan bertemu dengan teman-temannya yang sudah satu minggu lebih tidak bertemu. Tak lupa Kinan meminta Sofi untuk membawa oleh-oleh untuk teman-temannya yang lain.
Sesampainya di Lobby Randy turun lebih dulu dari mobil dan membuka pintu untuk Kinan. Mereka segera bergandengan menuju lift, semua mata tertuju pada mereka dan mengagumi keduanya yang terlihat tampan dan cantik.
"Mas. . .aku ke ruang kerjaku dulu ya, Mas tidak usah rindu dan mencariku. . .CUP. " Kinan mengecup pipi Randy.
"Jaga hati sayang, ingat suamimu juga satu perusahaan denganmu." Ujar Randy.
"Iya mas. . .mana mungkin aku lupa, kalau Mas terus-terusan muter di pikiran aku. . . " Ujar Kinan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Randy.
"Astaga. . .isteriku sudah pandai gombal. .. siapa yang mengajarimu?" Ujar Randy setengah berteriak karena Kinan sudah keluar dari lift.
"Kau yang mengajariku Mas. .. " Ujar Kinan membalikkan badannya lagi.
__ADS_1
Kinan terus berjalan melewati lorong menuju ruang kerjanya, di sepanjang lorong semua orang tersenyum dan menganggukkan kepala padanya. Kinanpun membalasnya dengan ramah dan sopan.
"Selamat pagi. . ." Ujar Kinan.
"Kin. . . . ." Maya langsung memeluk Kinan.
"Akhirnya pengantin baru sudah pulang. . . aku pikir dia sudah lupa untuk pulang. . ." Ujar Lila.
"Bagaimana aku bisa lupa, kalau aku disana juga merindukan kalian. . ." Ujar Kinan.
"Kau terlihat lebih berisi sekarang. . .apakah seindah itu bulan madumu?" Tanya Devi.
"Bagimana berat badanku tidak bertambah kalau aku disana hanya makan, tidur, nonton TV, jalan-jalan begitu seterusnya. . sampai aku bingung lagi harus ngapain disana. Untung saja ada Sofi yang menemaniku. . ." Ujar Kinan.
"Permisi. . ." Ujar Sofi yang dibelakangnya sudah ada Revan dan Haris yang membawakan barang bawaannya.
"Astaga Bu Sofi. . . Kenapa tidak memintaku untuk ikut membantumu saja." Ujar Lila yang melihat Sofi membawa papperbag besar.
"Sudah ada dua pria baik yang membantuku. . . " Ujar Sofi meletakkan barang diatas meja.
"Terimakasih Fi. . ." Ujar Kinan.
"Sama-sama. . .Kalau begitu aku ke atas dulu sebelum suamimu melakukan siaran langsung untuk memanggilku Kin. . ." Ujar Sofi.
"Hahah. . .Baiklah. . .sampaikan salamku untuknya Fi. . ." Ujar Kinan terkekeh.
"Ini oleh-oleh untuk kalian karena kalian sudah banyak membantuku selama ini. Aku harap kalian suka. . " Ujar Kinan.
"Wahh. . .kalau begini sih tidak apa kau bulan madu lagi Kin . . " Ujar Devi.
"Gabtian Dev jangan aku terus yang bulan madu. . Kalian tidak apa-apa kalau mau." Ujar Kinan.
"Bulan madu dengan ilusi ya Kin. .. " Ujar Dwvi yang masih jomblo.
"Maya. . .ini untukmu dan Clara. Sampaikan salamku untuknya." Ujar Kinan memberikan dua papperbag pada Maya.
"Terimakasih Kin. . ." Ujar Maya.
"Hmm. . .bagaimana untuk hari ini?" Tanya Kinan.
"Ada pertemuanakan siang dengan Pak Bagas jam 12.00 di restaurant X. ." Ujar Revan.
"Baiklah. . nanti kita kesana bareng-bareng. Dan apakah aku boleh mengajak suamiku?" Tanya Kinan.
"Astaga. . .kenapa tidak. . .dia kan pemilik perusahaan ini. . kalau kita menolak bisa-bisa gaji kita di potong Kin." Ujar Lila.
"Heheh. . Terimakasih Lila. . . Maya nanti kau dan Revan pergi dulu memasan private room yang muat untuk 10 orang ya. . . dan satu ruangan lagi untuk nanti kita membahas pekerjaan kurang lebih untuk 5 orang. .Karena kau yang kebih paham tentang restaurant dengan view keren May. . ." Ujar Kinan.
__ADS_1
"Baiklah. . . Nanti jam 11 aku dan Revan pergi lebih dulu ya Kin." Ujar Maya.
"it's Okey May. . "Ujar Kinan.
Di Lantai 4. . . . .
•• Mas nanti siang ada pertemuan makan siang dengan Kak Bagas yang dulu aku ceritakan ke Mas. Nanti siang Mas tidak ada janji kan?Ikut aku ya, ajak Sofi juga. Supaya Mas bisa lihat aku terus dan tidak curiga aoalagi salah paham. ••
•• Iya sayang. . .••
Kenapa aku merasa Bagas itu menyukai Kinan ya. . .Aki harus hati-hati dengannya. . . Tidak perduli dia dari Perusahaan besar atau kecil. . Perusahaanku masih bisa berjalan tanpa harus bekerjasama dengan Perusahaannya. - Batin Randy.
Tokk. . Tok. . .
"Maaf Pak, siang ini ada pertemuan dengan Air Company jam 12.00 di. . . " Ujar Sofi yang langsung terpotong oleh Randy.
"Pikih lokasi yang sama dengan tempat pertemuan Kinan bersama kliennya." Ujar Randy.
"Ba. . .baik Pak. . " Ujar Sofi.
"Satu lagi, kau harus ikut dengan Kinan. Aku bisa sendiri. . .Aku ingin kau mengawasi Bagas. Ujar Randy lagi
Astaga. . . Apakah mereka tidak dapat terpisahkan sampai-sampai meetingpun harus di lokasi yang sama. . Siapa itu Bagas? Sepertinya orang baru lagi yang akan muncul di cerita ini. . . -Batin Sofi.
Sofi segera menghubungi Maya untuk mencari tahu dimana pertemuan Kinan siang ini karena dia juga akan memesan tempat yang sama sesuai dengan permintaan Randy.
•• *May. . .Siang ini Kinan ada pertemuan? Dimana lokasinya? Boleh aku tahu? ••
•• Di Restaurant X Fi, bukankah nanti siang kita juga makan siang bersama disana? Aku akan memesannya nanti.••
•• Siang ini Pak Randy juga ada pertemuan dengan klien, tapi dia memintaku untuk memilih lokasi yang sama dengan tempat Kinan bertemu klien.••
•• Oh baiklah. . .kalau begitu aku pesankan sekalian Fi, untuk berapa orang? Kebetulan nanti aku dan Revan akan berangkat lebih dulu untuk menyiapkan semuanya. .. Tenang saja aku juga bisa membantumu. . ••
•• Baiklah. . untuk 3 orang May. ••
•• Okeu Fi. . .nanti aku pesan dan siapkan ya.••
•• Terimakasih May. . .••
•• Kembali kasih. .••
•• Terus siapa yang minta kalau kasih semua May?••
•• Hadeeeh. . .Siapa saja Fi, asalkan bukan Mantan ••
•• Astaga 😆😆*••
__ADS_1
Sofi menyiapkan beberapa berkas yang akan ia bawa untuk pertemuan nanti siang di Restaurant X.. Setelah semua siap, Sofi segera mengurus yang lainnya, yaitu persiapan ulang tahun si putri kecil Alina.