Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Ingin Pergi Bersama


__ADS_3

"Tapi ...!"


"Tidak ada kata tapi, Mami butuh kamu. Sekarang Papi sedang tak berdaya di sana, apa kamu juga mau ikut sakit dan membuat semua orang bingung karenanya?"


"Sayang," ujarnya.


"Tidak ada alasan, bukan cuma kamu yang terpukul. Kita semua terpukul karena kejadian ini terjadi begitu saja, tapi kesehatan tetaplah nomor satu,"


______


"Tidurlah ... atau matamu akan aku buat agar terus terbuka untuk selamanya," ancamnya dengan kesal.


"Aiishh ...! galak sekali isteriku," gumamnya.


"Baru tau kalau isterimu ini galak?" ujarnya.


"Iya sayangku yang galak, kamu tau ...!" ucapnya langsung di potong.


"Aku gak tau dan gak mau tau untuk malam ini. Ceritakan besok aja. Masih banyak waktu, cepat tidur ...!"


"Huhh!!"


Vin pun akhirnya tertidur dalam pelukan isterinya, Vannya yang tadi hanya berpura-pura tidur segera terjaga kembali untuk merqpikan selimut dan menutupi sebagian tubuh Vin agar tak kedinginan.


"Hari ini sudah banyak yang terjadi di depanmu, Sayang ...! Kamu harus istirahat, masih ada Mami yang harus kamu kuatkan. Aku akan terus bersamamu, jangan pernah memasang wajah sedih di hadapanku,"


"Kamu bilang, aku adalah mataharimu. Dan aku akan bilang, kamu adalah kekuatanku untuk bisa terus bersinar menerangi seisi bumi," gumamnya seraya mengusap wajah Vin yang sudah terlelap.


Malam semakin larut, semua sudah terlelap di bawah balutan selimut yang memeluk tubuhnya memberikan kehangatan. Mengarungi mimpi indah bersama sang ilusi.


Di sisi lain ....


"Mami udah tidur?" tanya Chandra pada Alina yang baru masuk ke kamar.


"Mungkin udah, lampu di kamarnya udah di matikan. Mamah juga tidur dengan Mami malam ini," jawab Alina .


"Syukurlah ...! Biar bagaimanapun kita jangan sampai membiarkan Mami sendirian. Saat ini jiwanya tengah terguncang," ujar Chandra.


"Kamu benar. Sayang ... makasih ya. Hari ini kamu udah banyak melakukan sesuatu untuk kami, makasih udah urus semuanya ...!" ucap Alina.


"Hei ...! Kamu ini berkata apa? Kalian juga keluargaku. Papi dan Mami juga orangtuaku, ini sudah jadi tanggungjawabku sebagai anak sulung di keluarga kita Sayang," Chandra menggeser duduknya berpindah ke samping Alina.


"Hmm, makasih Sayang. Entah kenapa, kejadian ini terulang kembali. Apa aku akan kehilangan orang yang berarti dalam hidupku untuk kesekian kalinya?"


"Gak akan, Papi akan sembuh. Aku akan melakukan apapun untuk keluargaku ...!" janji Chandra pada Alina.

__ADS_1


"Hm, ya udah aku cuci muka dulu,"


Di Ruang yang lain ...


...KINAN POV...


Lampu sudah dimatikan sejak beberapa jam yang lalu, terdengar suara dengkuran halus di dalam kamar yang gelap. Namun kedua mataku masih enggan untuk terpejam.


Entah sudah berapa gaya yang aku lakukan di atas tempat tidur agar mataku segera terpejam. Tapi tetap saja tidak bisa, akupun turun dari ranjang dan duduk di balkon kamar menikmati suasana malam seorang diri.


Wahai sang bulan, ku titipkan rindu ini untuknya. Setelah 27 tahun kami bersama, untuk pertama kalinya kami harus terpisah. Aku harusnya disana menjaganya, tapi apa dayaku?


Mereka benar, aku harus menuruti mereka sekarang. Anak-anakku sudah dewasa, mereka sangat menyayangi kami sebagai orangtuanya. Hatiku seperti mati rasa untuk sesaat.


Aku tau usiaku sudah tak muda lagi, bahkan tinggal menunggu hari kapan aku akan di panggil sang pencipta. Tapi aku ingin, di deti-detik terakhirku sebelum nafas ini terhenti aku berada di antara mereka. Orang-orang yang berarti dalam hidupku. Aku ingin, pergi bersama suamiku. Apakah aku bisa?


_______


"Pagi Mam ...! Rapih sekali ... mau kemana?" sapa Chandra yang baru turun dari kamar.


"Mami mau jenguk Papi kalian Nak, sekalian bawakan sarapan buat Papahmu dan Revan ...!" ujarnya dengan semangat.


"Mami yakin mau ke Rumah Sakit hari ini?" tanya Alina.


"Nana, Chandra ... kalian tenang aja. Mamah ikut sama Mami kok," celetuk Mamah yang muncul dari dapur membawa bekal makanan yang sudah terbungkus rapi dengan wadah berbahan plastik dengan merk huruf T.


"Ya udah, nanti berangkatnya sekalian sama Chandra aja ya," ujarnya.


"Iya sayang, makasih ya ...!" ucap Mami dengan wajah yang berseri.


"Mami, Mamah, maaf ya Nana belum bisa ikut pagi ini. Nanti aku ada rapat di klinik," ujar Alina.


"Iya Sayang, gak apa-apa. Setelah rapat, kamu gak usah nyusul. Istirahat aja di rumah," ucap Mamah.


"Kenapa gitu?" tanya Alina.


"Nanti kalau terlalu ramai di sana, yang ada akan mengganggu penunggu yang lain Nak. Lagian bukan Rumah Sakit kita kan?" sahut Mami.


"Benar kata Mami, pokoknya kamu istirahat aja. Nanti kalau apa-apa kita kabari kok. Iya kan Bu?" tanya Mamah Irene.


"Iya benar," sahutnya.


"Baiklah. Aku akan menuruti apa kata kalian, tapi janji kalau ada apa-apa segera kabari Nana. Dan jangan sampai telat makan ya para bidadariku," ujar Alina.


Selesai sarapan, Chandra segera bergegas berangkat dan menenteng wadah berisi bekal makanan untuk Papah dan Revan di sana. Setelah semua naik ke dalam mobil, dan sudah berpamitan pada Alina. Mobil perlahan melaju meninggalkan halaman rumah.

__ADS_1


"Pih, cepat sembuh ya ...! Nana selalu berdoa yang terbaik buat Papi," batin Alina seraya memandangi mobil yang baru saja meninggalkan halaman rumah sampai tak terlihat dalam pandangannya.


Di Tempat Lain ....


"Sayang, kita mampir ke Rumah Sakit kan?" tanya Vannya setelah melihat suaminya yang baru turun dari tangga.


"Iya Sayang," sahutnya dan segera duduk di kursinya.


"Ayo sarapan dulu," ucapnya seraya mengambilkan nasi dan lauknya.


"Kamu gak makan?" tanya Vin yang melihat piring di hadapan Vannya masih bersih.


"Belum lapar. Aku makan buah aja, kalau di paksa nanti aku jadi mual,"


"Ya udah, Bi Minah ...! Buatkan susu untuk isteriku ...!" panggilnya.


"Baik Tuan," sahutnya dari dapur.


Tring ...!


"Siapa?" tanya Vin.


"Mamah," jawabnya seraya memperlihatkam layar ponselnya pada Vin.


"Oh, yaudah angkatlah ...!"


*Obrolan di Telepon


"*Hallo Mah ...!"


"Hallo sayang ...! Kamu udah berangkat?" tanya Mamah.


"Belum, Kak Vin masih sarapan. Ada apa Mah? Mamah baik-baik aja kan?" tanya Vannya.


"Baik Sayang. Oh iya, Mamah hari ini mau ke Rumah Sakit buat temani Kinan. Sekalian bawakan baju ganti untuk Papah," ujarnya.


"Oh, kalau gitu nanti kita ketemu di sana Mah ...! Aku sama Kak Vin juga mau mampir ke Rumah Sakit dulu buat lihat kondisi Papi," ucapnya.


"Ah kebetulan sekali kalau gitu, baiklah Mamah mau siap-siap dulu deh,"


"Mamah jadi kan menginap di rumah?" tanya Vannya.


"Jadi Sayang, nanti sekalian deh Mamah bawa beberapa baju buat ganti selama di rumahmu," celetuknya.


"Jangan bawa banyak-banyak Mah ...! Disini banyak baju kok yang udah kita siapin," ujar Vannya*.

__ADS_1


__ADS_2