Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Memilih


__ADS_3

"Huuuhh. . .Baiklah saya akan memilih. . " Ucap Randy dengan berat hati.


"Aku memilih isteriku, karena dia yang akan menemani masa tuaku nanti." Ujar Randy menghembuskan nafas dengan panjang.


"Baik Pak Randy, kalau begitu silakan tandatangani formulir persetujuan tindakan operasi caesar yang akan kami laksanakan 10 menit lagi." Ujar Dokter Lani menyerahkan selembar kertas.


"Tapi selamatkam keduanya Dok. . " Ujar Randy setelah menandatangani surat perjanjian tindakan.


"Akan kami usahakan yang terbaik Pak. . Bapak berdoa saja supaya tindakan berjalan dengan lancar. Dan saya butuh tranfusi darah AB+ untuk pasien. Di Rumah sakit kebetulan tersisa satu kantong, kami masih butuh 5 kantong lagi." Ujar Dokter Lani.


"Baik Dokter, nanti saya urus. . .Kalau begitu saya permisi dulu." Ujar Keanu memapah Randy yang masih lemas.


"Apakah keputusanku sudah benar?" Tanya Randy dengan lirih.


"Aku yakin kau sudah memikirkannya secara matang-matang. Kau harus siap menerima kenyataan, kita hadapi bersama-sama Ran. . " Ujar Keanu merangkul Randy.


Sementara itu. . .


"Aku seperti pernah melihat salah satu orang disana. Tapi aku lupa kapan dan dimananya " Ujar Maya.


"Ingat-ingat lagi. . pasti mereka memberikan obat bius pada Nana. . .itu terlalu berbahaya untuk anak seusianya." Ujar Bagas.


"Tapi kita tidak mungkin masuk hanya bertiga. Lihat, para penjaga banyak sekali Bagaimana kita akan bisa mengalahkannya. . ." Ujar Revan.


"Kita tunggu Sofi. . .siapa tahu dia bawa orang juga." Ujar Maya menyandarkan tubuhnya pada jok mobil.


"Bukankah Sofi sedang di LA bersama Pak Randy?" Tanya Revan.


"Baru kembali. . dia bilang sedang on the way." Ujar Maya.


"Itu ada Om Harun. . .dia baru saja datang bersama banyak orang, apakah Om Harun terlibat dengan penculikan ini?" Tanya Bagas bingung.


"Entahlah. . kalau iya benar-benar tidak tahu diri keluarganya." Ujar Maya.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu mobil Bagas di ketuk Sofi yang baru saja datang. Semuanya kaget karena mengira bukan Sofi melainkan anak buah Om Harun yang melihat mobil Bagas.


Tokkk. . .tokkk. . tokk...


"Aiiisshhh. . .aku kira siapa?" Ujar Maya membuka pintu mobil.


"Apakah aku terlambat?" Tanya Sofi segera masuk ke dalam mobil Bagas.


"Tidak. . kau benar sudah kembali rupanya. Tapi lihat ada Om Harun di sana baru datang juga." Ujar Maya.


"Lalu kenapa kalian tidak turun?" Tanya Sofi.


"Bagaimana bisa kita turun dan melawan, kita hanya bertiga Sofi." Ujar Bagas.


" Pak Harun datang untuk membantu kita. Pak Ardhana yang menyuruhnya. Ayo kita turun." Ujar Sofi.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi. . . " Ujar Maya.


"Kau tidak bertanya padaku. . .Sudah ayo. . Kita harus segera membawa Nana, Kinan dan Bayinya kritis." Ujar Sofi.


Sofi dan yang lainnya segera turun dari mobil Bagas dan mendekati Om Harun dan yang lainnya yang sedang berkumpul di halaman gedung. Ternyata benar, Om Harun ingin membantu mereka, dan sejak tadi Om Harun juga sedang menunggu Sofi dan yang lainnya yang kata Ardhana mereka sedang mengikuti penculiknya.


"Selamat siang Pak. . ." Ucap Sofi dengan sopan.


"Kalian baru datang, aku kira sudah di dalam." Ujar Harun.


"Aku kira Om yang menculik Nana." Ujar Bagas.


"Aiiissh kau ini. . mana mungkin aku menculik anak kecil. Dia tidak salah apa-apa. Dan Nana sudah menjadi cucuku juga. Mana mungkin aku mneyakitinya." Ujar Om Harun.


"Maaf Om. . . Kalau begitu bagaimana kita sekarang?" Tanya Bagas.


"Tenang saja. . .anak buah disini ternyata bekas anak buahku. . .Aku akan bicara dengan salah satunya. Kalian tunggu saja disini." Ujar Om Harun pergi berlenggang dengan santainya meninggalkan Bagas dan yang lainnya.

__ADS_1


Om Harun berjalan mendekati seorang penjaga yang berdiri di sebuah pintu masuk. Mereka terlibat dalam obrolan serius, dan beberapa kali terlihat Om Harun memelototkan matanya entah apa yang mereka bahas. Sampai pada titik Om Harun memberikan kode pada Bagas dan yang lainnya untuk mendekat.


Om Harun meminta salah satu penjaga untuk membukakan pintu dan mengantarnya supaya tidak terjadi keributan selama menuju ruang dimana Alina berada saat ini.


Satu persatu lorong mereka lewati hingga beberapa belokkan. Dan di setiap belokan mereka harus berhenti sebentar untuk menjelaskan maksud kedatangan mereka yang lagi-lagi penjaga disana hanya diam tak bisa melawan.


Apakah Om Harun memiliki kemampuan untuk menghipnotis? Atau jangan-jangan dia menjebak kita? Entahlah, semoga benar dia sudah berubah. .


Sampai di depan sebuah pintu yang menjulang tinggi ke atas, mereka semua berhenti. Tiba-tiba Om Harun menendang pintu itu hingga terbuka lebar. Tapi orang yang maya lihat tadi tidak ada disana. Dimana dia?


Mata Maya tak menemukan keberadaan orang itu. Hanya ada pria asing disana yang sedang duduk di samping Alina yang tak sadarkan diri. Ingin rasanya Maya segera merengkuh tubuh Alina, tapi Bagas segera menahannya dan memberikan isyarat untuk tetap tenang.


"Jangan gegabah. . Atau kita akan lebih membahayakan Nana. Tunggu aba-aba dariku." Ucap Bagas setengah berbisik.


"Maafkan aku Pak." Ucapku dengan lirih.


"Hello Sir, sorry if our arrival is disturbing. We want to pick up the little girl. She does not know anything. Let's solve this problem carefully. (Hallo Tuan, maaf jika kedatangan kami mengganggu. Kami ingin menjemput anak kecil itu. Dia tidak tahu apa-apa. Mari kita selesaikan masalah ini secara baik-baik.)" Ucap Om Harun dengan tenang.


" You don't need to interfere. This is our business, go !! (Kalian tidak perlu ikut campur. Ini urusan kami, pergilah!!)" Ucapnya dengan santai dan tanpa merubah posisi duduknya.


" Of course this is our business, the child has become a part of our family now. And we take full responsibility for her. (Tentu saja ini urusan kami, anak itu sudah menjadi bagian dalam keluarga kami sekarang. Dan kami bertanggung jawab penuh atas dirinya.)" Ucap Sofi.


" To hell with your responsibilities. There is my blood flowing in his body. I'm more entitled to this child (Perse*an dengan tanggungjawab kalian. Ada darahku yang mengalir di dalam tubuhnya. Aku lebih berhak atas anak ini)" Ujarnya tersenyum sinis.


" Who are you really? And what is your relationship with that child? We will release the child if indeed you are his family. (Siapa anda sebenarnya? Dan apa hubungan anda dengan anak itu? Kami akan melepaskan anak itu jika memang anda adalah keluarganya.)" Tanya Om Harun.


Tiba-tiba datang seseorang yang Maya lihat tadi. Tapi sayangnya dia memakai topeng, membuat Maya tak bisa mengingatnya. Tapi Sofi dengan cepat bisa mengenalnya dan membisikkan sesuatu pada Om Harun entah apa yang ia bicarakan.


\=\=\=\=\=\=


Maaf typo masih suka nyempil


Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)


Terimakasih 🌹🌹


__ADS_2