Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Ancaman


__ADS_3

" Bitte. . . .Hilf uns. . . Alina wird vermisst (Tolong. . . .Tolong kami. . . Alina Hilang)." Teriak Oma dengan badan gemetar.


Mendengar teriakan Oma seisi rumah segera keluar dari kamar masing-masing dan berkumpul menjadi satu. Randy segera menanyakan apa yang terjadi, kenapa mereka berteriak pagi-pagi sekali. Dengan terbata-bata Oma mengatakan jika ada penculikan, dan Alina hilang dibawa penculik itu.


Semua terkejut dan panik, Kinan tak sadarkan diri ketika tahu Alina hilang. Randy segera membawa Kinan ke kamarnya, dan Mamah juga Bunda mengikutinya dari belakang. Sesampainya di kamar, Randy segera menghubungi dokter dan menitipkan Kinan pada Bunda Mamah karena ia ingin mencari keberadaan Alina saat ini yang pasti sedang menangis ketakutan.


"Mamah. . Bunda. . Aku titip isteriku, aku akan membawa Nana kembali untuk isteriku. Segera kabari aku jika dokter sudah memeriksanya." Uhar Randy.


"Pergilah Nak, Mamah dan Bunda akan menjaga Kinan. Tolong bawa Nana kembali Nak. . "Ujar Bunda.


"Iya Bunda. . Randy pergi dulu." Ucap Randy berpamitan.


Randy segera turun ke lantai bawah dan menemui Lila dan yang lainnya untuk mencari tahu apa yang teejadi semalam, Lila menceritakan semuanya kepada Randy dan mereka sangat ketakutan.


"Ceritakan padaku. .Apa yang terjadi semalam?" Ujar Randy.


"Semalam saat kami sedang tidur. . tiba-tiba ada beberapa tangan yang membekap mulut kami, dan membius kami. Dan saat kami tersadar badan kami sudah terikat dengan mulut di lakban. Maafkan kami tidkanbisa menjaga Nana Pak. . "Ujar Lila menangis.


"Kaka. . ma. . maafkan Ray. . Ray juga tidak bisa menjaga Nana." Rayna menangis dalam pelukan Randy.


"Sudah jangan menangis. . Ini bukan salah kalian, lalu kemana Maya dan Sofi?" Tanya Randy yang tidak melihat keberadaannya.


Randy segera mencari dimana Sofi dan Maya yang tidak dia lihat pagi itu, saat masuk ke dalam kamar Randy tidak menemukan keduanya. Randy segera keluar dan terlihat pemgawal sudah babak belur, dan Revan juga Haris juga babak belur. Randy segera mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi.


"Kenapa kalian babak belur? Apakah kalian tidaa bisa melawan penjahat itu?" Ujar Randy marah.


"Mereka berjumlah lebih dari 10 orang Pak, saat saya hendak merebut Nana dari belakang memukul pundak saya sampai saya tidak sadarkan diri." Ujar Revan.


"Jadi mereka komplotan? Lalu kemana Maya dan Sofi? Apa mereka juga dibawa?" Tanya Randy.


"Kami tidak melihatnya Pak. . kami hanya melihat mereka membawa Nona kecil yang tertidur." Ujar Pengawal.


"aisshh. . . .Apakah kalian tidak melihat wajahnya?" Tanya Randy lagi.


"Mereka memakai topeng semua Pak. Saat saya berhasil membuka topengnya tiba-tiba dari belakang ada yang menyerang dan saya tidak sempat melihat wajahnya." Ujar pengawal.

__ADS_1


"Arrghh. . Apa tujuan mereka menculik putriku. . " Teriak Randy penuh amarah.


"Kita tidak akan menemukan Nana jika hanya berteriak. . sebaiknya kita segera bergegas. . Papah sudah menghubungi Polisi, sebentar lagi mereka akan datang." Ujar Papah.


"Nana pasti ketakutan Pah. . .Dia pasti sedang menangis sekarang, Aku. . aku tidak bisa diam saja. . .Kalau menunggu polisi akan lama lagi Pah. . " Ujar Randy.


"Kau jangan ceroboh Randy. . .Ini menyangkut putrimu, kalau kau ceroboh dan mereka menjebakmu bagaimana kau akan bisa melindungi putrimu. . . " Bentak Papah.


Tring. . .


"Pah ada nomor tidak di kenal mengirimi pesan." Ujar Randy.


"Buka saja. ." Ujar Papah yang juga ingin tahu.


•• Temui aku di bukit X jam 4 sore. Jangan libatkan polisi atau orang lain kalau kau ingin anakmu selamat. ••


"Kurang ajar. . .mereka berani mengancam nyawa anakku. . .Aku akan membunuh kalian . ." Teriak Randy bersimpuh.


Tak berapa lama datang beberapa polisi, Papah menjelaskan semua kronologi kejadian pagi itu. Lila, Rayna dan Devi dimintai keterangan, setelah itu mereka seger menuju lokasi yang berada di luar kota dan membutuhkan waktu sekitar 5 jam.


Revan, Haris dan Opa ikut untuk membantu mencari Alina. Randy juga membawa pengawal untuk berjaga-jaga dan membantu polisi.


"Terserah Papah saja. . .aku tidak perduli mereka menyerangku atau tidak. Aku hanya ingin melepaskan Nana Pah. ." Ujar Randy.


Di Rumah. . .


"Bagaimana keadaan Kinan Dok? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Bunda dengan cemas.


"Ibu Kinan dan bayi yang dalam kandungannya baik-baik saja. . .Tekanan darahnya normal 120/80, nadi 64x/menit. . Dia hanya syok, sebentar lagi dia akan bangun." Ujar Dokter Vivi.


"Ma. . maksud Dokter menantu saya hamil? Saya tidak salah dengar kan Dok?" Tanya Mamah.


"Iya Bu, Ibu Kinan sedang mengandung, tapi saya belum tahu usia kandungannya sudah berapa minggu, karena Ibu Kinan masih belum sadarkan diri dan saya tidak bisa menanyakannya." Ujar Dokter lagi.


"Syukurlah. . .terimakasih Dok, kalau begitu besok saya akan membawanya untuk menemui dokter di Rumah Sakit . sekali terimakasih dokter. . ." Ujar Mamah.

__ADS_1


"Sama-sama Bu, kalau begitu saya permisi dulu, semoga Ibu Kinan cepat sadar." Ujar Dokter Vivi.


"Ayah tolong antarkan dokter Vivi sampai depan ya. . " Ujar Bunda pada Ayah.


"Iya Bun . Mari Dok. . saya antar. . " Ujar Bu Siti.


"Harusnya ini menjadi kabar yang bahagia untuk keluarga kita Bun, tapi diluar sana Randy sedang berjuang untuk menemukan Nana. Semoga Nana baik-baik saja ya Bun." Ujar Mamah.


"Iya Bu Iren. . Kita berdoa saja supaya mereka dalam keadaan baik-baik saja dan bisa berkumpul lagi dengan kita disini." Ucap Bunda.


"Bu Siti tolong buatkan susu hangat untuk Kinan, dan juga bawakan sarapan ya Bu. Jangan lupa buah juga. . ." Ujar Mamah.


"Baik Bu. . " Ucap Bu Siti.


"Nak. . bangun. . . Suamimu sedang mencari Nana. . Mereka akan segera kembali dengan Nana." Ucap Bunda mencium kening Kinan.


"Bunda. .. saya ambilkan minyak kayu putih dulu ya, siapa tahu bisa cepat bangun setelah mencium aromanya." Ujar Mamah.


"Iya Bu Iren. . ." Ucap Bunda.


Mamah segera keluar dan mengambil minyak kayu putih di kamarnya yang biasa ia gunakan jika sedang bernama Alina. Mamah segera kembali ke Kinan dan mendekatkan minyak kayu putoh di sekitar hidungnya supaya Kinan cepat bangun.


"Na. . . Nana. . ." Ucap Kinan saat baru tersadar.


"Sayang, bangunlah. . .buka matamu Nak. . ." Ucap Bunda.


"Bun. . . Nana dimana? Apakah ida sudah ketemu Bun? Mas Randy kemana?" Tanya Kinan langsung bangun dan duduk bersandra di atas ranjang.


"Sayang. . Randy dan yang lainnya sedang pergi menjemput Nana. Mereka sudah tahu dimana lokasi Nana. Kamu tenang, kasihan bayi yang ada di perut kamu. . ." Ujar Mamah membelai Kinan dengan lembut.


"Ma. . maksud Mamah?" Tanya Kinan.


"Iya Nak, di perut kamu sudah ada adik Nana. Kamu harus menjaganya dengan baik, Nana minta adik ke Maminya kan? Kamu jangan stress. . Suamimu sedang menjemput Nana. . .Kita berdoa saja supaya mereka baik-baik saja. Dan Papah sudah menghubungi polisi." Ujar Mamah.


"Sekarang kamu makan dulu ya. . Bu Siti susha membawakan sarapan untukmu." Ucap Bunda.

__ADS_1


"Aku tidak lapar Bun, bagaimana aku bisa makan. Sedangkan Nana disana belum tentu sudah makan Bun. Aku mau menunggu Nana saja. . " Ujar Kinan.


"Nak, kasihan bayi yang ada di perut kamu. . Kalau kamu sayang Nana, dan suamimu. . .makanlah. . ." Ucap Bunda membujuknya.


__ADS_2