
"Mas Randy? Maaf aku ketiduran..." Ujar Kinan yang tersadar dari tidurnya.
"Tidak apa.. rapikan wajahmu jangan sampai peta di wajahmu dibawa turun ya." Ujar Randy.
"Peta di wajah?" Kinan langsung berdiri dan lari masuk berdiri di depan cermin. " Mana? Tidak ada." Ujar Kinan mencari di kedua pipinya.
" Sudah ayo turun." Ajak Randy.
"Apa tidak apa-apa? Sebaiknya aku disini saja, karena Opa tidak menyukaiku." Ujar Kinan pelan.
"Aku akan membuat Opa menyukaimu." Ucap Randy memeluk pinggang Kinan.
Randy dan Kinan turun dari lantai dua, dari atas terlihat semua keluarganya sudah duduk di kursi yang mengelilingi meja makan. Randy tidak melepaskan tangannya pada pinggang Kinan.
"Cieee... yang lagi falling in Love. Mesra banget." Ledek Rayna pada kakaknya.
"Ray, jangan begitu..." Ucap Mamah.
"Mereka serasi ya mah. Ray setuju kalau kak Randy bersama kak Kinan." Ujar Rayna tanpa melihat Opa yang semakin kesal mendengar ucapan Rayna.
"Apa kamu ingin menjadikan dia sebagai kakak iparmu Ray?" Tanya Papah pada Rayna.
"Tentu saja, siapa yang tidak mau punya kakak ipar sepertinya. Dia alumni dari tempat kuliahku Pah. Dan dia sedang melanjutkan S2 psikolog juga sedang mengambil S1 Bisnis dan Manajemen." Ujar Rayna menjelaskan
"Benarkah?Hebat sekali dia." Ujar Oma senjaga agar suaminya mendengarnya.
"Iya Oma, teman-teman Rayna banyak sekali yang mengidolakan kak Kinan. Dosen juga banyak yang menceritakan kak Kinan sebagai inspirasi mahasiwanya. Rayna saja sampai penasaran, dan hari ini baru bisa melihatnya secara langsung dan ternyata calon isteri kak Randy." Ujar Rayna dengan riang.
"Baiklah, besok Papah akan melamarnya untuk jadi kakak iparmu." Ujar Papah.
"Pah lamar jadi isterinya Randy bukan buat Rayna." Ujar Mamah.
"Sama saja sayang." Jawab Papah membuat semua orang berada di meja makan tertawa.
"Selamat malam semua, maaf terlambat, karena aku harus mandi dulu. dan menyelesaikan laporan yang di terimanya dari Sofi." Ujar Randy.
"Selamat malam kaka ipar... saya Rayna adik kak Randy." Ucap Rayna memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Selamat malam adik ipar.." Ucap Kinan membuat Rayna malu-malu.
"Sayang kamu hati-hati sama anak kecil ini, biasanya baik kalau ada maunya." Ujar Randy meledek adiknya.
"Iya... aku ingin kakak melamarnya buat jadi kakak iparku." Ujar Rayna membuat Kinan yang tersipu malu.
"Sudah-sudah kita makan dulu ya."Ucap Oma yang ikut tertawa melihat tingkah cucunya.
Kinan merasa sangat nyaman berada di tengah-tengah keluarga Randy yang sangat hangat, sesekali Kinan melirik Opa yang masih saja diam tanpa ekspresi. Randy menggenggam tangan Kinan untuk membuatnya nyaman malam ini.
Selesai makan malam, Kinan bergabung dengan Oma, Mamah dan Rayna di ruang keluarga. Sedangkan Randy dan Papahnya sedang duduk di pinggir kolam membahas rencana untuk melamar Kinan karena Randy sudah janji kepada Ayah Kinan untuk datang membawa kedua orangtuanya ke rumah.
"Papah, Mamah dan Ray setuju. Besok kita akan ke rumahnya dan melamar Kinan." Ucap Papah.
"Benarkah?" Tanya Randy terpcaya.
"Apa papah selama ini pernah berbohong padamu?" Ujar Papah meyakinkan anaknya.
"Terimakasih Pah."Ucap Randy.
"Apa kau yakin Opa menyutujuinya?" Tanya Opa dari belakang.
"Apa yang membuatmu tertarik padanya? Apakah dia menggodamu hingga kau tertarik?" Tanya Opa tanpa ekspresi.
"Dia tidak pernah menggodaku, malah dia yang cuek padaku membuat aku semakin penasaran. Dan aku semakin yakin padanya karena dia wanita mandiri dan pekerja keras. Dia tidak memanfaatkan harta orangtuanya untuk berfoya-foya. Dan Opa tahu? Dia melanjutkan S2nya dengan beasiswa, dan mengambil S1 Bisnis dan Manajemen agar dia tidak di pindahkan ke divisi lain karena dia tidak ingin meninggalkan teman-temannya yang baik padanya." Ujar Randy menjelaskan.
"Apakah hanya itu yang membuatmu tertarik padanya?" Tanya Opa lagi.
"Aku mencintainya, karena kebaikan hatinya, kesederhanaannya dan dia tidak memandangku hanya karena aku atasan dia. Bahkan dia selalu menolak kalau aku ingin membelanjakan barang mahal untuknya." Ucap Randy dengan yakin.
"Baiklah besok Opa akan ikut datang kerumahnya." Ujar Opa membuat Randy senang.
"Terimakasih Opa." Randy memeluk Opa dengan sangat erat.
"Opa sejak tadi melihatnya, dia memang gadis yang baik. Dan Opa lihat kau berubah sekali semenjak dengan dia." Ujar Opa yang ternyata selama makan malam terus melihat Kinan juga Randy.
"Terimakasih Pih karena sudah merestui Randy dan Kinan." Ujar Papah bersyukur.
__ADS_1
Semoga ini menjadi awal yang baik untuk hubungan Kinan dan Randy kedepannya. Papih pasti tidak akan mengkhianati yang sudah Papih ucapkan.
"Apakah Kinan sudah tahu kau akan melamarnya?" Tanya Opa.
"Sepertinya belum, aku baru mengatakan pada Ayah dan Bundanya. Tapi belum dengan Kinan." Ujar Randy.
"Kenapa tidak mengatakannya? Kau akan melamar Kinan bukan melamar kedua orangtuanya Nak." Ucap Papah.
"Biarkan ini menjadi kejutan untuk Kinan Pah." Ucap Randy yang tiba-tiba ide baru muncul dengan cepatnya.
"Anak ini selalu begitu... Asal tidak membuat masalah. Opa ikut saja denganmu." Ucap Opa menepuk punggung Randy.
Karena sudah malam, Randy memutuskan untuk mengantar Kinan pulang. Karena Ayah dan Bundanya pasti sudah menunggunya di rumah. Di sepanjang jalan Kinan diam tanpa bersuara karena tidak tahu harus memulai obrolannya dari mana.
"Apa kau senang malam ini?" Tanya Randy pada Kinan.
"Iya... Oma, tante dan juga Rayna sangat welcome. Mereka sangat ramah." Ucap Kinan mengingat lagi obrolan bersama keluarga Randy.
"Panggil saja Mamah, karena dia juga akan menjadi mamahmu." Ujar Randy tanpa memalingkan wajahnya.
Menjadi Mamahku?Apakah dia sungguh-sungguh akan melamarku untuk menyempurnakan kontrak ini agar mengalahkan drakor yang sedang booming saat ini? Bagaiamana bisa menikah karena kontrak.... Bukankah menikah harus karena Cinta dsri kedua belah pihak. Opa saja belum menerimaku...
"Kenapa diam?Apa kamu sakit?" Tanya Randy.
"Ti.. tidak...Aku tidak apa-apa." Jawab Kinan.
"Terimakasih sudah mau datang di acara malam makan keluargku." Ucap Randy tersenyum.
"Iya sama-sama. Ini kan bagian dari salah satu peraturan kau tulis di kertas itu. Jadi mau tidak mau aku harus melakukannya." Jawab Kinan.
"Jadi kau melakukan ini karena kontrak itu? Lalu kau dekat dengan mamah juga Ray juga karena kontrak itu?" Tanya Randy.
"Bu.. bukan itu maksudku. Tapi aku menemanimu makan malam memang karena kontrak itu. Selebihnya aku tulus, karena mereka sangat baik padaku." Ujar Kinan tersenyum.
Syukurlah....
Aku tidak tahu apakah aku benar-benar mencintainya atau tidak. Tapi aku merasa nyaman saat bersamanya..
__ADS_1
Atau mungkin aku nyaman karena surat kontrak itu yang mengharuskan aku dekat dengan dia..
Semoga aku tidak menyakitinya, aku akan berusaha untuk mencintainya meski saat ini aku belum tahu dengan lerasaanku yang sebenarnya...