Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Berharap


__ADS_3

Setelah ijin pada Kinan dan juga teman yang lainnya, Maya dan Revan segera bergegas untuk memesan restaurant lebih dulu. Dia mencari restaurant yang bernuansa alam karena bosan dengan restaurant yang modern.


"Menurutmu bagaimana Van? Apakah mereka akan suka?" Tanya Maya pada Revan setibanya di parkiran.


"Kita masuk saja dulu, lihat-lihat ambil gambarnya baru kita minta pendapat yang lainnya. . .Ayo masuk. . " Ujar Revan menggandeng tangan Maya tanpa malu-malu.


"Selamat siang . . . .dan selamat datang di Restaurant X. . ." Sapa pelayan restaurant dengan ramah.


"Maaf Mba, boleh kami lihat-lihat dulu untuk private roomnya. Kami bekerja di Ardhana Group." Ujar Maya menunjukkan kartu identitasnya.


"Oh silakan, mari saya antar. . " Ujarnya dengan ramah.


Ardhana Group sudah terkenal dimana-dimana, Maya mengatakan ia bekerja di Ardhana Group supaya tidak terlalu lama pelayanannya karena waktu yang semakin mepet.


"Maaf mba, boleh saya mengambil gambar untuk konfirmasi lebih dulu dengan teman saya?" Tanya Maya lagi dengan sopan.


"Silakan . . " Jawabnya lagi.


•• *Guys. . . .ini restaurant nya. . .bagaimana? Mau cari yang kain lagi atau ini saja? ••


•• Bagus tuh buat foto. . •• -Lila


•• Good Job, May •• -Kinan.


•• Okey*. . .••


Setelah Grup divisi setuju, Maya segera menghubungi Sofi untuk konfirmasi tempatnya yang sebenarnya tidak perlu di tanyakan lagi, karena Randy akan menyetujuinya selama dia satu tempat dengan Kinan.


•• *Fi. . .bagaimana tempatnya? Kami semua sudah sepakat untuk disini. . .Apakah Pak Randy setuju? ••


•• Okey May. . .Selagi ada Kinan di sana Pak Randy tidka masalah. . Thanks May. . .••


•• Okey Fi. . .Aku pesan keep ya*. .••


"Okey mba. . .kami pesan 3 private room. . .yang satu untuk ukuran 10 orang, satunya untuk 6 orang dan satunya 4 orang." Ujar Maya pada pelayan Restaurant.


"Maaf untuk jam berapa Bu?" Tanyanya.


"Yang 10 orang untuk jam 12. Yang lainnya 12.30 saja ya mba. . .Karena ada sesi makan siang dulu." Ujar Maya.


"Baik Bu, akan kami persiapkan." Ujar Pelayan segera pergi.


"Bukannya Kinan memesan dua private room?" Tanya Revan.


"Pak Randy juga ada pertemuan siang ini, tapi dia meminta Sofi untuk mencari tempat yang sama dengan Kinan. jadi aku sekalian saja bantu Sofi." Ujar Maya.

__ADS_1


"Oh begitu rupanya. . ." Ujar Revan. " Btw, Bagaimana dengan Clara?" Tanya Revan.


"Sudah ada kemajuan Van, dia sudah tidak lagi mimpi buruk berkat Psikolog yang Pak Randy berikan. Aku harap dia akan sembuh dan bisa hidup normal lagi." Ujar Maya.


"Syukurlah. . .Weekend aku ingin mengajakmu dan Clara ke pantai, aku ingin dia terbiasa dan bisa kembali ke tempat yang penuh kenangan untuknya. Bolehkah?" Tanya Revan.


"Hmm. . Tentu saja Van. . . Biar bagaimanapun dia harus bisa melawan trauma yang sudah menghantuinya hampir 4 tahun ini. Aku ingin Clara bisa pergi dengan teman-temannya kemanapun tanpa dia merasakan takut." Ujar Maya.


"Kita sama-sama ya support Clara ubtuk bisa melawan rasa takutnya." Ujar Revan.


"Hmm. . Terimakasih Van. . " Ucap Maya.


Sementara itu. . . .


"Guys, aku duluan ya. . sampai bertemu di sana . . ." Ujar Kinan pada teman-teman yang lain.


"Iya Kin. . . Kita balapan ya. . ." Ujar Lila.


" Baiklah. . ." Ujar Kinan.


"Mana berani aku mendahului Pak Randy. .. " Ujar Haris.


"Kenapa tidak. . .biar aku saja yang menyetir kalau kau tidak berani." Ujar Lila.


"Memang kau sudah sangat kelaparan samlai harus kebut-kebutan?" Tanya Haris pada Lila


"Astaga mau sampai kapan kita berdiam di sini? Kalian lihat mobil Pak Randy sudah jauh di depan. . ." Ujar Devi menengahi.


"Ahh. .. . sorry sorry Dev. . ." Ujar Haris swgerawnginjak gasnya melajukan mobil dwngan kecepatan sedang.


"Nanti kalian kembali ke kantor menungguku?" Tanya Haris.


"Tidak perlu. . .Aku yang bawa mobilmu. . dan kau kembali ke kantor bersama Revan saja." Ujar Lila.


" Mana mungkin kau kembali ke kantor naik motor. Berkas-berkasku bagimana? Mana mungkin juga aku menyuruh Kinan yang membawanya. Bisa-bisa Pak Randy memelototiku. ." Ujar Haris.


"Hey. . .mau sampai kapan kalian berdebat. . Kita kan bisa naik taxi online La. . .kau tak perlu bingung lagi. . ." Ujar Devi.


"Haha. . .Baiklah. . .sekali lagi sorry Dev. . " Ujar Lila.


"Sudah berapa kali kau mengatakan itu. . ." Ujar Devi. " Oh iya untuk ulang tahun Nana kira-kira sudah berapa persen ya? Sebentar lagi kan putri kecilnya Pak Randy juga Kinan ulangtahun." Ujar Devi.


"Ahh iya kau benar. . . Sebentar lagi dia 4 tahun . ..terus tak lagi berubah menjadi remaja yang cantik sekali. . Dia keturunan mana si?" Tanya Lila.


"Kalau tidak salah Ayahnya Jerman. . .Kalu sudah remaja pasti dia buat rebutan. . tapi Pak Randy pasti pasang badan untuk melindungi Nana." Ujar Devi.

__ADS_1


"Hahah. . .Ya Tuhan . .semua cowok yang mendekatinya harus berhadapan dengan Papi yang tampan tapi berwajah dingin. Untung saja Kinan berhasil meluluhkan hatinya." Ujar Lila.


"Yang pasti tidak boleh orang sembarangan. . ." Ujar Haris.


"Aku tidak sabar menunggu Nana 13 tahun lagi. . .Pasti dia cantik sekali seperti Ibunya." Ujar Lila seketika teringat dengan sahabatnya.


Di mobil Lain. . .


"Siang ini Mas ada pertemuan juga?" Tanya Kinan.


"Hmm. . ." Ujarnya sambil menyetir mobil.


" Dimana?" Tanya Kinan.


"Di tempat yang sama denganmu." Ujarnya lagi.


"Bagaimana bisa?" Tanya Kinan.


"Aku meminta Sofi untuk mencari tempat yang sama denganmu, supaya aku bisa memantau kamu. . .walaupun kamu sudah bersama Haris dan Revan setidaknya aku harus memastikan tidak ada yang menggodamu." Ujar Randy.


"Suamiku posesif sekali. . ." Ujar Kinan.


"Karena aku sayang dan tidak mau kehilanganmu." Ujar Randy.


"Hmmm . . . Co Cweet. . ." Kinan mencubit pipi Randy dengan gemasnya.


Astaga. . . Tau gini aku tadi ikut saja dengan Lila. . - Batin Sofi.


"Maaf ya Fi. . ." Ujar Kinan.


"Ma. . Maaf kenapa?" Tanya Sofi.


"Maaf karena harus membuatmu baper. .. " Ujar Randy menggoda Sofi.


"Sudah biasa Pak. . .Saya sudah terlatih selama di LA." Ujar Sofi.


"Bukan aku ya Fi. .. tapi Mas Randy. . ." Ujar Kinan.


" Kan kita berdua sayang. . .dimana ada aku di situ ada kamu kan?" Ujar Randy.


"Sudah. . sudah. . kasihan Sofi Mas. .. " Ujar Kinan terkekeh.


Ahh entahlah mereka berdua ini. . sejak tadi bilang sudah tapi terus-terusan membuatku Baper. . Sabar Fi sabar, jodohmu sedang bersiap-siap untuk menjemputmu. . -Batin Sofi.


Seketika Sofi teringat dengan sosok pria yang pernah ia lihat bebera waktu yang lalu. Sofi jatuh hati saat mereka pertama bertemu, tapi mungkin hanya rasa kagum saja karena selain ketampanannya tapi juga kelembutan hatinya.

__ADS_1


Tidak ada salahnya kan kalau aku berharap memiliki jodoh yang sama dengan dia. . .atau mungkin sjaa dia jodohku. . Hmm tapi kalaupun bukan dia, aku berharapnya 11 12 dengannya. . Tidak salah kok kalau berharap. . -Batin Sofi terseny sendiri tidak peduli lagi dengan Kinan dan Randy yang bermesraan di depannya.


__ADS_2