
"Kau habis berbicara dengan siapa?" Tanya Randy yang baru keluar dari ruang ganti.
"Dengan Mamah dan Nana Mas. .. Besok mereka mau ke Bali ajak Nana untuk liburan." Ucap Kinan.
"Baguslah. . setidaknya biar Nana senang. . Ayo kita makan, aku sudah lapar. " Ujar Randy kepada isterinya.
"Ayo Mas. "Ujar Kinan.
Mereka menikmati makan siang berdua di hotel. Makanannya sangat lezat membuat keduanya larut dalam menikmati makanan. Di tambah dengan pemandangan laut membuat mereka merasa seperti sedang makan di pinggir laut sungguhan.
Selesai makan siang Kinan dan Randy duduk di balkon kamar dan menikmati panas yang terik tapi udara sanhat sejuk membuatnya betah berada di balkon dalam waktu yang cukup lama.
"Hari ini kamu mau pergi atau di kamar dulu sayang?" Tanya Randy.
"Aku ingin di kamar dulu sayang. . . capek kalau harus pergi pergi lagi. . besok saja ya sayang." Ujar Kinan tanpa mengalihkan pandangannya ke laut yang tak pernah bosan.
"Ya sudah . . malam ini kita habiskan waktu di kamar saja, sekalian bikin adik untuk Nana. . ."Ujar Randy dengan wajah tanpa ekspresinya.
"Hmm. . .apakah yang di dalam otakmu hanya itu saja Mas?" Tanya Kinan.
"Apa lagi sayang? Pekerjaan sudah di handle Sofi, lalu apa lagi yang aku pikirkan. . Bukankah aku Papi yang baik untuk Nana? Dia meminta seorang adik, dan aku akan memberi Nana apa saja yang dia mau sayang . . ."Ujar Randy lagi.
"Nana kamu jadikan alasan. . .huhh.. "Ujar Kinan.
"Sayang. . ."Ujar Randy mendekati Kinan yang sedang menyandarkan badannya di kursi panjang.
"Apa mas? Eh mas sudah disini? Mau apa?"Tanya Kinan.
"Mau apa lagi kalau bukan. . . ."Ujar Randy yang belum selesai langsung ditutup mulutnya dengan kedua tangan Kinan.
"Stt. . .Nanti ada orang yang melihat sayang. . "Ujar Kinan beralasan.
__ADS_1
"Hmm baiklah. . ." Randy memencet sebuah tombol yang tak lama kemudian layar turun dari berbagai sudut menutup balkon di kamarnya. "Sudah tertutup sayang. . "Ujar Randy yang langsung menyerang Kinan tanpa aba-aba membuatnya tidak bisa menghindar lagi kecuali menikmatinya.
Mereka melakukannya entah sampai beberapa kali yang jelas hingga matahari hampir tenggelam seluruhnya, terlihat jam di layar ponselnya menunjukkan pukul 8 malam namun langit masing terang seperti jam 4 sore. Kinan membuka matanya dan melihat suaminya masih tertidur dengan pulas di pelukannya.
"Mas bangun . . sudah jam 8 malam. . .aku mau mandi. . ."Ujar Kinan membangunkan Randy.
"Hmm .. .iya sayang. . mandilah. ." Ujar Randy yang masih diam di tempat.
"Bagaimana aku mau mandi, kau masih diam saja. ayo geserkan sedikit badanmu mas." Ujar Randy.
"Maafkan aku. . ."Ujar Randy menggeser badannya tanpa membuka matanya.
"Mas. . bangun. . .sudah malam. . apa kau mau tidur saja disini? Aku akan mengunci pintu. "Ujar Kinan berlalu masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ke kamar mandi.
"Astaga. . .isteriku perhatian sekali. Pasti dia takut tidur sendiri di kamar . ."Ujar Randy segera membuka matanya dan ikut masuk ke dalam kamar.
Hah. . .sudah jam 8 malam? Astaga. . baiklah aku harus pesan makanan, jangan sampai isteriku mati kelaparan. . atau aku akan masuk berita karena membiarkan isteriku mati kelaparan. . Lalu Nana akan kehilangan ibunya untuk yang kedua kalianya. . .ah tidak tidak. . .aku tidak boleh membiarkan Kinan mati. . . .-Batin Randy berbicara dengan dirinya sendiri.
"Nous dînons dans notre chambre, bientôt notre nourriture ou ma femme mourra de faim (Kami makan malam di kamar, segera kami makanan atau isteriku akan mati kelaparan)."Ujar Randy saat telepon terhubung ke dapur hotel.
"dix minutes de plus (sepuluh menit lagi)." Ucap Randy tidak mau tahu membuat Koki sedikit kewalahan karena permintaannya.
"D'accord. . dans les dix minutes (Baiklah. . dalam waktu sepuluh menit). Y a-t-il des commandes supplémentaires? (Apakah ada pesanan tambahan?)." Tanya Koki lagi.
"Ce n'est pas tout (Tidak, itu saja)." Uajr Randy menutup telepon.
"Sayang. . mandilah." Ujar Kinan dari ruang ganti.
"Kau mau membukakan pintu untuk pelayan yang antar makanan nanti?"Tanya Randy dari dalam kamar.
"Ah . . .baiklah. . Mas mandi setelah makanan sampai. . " Ujar Kinan lagi dari dalam ruang ganti.
__ADS_1
Dalam waktu sepuluh menit, makanan sudah datang sesuai dengan keinginan Randy. Setelah pelayan keluar Randy segera pergi mandi dan Kinan duduk di Sofa menyalakan TV agar kamar tidak terlalu sepi dan ia membuka ponselnya.
Sebentar lagi Nana ulang tahun . . .Aku harus memberikannya sebuah kejutan untuknya. .. Aku kkan meminta mas Randy untuk menggelar pesta ulang tahun kecil-kecilan di rumah. -Batin Kinan.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Apa ada hantu yang masuj ke dalam tubuhmu?" Tanya Randy.
"Mana mungkin hantu disini mau mau masuk ke dalam tubuhku. . hmm. . Mas. . .3 minggu lagi Nana ulangtahun. . kita buatkan pesta untuknya ya. .pasti dia senang." Ujar Kinan.
"Tentu saja. Aku akan meminta Sofi dan teman-temanmu mempersiapkan semuanya. . .Tapi kita juga harus memberinya hadiah yang dia mau sayang. . ." Ujar Randy mengingatkan Alina yang ingin punya Adik.
"Iya iya Mas. . . Kalau kita di kasih cepat ya syukur. . kalau tidak kita bisa apa. . ." Ujar Kinan.
"Ya kita harus bekerja dengan keras sayang." Ujar Randy mengedipkan matanya pada Kinan membuatnya tergidik.
"Astaga. . . Ayo kita makan. . .Bukankan bekerja keras juga membutuhkan asupan energi." Ujar Kinan bangun dari duduknya dan pergi ke meja makan.
Selesai makan, Kinan dan Randy duduk di depan TV namun sibuk dengan ponselnya masing-masing. Randy meminta Sofi untuk mempersiapkan pesta di hari ulangtahun Alina. Sedangkan Kinan memikirkan tema yang akan mereka pakai nanti sesuai dengan karakter yang Alina sukai.
Jarum jam menunjukkan pukul 11 malam, mereka lergi tidur tanoa bertemour karena mereka sudah cukuo kelelahan dan besok harus melanjutkan perjalanan untuk mendatangi beberapa tempat yang di rekomendasikan jika mereka datang ke Perancis.
"Huam.... Sudah jam berapa ini?" Ujar Kinan baru bangun dari tidirnya dan segera meraba nakas mencari ponselnya. "Jam 8 . . .astaga. . .Mas bangun .. . .kita kan mau jalan-jalan. . .Ayo bangun mas. . " Ujar Kinan membangunkan suaminya dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Mandilah dulu. . .aku mau pesan sarapan untuk kita. . "Ujar Randy dengan mmta masih terpejam.
"Mas. .. buka matanya. . .bagaimana mau pesan sarapan kalau matanya masih terpejam . .Ayo buka dulu matanya. .. " Ujar Kinan yang tidak berhenti mengomel sampai suaminya membuka matanya.
"CUP. ." Randy men*ium bi*ir Kinan agar diam. "Cerewet sekali Nyonya Randy Ardhana ini." Ujar Randy.
"Kalau aku tak begini mana mungkin mas membuka mata. . .ya sudah aku pergi mandi dulu. . .CUP.." Kinan mencium pipi Randy kemudian dia lari sebelum Randy melakukan yang lainnya.
"Istriku sudah mulai nakal. . "Ujar Randy tersenyum.
__ADS_1
"Livrez-nous immédiatement le petit déjeuner. Et un verre de lait chaud et de café chaud (Segera antarkan sarapan untuk kami. .Dan segelas susu hangat juga kopi panas.)" Ujar Randy.
"Oui monsieur (Baik Tuan)." Jawab Seorang Koki.