Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Ingat Kembali


__ADS_3

Brukk....


Alina jatuh pingsan, Mamah yang baru saja keluar dari kamarnya melihat Alina yang sudah terjatuh di lantai tak sadarkan diri.


"Nana..."Teriak Mamah saat melihat menantu nya jatuh tak sadarkan diri.


"Tolong, Resty, Chandra, Papah, siapapun yang mendengar ku. Bantu aku." Teriak Mamah lagi memanggil seluruh penghuni rumah, berharap mereka segera datang membantunya.


Chandra segera berlari menaiki anak tangga menuju lantai dua, mencari sumber suara ya g berteriak memi ta tolong. Saat melihat Alina yang sudah tak sadarkan diri, timbul rasa cemas dan ketakutan.


"Mah, apa yang terjadi, kenapa dengan isteriku?" Tanya Chandra yang sudah duduk bersimpuh di samping Alina.


"Mamah juga tidak tau Nak, mungkin Nana tidak sengaja melihat isi foto diatas. Dan dia kaget saat melihat dirinya memakai gaun pernikahan." Ucap Mamah dengan khawatir.


"Mah, tolong hubungi dokter ya. Aku akan membawanya ke kamar." Ucap Chandra segera mengangkat tubuh mungil Alina dan memindahkan nya ke sebuah kamar bernuansa silver dan putih.


Tak beberapa lama kemudian, datanglah dokter Lani dengan pakaian atasan kemeja dan celana bahan berwarna hitam dengan sepatu pantofel berwarna senada dengan celananya.


"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Dokter Lani saat baru datang, dan segera membuka handbag dan mengeluarkan stetoskop.


"Aku tidak tau, tapi sepertinya dia kaget setelah melihat foto pernikahan kami yang belum sempat kami turunkan." Ujar Chandra.


Dokter Lani segera melakukan pemeriksaan umum (head to toe), untu memastikan kondisi Alina. Dan hasilnya tidak ada yang perlu di khawatirkan, dengan senyum mengembang Dokter Lani mengatakan jika kondisi Alina dalam keadaan yang baik-baik saja.


Terlihat wajah lega dan bahagia dari raut wajah pria yang saat ini duduk di pinggir ranjang samping kepala Alina. Tangan kanannya tak henti-hentinya mengusap kepala Alina dengan lembut.


Tante Resty pun mengantar Dokter Lina pulang sampai depan rumahnya.


Dalam Mimpi Alina


Gadis berusia 25 tahun, memakai gaun putih yang menjungai ke bawah. Riasan di wajahnya yak terlalu mencolok, hanya di poles dengan bedak berwarna natural dan sedikit lipstik berwarna nude.


Pernikahan yang sangat sederhana, namun semua orang yang berada di sana tampaknya ikut bahagia terlihat dari raut wajahnya yang berbinar dan tepuk tangan yang meriah setelah mendengar kedua anak manusia telah sah menjadi pasangan suami isteri.


Dan setelah sesi salam dan peluk, Chandra dan Alina masuk ke sebuah ruang yang sudah di setting seperti sebuah studio dengan berbagai peralatan sebagai ornamen pendukung untuk sesi foto.

__ADS_1


*****


"Huhh..." Erang Alina saat tersadar dari pingsan.


Semua orang yang sejak tadi berada di kamar mengelilinganya tampak tersenyum melihat ada tanda-tanda Alina telah siuman. Mamah dengan sigap mengambilkan segelas air putih dan menyuruh Chandra untuk membantunya Alina minum.


"Kau sudah bangun? Syukurlah. Sekarang ayo aku bantu kamu duduk, dan minumlah." Ucap Chandra dengan perlahan.


"Terimakasih." Ucap Alina.


Setelah meneguk air putih dalam gelas dan menghabiskannya, Alina sempat terdiam beberapa saat. Ia memandang seluruh orang yang saat ini ada di depannya, keluarga barunya sejak dua tahun lama nya ia dan Chandra menikah.


"Apa yang kau rasakan? Apa kepalamu terasa sakit?" Tanya Chandra.


"Tidak. Aku baik-baik saja." Jawab Alina dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Lalu apa yang kau rasakan?" Tanya Chandra khawatir karena melihat Alina yang tiba-tiba tersenyum tanpa alasan.


"Maafkan aku..." Ucapnya dengan menggenggam erat tangan Chandra.


"Maaf, karena sudah melupakanmu selama ini." Ucap Alina tanpa di teruskan lagi.


"Ma-maksud kamu?" Tanya Chandra lagi yang masih bingung.


"Aku sudah ingat semuanya, aku sudah menikah denganmu dua setengah tahun yang lalu. Makasih masih setia menungguku sampai ingatanku kembali, makasih kamu tidak meninggalkanku meski aku kehilangan ingatan dalam waktu yang cukup lama." Ungkap Alina dengan penuh haru.


"Kamu sungguh sudah mengingat semua? Kamu tidak bohong kan? Apakah aku sedang mimpi?" Tanya Chandra tak percaya.


"Kemari.."Ujar Alina menjentikkan jari telunjuk nya pada Chandra mengisyaratkan untuk mendekat.


Cup!!


Sebuah kecupan basah mendarat tepat di pipi sebelah kanan Chandra. Mereka bertepuk tangan dengan riuh penuh dengan kegembiraan atas kembalinya ingatan cucu menantu kesayangan di keluarga Wijaya.


Wajah Chandra berubah menjadi merah, menahan malu atas tindakan Alina yang sudah berani menciumnya di depan seluruh keluarganya.

__ADS_1


"Hais, kalian.. Chan, peluk isterimu. Kenapa malah sekarang kamu yang seperti hilang ingatan Chan. Bukankah selama ini kamu menunggu waktu ini segera tiba supaya kamu bisa tinggal bersama lagi dengan isterimu? Atau jangan-jangan kau sudah lupa bagaimana cara memeluk?" Celetuk Tante Resty yang gemas karena Chandra tak bergeming.


" Mungkin mereka malu, kalau begitu kita keluar dulu, berikan waktu untuk mereka berdua dulu." Ucap Opah pada anak dan menantunya.


" Papah benar, sebaiknya kita keluar dulu. Chan, jangan buang-buang kesempatan yang ada di depan mata. Atau isterimu akan kehilangan ingatan untuk kedua kalinya dalam waktu yang lebih lama lagi." Goda Tante Resty sebelum benar-benar keluar dari kamar.


"Nana sayang, Mamah dan Papah juga keluar ya Nak. Kalau Chandra menyakitimu, teriak panggil Mamah nanti biar Mamah yang getok kepalanya pakai sendal Mamah ini.Cupp." Ucap Mamah di akhiri dengan mengecup kening Alina sebelum keluar meninggalkannya.


"Makasih Mah." Ucap Alina tanpa sungkan lagi.


Semua orang telah benar-benar keluar meningalkan mereka berdua di dalam kamar. Seketika suasana menjadi hening, Chandra masih diam seribu bahasa untuk beberapa saat.


"Apakah aku sedang bermimpi? Apakah ini sungguhan? Dia benar-benar sudah mengingatku? Apakah dia akan membenciku karena akulah yang membuatnya terjatuh dari anak tangga dan mengakibatkan dia koma dalam waktu yang sangat lama sampai akhirnya dia kehilangan ingatan?" Pikirannya sedang berperang dengan beberpaa pertanyaan yang bermunculan.


"Apa kamu tidak senang aku sudah ingat semuanya?" Tanya Alina memulai perbincangan siang itu di dalam kamar.


"Bu-buka itu maksudku. Aku hanya masih belum percaya, ingatanmu sudah kembali. Aku senang, sangat senang malah." Ucap Chandra hang menjadi sulit untuk mengungkapkan perasaannya saat itu.


"Boleh aku meminta sesuatu darimu?" Tanya Alina menatap kedua bola mata Chandra lekat-lekat.


"Apa?" Ucapnya.


"Peluk aku." Ucapnya dengan membentang kan kedua tangannya pada Chandra.


______________________________________________


Niat hati, mau Up kemarin sore. Tapi tangan khilaf, malas ngetik🀧


Tunggu next Up jam 10.00 WIB ya😍😍


Maaf jika ceritanya tidak nyambung/tidak sesuai dengan yang kalian harapkan. πŸ˜₯πŸ™πŸ™


Doakan semoga semangat ngetik Author tetap terjaga ya πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan juga vote seikhlasnya. 😍😍😍

__ADS_1


Happy Reading 😘😘


__ADS_2