Mantan Terindah

Mantan Terindah
100. Kondangan Bareng


__ADS_3

Nah ternyata kali ini Roy tidak membawa motor tapi ia membawa mobil hitam yang begitu bersih dan mengkilap mungkin baru saja dibersihkan kali ya atau dicuci. Seperti layaknya seorang putri Roy pun membukakan pintu untuk mempersilahkan masuk perempuan bergaun merah ke dalam mobil yang duduk di depan. "Silahkan duduk."


"Sumpah, kenapa gue gugup banget ya kenapa jantung gue terus-terusan berdebar ketika dekat sama kak Roy? Dan gue masuk kedalam mobilnya ya walaupun sebelumnya gue juga pernah sih masuk ke dalam mobil tapi ini kali pertama gue kondangan sama dia ya ampun enggak nyangka banget sih?" Tak henti-hentinya ia bahagia sekali bisa bareng kondangan untuk pertama kalinya dengan Roy tidak terbayang sama sekali selama ini.


"Ya udah deh kalau gitu kita berangkat aja ya pokoknya lo harus percaya diri jangan insecure lo cantik kok bisa bersanding sama cewek-cewek yang lain!"


Selama di perjalanan chery tidak henti-hentinya menatap ke arah depan tidak mau menengok kearah pengemudi yang membawa mobil hari ini karena Roy begitu ganteng banget dan rapi banget ia walaupun ketika di sekolah dulu dan di kampus tetapi karena emang basic-nya rapi.


"Emang sebenarnya siapa sih kak yang nikah?"

__ADS_1


"Temen gue, ya kita sedikit beda usianya jauh. Tapi gue ngerasa kayak seumuran aja." Cerry mengangguk paham.


Sampailah mereka di sebuah acara pernikahan begitu klasik sekali dan begitu sangat banyak sekali pengunjung yang datang yang membuatnya seakan bingung. Roy pun bergabung dengan teman-teman yang sudah hadir duduk di bangku yang sudah disediakan oleh mempelai laki-laki dan perempuan sontak membuat Cerry akan bingung operan apa yang akan mereka mulai karena ini adalah kali pertamanya untuk kondangan bareng dengan Roy biasanya ia lebih bawel karena sudah terbiasa dan sudah merasa nyaman tapi ketika bareng sama Roy seakan-akan semua itu hilang begitu saja dan menjadi sosok yang kalem dan lebih pendiam. Ia hanya bisa tersenyum dan macam-macam bingung mau ngobrol apa bersama dengan Roy. Yang bikin senang adalah Cerry diperkenalkan kepada teman-teman Roy yang membuatnya tersipu malu bahkan kaku banget untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang padahal simpel dan biasa aja tapi membuatnya benar-benar kikuk dan kedua tangannya benar-benar dingin banget. Roy pun berbisik kepada Cerry agar ia tidak terlalu kaku dan tidak terlalu tegang di depan teman-temannya karena semakin kaku dan tegang membuatnya semakin dikacangin. Itu bisa dicegah sama sekali tetap saja tegang dan kaku tapi ia berusaha untuk menarik nafas sejenak agar bisa normal dan senormal-normalnya ngobrol dengan teman-teman Roy. Roy pun permisi mengambilkan minum dan makanan yang ada di depan sana dengan refleknya seri juga berdiri yang membuat Cerry untuk menyuruhnya tetap duduk biarkannya untuk mengambil kan karena tidak jauh juga.


"Lo tungguin di sini aja gue pengen ngambil sebentar doang kok nggak mau jauh banget dari gue sama bareng temen-temen gue aja mereka pada baik kok, eh jangan gangguin dia ya." Seruan itu terdengar jelas dari ucapan Roy kepada teman-temannya yang membuat suasana semakin tegang karena teman-temannya malah mengejek Roy jangan akan mereka akan menggoda Cerry.


Setelah Roy pergi untuk mengambilkan minuman dan makanan di sana ada pertanyaan dari beberapa teman Roy kepada Cerry. "Eh lo itu pacarnya Roy?" Sontak kedua matanya langsung terbelalak dengan pertanyaan yang simple kalau misalkan mengatakan iya otomatis nanti bakal dipertanyakan langsung kepada Roy juga tapi kalau misalkan dikatakan tidak diharapkan itu pupus karna ucapan adalah sebuah do'a. "Loh kok malah diem aja sih kenapa nggak dijawab pertanyaannya lo pacarannya sama Roy atau Roy yang bilang sama lo nggak usah dipublish terlebih dahulu sampai kalian nikah?" Semakin aneh dan semakin ngaco pertanyaan dari teman-teman Roy yang duduk di sekeliling kanan dan kirinya yang membuatnya semakin kikuk dan kakinya gemetar dua-duanya di bawah meja.


"Haha apaan sih lo ngomong kayak begitu sama kita di depan pacar lo sendiri!"

__ADS_1


"Hahaha pacar?" Cerry berharap kalau misalkan Roy mengakuinya ya walaupun mereka nggak pacaran juga tapi ya mungkin harapan sedikit untuk bisa membuatnya yakin kalau misalkan proyek memang pantas untuknya yang bisa dijadikan teman hidup.


Cerry pun memakan makanan yang ada di atas meja yang sudah diambil kan oleh Roy tadi perlahan ia mengambilkan sendok karna tangannya begitu gemetar sekali tadi. Ia menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutnya dengan cepat. "Kayaknya bakalan lo deh yang bakalan nikah soalnya udah serasi banget nih ya kita kan pada jomblo jadi ngeliatin aja!" Ucap salah satu diantara mereka yang mengejek Roy. Antara perasaan senang dan tidak percaya diri. Untungnya mereka memutuskan untuk berdiri dan bersalaman kepada mempelai yang ada di depan yang menyambut tamu-tamu yang sudah datang di acara pernikahan mereka. Cerry mengelus dadanya dengan cepat akhirnya mereka pergi juga dari sini kan bisa membuat ketegangan ini sedikit berkurang tidak seperti tadi yang terus berdegup lebih kencang. Untungnya Roy sama sekali tidak mempertanyakan kenapa wajahnya seperti pucat dan Cerry yg bisa menyembunyikan hal itu hari ini. "Mereka ngobrol apa aja lagi sama lo mereka nggak ngomong aneh-aneh kan tentang gue?"


"Enggak kok mereka nggak ngomong aneh-aneh ngomong yang biasa-biasa aja kakak udah lama banget ya sahabatan sama mereka kayaknya akrab banget dan nggak ada kecanggungan gitu!"


"Iya cukup lama juga semenjak gua SMP kan mereka waktu itu kalau nggak salah SMA jadi ya udah kayak saudara sendiri enggak kayak baper-baperan gitu."


Setelah mereka makan mereka pun bersalaman kepada mempelai yang ada di depan langkah kaki Cerry dengan begitu santainya menuju ke arah mereka dan dan ternyata Roy mengabadikan foto dengan ponselnya dan ia pun tersenyum berfoto dengan mempelai laki-laki dan perempuan. Gak nyangka banget bisa foto bareng dengan pengantin mungkin next dia juga merasakan seperti ini bersama Roy sebuah kehaluan yang sangat hakiki dan kehaluan yang begitu besar sekali ya kalau misalkan mimpi ya udah jalanin aja lagi itu nggak bayar ya kenapa harus di ribetin?

__ADS_1


Ternyata mimpi-mimpi selama ini perlahan-lahan terkabulkan dan Cerry yakin ketika bermimpi harus dengan hal yang baik-baik ketika terkabulkan tidak merasakan kesedihan.


__ADS_2