Mantan Terindah

Mantan Terindah
98. Tiffany Di Rampok


__ADS_3

"Kamu mau ke mana sih?" Tanya mama yang kepo banget dengan penampilan Tiffany.


"Kenapa? Mau Bayu untuk ngintilin aku mah?"


"Mah aku tuh males banget mah buat jalan hari ini sama Bayu bisa nggak sih mah kalau misalkan aku jalan sendiri aja aku udah ngikutin mama dari beberapa waktu yang lalu buat Bayu ngikutin aku, aku sekarang pengen sendiri aja mah." Ucap Tiffany yang menolak keras untuk diikuti Bayu kemanapun ia pergi hari ini biasanya ia sudah mengikuti suruhan dari mama agar Bayu tetap ikut tapi kali ini dia ingin sendiri saja. Mungkin karena mama memiliki ikatan batin kepada anak oleh karena itu ia diam-diam menghubungi Bayu untuk mengikuti Tiffany hari ini pergi ke mana pun iya. Tiffany pun berpamitan kepada mama lalu ia menaiki sepeda motornya dan pergi begitu saja.


Mama terus khawatir kepada Tiffany walaupun ia bisa menjaga dirinya walaupun sudah beranjak dewasa tetap saja ia anak gadis kecil yang selalu harus dijaga. Untungnya mama selalu yakin hatinya begitu erat sekali makanya selalu ingin anaknya terjaga dengan baik dan kebetulan juga Bayu hari ini mengiyakan suruhan mama agar menjaga Tiffany secara diam-diam terjadi apapun dia juga tidak berharap akan terjadi tapi hatinya bilang dia tidak enak.


***


"Kok kayak jauh banget emang dimana ya? Kok dari tadi enggak berhenti-henti sih!"


"Kemana sih dia? Kok kayak ke tempat yang beli makanan gitu apa dia mau makan ya?" Bayu sengaja tidak turun dari mobil dan terus memperhatikan Tiffany sendirian karena ada beberapa cowok juga di sana yang sedang nongkrong dan duduk dia takut kalau misalkan orang itu berbuat hal yang tidak-tidak kepada Tiffany. Ia pasang badan apabila orang itu berani berbuat atau berniat jahat. Jantungnya berdebar lebih kencang dari sebelumnya kenapa tiba-tiba rasanya tidak enak.


Entah kenapa suasana begitu sepi ia sudah merasakan ada seseorang dibelakang yang memperhatikannya dari jauh namun dia berprasangka positif saja.


"Hei." Tiffany pun berusaha menjaga barang yang diambil tasnya untungnya dompet dan HP dia pegang. Setipu daya dia mengajar orang yang di depan, dengan begitu kencang sekali. Orang itu pergi begitu saja. Tiffany merasa panik karena ia tidak bisa menemukan dompet nih kalau ke rumahnya tidak terlalu banyak tapi ya ada uangnya juga di sana. Dia mulai menyerah dan kebingungan harus meminta tolong kepada siapa.

__ADS_1


"Tolongggggggggg!"


"Hei itu barang gue bukan barang loh kenapa lu ambil gitu aja sih!" Tetap saja tidak digubris oleh orang yang mengambil barang dari Tiffany ia pun berdebar lebih kencang.


Tiffany menangis dengan begitu sesegukan karena barang yang ia beli tadi diambil oleh orang yang tidak dikenal dan dirampas begitu saja untungnya handphone dan KTP yang ada di dompetnya masih bisa diselamatkan kalau tidak semuanya bakalan raib dan naas. "Kenapa kayak gini sih sumpah ah gue nggak berbuat jahat tapi kenapa orang berbuat jahat sama gue?" Ucapnya seperti itu ke dirinya sendirinya. Bayu turun untuk menenangkan Tiffany dia sama sekali bingung apa yang harus dilakukan agar Tiffany bisa tenang. Awalnya Tiffany bingung kenapa Bayu tiba-tiba ada di hadapannya lagi dan lagi. "Kok kamu kok bisa ada di sini perasaan kita nggak berangkat bareng tadi?" Bayu hanya tersenyum dengan ucapan Tiffany ia membantu petani untuk bangun.


"Ya ada deh." Senyum Bayu yang sangat santai sekali ia berusaha untuk menenangkan Tiffany yang panik banget bahkan sudah menangis.


"Kenapa bisa dirampok begitu sih terus HP sama dompet aman nggak?"


Dengan polosnya Tiffany mengangguk pertanyaan dari Bayu. Ia masih kaget banget ngeliat kejadian tadi yang benar-benar tepat di kedua matanya kejadian tadi begitu cepat banget terjadi. "Pasti mamakan nyuruh kamu buat ngikutin aku? Kenapa sih kamu mau banget ngikutin aku emang kamu dibayar?"


"Kamu jangan bilang ke mama ya kalau misalnya aku di rampok sama orang, di ambil barangnya!"


"Kenapa? Kenapa gak bilang ke mama kamu?"


"Aku sama sekali gak mau aja, aku takut mama khawatir ke aku. Udah ya kamu nurut aja!" Tegasnya Tiffany.

__ADS_1


"Kamu dari dulu selalu sulit banget di kasih tau!"


"Tapi kenapa kamu masih mau sama aku?"


"Ya itu tantangan aku buat deketin kamu!" Gombal Bayu kepada Tiffany. Bayu yang selalu ada dan Bayu yang selalu menemani suka dan duka disamping Tiffany tapi Tiffany belum sadar aja kalau misalkan orang yang spesial itu ya orang yang di sampingnya sekarang. Tapi walaupun seperti itu membuat Tiffany Belum sadar juga kalau misalkan Bayu begitu spesial sekali menspesialkan dirinya bahkan di kala genting sekarang Bayu selalu ada. Sulit kalau bicara soal hati walaupun sebaik apapun dia ke kita tapi hati ini masih belum bisa membukanya tetap saja itu adalah hal yang biasa bukan sesuatu yang spesial yang bisa dijalani barang-barang atau bersama. Dan Bayu sadar itu.


"Kamu kenapa sih terlalu baik banget sama aku aku nggak enak tahu nggak sih diginiin sama kamu seolah aku itu orang yang paling jahat yang nyakitin perasaan orang baik!" Tatap Tiffany begitu tajam kepada Bayu.


"Iya sih benar tapi ya namanya perasaan itu nggak bisa dicegah bukan sih kalau misalkan kita udah suka sama orang udah cinta sama orang mau kaya gimana pun kita disakiti tetap aja bertahan bukan kayak gitu maksudnya?"


"Hahaha iya sih tapi maafin aku ya kalau misalkan aku berperilaku nggak baik sama kamu selama ini atau jutek dan judes ya tapi emang kayak gitu orangnya kalau misalkan sama orang yang enggak disuka maaf banget nih kalau misalkan aku blak-blakan ngomong sama kamu."


"Iya nggak papa kok aku tetap nungguin kamu sampai kapanpun kamu terima aku dan aku bakalan terima terus!" Senyumnya.


"Apaan sih, jangan ngomong kayak gitu. Aku nggak suka deh diginiin ntar aku beneran baper lama-lama sama kamu!" Ketawa Tiffany.


"Hahaha ya nggak papa dong kalau misalkan kamu beneran suka sama aku ya berarti perjuangan aku selama ini membuahkan hasil ya?"

__ADS_1


Tiffany menarik nafasnya sejenak. Bayu memberikan air mineral kepada Tiffany untuk ia teguk sejenak. "Gimana? Udah lega belum? Aku yakin banget kalau misalkan semuanya bakalan diganti dengan yang baik ya udah kita pulang aja yuk kamu mau ikut aku atau kayak gimana?"


"Aku pulang sendiri aja."


__ADS_2