
Roy menatap Rival yang asik dengan layar laptopnya. Ada rasa yang aneh dengan Rival biasanya ia paling malas mengerjakan tugas apalagi berhubungan dengan laptop.
"Lo ngerjain apa val serius gitu?" Tanya Roy dengan minuman yang ada ditangan kirinya.
"Ngerjain tugas kelompok kak. Lo gak belajar lo mau beasiswa lo dicabut?"
"Udah kok. Tumben ngerjain tugas?"
"Gue pengen berubah kak. Ya masa lo doang sama kak Tiffany yang maju iya gak?" Sahutnya dengan pede.
"Bagus deh. Tapi ngomong-ngomong lo kemarin bener ngerjain tugas sama Franda."
"Iya bentar doang habis itu nganterin dia balik. Kenapa? Lo cemburu? Lo kan udah ada Cerry sahabag dia. Tenang gue jagain Cerry biar gak direbut sama Rudy lo tau kan si Rudy cowok playboy cap kaleng." Cengir Rival yang sambil mengetik menatap layar ponselnya.
Si cewek cupu.
"Udah bikin konsepnya di kertas yang lo kasih trus gue harus ngapain lagi?"
^^^"Ya lo konsep kek sedetail mungkin dan sebaik mungkin biar lebih bagus!."^^^
"Iya. Trus pakai bagian bab gak?"
^^^"Serah lo cewek ribet."^^^
Layar ponsel Rival memang terkunci namun ketika pesan masuk maka akan terlihat notifikasi pesan yang baru. Roy berpikir sejenak si cewek cupu. Siapa dia?
"Si cewek cupu siapa val? Kok aneh gitu?" Roy menatap kedua bibir Rival siapa pengirim pesan itu.
"Em, si Franda. Gue nyuruh dia biar gue gak lupa. Emang cupu sih dan ceroboh juga haha."
"Franda." Pertanyaan itu timbul dipikiran Roy setelah Rival mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja. Lalu Rival mengirimkan pesan kepada yang lainnya.
Roy perlahan untuk pergi meninggalkan kamar Rival dan menuju ke kamarnya.
Ia merebahi kamarnya menatap langit-langit yang begitu bernuansa warna langit. Diketahui kalau Roy merupakan cowok yang suka dengan warna biru hampir semua ornamen warna kamarnya berwarna biru muda. Menurutnya warna biru muda merupakan lambang dari ketenangan.
Ia memikirkan layar ponsel di hp Rival tadi ia melihat kalau Rival ternyata menyimpan nomor kontak Franda.
Roy padahal sangat berharap sekali bisa satu kelas dengan Franda tapi takdir berpihak lain, percuma saja mereka berbeda angkatan dan berbeda tahun. Franda dan Roy diangkatan yang sama sedangkan dirinya diatas mereka satu tahun. Ia memejamkan mata lalu tertidur di keheningan malam.
__ADS_1
"Si cewek cupu, bikin bawel terus ya. Hahaha dasar cupu makanya aneh gitu." Lalu Rival menatap layar ponselnya kembali dan melanjutkan tugas itu kedalam laptop agar menjadi konsep untuk di print nantinya.
...•••...
Roy menatap Rival yang duduk diatas kursi mengantar roti setiap pagi ditambah segelas susu putih kesukaannya.
"Kak, lo kenapa? Kok kayak liatin Rival segitunya gitu?" Tegur Tiffany yang merasakan kalau saudara kembarnya menyimpan sesuatu.
"Eh apaan sih lo enggak kok. Enggak."
"Kalau mau ngomong, ngomong aja." Sahut Rival yang ikut nimbrung. Roy terbujur bingung harus menjawab apa tidak mungkin ia mengatakan hal ini langsung bisa-bisa mereka menanyakan pertanyaan yang banyak.
"Ya udah kalau gitu gue berangkat dulu ya." Ucap Rival yang berlari menuju ke teras rumah untuk melajukan mobilnya. Setelah itu disusul oleh Roy yang juga terburu-buru mengambil kunci mobil diatas kulkas.
"Kakak adik yang aneh satu sekolah juga pake bawa mobil masing-masing." Tiffany menggeleng pelan heran dengan sikap kedua saudaranya yang kadang aneh lalu ia mengambil tas dan menghabiskan susu yang sedikit lagi habis.
Tidak perlu lama Rival sampai ke sekolah jarak yang lumayan akan terasa dekat ketika kecepatan mobil yang lumayan kencang. Rival langsung saja menanyakan tugas yang ia suruh tadi malam. Menatap dengan rasa penasaran pasti ada saja alasan diantara mereka. "Tugas kalian udah ngerjain konsepnya?"
"Udah, sedikit." Ia memberikan kertas tipis kepada Rival untuk dijadikan satu.
"Oh bagus, lo mana?" Rival menengadah.
"Ah gimana sih lo? Ya udah awas lo besok gak dibawa." Ia mengangguk karna tidak mau berurusan dengan Rival.
"Eh cewek cupu udah belum?" Tanya Rival yang belum melihat batang idung Franda yang belum datang.
"Nah tuh dia." Tunjuknya yang melihat Franda menuju ke kelas. Franda dari kejauhan melihat Rival berdiri mengambil tugas kepada mereka. Dengan spontan Franda langsung mengambil konsep yang ia tulis tadi malam.
"Udah nih." Ia memberikan secarik kertas kepada Rival yang ia konsep hampir tiga jam.
"Oke, hari ini lo bakalan ngerangkum bareng gue. Dan kalian juga harus ngerjain juga biar cepat selesai." Suruhnya.
"Hari ini lagi? Padahal gue sudah ada janji buat nemenin mama supermarket buat membeli bahan-bahan pembuat kue. Tapi kenapa cowok ini selalu menghambat." Kesal Franda yang berdecak kesal.
"Tapi jangan lama ya? Soalnya udah ada janji sama mama."
"Iya bentar doang kok." Ketusnya yang memutar bola matanya dengan santai. Tapi Franda ragu kalau itu sebentar saja apalagi Rival yang kadang sukar untuk kelewat waktu.
...•••...
__ADS_1
Mereka berempat duduk di kafe yang pernah mereka kunjungi. Mereka langsung saja memesan makanan dan langsung ke topik utama. "Tema kita kan lingkungan jadi kita harus mengkonsep ini lebih detail dan terarah karna yang gue denger ada juga dari kelompok lain yang sama dengan tema kita. Pokoknya gue gak mau tau kita harus perfect." Disela Rival menjelaskan dengan serius dari tadi Franda melirik kearah jam tangan yang melingkar di tangannya ia merasa gelisah dan tidak karuan karna ia sudah ada janji bersama sang ibu untuk ke supermarket membeli bahan untuk ulang tahun papahnya di rumah yang ke 50 tahun. Franda takut semuanya akan berantakan, tangannya tiba-tiba dingin, perasaan yang tidak karuan sama sekali.
Rival melirik kearah Franda yang ada disampingnya yang tidak nyaman dan merasa gelisah. "Lo kenapa?" Tanyanya kalau Franda mengatakan hal ini pasti Rival akan tidak perduli ia pun memilih untuk diam padahal layar ponsel yang dari tadi bergetar pasti dari sang ibu yang menunggu dan menanyakan Franda ada dimana.
"Val tema kita kan tentang lingkungan jadi menurut lo gue harus survei kesana lagi nih? Soalnya menurut gue belum selesai nih."
"Iya serah lo deh. Lo juga jangan males. Ini tuh tugas kelompok itu artinya tugas kita bersama nilai lo jelek gue ikut jelek." Ia mengangguk tegang dengan ancaman Rival.
"Lo kenapa sih kok kayak aneh gitu?" Genggaman ponsel dari tadi tidak terlepas dari bawah meja namun ponsel itu masih menyala ada puluhan telepon mungkin yang masuk. Rival melirik kebawah dan mengambil cepat.
"Panggilan 20 tak terjawab."
"Nyokap lo?" Tapi ketika Rival menatap Franda dan ingin menanyakan itu lagi tiba-tiba panggilan itu bergetar kembali dan Rival langsung mengangkatnya.
"Iya hallo tante."
^^^"Frandanya ada? Ini dengan siapa ya?"^^^
"Rival tante. Kenapa ya?"
^^^"Boleh disuruh cepet pulang gak soalnya tante pengen ke supermarket nih buat beli bahan."^^^
Lantas Rival bingung dan bertanya lagi. "Bahan apa ya tante? Biar Rival yang mampir mungkin sempet soalnya Rival bawa mobil."
^^^"Bahan kue. Buat ulang tahun papahnya Franda."^^^
"Oh gitu, ya udah biar Rival sama Franda aja deh yang mampir ke supermarket nanti. Tante jangan khawatir ya. Oke makasih tante assalamualaikum." Ucap Rival yang menutup ponselnya Franda.
"Nyokap lo nelfon katanya lo disuruh beli bahan ke supermarket tapi karna gue berbaik hati biar gue yang nganterin lo beli kue." Franda awalnya ingin menggeleng tapi karna Rival sudah menatapnya tajam ia pun mengangguk pelan.
Pembahasan pun semakin serius dan membosankan mereka memutuskan untuk melanjutkan di rumah dan membahas ini di sekolah saja besok. Rival membiarkan kedua anggota kelompoknya untuk meninggalkan kafe, Franda berdiri duduknya dan berpamitan kepada Rival yang sedang membayar di kasir.
"Val, gue duluan ya ke supermarket."
"Eh bentar, yang anterin kan gue?"
"Gak usah, gue duluan ya." Franda terburu-buru untuk keluar dari supermarket ia tidak mau melihat Rival repot karnanya. Walaupun begitu Rival termasuk cowok yang baik.
Rival bergegas menuju keluar kafe dan menarik Franda untuk masuk kedalam mobil dengan cekaman tangannya yang erat. "Gue kan udah bilang gue yang anterin lo ke supermarket kan? Gimana sih lo? Dan gue udah janji juga sama nyokap lo di telefon kan? Udah masuk." Rival membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kencang untuk Franda yang sudah membuatnya kesal.
__ADS_1