Mantan Terindah

Mantan Terindah
103. Perasaan Rindu


__ADS_3

Suasana sore begitu menyejukkan sekali bahkan seakan-akan indah sekali untuk termenung dan menikmati siulan burung- burung.


Roy seakan-akan sedang merenung memegang gagang dari pagar yang ada di balkon ia menatap kearah depan dengan tatapan yang begitu tajam. Ia melihat suasana begitu sejuk sekali dengan burung-burung yang terbang kesana-kemari menambah aura positif. "Kenapa gue malah kepikiran sama Cerry ya?" Ungkapnya dengan begitu sangat lantang sekali yang hanya bisa berucap dalam hati. Rival tak biasanya melihat kakaknya yang sedang menatap ke arah depan. Dia pun tiba-tiba saja memegang pundak Roy dan lalu ia terkejut sekali mungkin karena terlalu fokus ke arah depan tanpa tahu siapa orang yang di belakangnya.


"Lo kenapa sih kagetin gue sumpah ya kalau misalkan gue punya penyakit jantung bisa-bisa gue ke kalap!" Ucapnya langsung memindahkan posisi dan memalingkan badannya ternyata itu adalah Rival.


"Gimana hubungan lo sama Cerry? Udah ada pergerakan yang maju belum atau masih di situ-situ aja?" Pertanyaan itu yang membuatnya kikuk.

__ADS_1


"Maksud apa sih gue sama sekali nggak ngerti?" Ia menaikkan alisnya sedikit naik ke atas yang bingung dengan ucapan Rival yang ambigu alias bingung.


"Hahaha maksud gue lo udah nembak dia belum?" Rival memperjelas pertanyaannya kepada kakaknya. Mungkin Roy belum mudeng dengan pertanyaan dari Rival.


Ia pun hanya terdiam saja dengan ungkapan ini iya duduk di bangku panjang dan menyenderkan badannya ke dinding menyilangkan kedua kakinya dan menatap kearah depan. "Tapi beberapa hari ini nggak ada kabar sama sekali dari dia gue jadi kangen jadi sifat dia yang sedikit manja dan ambekan!" Secara langsung kalau misalkan Roy udah mulai terikat dengan Cerry, dia sama sekali bingung apa yang harus dilakukan karena mereka tidak ada status sama sekali di antara keduanya karena gengsi juga dan sulit buat jatuh cinta maka dari itu ia pendam sendiri. Rival tertawa terbahak-bahak karena sama sekali tak menyangka kalau misalkan Roy bisa bucin juga seperti yang ia tahu kalau misalkan itu tipe orang yang susah buat mengungkapkan dan orangnya adalah tipe yang tertutup beda dengan Rival yang sedikit terbuka tentang apapun dan bercerita tentang apa pun semenjak dari dulu mereka sekolah mereka sama sekali berbeda banget dalam karakter kalau misalkan Rival tipekal modis dan tidak memprioritaskan sekolah namun kalau misalkan Roy dia merupakan ketua OSIS dan sangat pintar sekali walaupun mereka kakak adik yang sekandung tapi mereka memiliki karakter dan sifat yang berbeda juga jadi tidak bisa disamaratakan antara Rival dan Roy. Setelah mendengar hal ini maka dari itu Rival seakan-akan terkejut sekali karena ucapan dari Roy yang menanyakan tentang Cerry. "Hahaha bisa-bisanya ya lo kak, lo udah mulai suka ya sama dia ya udah kalau misalkan udah mulai suka tembak aja kak kalau misalkan diambil orang loh sendiri makan hati ya enggak sih kalau yang berjuang ya malah orang lain yang ngambil!"


Memang benar kalau misalkan Rival berbeda jauh dengan kakaknya ia pun hanya bisa tertawa dengan pertanyaan dan ungkapan dari Roy namun kekurangan dari Roy adalah ketika dia jatuh cinta dan ketika dia pengen ngedeketin cewek dengan PDKT soalnya sulit banget untuk diterima karena terlalu lama PDKT nya. "Ya ampun sulit banget sih lo entar diambil orang kaya gimana?" Benar, terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak mengatakan hal ini hal itu ya bakalan sulit dan bahkan diambil orang karena terlalu lama berfikirnya.

__ADS_1


"Hahaha gue agak lama pada katanya makanya sering banget diambil orang tapi ya emang kayak gimana dong gue itu tipe orang yang sulit banget untuk menyatakan cinta?" Sahutnya yang begitu sulit banget. Rival pun langsung saja mengangkat ponselnya karena tiba-tiba saja berdering dari Franda.


"Ya udah kalau gitu gue ke bawah dulu ya mau jalan-jalan nih sama Franda bye!" Rival tinggalkan Roy yang mampu membuat Roy berfikir sejenak.


Roy juga ingin seperti Rival ia ingin berubah sifatnya seperti Rival tapi sulit sekali karena karakter yang sedikit diam dan dingin susah untuk melakukan hal yang ekstrem Rival. Apalagi masih ada rasa di hatinya tentang Franda yang dari dulu sampai sekarang belum hilang 100% bahkan rasa itu masih saja ketika bertemu dengan Franda yang sudah punya pacar ya itu adiknya sendiri sulit untuk membuang rasa itu dan ia juga harus tidak boleh egois kalau misalkan Franda itu sudah punya pacar dan pacarnya itu Rival orang yang selama ini bareng-bareng hidup bersama dengan dirinya. "Andai aja waktu itu gue nembak Franda duluan pasti gue bahagia, tapi sayangnya duluan Rival yang menyatakan perasaannya ke Franda mungkin karena gue yang terlalu banyak mikir dan bikin semuanya seakan-akan rumit lalu cinta gue dipatok oleh ayam!" Kenangan bersama Franda masih sangat melekat teringat di pikirannya seolah-olah sulit banget untuk melupakan bahkan sampai sekarang pun ketika bertemu Franda sulit banget. Ia teringat dengan ucapan Rival untuk tidak terlalu lama memikirkan hal ini terbersit di pikirannya untuk menyatakan cinta kepada Cerry.


"Apa gue tembak aja ya dia supaya gue tahu kalau misalkan nggak baik terlalu lama memendam rasa ya walaupun gue belum suka apalagi cinta banget?" Roy pun mengambil ponselnya di dalam saku celana dan melihat sedikit sinopsis atau sedikit ungkapan perasaan yang mungkin bisa dirubah menjadi perasaan yang singkat di Google.

__ADS_1


"Aduh kenapa jadi ribet begini sih masalah percintaan gue apa gue harus bisa fokus dan bisa melakukan semuanya tanpa harus gue menyamakan diri seperti Rival? Apa gue ajak aja ya besok cari jalan-jalan ya gue pengen ngelihat aja apakah dia beneran suka sama gue atau enggak kata Rival sih dia suka sama gue tapi apa ini cuma akal-akalan doang?" Ia dan stres menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.


__ADS_2