
Karna bingung harus memulai pembicaraan dari mana ia pun mengucapkan terima kasih. "Makasih ya kamu udah mau nerima aku dan sekarang alhamdulillah kita udah jadian." Ucap Roy yang begitu bahagia sekali ketika Cerry menerimanya sebagai pacar. Kecanggungan terjadi di antara mereka berdua yang sama-sama bingung harus memulai cerita dari mana atau ngobrol dari mana.
"Ya ampun aku sama sekali nggak nyangka lo kak kalau misalkan kita bakalan jadian." Roy tersenyum dengan ucapannya ia menyuruh Cerry agar tidak memanggil kak lagi. Karna mereka sudah pacaran jadi tidak ada fungsinya lagi untuk memanggil kak.
"Kamu jangan manggil aku kakak lagi dong kita kan udah pacaran ya kalau misalkan kamu manggil aku kakak lagi itu tandanya aku masih kayak kakak kamu dong?"
"Hahaha udah kebiasaan dari lama makanya kayak gini deh tapi aku makasih banyak ya aku nggak nyangka banget kamu mau jadi pacar aku."
"I---iya. Ya udah yuk silakan dimakan!" Suruhnya dan dibalas anggukan oleh Cerry. Mereka hanya bisa saling tatap satu sama lain karena canggung dan bingung dengan status mereka yang sudah berubah menjadi pacaran.
"Kok rasanya aneh banget ya kayak orang baru kenal gitu padahal kan kita udah lama banget kenal ya. Dari dulu apa gara-gara status kita yang sudah berubah begini?"
"Mungkin aja sih kak."
"Kak? Kok kamu masih manggilnya kasih kita kan udah pacaran." Protes Roy yang belum terima kalau misalkan dijuluki kak.
"Hahaha mereka berdua pun sama-sama tertawa satu sama lain gemas sekali dengan hal ini."
Setelah acara makan-makan mereka tidak mau menghilangkan moment begitu saja di antara mereka. Roy mengambil ponselnya lalu mereka berdua pun berfoto-foto mengabadikan momen mereka di sela-sela seperti ini agar menjadi momen pertama kali mereka jadian. Sama sekali tak menyangka kalau misalkan mereka berdua bisa menjadi sepasang kekasih. Mereka berjalan pun seakan akan membingungkan dan seperti orang yang baru kenal saja padahal mereka sudah saling mengenal satu sama lain dari lama. Lucu banget mereka berdua masih ternyata canggung. "Jangan canggung kayak gitu dong kan aku jadi canggung juga santai aja!" Ia hanya bisa tersenyum dengan ucapan Roy. Tak henti-hentinya jantung Cerry berdegup lebih kencang. Karna entah kenapa ketika ia bertemu dengan Roy dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah yaitu jantung yang berdebar lebih kencang dari sebelum-sebelumnya dan itu masih berlaku sampai sekarang.
__ADS_1
"Kalau boleh jujur jantungku selalu berdebar kalau nggak sih nggak tahu kenapa pokoknya dari dulu selalu aja berdebar kalau deket sama kamu."
"Apaan sih, kamu pasti bohong kan kamu udah mulai gombal-gombalan ya!"
"Aku serius sama sekali nggak ada bohong bohong ya setiap aku deket sama kamu aku selalu berdebar kan kamu tahu sendiri kalau misalkan aku udah suka sama kamu tuh dari dulu. Jadi kalau ditanya berdebar ya pasti berdebar mungkin kamu sudah terbiasa kali deket sama aku jadi nggak kenapa-napa!"
***
"Makasih banyak ya udah anterin aku balik aku senang banget kamu pulangnya hati-hati ya jangan lupa berdoa setiap pulang ke rumah."
"Iya makasih banyak ya seharian ini udah jalan-jalan sama aku. Ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya sampai ketemu lagi esok hari nanti aku pulangnya eh maksudnya nanti kamu berangkatnya berangkat sama aku ya?"
"Iya besok pas kampus barangnya nanti aku jemput." Cerry pun mengangguk ucapan dari Roy ia masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu pagar. Roy sama sekali belum pulang ke rumah ketika ia masuk kedalam rumah begitu romantis banget padahal itu adalah hal yang sangat sederhana yang baru diketahui oleh Cerry. Tak intinya ia menjamin karena begitu bahagia sekali hari ini. Perlahan mobil Roy pun menghilang dari rumahnya.
Roy tak berhentinya bahagia banget bisa jadian dengan Cerry.
Tak berapa lama Roy pun datang dan disambut oleh Rival. Rival hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala bahkan ia menggoda kakaknya tersebut. Ia menengadah untuk meminta kado dari kakaknya. Awalnya mungkin Roy tidak mengerti apa maksud dari Rival. Ia menaikkan alisnya sedikit naik ke atas.
"Lo mau apa sih sebenarnya dari gue?"
__ADS_1
"Ya gue mau hadiah aja dari lo, secara lho kan udah jadian sama Cerry? Itu tandanya gue dapat hadiah dari mana aja sih tadi lama bener?"
"Iya nanti deh gue kasih hadiah buat lo. Gue tadi jalan-jalan sama Cerry dan masih canggung banget."
"Hahaha kenapa jadi canggung kan kalian sudah lama kenal waktu dulu SMA dia kan sahabatnya dari Franda kenapa lo jadi canggung gitu kak?" Tepuk Rival yang menyuruh Roy masuk ke dalam rumah lalu duduk di sofa yang menceritakan tragedi yang terjadi tadi. Semua seakan drama membingungkan.
"Lo enggak sih kalau misalkan gue tadi itu grogi banget deket sama Cerry, kayak orang baru kenal gitu padahal kan lo tau sendiri kan gue bilang sama kenal sama dia. Dan ternyata bukan gue doang yang rasa canggung dia pun juga merasa canggung kita kayak seakan-akan baru kenal gitu dan lucu banget. Dan untungnya kita sudah foto-foto gitu di HP jadi ya, ya udah cair aja gitu."
"Ah namanya juga baru pacaran jadi ya ya udah pasti bakalan canggung gue juga sama pernah dulu gitu kok waktu pertama kali jalan barang ntar lama-lama bakalan sampai juga. Dan itu adalah hal yang wajar waktu lo jalan sama dia kan waktu masih status biasa-biasa aja ya nggak sih?" Roy pun mengangguk dan ia langsung saja ke dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering.
"Makanya lo sering-sering ngajakin dia jalan!"
"Ya sabarlah nggak bisa terlalu cepet-cepet juga semuanya kan butuh proses. Oh iya nanti gue mau ngajakin cari buat ke nikahan si Tiffany."
"Dia bakalan nikah ya? Ya ampun gue pikir dia bakal jadi jodohnya lo ternyata bukan. Dunia ternyata sempit itu ya ternyata jodoh lo cuma dijagain sama Franda."
"Ya gue sama sekali enggak nyangka juga kalau misalkan dia bakalan jadi pacar gue. Dan tahu sendiri kan kalo misalkan gue sama sekali enggak kepikiran buat pacaran sama sahabat jadi pacar lo sendiri. Dan sadar kalau misalkan jodoh itu sudah diatur sama Tuhan. Jadi ya nggak usah terlalu diributin juga kan santai! Ya udah kalau gitu gue ke kamar dulu ya mau mandi capek soalnya jalan-jalan tadi."
"Ya udah kalau gitu oke!" Tepuk Rival di bahu Roy.
__ADS_1