
Tidak ada yang bisa menyangkal kalau sebuah pertahanan yang manis dilakukan karena adanya cinta. Cinta yang sederhana yang hanya mengharapkan kebersamaan nyatanya membawa hasil yang begitu indah. Zefanya dan Ezekhiel berhasil membuktikan kepada kita semua, kalau kebahagiaan yang sederhana hanya perlu bersama dan bergandeng tangan. Lalu bagaimana mereka mendapat kebahagiaan yang sejati? Segala jalan cerita baiknya mengambil pesannya dan tidak mencontoh hal yang buruk :)
...
Hari ini Zefanya menanti nantikan kepulangan Ezekhiel karena hendak pergi memeriksakan kandungannya ke rumah sakit. Usia kandungannya tengah menginjak dua puluh empat Minggu atau enam bulan. Dokter Lilian telah berjanji akan memberitahu jenis kelamin dari anak kembar Zefanya dan Ezekhiel.
Karena bentuk kaki Zefanya yang agak membengkak hari hari ini, dia pun menyerahkan pekerjaan kantor pada Rosie dan Lexa yang membantu sesekali. Walau begitu, Rosie tetap menjenguknya sekalian membawakan berkas laporan yang harus Zefanya tanda tangani. Baru saja Rosie pulang. Dia memiliki janji dengan ibu Theo untuk memilih jas pernikahan nanti. Zefanya tentu mengijinkannya.
Zefanya sudah siap di ruang tamu dan sangat antusias menunggu suaminya. Sekitar tiga puluh Menit kemudian, sekalian Zefanya membaca buku mengenai menjadi ibu baru, Ezekhiel pulang. Zefanya mengernyitkan dahinya karena melihat Ezekhiel tidak seperti biasanya. Dia juga pulang diantar Carlos. Carlos menggandeng lengan Ezekhiel untuk masuk ke dalam mansion.
"Carlos, ada apa dengan suamiku?" Tanya Zefanya berdiri dari sofa dan memandang suaminya dengan cemas.
"Aku tidak apa apa, sweetheart, hanya telat makan, perutku melilit," keluh Ezekhiel memegang perutnya.
"Duduk dulu, tuan muda," kata Carlos membantu Ezekhiel duduk di sofa.
"Ada apa sayang?" Tanya Zefanya lagi sudah duduk di samping suaminya.
"Hari ini tuan muda salah makan, nyonya. Setelah itu dia mual dan terus muntah muntah," kata Carlos memberitahu.
"Kau makan apa?" selidik Zefanya mengelus perut suaminya.
"Aku telat makan dan memakan Sushi dengan wasabhi yang banya. I'm sorry, i'm forget," tutur Ezekhiel menatap Zefanya lirih.
"Hem, kau tidak bisa memakan itu, mengapa memakannya?" tanya Zefanya kini mengelus punggung Ezekhiel dengan tangan satunya.
"Tetapi biasanya juga tuan memakan tidak sampai seperti ini nyonya. Tubuhnya juga menghangat dan mengeluarkan keringat dingin," tambah Carlos lagi memberitahu kondisi Ezekhiel yang biasanya dan sekarang.
"Ah iya benar juga sayang. Kita ke rumah sakit saja ya sekalian memeriksa kandungan ku," ajak Zefanya cemas.
"Ah iya, kita ingin melihat jenis kelaminnya kan?"
"Kalau begitu, aku saja yang mengantar kalian," sela Carlos menawarkan.
"Bukankah kau harus menjemput Nyonya Eklesia di butik, Carlos?" kata Ezekhiel mengingatkan.
__ADS_1
"Tidak jadi tuan, Theo yang akan ke sana karena ada Rosie,"
"Iya, tadi Rosie juga mengatakan akan bertemu dengan Nyonya Eklesia, sayang," saut Zefanya memberitahu.
"Baiklah Carlos, tolong antarkan kami ke rumah sakit ya?" pinta Ezekhiel pada akhirnya.
"Baik tuan, silahkan bersiap siap, aku akan menunggu di depan," ijin Carlos menunggu di luar mansion.
Ezekhiel mengangguk. Dia lalu menatap istrinya dengan agak manja.
"Mengapa jadi seperti ini tuan Ezekhiel? Kau tidak biasa sakit seperti ini," selidik Zefanya mengelus wajah Ezekhiel.
"Benar, tapi kepalaku sakit, Anya!" Keluh Ezekhiel menyandarkan kepalanya di depan dada Zefanya. Zefanya pun memeluk kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Hemm, kasian sekali suamiku, atau kau tidak usah ikut? Biar aku menghubungi kak Dior meminta tolong padanya dan Gracia?"
Ezekhiel menggeleng.
"Aku juga tidak ingin kau meninggalkanku! Aku mau ke rumah sakit, aku merindukan anakku, dan sepertinya aku ingin melihatnya," bisik Ezekhiel mengelus perut Zefanya sang mengecupinya.
Seketika Zefanya menyadari apa yang sebenarnya Ezekhiel inginkan. Memang sudah terhitung sampai saat ini mereka tidak pernah berhubungan karena kondisi kandungan Zefanya yang terkadang melemah dan muncul flek ringan.
"Memang kau tahu apa yang kuinginkan?"
"Tahu, kau kau suamiku! Ayo cepat aku dan anak anakmu yang akan membantu,"
Ezekhiel mengangguk tersenyum. Dia tetap beranjak dengan sedirinya. Zefanya melingkarkan tangannya ke lengannya menuju ke kamar. Sampai di kamar, Ezekhiel mencium bibir Zefanya terlebih dulu sambil meremass lembut buah dadanya.
"Aku menjadi lebih baik, Anya!" tutur Ezekhiel di depan wajah istrinya.
"Ya, akan lebih baik lagi jika kita cepat ke rumah sakit," balas Zefanya.
"Sepertinya kandunganmu sedikit lebih kuat karena semakin hari kau semakin cerah dan menggairahkan, sweetheart,"
Zefanya terkekeh dan menarik diri. Suaminya memang selalu memujinya dalam keadaan apapun. Dia pun mengambil setelan pakaian untuk suaminya. Kemeja putih dan celana jeans sudah sangat membuat suaminya tampan. Setelah semua siap, Zefanya kembali yang menggandeng lengan Ezekhiel keluar dan mereka menuju ke rumah sakit. Carlos yang mengemudikan mobil.
__ADS_1
Sesampai di sana mereka langsung memasuki ruangan dokter Lilian karena pasien sebelumnya sudah selesai semua hanya menunggu kedatangan Zefanya dan Ezekhiel.
"Apa kalian sudah siapa mengetahui jenis kelamin anak anak kalian?" tanya Dokter Lilian memastikan.
"Sangat dokter, sampai suamiku yang sedang tidak enak badan ini juga ingin ikut menjadi orang pertama yang mengetahui jenis kelamin anak anaknya," kata Zefanya tersenyum ke arah Ezekhiel.
"Tidak enak badan? Ada apa tuan? Memang kuperhatikan agak pucat," gumam Dokter Lilian.
"Entahlah dok, tidak biasanya aku hanya telat makan dan mengkonsumsi sesuatu yang pedas, perutku menjadi tidak enak. Biasanya tidak pernah seperti ini," jawab Ezekhiel.
"Oohh, mungkin juga bisa bawaan anak anak kalian tuan. Walau nyonya Zefanya yang mengandung tetapi tetap ada kontak batin antara ayah dan anak. Ayah juga bisa mengidam sama seperti ibunya tuan," saut Dokter Lilian menjelaskan.
"Ah iya, benar sayang, kau tidak menyadari waktu awal awal Zhavia kemari yang kita belum tahu Zhavia hamil, Patrick suka muntah muntah, aku sempat curiga tapi aku tidak mengerti mengapa pria yang merasakan," sela Zefanya mengingat beberapa kali dia bertanya tentang kesehatan Patrick.
"Bisa juga nyonya karena itulah hubungan darah antar kalian. Ayah ibu dan anak," tambah Dokter lilian lagi.
"Ahhh, aku jadi terharu dok. Aku masih tidak menyangka kalau aku akan mengandung bahkan bayi kembar," ujar Zefanya mengelus perutnya.
"Baiklah, nanti aku bisa memberimu obat tuan Ezekhiel. Sekarang mari kita lihat anak anak kalian," kata Dokter Lilian memutuskan dan tersenyum hangat.
Zefanya dibantu oleh seorang suster menaiki tempat tidur khusus alat USG. Karena Ezekhiel sangat penasaran, dia juga ikut berdiri di samping Zefanya. Dokter Lilian sudah mulai bekerja.
"Sekali lagi, aku terharu karena melihat mukjizat Tuhan bekerja atas kalian. Anak kalian laki laki dan perempuan. Janin yang besar ini anak kalian laki laki sedangkan yang di sampingnya perempuan. Mereka sedang menggeliat geliat. Selamat Nyonya dan Tuan Dimitri," kata Dokter Lilian menunjukan hasil dari perekamannya.
Saat itu juga Zefanya meneteskan air matanya sambil melihat layar monitor USG apalagi ketika dokter Lilian menyalakan speaker untuk mendengar detak jantungnya yang sangat teratur.
"Anya, tidak ada alasanku untuk tidak mencintaimu! Ini semua karena hasil dari perjuangan yang tidak pernah kenal kata berhenti. Terus berharap dan berdoa. Terimakasih Zefanya ku, kau memberikan anak laki laki dan perempuan sekaligus padaku," ucap Ezekhiel sudah mengecup kening Zefanya.
Zefanya hanya bisa menangis mengetahui ini semua. Dia jadi mengingat bagaimana pertanyaan semua mengarah padanya. Bagaimana keluarga Ezekhiel meremehkannya. Bagaimana ibunya sedih dan meminta maaf pada nya jika ibunya ada salah sampai Zefanya belum juga kunjung mengandung. Dan tidak lupa bagaimana Salma, bibi Ezekhiel terus membuatnya marah sehingga mau meninggalkan suaminya bahkan membawa wanita untuk dijodohkan pada Ezekhiel. Zefanya mengingat semua itu , tanda tanda yang sepertinya menyatakan dirinya tidak bisa mengandung dan memberikan Ezekhiel keturunan. Apalagi ketika dinyatakan suaminya lah yang tidak sehat. Sebenarnya dunia Zefanya seakan akan runtuh tapi dia juga tidak mau berpisah dari Ezekhiel . Yang membuatnya tidak habis pikir kalau Ezekhiel menyuruhnya menanam cairan cint* milik pria lain.
Zefanya bahkan takut dan tidak mau mengingatnya lagi. Tapi sekarang semua kekelaman itu terjawab dengan dua anak yang bertumbuh, berkembang di dalam perutnya. Dua anak yaitu sepasang, laki laki dan perempuan. Betapa Zefanya sangat bersyukur dan benar benar menjadi wanita paling terberkati dan bahagia di dunia seperti yang dikatakan ibunya.
...
lanjut di bawah yuk part 29 ekstra
__ADS_1
jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN part ini yaa 😁
thanks for read and i love you 💕