Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 17


__ADS_3

Jika sedari awal sebuah hati telah terbentuk menjadi satu, menjadi sebuah ikatan yang mendalam dan mengasihi, sampai kapanpun hal tersebut akan melekat. Meski berbeda jarak dan waktu selama menjaga hati satu sama lain akan terus terasa layaknya ikatan batin. Tak peduli ada sebuah kebencian, pengkhianatan atau salah paham, pada akhirnya akan kembali pada rumahnya. Zefanya dan Zhavia mengalami masalah perasaan yang sulit. Sejak awal kehamilan Zhavia, dirinya saja bingung menghadapi perubahan yang tak menentu dalam hidupnya. Belum lagi mendengar kabar Zefanya yang tak kunjung hamil juga hujan peringatan awas hamil yang selalu diutarakan padanya ketika harus tinggal bersama Patrick. Sementara Zefanya merasa adik kembarnya itu meremehkan dirinya dengan tidak terbuka sedari awal. Zefanya merasa orang yang paling tidak mengerti dirinya padahal mereka saudara kembar satu ikatan dan seperjuangan. Lalu, bagaimana kedua pasangan menyikapinya? Apakah Ezekhiel dan Patrick akan menjadi penengah yang baik?



Zhavia mengenakan pakaiannya lagi dan mengemas semua baju bajunya ke dalam koper. Patrick sudah masuk lagi ke kamar sebelah mengantar saudara iparnya keluar dari apartemennya.


"Zhavia, apa yang kau lakukan?" tanya Patrick heran.


"Kita pindah, aku tidak mau tinggal di apartemen ini!" decak Zhavia terus memasukan baju bajunya ke dalam koper.


"Tapi Zhavia,"


"Patrick! Kau tidak dengar kalau Zefanya sudah mengusirku, mengusir kita!" Zhavia menunjukan telunjuknya ke sisi dada suaminya.


"Iya tapi tidak begini Zhavia. Kita bisa bicara baik baik. Pindah tidak seperti yang kau bayangkan, sayang!!" kata Patrick mencoba menenangkan istrinya.


"Pokoknya pindah pindah Patrick! Aku tidak Sudi menempati apartemen ini! Mengesalkan! Dia tidak tahu kalau aku memikirkan perasaannya. Dia juga tidak tahu kan, bagaimana perasaanku menyembunyikan ini semua! Kau juga tahu tidak? Alasan apa yang harus kuutarakan padanya ketika dia bertanya aku sudah hamil atau belum?! Kau juga tidak tahu kan?! Tapi seenaknya dia mengatai aku wanita rendahan! Apa apaan dia itu?! Dia saja melakukannya sebelum menikah, ya sayangnya dia tidak hamil, tapi kau kan bertanggung jawab?! Bagaimana bisa dia mengatakan diriku wanita rendahan? Tanpa dirimu mau bertanggung jawab, AKU BISA MERAWAT ANAK DALAM KANDUNGANKU INI!"


Hosh, hosh! Zhavia meledak. Dia marah terhadap kembarannya yang tiba tiba datang tanpa mengatakan apapun dan malah menebar umpatan padanya. Patrick menarik napas. Dia tidak bisa menghentikan istrinya jika dalam amarah dan emosi seperti ini. Apalagi kesalahan tak sepenuhnya ada padanya. Dia juga tidak terlalu berbohong pada Zefanya.


Patrick pun mendekati istrinya dan memegang pundaknya agar duduk terlebih dulu di sisi tempat tidur


"Tenang Zhavia, ingat anak kita," tutur Patrick mengelus perut buncit istrinya dan tersenyum. Zhavia menoleh ke wajah suaminya yang syahdu jika sudah memenangkan dirinya. Zhavia pun memegang wajah Patrick.


"Maaf, aku terlalu emosi. Aku sedih, Patrick. Hal ini menyesakan sekali. Mau apa dia kemari tanpa memberitahuku?" Gumam Zhavia juga ikut mengelus perutnya dan menundukan kepalnya.


"Sepertinya mereka hendak memberi kejutan pada kita?" gumam Patrick hendak membuat istrinya sedikit mereda.


Zhavia menoleh lagi menatap suaminya.


"Karena mereka tidak memberitahu kita. Sesuatu yang tidak wajar kan? Biasanya walau hanya Tuan Ezekhiel yang kemari, Zefanya selalu memberitahumu kan?" kata Patrick lagi.


Zhavia mengangguk mencoba berpikir tapi tak lama kata kata Zefanya kembali terngiang untuk meninggalkan apartemen ini.


"Argh, aku tidak peduli, pokoknya kita pindah dari sini Patrick, sekarang! Kita tinggal di Hotel atau ke rumah Mommy Chloe, atau ke bekas mansion daddymu! Pokoknya kita pergi dari apartemen ini!" decak Zhavia lagi meluap luap.


"Tapi, Zhavia, ini kan sudah menjadi apartemenku, kau ini bagaimana? Aku kan sudah membelinya?" Sela Patrick mengingatkan istrinya. Zhavia yang tadinya sudah berdiri dan hendak mengambil baju bajunya lagi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Patrick.


"Ya kan? Bahkan apartemen Adeline dan Eden di lantai 25, aku yang beli kan?" ujar Patrick lagi agar istrinya mengurungkan niat untuk pergi.


"Arghhhh!!! Aku tidak peduli! Kita mengungsi saja terlebih dahulu sampai dia kembali lagi ke Legacy, aku kesal Patrick! Jangan sampai dia mengatai kita lagi. Kau ini mengapa tidak mengerti sekali sihhh???" bantah Zhavia terus menerus.


"Haiizz, baiklah baiklah, kita tinggal di apartemen Hoshi saja!" balas Patrick akhirnya memutuskan.


"Hoshi?"


"Iya! Kalau ke hotel lagi mengisi data lagi, Ina itu, aku mengantuk Zhavia, kau kan tahu bagaimana satu Minggu ku ini?" keluh Patrick mengacak asal rambutnya.


"Ahh iya iya, cepat kau hubungi dia, aku akan mengemas baju baju kita!" balas Zhavia menyetujui.


Patrick hanya mengangguk dan tetap duduk di sisi tempat tidur. Dia memperhatikan istrinya yang memang terlihat kesal. Namun, sepertinya dia tidak boleh menuruti emosi istrinya itu. Dia harus melakukan sesuatu agar Zhavia pun juga tahu apa kesalahannya. Mungkin ketika sampai di apartemen Hoshi, Patrick bisa kembali bicara dengan Zhavia. Patrick yakin kalau Zhavia masih memiliki kerendahan hati apalagi untuk kembarannya. Dan, Patrick juga berpikir pasti ada sebuah rencana yang dibuat Zefanya, sehingga saudara iparnya itu datang tanpa memberitahu nya dan juga Zhavia.


"Zhavia, apa tadi Zefanya datang tiba tiba?" Tanya Patrick hanya memastikan.


"Iya, dia datang tiba tiba dan mengataiku! Dia bisa mendapat kutukna karena meledek wanita hamil! Ah, aku jadi ingin menghubungi Momku! Dan kau kenapa masih di sini sayanggg?? Cepat hubungi Hoshi dan pergi dari apartemen ini dulu, cepatt Patrickkk ..." Rengek Zhavia pada suaminya.


"Ahh iya iya," saut Patrick sudah mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Benar pikirannya kalau Zefanya pasti hendak membuat sesuatu dan ingin mengajak atau melibatkan istrinya ini.


...


Zefanya menekan nekan tombol lift apartemennya dengan sangat kencang. Dia benar benar kesal dan marah. Apa maksud Zhavia melakukan ini padanya?! Dia tidak habis pikir mengapa saudara kembarnya sendiri menutupi hal sebesar ini? Dan lagi anak yang ada di kandungan kembarannya itu adalah keponakannya sendiri. Zefanya terus menarik napas panjang dan memegang dahinya. Tak lupa tombol lift itu terus ia tekan agar dapat terbuka. Sementara suaminya mulai mengejarnya mengarah padanya.


"Ezekhiel, argh! Mengapa aku mempunyai kembaran sepertinya? Selalu membuat masalah! Aku memang curiga dengan pernikahannya yang tiba tiba padahal dia baru satu tahun sekolah! Dia bilang dia akan menamatkan magisternya dulu setelah itu menikah! Tetapi, tiba tiba dia menikah dan untung saja tubuhnya itu kecil jadi tidak terlihat. Tapi sekarang? Kau lihat tidak sayang, perutnya besar sekali!!!!" Zefanya merajuk menghentak hentakan lengan suaminya.


"Anya ..." panggil Ezekhiel pelan.


"Tolong kau dengarkan dulu segala luapan amarahku! Aku ditipu Ezekhiel, kau juga bahkan tidak tahu kan?" decak Zefanya dengan nada kecewa.

__ADS_1


"Kendalikan emosimu, ingat pesan Mom?" sela Ezekhiel yang tidak ingin istrinya terus terbawa emosi.


"Oohhh, aku yakin mom, dad, MomXa, paman Leon pasti tahu kan? Atau Kak Dior juga mengetahuinya? Oh God God God!! Pasti, pasti hanya aku, aku dan kau yang tidak diberitahu! Damn it! Aku benci seperti ini AKU BENCIIII!!!!!" Pekik Zefanya menjadi jadi. Zefanya menghentakan kakinya dan matanya berkaca kaca memandang suaminya. Dia hanya bisa tenang melihat wajah suaminya yang tetap tenang dan tentram.


"Apa ingin sebuah pelukan?" Kata Ezekhiel kemudian merentangkan tangannya. Zefanya tentu menerima pelukan itu. Dia memeluk suaminya.


"Kenapa? Kenapa Zhavia seperti itu padaku? Kenapa dia tidak jujur padaku, Eze ..." ujar Zefanya hampir menangis.


"Dia pasti mempunyai alasan, tenanglah Zefanya. Aku yakin, Zhavia tidak akan seperti itu percaya padaku!" tutur Ezekhiel dan Zefanya sudah menangis.


Ting!


Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka. Sungguh sangat kebetulan Egnor dan Claudia hendak mengunjungi Zhavia dan Patrick karena kemarin baru saja Zhavia merayakan bulan ketujuh. Egnor dan Claudia tidak bisa hadir sehingga sekaranglah mereka datang tapi di waktu yang tidak memungkinkan untuk bertemu Ezekhiel dan Zefanya.


"Zefanyaaaa????" Kata Claudia sangat senang dan keluar dari lift dan langsung memeluk Zefanya. Zefanya juga memeluk bibinya itu.


"Aunty Clau, Uncle Eg?"


"Zefanya , Ezekhiel? Kalian kemari? Kebetulan sekali, yasudah ayo kita ke kamar Zhavia dan Patrick, kemarin mereka merayakan bulan ketujuh kandungannya," ujar Egnor tidak tahu apa yang sudah terjadi.


Seketika itu Zefanya kembali meradang. Bahkan Egnor dan Claudia yang paman dan bibinya saja tahu. Ya, memang karena Zhavia tinggal di Honolulu jadi lebih dekat dengan kedua orang tua itu, tapi status Zhavia dengan dirinya lebih dekat. Mereka saudara kembar, bukan saudara sepupu atau bahkan bukan kakak dan adik kandung tapi kembaran! Namun, Zefanya tidak mungkin berteriak di depan Egnor, apa yang akan dilakukan ibunya padanya atau bahkan Ezekhiel sendiri. Zefanya hanya memicingkan matanya.


"Uncle Eg, Aunty Clau, sejak kapan kalian mengetahui kehamilan Zhavia? Sejak kapan, katakan?" tanya Zefanya.


"Anya, mungkin mereka tidak tahu apa apa, jangan seperti ini, sudah kembali saja ke kamar kita," bisik Ezekhiel.


"Sstt!!" Zefanya menoleh ke arah Ezekhiel dengan tajam dan kembali lagi pada Paman dan bibinya.


Egnor berpikir sejenak. Mengapa keponakan kembarnya ini bertanya seperti ini? Apa benar yang dikatakan Leon kalau Zhavia menutupi dari Zefanya?


Sedangkan Claudia memandang suaminya bingung dengan pertanyaan Zefanya.


"Anya, kami ..." Claudia hendak bicara tapi suaminya sudah memotongnya.


"Zefanya sayang, keponakan uncle yang cantik! Begini, uncle bisa jelaskan. Uncle tidak tahu menahu apa maksud dan tujuan Zhavia tidak mengatakan padamu, tapi percayalah ada alasan yang juga sangat memperhatikan keadaanmu. Percayalah," tutur Egnor sudah merangkul Zefanya.


"Uncle!!!! Mengapa kau juga membela Zhavia? Sudahlah, tidak ada yang mengerti diriku! Aku ke kamar lewat tangga darurat saja! Menyebalkan!" Dengus Zefanya meninggalkan mereka.


Egnor menarik napas dan tetap tenang. Egnor juga sudah terbiasa menghadapi salah satu anak kembarnya yang sifatnya percis seperti Zefanya. Apalagi Dia sangat mengerti keadaan keponakannya sekarang saat ini. Dia menatap Ezekhiel dan menepuk pelan pundaknya.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, sir?" Ujar Egnor tersenyum.


"Iya Uncle, aku minta maaf atas nama Zefanya. Uncle, Aunty, aku harus menyusul Zefanya," balas Ezekhiel.


"Ya, salam rinduku juga padanya dan mampirlah ke rumah jika berlama lama di sini, Eze," saut Claudia ramah.


"Baik Aunty, tenang saja, permisi,"


Ezekhiel membungkukan tubuhnya memberi hormat dan menyusul istrinya. Zefanya sudah tidak tampak lagi tapi ketika Ezekhiel menuruni satu lantai, Zefanya sedang duduk di anak tangga yang akan ke lantai bawahnya. Dia duduk di sana dan menundukan kepalanya. sepertinya Zefanya menangis. Ezekhiel pun menghampiri Zefanya. Dia menarik napas panjang dan tersenyum hangat. Ezekhiel pun langsung mendongakan kepala Zefanya lalu mencium bibir istrinya itu. Zefanya sedikit terkejut tapi dia tahu kalau suaminya ingin membuatnya tenang. Zefanya pun membalas rengkuhan bibir itu. Mereka berciuman cukup lama sampai rasanya puas mereka menarik diri mereka. Ezekhiel masih memegang wajah Zefanya dan menghapus air mata yang menghiasi pipi mulus istrinya itu. Dia juga mengusap bibir Zefanya.


"Jangan bersedih, aku tahu kau sangat mengkhawatirkan Zhavia kan? Dia juga pasti memikirkanmu," kata Ezekhiel dengan sangat lembut..


"Aku kecewa padanya, mengapa dia seperti itu padaku? Bahkan orang lain lebih tahu, Eze, aku darah dagingnya yang kental, mengapa dia seperti itu padaku. Apa karena dia tidak enak padaku jadi dia tidak mengatakan padaku?" keluh Zefanya masih sesenggukan.


"Sudahlah, bisa kita melupakan sejenak dan kembali ke apartemen kita dulu? Sepertinya aku lapar dan ingin makan steak Salmond. Hem, kau juga belum makan, ayo ke kamar?" ajak Ezekhiel mengalihkan kesedihan istrinya.


"Gendong aku, Eze, kakiku lelah!" rengek Zefanya sedikit manja.


"Sudah kukatakan jangan lagi menggunakan sepatu hak tinggi dan jangan bergaya menuruni tangga!" decak Ezekhiel yang sebenarnya risih melihat Zefanya menggunakan sepatu hak tinggi meski terlihat cantik.


Zefanya mengerutkan bibirnya bermanja manja dengan suaminya. Ezekhiel tersenyum dan akhirnya menggendong Zefanya ala bridal style. Kamar mereka ada di lantai 45 sedangkan lantai kamar Zhavia ada di lantai 55. Ezekhiel menuruni setengah lantai lagi dengan tangga lalu sisanya dia menuruni lantai dengan lift, tapi tetap menggendong istri tercintanya itu.


Sesampainya di kamar, Ezekhiel langsung memesan makanan yang ia inginkan, sementara Zefanya mengangkat panggilan dari Rosie yang sudah belasan kali menghubunginya.


"Ada apa? Kau tahu tidak Rosie, aku sedang kesal sampai menuruni lantai 55 ke 54 dengan tangga!" decak Zefanya mengangkat panggilan Rosie.


"Seharusnya kau senang bukan malah merajuk seperti ini!" saut Rosie di seberang sana.

__ADS_1


"Ada apa? Morgan tidak mau mendengarmu?" selidik Zefanya.


"Mengapa kau tahu?" Rosie kembali bertanya.


"Dia sudah berada si Springfield bersama Xelino, aku melihat status Xelino sedang bersama calon saudara ipar!!" jawab Zefanya.


"Jadi aku harus apa, nyonya? Apa aku juga harus ke Springfield?"


"Mungkin,"


"Tapi kantor?"


"Rosie! Kau benar benar, tunggu sajalah dulu. Biarkan Morgan berjuang, kau tenang saja. Mungkin aku pulang lusa!"


"Kau kenapa Nyonya?"


"Tidak apa apa, sudah dulu y?! Bye!"


Zefanya mematikan panggilan. Dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan memegang dadanya. Dia ingin menemui Zhavia tapi dia juga yang sangat tertipu.


...


...


...


...


...


Hemm Anya entahlah, aku tahu rasanya jadi kamu disaat ingin mendekatkan diri malah seperti sumber masalah, padahal ga tau kita akan terima atau ngak ya kan? Ya kali kita marah marah orang hamil apalagi kembaran sendiri, ups curhat hehe 😂😂


.


Next part 14


Bagaimana Ezekhiel dan Patrick membuat istri istri merek rujuk kembali?


Kau tahu apa yang harus kau lakukan Eze? Kata Bambang eg dan bentar lagi Pat yang dinasehatin tenang aja kamu, adil kok dibuat mantan pengacara itu 😂😂


.


Hay semuaaa ... aku cuma mau kasih tau kalau Mantan Terindah ini terdiri dari 3 seri ya :


Seri Pertama : MANTAN TERINDAH (Dion - Viena dan anak anaknya)


.


Seri Kedua : ASSISTANT LOVE ASSISTANT (Leon - Lexa dan anaknya, Leon dan Lexa ini merupakan asisten setianya Viena & Dion)


.


Seri Ketiga : SATU-SATUNYA YANG KUINGINKAN (Egnor - Claudia dan anak anaknya, Egnor merupakan seorang pengacara, kakak kandung dari Viena)


.


mampir yuk di dua seri lainnya lihat di karya vii, dijamin ceritanya masih berhubungan dan juga menegangkan sekaligus gereget 😁


minta LIKE dan KOMEN nya 😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2