Mantan Terindah

Mantan Terindah
26. Permohonan Mamanya Robi


__ADS_3

Didalam kamar Chiko mendapat telfon dari mamanya Rubi kalau Rubi tampak berbeda tanpa pikir panjang Chiko langsung saja mengambil jaketnya dan mengambil kunci mobil yang ada diatas meja untuk cepat ke rumah Rubi. Untungnya cuaca begitu mendukung dan tidak terlalu dingin Chiko masih bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Rubi padahal kemarin ketika ulang tahun Rubi baik-baik saja dan tak ada masalah sedikitpun dari wajahnya ya walaupun ada rasa yang terlihat dari sisi orang terdekatnya.


"Ada apa sih sebenarnya?" Tidak perlu menempuh beberapa waktu jarak rumah antara Rubi dan Chiko hanya 20 menit saja kalau tidak macet atau kendala.


Mamanya Rubi sudah menunggu kehadiran Chiko dari tadi dan langsung menyambut Chiko yang telah sampai. "Ada apa tante? Rubi kenapa?"


"Rubi seperti banyak pikiran Chiko tante khawatir. Mending kita langsung aja keatas ke kamarnya Rubi ya?" Tanpa basa basi mereka langsung saja menuju ke kamar Rubi dengan perasaan yang masih bingung yang Chiko rasakan.


Perlahan Chiko membuka pintu kamar Rubi yang sedikit terbuka ia sudah melihat Rubi yang menatap jendela dengan berdiri. Perlahan ia mendekat dan mengatakan sesuatu hal. "Rub, lo kenapa? Kok nyokap lo bilang tadi lo jatuh ya? Lo udah makan?" Chiko yang merupakan salah satu sahabat Rubi merasa aneh dengan sikap Rubi yang mendadak diam dan melihat kearah jendela yang menghadap keluar. Chiko menatap mamanya Rubi yang masih berdiri dibelakang tapi tatapan itu hanya tatapan kosong yang Chiko dapat lalu ia memegang bahu Rubi lalu membalikkan kearahnya dan mengangkat dagunya agar mereka saling berhadapan. Sorotan mata itu hanya menatap lurus dan tak ada ekspresi sama sekali.


"Lo kenapa rub?" Rubi hanya tersenyum dan melepaskan tangan Chiko yang memegang bahunya dan ia kembali menatap jendela lalu berkata singkat. "Lo boleh keluar kok chik gue gak kenapa-napa." Sahutnya dengan nada datar lantas Chiko masih bingung memundurkan diri untuk mengikuti ucapan yang Rubi katakan lalu Chiko dan mamanya keluar dari kamar Rubi membiarkan Rubi agar tetap tenang dan menenangkan dirinya dahulu.


Setelah pintu kamar Rubi ditutup Chiko menanyakan apa yang sedang terjadi. "Dia kenapa tan? Kok kayak murung begitu?" Mamanya Rubi menarik tangan Chiko dan menggiring Chiko agar mengikutinya menjauh sedikit dari kamar Rubi agar tidak terdengar.


"Chik, kamu udah kenal Rubi lama kan Kamu tau Rival?"


"Rival? Mantannya Rubi? Kenapa tante?"


"Jadi begitu Rubi sempat cerita sama tante kalau sebelum ulang tahun dia, dia kepengen banget kasih kue buat Rival karna dia seneng banget pas Rival datang tapi apa? Hatinya langsung rebuk gitu aja pas tau kalau disamping Rival ada seorang perempuan yang ia gandeng."


"Emang Rubi sempet cerita sama tante?"


"Dia hanya cerita ingin menyuapkan kue itu untuk Rival, selebihnya hanya firasat seorang ibu yang membuat tante paham apa yang Rubi pikirkan, Chiko kamu kan sahabatnya Rubi tante kepengen Rubi terhibur dan kembali lagi dan apapun tante pengen banget Rubi bahagia. Kamu mau kan bantuin tante?"


"Bantuin apa tante?"


"Bantuin bagaimana lun caranya agar Rubi bisa balik lagi ceria tante gak mau kalau Rubi ada apa-apa tante mohon." Sampai-sampai mamanya Rubi terharu dengan apa yang ia ucapkan kali ini. Chiko menarik nafas dengan masalah yang menimpa Rubi.


"Ya udah tante Chiko bakalan bantuin Rubi tapo Chiko gak janji ya."

__ADS_1


"Makasih Chiko." Ia langsung memeluk Chiko dengan hangat. Chiko sudah ia anggap seperti anaknya sendiri selama ini. Tumbuh besar bersama dari mereka kecil.


"Ya udah kalau gitu tante Chiko gak bisa lama-lama soalnya rumah juga lagi kosong mama sama papah lagi keluar, kalau gitu Chiko pamit ya dan Chiko bakalan bantuin tante."


"Makasih ya Chiko." Ia tersenyum dengan janji Chiko yang mau membantunya.


...•••...


Keesokkan harinya Chiko sengaja menunggu Franda keluar dari kelas ia sudah menunggu didepan kelas Franda. "Franda bisa pulang bareng sama gue?"


"Gak usah chik takut ngerepotin." Sahutnya dengan santai.


"Please ada hal yang pengen gue omongin sama lo." Dari posisinya Rival belum mengubahnya ia hanya menatap dari kejauhan dan suara obrolan yang masih terdengar.


"Sok banget lo ya, sok ganteng mentang anak wakil." Cibirnya dari dalam hati.


Akhirnya Franda mau setelah Rival memaksanya. "Lo mau makan?" Ucapan basa-basi itu begitu.


"Eee, ada hal yang pengen gue omongin."


"Apa?"


"Entar gue kasih tau ya pas didalam mobil." Chiko membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Franda untuk masuk kedalam walaupun ia sudah ingin merencanakan dari tadi malam tapi ia masih ragu untuk mengatakannya.


"Fran, gue mohon ya lo mau bantuin gue?" Ia langsung to the point dan aneh gitu wajahnya menatap Franda dengan aneh.


Bantuin sontak terkejut dan merasa aneh pula.


"Lo bantuin gue buat Rival balik lagi sama Rubi gue gak mau kalau sahabat gue---"

__ADS_1


"Kenapa? Kok harus gue?" Franda masih bingung dengan Chiko yang sungguh memintanya bantuan kepadanya dengan sangat memohon sekali.


"Ya karna cuma lo yang bisa bantu gue fran, ya cuma lo gue mohon ya lo mau." Sekali lagi Chiko menekankan keinginannya agar Franda mau mengikuti permohonannya.


Franda pun terdiam dengan Chiko yang terkesan memaksa. "Fran, lo tau Rubi kan? Dia begitu ceria banget kemarin dan tadi malam gue ke rumahnya dan dia tampak murung banget apalagi pas liat lo bareng sama Rival kalian terlihat romantis banget."


"Trus?"


"Terus, mamanya Rubi nelfon gue buat liat kondisi Rubi di rumah alhasil setelah itu gue liat Rubi tampak murung banget dan gue juga sama berpikiran dengan nyokapnya Rubi kalau Rubi sedih pas di ulang tahunnya dia Rival bareng cewek lain."


"Tapi bukannya mereka udah berakhir?"


"Emang mereka udah berakhir tapi gue masih yakin kalau mereka masih cinta satu sama lain. Gue mohon banget sama lo fran buat deketin Rival sama Rubi lagi. Gue gak mau sahabat gue sedih. Lo mau kan bantuin gue?"


"Caranya?"


"Caranya lo deket sama Rival, ajak dia buat ketemuan sama lo dan lo suruh dia buat balikan sama Rubi."


"Apah? Kok gitu sih Chik?"


"Tapi kan?" Sahut Franda kembali yang masih terkejut.


"Gue mohon fran, gue mohon."


"Maaf chik, maaf gue gak bisa. Lo bisa turunin gue disini."


"Fran."


"Makasih ya chik udah mau anterin gue."

__ADS_1


"Fran, gue harap lo mau bantuin gue." Teriak Chiko tidak ia perdulikan sama sekali.


Chiko bingung dengan usahanya kali ini ia juga tau kalau ia diposisi Franda pasti akan menolak dan pasti akan kaget.


__ADS_2