Mantan Terindah

Mantan Terindah
36. Pengen Dimanja


__ADS_3

"Kalian dimana?"


"Buruan kesini." Lalu Rival mematikan ponselnya dan melemparkan ketempat tidur. Ia juga tidak menyangka kalau kemarin bisa pingsan dan menarik perhatian orang.


Walaupun sudah sedikit lebih pikir tapi masih saja badannya lemas.


Rival mengambil ponselnya dan menelfon Franda untuk datang, gak tau maunya apa.


"Eh, cewek cupu lo ke rumah gue dong bawain gue apa kek gue pengen buah cepetan gak pake lama."


Tut....  tut... Rival mematikan ponsel tanpa ingin tau apa jawaban Franda. Emang egois cowok satu ini.


"Kak, lo mikir gak sih kalau misalnya Rival tuh suka sama Franda." Ternyata Tiffany diam-diam memperhatikan Rival akhir-akhir ini. Suka marah-marah gak jelas bahkan sering banget yang namanya salah tingkah.


"Masa?" Roy juga menaruh rasa ke Franda karna mereka memiliki kesukaan yang hampir sebagian sama.


"Kenapa lo diem aja kak? Gue bisa ngerasain kalau lo ada yang disembunyiin lo suka sama dia juga?" Susah sih kalau udah kembar pasti kalau ada salah satu kembarannya ada sesuatu pasti ia akan merasakan.


"Eh, enggak kok." Tepisnya.


Bima, Rudy dan Albert datang berbarengan ke rumah Rival. "Eh, kalian kok kompak banget."


"Rivalnya ada? Soalnya dia nyuruh kita buat kesini. Ya udah kita kesana dulu." Sahut Albert yang mewakili mereka.


Kamar Rival sudah terbuka, Rival asik memainkan ponselnya diatas tempat tidur.


"Val, lo ngapain sih nyuruh kita kesini segala? Lo pikir kita siapa lo sih?" Ucap Rudy yang tampak kesal dan sekaligus bingung dengan sikap Rival yang seperti itu. Rival malah diam dan ketawa-ketawa sendiri didalam kamar. Rudy dan Bima memundurkan diri saling tatap-tatapan satu sama lain, Sedangkan Albert menyilangkan kedua tangannya diatas dada sambil memperhatikan wajah Rival dengan tajam.


"Lo udah mulai suka sama Franda kan?"


"Apa sih bert gue lagi sakit gini lo bilang apaan gue gak sama sekali ngerti tau gak."


Albert semakin dekat dan berbisik ditelinga Rival yang menggelitik sekali "Gue ralat, lo udah mulai nunjukkin suka sama Franda kan?"


Wajah Rival seakan bingung dan tidak tau menjawab apa "Mak---maksud lo apa? Tolong ambilin air putih gue haus." Ia melirik ke segelas air putih diujung sana yang masih penuh, Albert tersenyum kecil dan masih menatap Rival dengan tajam hingga Rival salah tingkah dan menghabiskan air satu tegukan saja.


"Itu tandanya lo suka sama Franda dan salah satu ciri orang suka ya mengalihkan sesuatu."


"Lo itu sepupu gue atau bukan sih kok kayak gini banget sama gue? Bert lo tau kan kalau gue ini ketua kelas yang paling hitz dan paling oke jadi mana mungkin gue suka sama dia. Ogah banget lo catet ya gue bakalan keliling  10 kali putaran kalau gue suka sama dia."


"Serius lo bakalan keliling satu lapangan? Lo bayangin aja lapangan aja dikelilingi 3 putaran udah capek banget. Lo berapa?"


"Loh jadi lo nantangan gue? Oke gue berani kok. Deal ya?" Rival menjulurkan tangannya sambil tersenyum yakin. Sedangkan Albert juga yakin kalau Rival terlalu gengsi.


"Gue takut nih gue takut kalau Rival jutek sama gue."


"Udah eh, tenang aja Rival baik kok kakaknya aja baik pasti adenya baik juga fran." Franda mengangguk dan mengetuk pintu rumah.


"Assalamualaikum, assalamualaikum.."


"Kayaknya gak ada didalam deh mending kita balik aja deh cer."


Suara membuka pintu terdengar dari dalam rumah dan ternyata artnya pemilik rumah ini. "Eh, cari siapa non?"


"Rivalnya ada bi?"


"Oh ada kok temennya den Rival ya? Ya udah silahkan masuk." Sahutnya yang mempersilahkan untuk masuk kedalam. Franda sudah membeli buah-buahan sebelum kesini ia sengaja menyempatkan waktu untuk  membeli buah-buahan.


Rumah yang mewah dan elegan,


Kamar Rival terbuka dan ada suara-suara berisik disana. Franda dan Cherry mengetuk pintu kamar Rival karna walaupun ada Rudy, Bima dan Albert tapi etika itu perlu ketika ingin masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Eh, panjang umur. Masuk." Sambut Albert dengan ramah. Albert emang ramah dari mereka semuanya.


"Ngapain lo kesini?"


"Eeee, kok ngomong gitu val?"


Franda mendekat dan menanyakan keadaan Rival dengan basa basi. "Gimana udah baikkan?"


"Lo liat keadaan gue sekarang gimana? Lo pikir aja sendiri." Franda mengangguk paham.


"Kenapa lo masih disana? Lo mau liatin gue atau apa sih?" Rival yang melihat Franda yang masih diam disana.


"Lo kenapa marah-marah? Franda kan yang lo cariin dari tadi? Giliran orangnya udah ada malah sok jual mahal." Cibir Albert, Rudy dan Bima juga bingung dengan sikap Rival yang terlalu menyimpan rasa gengsi yang berlebihan itu.


Franda memberikan sekantong plastik kecil ia menaruhnya diatas meja lalu pamit untuk keluar dari kamar Rival.


Rival menghentikan langkah Franda dan Cerry. "Tunggu, masa setelah dijenguk malah main pergi gitu aja?"


"Maksudnya apa lagi?" Tanya heran Franda.


"Dia minta di kupasin dan disuapin sama lo." Senggol Albert ke Franda sambil melirik ke Rival. Lalu Franda menatap Rival dengan aneh.


"Gue cuma pengen bilang makasih doang kok. Lagian siapa juga yang pengen dikupasin sama dia lebih baik sama Cerry lah kemana-mana."


"Oh iya sama-sama. Maaf segitu aja ya kasihnya." Lanjut Franda yang mengangguk paham ia pun juga mengerti.


"Hm, gak papa." Sahut jutek Rival. Rival masih melihat ada kantongan kecil hitam lagi disebelah tangan Franda.


"Itu apa?"


"Ini buku kak Roy pengen dikembaliin soalnya kan lo pengen baca juga, makanya gue kembaliin sekalian."


"Oh ya udah, mumpung kak Roy masih duduk disana bareng Tiffany." Rival memalingkan kedua wajahnya kearah bawah. Franda pun permisi dan menghampiri Roy dan Tiffany yang asik mengobrol di ruang tamu yang kebetulan sekali Rival masih bisa melihat mereka karna jarak ruang tamu dan kamarnya searah.


"Kak Roy, nih bukunya maaf telat ya." Cerry berdiri disamping Franda seakan menatap Roy dengan seksama sekali.


"Eh, kak gue ambil minuman dulu ya buat kalian." Tiffany perlahan menjauh dan menyuruh untuk Roy untuk sedikit lebih peka.


"Makasih lo udah kesini repot-repot."


"Ya tuhan ganteng banget." Gumam Cerry dalam hati.


Tiffany menaruh minuman diatas meja, "Nih buat kalian."


"Makasih."


"Oh iya, gue kan kemarin menang gitu pas kompetisi gue kan udah janji kalau gue menang gue bakalan kasih sesuatu buat kalian."


"Buat kalian atau buat Franda doang?" Tiffany menggoda Roy kembarannya tapi sambil melirik ekspresi Franda.


"Apaan sih lo."


"Jadi, fran boleh gak nanti kalau ada waktu."


"Waktu apa kak?"


"Cie gugup."


"Lo bisa diem gak?" Roy menatap Tiffany dengan tajam, bukannya takut malah ia ketawa-ketawa sendiri.


"Eee, pokoknya ada deh nanti. Sekalian gue kasih tau poin-poin ulangan nanti, maksudnya bukan gitu belajar bareng."

__ADS_1


"Iya belajar bareng." Lanjut Roy yang menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Franda melirik kearah Cerry yang pasti akan juga ikut, dan ia juga melirik kearah kamar Rival karna mereka bertiga sekelas. "Eeeeee, boleh tapi ajak Cerry juga ya, Rival juga kan biar sekalian gitu kak."


Roy tampak aneh mendengar sahutan Franda bukan itu yang ia inginkan ia ingin mendengarkan jawaban yang ia maksud yaitu berdua. Tapi yasudahlah mungkin belum peka.


"Oke, kalau gitu."


Dari dalam Rival melihat Roy dan Franda tampak akrab sekali namun hanya melihat dari gerak bibir doang.


"Franda...."


"Franda......." Teriak Rival dengan spontan hingga orang yang ada disana malah bingung.


"Lo kenapa val lo ngigo ya?"


Franda pun melihat kearah Rival dan Rival menyuruhnya untuk masuk kedalam kamar. "Lo kenapa sih val?"


"Franda, lo mending kupasin buah yang lo kasih kalau enggak gue gak mau makan, kalau kasih tuh sekalian bisa langsung dimakan gue lagi sakit."


"Aneh banget ngomong kayak gitu."


Karna ada rencana dibalik itu Franda pun berdiri dari duduknya dan mengikuti kemauan Rival. Franda mengambil pisau yang sudah ada disamping Rival untuk mengupas buah apel. "Manja banget val."


"Diem deh."


"Nih."


"Suapin lah masa cuma dikupasin."


"Kalau kasih makan itu lebih baik duduk jangn berdiri." Rival memberi kode ke Franda kepinggiran kasur untuk ia duduk.


"Manis gak?"


"Hm."


"Perasaan Rival cuma pingsan doang deh kok kayak orang ketabrak trus kakinya patah sih, manja banget."


"Tau lebay banget."


"Rasain lo cewek cupu." Batin Rival.


"Fran, kayaknya gue harus balik dulu deh." Cerry menghampiri Franda yang sedang menyuapi Rival buah.


"Oh yaudah tunggu bentar ya. Val kalau gitu gue balik duluan ya." Ketika Franda ingin mengambil tasnya Rival menahan lengan Franda.


Mereka saling tatap satu sama lain. "Biar kek dia balik gak punya pendirian banget."


"Ya udah cer, lo duluan aja."


"Ya udah, val cepet sembuh ya, gue balik dulu. Bye guys."


"Bye...."


"Buah anggurnya dong, trus ambilin air putih seret tenggorokan gue." Seakan Rival kayak orang yang sakit bertahun-tahun padahal pingsan doang di lebay-lebayin.


"Kenapa, kenapa lo liatin gue?"


"Gue ganteng?"


Franda hanya diam saja dan datar.

__ADS_1


__ADS_2