Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEF PART 11: Theo, Rosie & Morgan


__ADS_3

Sebenarnya, bukan hanya diri kita sendiri yang membuat hidup terasa berat tetapi apa yang ada di sekitar kita. Kita terjebak pada lingkaran penyesal dan kekecewaan terhadap orang orang yang kita sayangi atau malah kita yang membuat orang lain berduka lara. Ezekhiel telah menyampaikan hal yang membuat Zefanya terhina dan merasa ditelantarkan sementara dua insan tersebut hanya ingin hidup bahagia. Berbagai masalah silih berganti untuk menguji ketahanan cinta mereka. Bagaimana dewa cinta bekerja akan ini? Lalu, apakah Rosie juga berhasil membuat Morgan tidak lagi membencinya? Sanggupkah Morgan tetap mempertahankan Allegra?


...


Akhirnya Vegra menemukan sepasang artis senior yang usianya sudah lanjut untuk dijadikan model iklan minuman kesehatan perusahaan Morgan. Vegra juga sudah menyiapkan berkas berkas untuk dibawa Rosie berkonsultasi dengan Morgan. Rosie meminta Vegra untuk tidak menemaninya karena setelahnya, dia ingin bicara pada Morgan. Vegra menyetujuinya karena ini hanya konsultasi pribadi mengenai kelanjutan iklan yang Morgan pesan.


Hari ini Rosie belum mengetahui mengapa majikannya belum kunjung datang. Rosie sudah menghubunginya tapi belum ada jawaban. Rosie agak enggan dan gengsi jika menghubungi salah satu kelurga Zefanya. Dia hanya dekat dengan Zefanya dan Lexa. Dengan Lexa pun sangat berjaga jarak.


Rosie berjalan menuju ke pintu gerbang gedung dan sebuah mobil hitam berhenti di depannya.


"Rosie, mengapa kau sendiri? Tidak ada mobil kantor?" Tanya seorang pria yang adalah Theo. Theo hendak masuk ke dalam pekarangan gedung namun terhenti karena melihat Rosie berdiri di depan gerbang seperti menunggu taxi.


"Aku ada urusan lain jadi tidak bisa menggunakan mobil kantor," jawab Rosie membungkukan tubuhnya agar bisa melihat pria itu.


"Yasudah masuklah! Biar ku antar!" Perintah Theo tersenyum. Awalnya Rosie tidak mau, tapi apa salahnya membuka diri untuk bisa berteman dengan siapapun. Toh, Theo sudah membayar uang yang ia pinjam waktu ia lupa membawa dompet. Bahkan Theo memberinya lebih. Rosie pun cukup kerasan bersama Theo karena Theo suka bercerita dan selalu membuatnya tertawa dengan gurauan dan leluconnya.


"Kau mau kemana?" Tanya Rosie ketika sudah naik ke mobil.


"Sebenarnya aku mau mencari Tuan Ezekhiel. Dia belum kunjung datang. Ponselnya dimatikan dan sebelum aku sampai ke mansionnya aku hendak bertanya dengan istrinya, sekalian bertemu denganmu! Ting!" Jawab Theo dan mengedipkan matanya.


Rosie tersentak menerima kedipan mata Theo.


"Kau mengemudi yang benar jangan menggodaku terus," dengus Rosie dengan wajah sedikit memerah dan mengarahkan pandangannya keluar.


Theo tersenyum merasa Rosie salah tingkah dengan godaannya.


"Rosie, kau mau kemana?" Tanya Theo dan Rosie lupa untuk mengatakannya. Rosie merasa hari ini Theo sangat menawan dengan kemeja hitam lengan panjang tanpa mengenakan jas. Kemeja itu tampak melekat sesuai bentuk tubuhnya juga dasi hitam berwarna sama membuat Theo terlihat rapi dan cukup elegan untuk takaran seorang asisten pribadi.


"Rosie! Kenapa kau terus melamun? Apalagi matamu terus memperhatikanku, kenapa? Tidak usah mengakui ketampananku, aku sudah tahu," kata Theo lagi menggoda dan sangat percaya diri. Rosie pun tersadar. Dia depannya ada pria paling jujur dan apa adanya juga mampu membuat hatinya terkadang berdebar karena gurauannya. Bukan hanya itu, Theo pun mampu membuatnya kembali senang ketika Rosie sedang tidak berselera.


"Ah iya Theo, kuakui kemeja hitammu hari ini menyelamatkanmu dari umpatanku. Hari ini kau tampak keren! Jangan keluar dari mobil, berbahaya!" Balas Rosie tersenyum.


"Oh Tuhan! Apa yang kau katakan Rosie? Keren? Bukan hanya aku ingin keluar dari mobil, aku juga akan menari nari di jalan karena tuan putriku mengatakan aku keren!" Saut Theo dengan wajah yang begitu sumringah.


"Cih, tidak lucu!" Saut Rosie terkekeh. Theo menatap Rosie yang tersenyum. Theo cukup senang bisa membuat Rosie senang.


"Jadi kau mau kemana? Kalau kau tidak mengatakannya maka aku akan mengajakmu ke restoran romantis," tanya Theo l


"Tidaakkk! Jangan lagi Theo! Aku malu kalau sampai kau mengatakan kau lupa membawa dompet di depan pelayannya lagi, jangan jangan! Lebih baik kau ke apartemenku, aku akan memasakanmu masakan yang sama seperti di restoran restoran itu!" decak Rosie mengingat kejadian memalukan pekan lalu.


"Yes berhasil!" gumam Theo tersenyum.


"Apa kau bilang?"

__ADS_1


"Aku hanya menipumu agar aku diijinkan main ke apartemenmu," balas Theo menyeringai.


"Licik! Sudah, sekarang antarkan aku ke Perusahaan Drinking Me! Aku mau konsultasi iklan dengan direkturnya," kata Rosie kemudian.


"Nah, mengapa tidak sejak tadi mengatakannya?!"


"Kau terus saja bicara, bagaimana aku mengatakannya?"


"Oke, kita ke sana!"


Theo pun melajukan mobilnya ke perusahaan itu. Theo belum mengetahui apa apa mengenai Rosie lebih detil lagi karena Rosie benar benar tertutup. Rosie hanya bicara padanya kalau dirinya bertanya. Selanjutnya Rosie kebanyakan terdiam. Namun, hari ini Theo cukup senang karena ada kemajuan Rosie mau bicara bahkan menanyakan dirinya untuk apa datang ke perusahaan iklannya.


Sesampainya di sana, Rosie hendak langsung turun tapi pintu mobil masih terkunci.


"Theo, aku mau keluar," kata Rosie memegang tuas pintu mobil.


"Sampai pukul berapa kau menemui Tuan Morgan, Rosie?" Tanya Theo kemudian dan seketika jantung Rosie berdegup mendengar nama yang Theo sebut. Theo pastinya tahu siapa direktur perusahaan minuman terkenal di Legacy ini.


"Hah? Aku tidak tahu Theo, mungkin 2 atau 3 jam, semoga lebih cepat. Em, apa kau mau menjemputku?" Kata Rosie yang entah dari mana datangnya keberanian Rosie untuk mengatakan itu. Mungkin Rosie akan bersedih setelah bertemu dengan Morgan dan sangat baik jika dia langsung bersama Theo.


"Ya, aku akan menjemputmu. Mungkin hari ini Tuan Ezekhiel tidak masuk kantor jadi aku bisa renggang. Aku akan ke mansionnya dulu memastikan setelah itu aku akan kembali kemari," saut Theo.


"Oke, thank you somuch, Matheo," ucap Rosie tersenyum lebar dan merasa lega sambil tak segan segannya memanggil nama lengkap Theo. Theo juga membalas senyumnya.


Rosie sudah melambaikan tangan pada mobil Theo. Dia menarik napas panjang dan mengelus dadanya.


"Theo? Apakah aku menyukainya?" Gumam Rosie dan memasuki gedung. Rosie merasa setiap candaan yang keluar dari perkataan Theo selalu membuat jantungnya berdebar. Rosie tahu semua itu hanya gurauan tapi rasanya benar benar nyata untuk dirinya.


Sampailah Rosie di depan ruangan Morgan. Waktu masih menunjukan pukul 12 dan sekretaris Morgan mengatakan kalau Morgan belum tiba. Sekretaris Morgan menyuruh Rosie bisa menunggu di dalam ruangan. Sekitar pukul setengah satu masuklah Morgan ke ruangannya langsung menempati meja kerjanya.


"Apa yang ingin kau tunjukan padaku, Rosie?" Kata Morgan to the poin dan hal itu membuat Rosie sedikit gugup. Dia melihat wajah Morgan yang begitu serius dan cukup dingin. Rosie sudah merelakan cintanya ini. Dia memang tidak berhak lagi mendapatkan cinta Morgan meskipun Morgan belum memiliki penggantinya.


"Aku sudah memilih model iklan yang mungkin cocok dengan iklan minumanmu kali ini," saut Rosie beranjak dari sofa itu, membawa notebooknya untuk menunjukan pada Morgan apa yang sudah menjadi pencariannya. Dia harus profesional. Dia tidak boleh gugup. Anggap saja Morgan adalah atasannya. Tidak ada urusan pribadi atau bahkan menganggap tidak pernah terjadi hubungan apa apa.


"Apa benar minumanmu merupakan minuman kesehatan herbal yang menyehatkan dan dapat berfungsi sebagai penghilang toksin toksin dalam tubuh?" selidik Rosie terlebih dulu.


Morgan menganggukan kepalanya memperhatikan dua artis senior yang memiliki tubuh cukup baik itu.


"Oke, jadi aku dan Vegra memutuskan untuk menggunakan dua artis senior yang sudah lanjut usia ini untuk menjadi model iklanmu. Mereka akan membuktikan kalau di usianya yang sekarang, mereka masih bisa bekerja, berolah raga dan melakukan semua kegiatan dengan baik karena mengkonsumsi minuman darimu. Bagaimana?" tanya Rosie meminta saran.


Morgan masih berpikir dan mencerna. Dia merasa pernah mendengar kalimat ini. Seseorang semalam mengatakan mengenai para orang tua yang masih bugar walaupun usianya sudah lanjut. Morgan mencoba mengingat kata kata itu ketika dirinya bercerita pada kekasihnya. Allegra. Lagi lagi Allegra selalu memberi masukan mengenai perusahaannya.


"Morgan? Kau mendengarku? Aku benar benar hanya memikirkan ini, kalau ada sesuatu hendak kau ubah, katakan saja. Dan tolong jangan mempersulit pekerjaanku. Jangan membawa urusan pribadi di dalam kerjasama ini. Sebisa mungkin, setelah kerja sama ini, kita tidak akan bertemu lagi dan ..."

__ADS_1


Morgan menaikan tangannya untuk Rosie berhenti bicara.


"Tadi malam Allegra juga mengatakan hal ini padaku, jadi aku setuju! Alasanmu tepat dalam menggunakan dua artis senior ini," saut Morgan mendongakan kepalanya dan tersenyum memandang Rosie.


Rosie juga tersenyum tipis. Dia senang akhirnya Morgan menyetujuinya tapi di sisi lain Rosie sedikit bersedih karena yang ada di pikiran Morgan memang hanya ada na kekasihnya. Rosie yakin nama yang indah itu merupakan nama kekasihnya.


"Baiklah, kalau begitu kau setuju?" Rosie kembali memastikan.


Morgan mengangguk lagi dan tersenyum.


"Oke, aku akan menghubunginya dan memberitahumu kapan jadwal shooting kita," kata Rosie lagi memberitahu jadwal.


Morgan mengangguk lagi. Rosie pun membereskan perlengkapannya dan hendak pergi setelah menyerahkan berkas konsultasi untuk ditanda tangani Morgan sebagai laporan.


Namun, baru saja beberapa langkah, Rosie mengingat sesuatu yang harus diselesaikan. Sementara Morgan masih memandang punggungnya menunggu. Morgan tidak mau mengingatkannya terus dan kalau memang harus berakhir sebagai musuh, Morgan tidak bisa berbuat apa apa lagi.


"Morgan?" Panggil Rosie setengah menoleh.


"Aku hanya ingin tahu alasan darimu, Rosie. Kita bisa manjadi teman sehingga tidak ada jarak ketika kita bertemu di manapun," kata Morgan kemudian.


"Teman?" selidik Rosie sedikit memicingkan matanya.


...


...


...


...


...


yuhuu lanjut di bawah ya 😁


.


jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2