Mantan Terindah

Mantan Terindah
42. Bunga Mawar Merah


__ADS_3

Rival sengaja memesan bunga mawar untuk memberikannya ke Franda bukan sekedar hal yang aneh melainkan ada perasaan yang berbeda. Sebelumnya Rival mencium satu persatu bau harum bunga yang ia beli, lalu setelah itu ia masuk kedalam mobil untuk membawanya.


"Jadi berapa bang?" Rival pun mengeluarkan uang ke toko bunga untuk membayar bunga yang sudah ia beli dan sudah ia pesan jauh-jauh hari.


Ia menyipitkan kedua matanya dan tersenyum sambil membayangkan apa yang ingin lakukan nanti. "Ya akhirnya gue bawa bunga ini juga dan untuk pertama kalinya gue bawa." Selama didalam mobil tidak hentinya Rival tersenyum sambil sekekali melihat kearah jam tangan dan tidak sabar lagi untuk cepat sampai di sekolah sesuai dengan rencana yang sudah ia rencanakan sebelumnya.


Lalu ia langsung saja memasukkan kedalam lemari es untuk menyimpan bunga tersebut karna takutnya bunga itu layu. Dan malam ini ia harus mengantarkan bunga-bunga itu ke rumah masing-masing orang yang memegang setangkai bunga merah itu. Pengorbanan kan? Itu lah Rival kalau menginginkan dalam sesuatu.


"Huh capek juga ya gue."


Flashback On


Sehari sebelumnya tepatnya kemarin, Jadi setelah pulang sekolah tiba waktu itu Rival sengaja menyuruh Bima, Albert dan Rudy untuk tetap stay di kelas, bukan karna apa-apa karna Rival tau dengan sogokan makanan saja mereka langsung mengiyakan semudah itu bukan? Hahaha.


Tapi tenang walaupun begitu Albert sepupu Rival jauh lebih paham dengan sogokan itu, ia pun juga malas sekali untuk mempertanyakan apa sih kehendak dari si Rival.


Rival merangkul dan mengatakan dengan terbata-bata kalau ia hendak memberikan bunga untuk Franda. Biasa karna mereka adalah sahabat yang paling terdekat Rival makanya mereka malah tertawa terbahak-bahak dengan ucapan Rival bukan sesuatu hal yang aneh tapi menggemaskan sekali karna baru kali ini ia lucu dan kocak.


"Kenapa lo semua? Kok malah ketawain gue?"


"Lo lucu val, mau kasih bunga aja bawa-bawa kita? Lo cowok gak sih? Gue ngerti val lo ganteng dan sangat berpengalaman banget tapi gak kayak gini juga kali." Tidak hentinya Bima memegangi perutnya karna kepolosan Rival.


"Serius val lo mau kasih bunga buat Franda? Lo gak lagi becanda kan?"


"Ya seriusan lah masa gue bohong sih. Ah kalian mah gitu, giliran gue lagi baik gini, giliran enggak juga gini. Gimana sih." Kesal Rival mulai terlihat dan putus asa.


Rudy, Bima dan Albert pun mendekat dan menepuk bahu Rival "Ya udah kalau lo mau kasih dia bunga ya udah kasih aja. Dan lo udah mau nembak dia?"


"Hah? Sejak kapan gue mau nembak dia? Emang gue tadi bilang mau nembak dia?"


"Ya enggak sih. Tapi terlihat val terlihat."


"Ya lo pada mau kan?"


"Siap deh."


Flashback Off

__ADS_1


Sebelumnya Rival sudah menyuruh ketiga sahabatnya untuk hadir lebih dulu di sekolah, ya sahabat kan emang gitu... Dan Cerry sahabat terdekat Franda juga menjadi tim Rival kali ini. Tugasnya adalah membuat Franda sedikit lebih telat masuk karna Rival ingin memberikan sesuatu yang spesial dan beda.


Ketika mobil Rival memasuki gerbang semua sudah berjejer siswa dan siswi memegang setangkai bunga mawar. Rival pun turun dengan sangat grogi eh ternyata diluar dugaan Franda malah lebih dulu ada di lapangan dengan wajah yang aneh dan bingung sekali. Siapa sih yang gak bingung dengan situasi ini.


Rival berdiri didepan Franda disaksikan oleh semua siswa/siswi yang memegang bunga.


Franda menyipitkan kedua matanya dan bertanya sebentar "Kenapa?"


Rival menarik nafas sebentar lalu ia mendekat lagi dan bertepuk tangan. Sesuai rencana bunga-bunga pun perlahan mendekat memberikan bunga ke Franda. "Nih, buat lo. Nih..."


"Ini apa?"


Dan sesuatu yang menggelitik adalah ucapan dari seseorang yang memberikan bunga yang kesekian kalinya."Selamat ya." Ia menjabat tangan Franda dengan santai sambil tersenyum.


Akhirnya Franda menerima puluhan tangkai mawar merah ditangannya. "Val ini apa maksudnya?"


"Ya lo mikirnya apa?" Loh kok malah balik nanya.


Sontak Franda hanya mengangkat bahunya karna tidak tau.


"Ya gue dalam rangka buat minta maaf aja sama lo, yang selama ini gue lakukan semua itu salah dan gue baru menyadari lo itu orang baik. Dan bunga mawar ini sebagai simbolis kalau gue bakalan jadi orang baik." Senyum Rival kali ini benar-benar manis tanpa pemanis buatan.


"Udah terima aja kali fran, Rival tulus kok kasih bunganya." Celetuk Albert dari dalam hati, selain ia berperan sebagai sepupu yang baik tapi ia juga sahabat yang selalu mengerti siapa Rival yang sebenarnya dari kedua sahabatnya yaitu Rudy dan Bima.


"Cerry? Lo ikutan juga?" Di sebelah Albert Cerry juga ikut merasa bahagia sekali. Lantas ternyata Cerry ikut dalam rencana Rival.


Entah ini perlakuan yang spesial atau apa tapi Franda benar-benar merasa bingung dan hal yang aneh sekali. Kalian pasti bingung kan kenapa bisa kasih bunga di lapangan? Aneh banget kan? Ya karna sekolah mereka emang lebih santai gak terlalu banyak aturan yang seperti apa. Karna sekolah ingin siswa atau siswinya berekspresi. Dan lagi pula semua itu harus mengikuti syarat-syarat yang sudah ditetapkan. Jadi masalah kirim bunga diluar jalur itu gak ada kaitannya sama sekali.


...•••...


Rival pun menyuruh Franda untuk masuk kedalam mobil mempersilahkan Franda untuk masuk disana. Sedikit berlebihan memang tapi itulah yang Rival lakukan kali ini. "Lo kenapa?"


"Maksud lo gue kenapa?"


"Ya gak kenapa-napa." Lalu Franda memelankan suaranya "Ya aneh aja gitu."


"Ya gue aneh deh sama lo gue baik salah gue gak baik makin salah, mau lo apaan sih?" Rival memberhentikan kemudi mobilnya.

__ADS_1


"Ya gak papa, gue takut aja."


"Takut kalau misalnya lo terpaksa."


"Ngelakuin ini." Lanjut Franda kembali.


Rival tersenyum singkat "Ah, gue kalau udah baik sama orang ya udah gue baik dan gak ada tuh drama-drama karna gue orang yang suka drama." Setelah Franda mendengarkan ia langsung mengangguk paham.


Ia pun hanya terfokus dengan jalan yang sedikit berliku karna kemarin hujan pada malam hari jadi jalanan sedikit basah karna air yang menggenang disana. Tiba-tiba saja mobil rem mendadak dan menimbulkan reaksi didalam mobil dan kepala Franda menyentuh bagian depan mobil. "Eh lo gak papa?" Rival dengan refleks memegang bahu Franda dan mereka saling tatap satu sama lain lalu melepaskan kembali.


"Sorry, lo gak papa?" Ia hanya tersenyum dan kagum karna sifat Rival yang semakin kesini semakin dekat. Jantung Rival berdebar kencang begitupun Franda juga merasakan hal yang sama.


"Iya gak papa." Franda memegangi jantungnya yang tidak kunjung henti berdebar perasaan apa ini yang membuatnya aneh.


"Eh kok gak bawa bekal lagi? Kan udah gue bi----"


"Loh kok malah ketawa? Emang ada yang lucu apa?"


"Lucu juga ternyata."


"What?"


"Lucu aja kalau marah."


Rival ikut terbawa suasana. "Gue kan emang sedikit lucu bawaan lahir." Suara itu memang pelan tapi sangat terdengar jelas oleh Franda.


Nomor tak dikenal


Lo harus bikin Rival bahagia dan jangan bikin sedih. Dia lagi sakit.


Pesan masuk itu langsung saja merubah aura Franda yang awalnya santai berubah menjadi tegang. "Sakit?" Itulah pertanyaan apa saja yang membuat Franda merasa aneh dan diteror ia sangat melihat kalau Rival baik-baik saja kenapa tiba-tiba disangka malah sedang sakit. Ia memperhatikan Rival sebentar melihat seksama dari bawah sampai atas kepala.


Dia baik-baik saja kok.


"Kenapa lo liatin gue?"


"Eeee... enggak kok gak papa." Gugup Franda yang membuang wajahnya kearah jendela mobil. Ia berfikir kembali siapa pengirim pesan misterius ini.

__ADS_1


"Aneh."


__ADS_2