Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL ZEFANYA PART 30 END


__ADS_3

lanjutan part 30 awal,


Zefanya mencoba membuka matanya setelah mengalami tidur yang panjang. Langit langit rumah sakit menjadi pemandangannya yang pertama ia lihat.


"Zefanya, sweetheart, kau sudah sadar?" Ujar Ezekhiel beranjak dari duduk nya dan melihat wajah istrinya yang telah tersadar.


Zefanya menoleh ke arah suaminya dan memegang perutnya lalu tersenyum.


"Di mana Steven dan Sydney, sayang?" Tanya Zefanya dengan suara yang masih pelan dan melemah.


"Mereka masih di ruang perawatan bayi sayang. Mereka semua sehat tapi tetap membutuhkan sentuhan tanganmu, sebentar aku akan memintamu untuk di antar kesana ya? Mereka masih di inkubator sayang," jawab Ezekhiel memegang tangan Zefanya dan mengecupi keningnya.


"Selamat pagi semuanya, selamat pagi Tuan dan Nyonya Prime, Tuan dan Nyonya Jovanca, Janson dan Kwan, sungguh sebuah kebanggan saya bertemu dengan nama keluarga keluarga yang besar ini di sini. Nyonya Dimitri, kau memang sangat terberkati," sapa dokter Lilian pada semua yang menunggui kesadaran Zefanya.


Dion, Viena, Egnor, Claudia, Leon, Lexa, Dior, Gracia, Patrick dan Zhavia. Wilson dan Yuri menunggu di luar bersama Salma dan temannya.


Semuanya mengangguk tersenyum menanggapi salam dari dokter Lilian. Dia pun menghampiri Zefanya untuk memeriksa keadaannya lebih lanjut. Dokter Lilian langsung mengarah pada buah dada Zefanya untuk pemberian ASI untuk si kembar S.


"Apa payud*ra anda nyeri atau sakit, nyonya?" tanya dokter Lilian kemudian memegang sisi sisi buah dada Zefanya.


Zefanya menggeleng.


"Ya, sebenarnya wajar jika jumlah asimu sedikit, tapi coba kita rangsang dengan isapan mulut mulut kecil anakmu," saut dokter Lilian tersenyum.


"Sepertinya bukan hanya itu dok, rangsangan juga bisa di dapat dari orang lain berhubung Zefanya memiliki anak kembar. Sama sepertiku, bukan begitu Viena," sela Claudia kemudian.


"Apa yang mau kau katakan, Clau?" Bisik Egnor yang agak curiga dengan apa yang akan dikatakan istrinya


"Em itu, Erotic Lactating, yang dulu sering kau lakukan," jawab Claudia polos dan merasa hal ini lumrah untuk dikatakan. semua sontak terkejut dengan omongan Claudia.


"Oh God, kak Clau..." Pekik Viena bersedia memandang Claudia bersama Dion dan Lexa. Leon sudah terkekeh. Sementara Patrick juga sudah menyembunyikan wajahnya di belakang kepala Zhavia mengetahui rasa malu yang dilanda paman mertuanya. Dior pun hanya tersenyum bersama Gracia.


Egnor sudah menundukan kepalanya bersandar di pundak Claudia. Untung saja Wilson dan calon menantunya ada di luar. Entah bagaimana dia menyembunyikan wajahnya. Dokter Lilian hanya tersenyum sebenarnya setuju dengan pernyataan Claudia.


"Ada apa dengan kalian? Bukankah aku berkata benar, ya kan dok?" Balas Claudia lagi polos. Sedangkan Ezekhiel dan Zefanya malah tidak mengerti karena mereka orang tua baru sekali.


"Kau benar Nyonya Jovanca. Nanti aku akan memberitahu mereka setelah Nyonya Zefanya melakukan inisiasi menyusui dini terlebih dulu," saut Dokter Lilian tersenyum menanggapi Claudia.


"Ah, kau benar Dok, aku hanya berbagi pengalaman. Kalian semua yang di sini jangan munafik, pasti juga pernah melakukannya kan?" kata Claudia lagi sekenanya.


"Aku tidak mom," saut Lexa.


"Aku juga aunty," kata Gracia juga.


"Mana ku tahu kalian pernah atau tidak, hanya kamar kalian yang menjadi saksi bisu, bukan begitu Tuan pengacaraku," saut Claudia lagi terkekeh.


"Kau benar benar Clau, kau harus membayarnya!" Bisik Egnor sudah sangat malu dan tak berdaya dengan ucapan istrinya yang keluar semau mulutnya.


Zefanya lalu menarik tangan Ezekhiel .


"Sayang, memang kau tidak mencari tahu mengenai Lactating itu?" bisik Zefanya masih sedikit bingung.


"Sepertinya sesuatu yang menyenangkan , Anya!" saut Ezekhiel yang pernah mendengar tapi tidak begitu tahu pelaksanaanya.

__ADS_1


"Kalau begitu cepat lakukan agar kita bisa memberikan asi untuk si kembar!" pinta Zefanya dan terdengar oleh dokter Lilian.


"Haha, sabar sebentar Nyonya, sebaiknya kau dan Tuan Ezekhiel ke ruang perawatan khusus bayi ya," sela dokter Lilian tersenyum ramah.


Ezekhiel dan Zefanya menyetujuinya. Mereka berdua ke sana melihat anak anak mereka. Zefanya sangat terharu melihat bayi bayi yang memerah itu adalah miliknya. Tidak pernah ia membayangkan akan memiliki dua sekaligus dengan dua jenis kelamin yang berbeda. Zefanya pun mencoba menyusui si kembar dan benar kecurigaan dokter Lilian kalau asi Zefanya tidak banyak. Dokter Lilian menyarankan agar Zefanya mengkonsumsi vitamin serta makan makanan yang mendukung asi dan lebih sering mendekatkan diri pada si kembar. Jika selama satu Minggu asi masih tidak lancar, dokter Lilian akhirnya menyarankan tehnik merangsang seperti yang dikatakan Claudia. Ezekhiel tentu dengan senang hati melakukannya setelah dia sudah mencari tahu.


Salma sudah meminta maaf pada Zefanya dan menjelaskan kalau kedua anaknya tidak memberitahu undangan tersebut. Salma menyesal dan memang seharusnya tidak lagi berada di dekat dekat mereka. Ezekhiel sampai memberi peringatan kalau memang tidak menyukai keberadaan Zefanya, jangan lagi ada pertemuan di antara mereka. Ezekhiel tidak mau mengambil resiko lagi. Yang ada di pikiran Ezekhiel sekarang hanya menjaga istri dan anak anaknya.


Karena merupakan momen langka merawat anak dan memang mereka sangat menginginkannya, Zefanya tinggal di rumah Viena dan Dion. Selama satu tahun Zefanya merawat anak anaknya. Setelah itu barulah Zefanya bekerja. Ezekhiel juga tinggal di sana dan hanya sesekali kembali ke mansion. Ezekhiel juga tidak mau melewatkan perkembangan anak anaknya. Dengan tangan kasih sayang Zefanya dan orang orang di rumah Viena, baru sebelas bulan, Steven dan Sydney sudah bisa berjalan. Mereka bermain dengan Darren dan Laura, anak kedua dari Gracia. Setiap tiga bulan sekali Zhavia juga datang membawa Zena.


...


Lima tahun kemudian,


Hari ini Zefanya dan Ezekhiel merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke 8. Bersamaan dengan usia si kembar 5 tahun, jadi mereka mengadakan pesta kecil yang dihadiri keluarga dan kerabatnya. Mereka mengadakannya di mansion mereka saja karena supaya terkesan homie meski tetap ada yang kurang bagi Zefanya. Zefanya mencoba menerima semua kerabatnya dengan hati senang. (Ada apa ya? Lanjut ke Zhavia aja nanti yaa?;)


Zefanya dan Ezekhiel mengundang semua kerabat yang mereka kenal termasuk Morgan dan Allegra, Rosie dan Theo, Xelino dan Carolyn, Jessie dan pasangannya, sinkembar Wil Wil bersama para istrinya, Pierre dan Ella sampai Eden dan Adeline dengan semua anak anak mereka. Mansion mereka menjadi sangat ramai.


Zefanya sampai terharu melihat anak anak bermain di taman mereka. Kedua orang tuanya semakin tua tetapi masih dengan setia mendukung apa yang menjadi keputusan anak anaknya. Viena dan Dion juga masih merawat cucu cucu mereka di rumahnya.


Zefanya melipat tangannya memperhatikan anak anak yang bermain di sana. Sedangkan kerabat yang datang sedang menikmati sajian. Ezekhiel yang hendak mengambil gelas di dapur melihat Zefanya di sana dan menghampirinya.


"Sedang melihat apa sweetheart?" Tanya Ezekhiel memeluk Zefanya dari belakang


"Oh sayang? Aku sedang memperhatikan anak anak itu. Lihat, lagi lagi Sydney bermain bersama Joshua. Tidak bermain bersama Laura dan lainnya," jawab Zefanya mengarahkan pandangannya pada Sydney dan Joshua.


Di sana memang tampak Sydney berdua bersama Joshua (salah satu anak kembar Adeline dan Eden) duduk di pinggir kolam. Sementara yang lain bermain berkumpul sampai Steven juga bermain bersama anak laki laki lainnya.


"Pasti Sydney kembali berbuat ulah pada anak anak perempuan lainnya," saut Ezekhiel yang mengetahui sifat keras Sydney.


Zefanya menggeleng.


"Dia percis sepertimu, keras tapi sebenarnya tetap membutuhkan teman. Joshua anak yang baik," kata Ezekhiel lagi.


"Hem, sejak satu tahun yang lalu, rasanya aku tidak bergairah hidup Eze," keluh Zefanya mengingat sebuah tragedia yang tidak bisa ia lupakan.


"Jangan begitu, kau masih memilikiku, Stevan dan Sydney. Aku jadi ingat waktu kau memperjuangkan ku dari Jannet. Ku dengar Jannet hidup membiara dan sudah menjadi kepala biarawati, sayang," tutur Ezekhiel mengalihkan kesedihan Zefanya.


"Benarkah? Kapan kapan kita harus ke Indian dan melihatnya, Eze," kata Zefanya.


"Ide yang bagus. Kita bisa mengajak Steven dan Sydney sambil belajar sejarah,"


Zefanya mengangguk.


"Sekarang tidak usah mencemaskan Sydney atau Zena. Mereka akan berbaikan dengan sendirinya. Lebih baik kita bergabung dengan yang lainnya," ajak Ezekhiel.


Zefanya mengangguk lagi dan mengikuti Ezekhiel ke ruang depan.


...


Beberapa jam yang lalu,


"Sydney, aku hanya ingin melihat, mengapa kau tidak mau berbagi?" keluh Zena menekuk wajahnya sebal dengan Sydney yang tidak mau meminjamkan boneka Barbie nya.

__ADS_1


"Ini barbie baruku, aku hanya tidak ingin nanti kotor atau rusak!" kata Sydney mempertahankan sikapnya .


"Sebentar saja Sydney, aku mau melihatnya!" pekik Zena kini menarik kepala Barbie itu dengan paksa.


"Jangan Zena, nanti saja! Atau kau bisa memiliki Barbie ku yang lainnya!" kata Sydney lagi tidak mau kalah.


"Tidak! Aku hanya mau melihat Barbie ini!"


"Jangan Zena!"


Dan kedua anak perempuan itu malah saling tarik menarik yang pada akhirnya Sydney mendorong Zena agar melepas pegangan tangan sepupunya pada kepala Barbie itu. Zena terjatuh bersama kepala Barbie yang terputus. Laura dan Jocy (anak kembar perempuan Adeline Eden) pun menghampiri Zena.


"Sydney! Mengapa kau mendorong Zena? Dia kan datang dari jauh, dan dia sudah tidak datang dengan ..." pekik Laura membela Zena tetapi Jocy memotongnya.


"Laura! Zena tidak apa apa, ayo Zena kita bermain di tempat lain. Sydney, maafkan Zena," ucap Jocy mewakili sahabatnya.


Zena memandang Sydney bersalah karena sudah membuat kepala barbie nya terlepas tapi Jocy sudah mengajaknya menjauh juga bersama Laura.


"Maafkan Sydney, Zena. Dia memang galak seperti mommy nya!" gumam Laura yang biasanya dekat dengan Sydney tetapi karena datang Zena dan teman baru lainnya. begitulah anak kecil biasanya.


Zena mengangguk angguk. Sementra Sydney tidak melawan lagi dan mengambil kepala Barbie tersebut. Dia menangis tapi tidak berani mengadu pada kakaknya, Steven. Steven juga pasti akan memarahinya karena tidak menjaga dengan baik.


"Sini, biar aku yang perbaiki. Maafkan Zena. Kau tahu kan apa yang dialami olehnya, jadi maafkan dia ya?" ujar Joshua seketika menghampirinya.


Sydney hanya menggeleng merasa tidak apa apa. Tubuh Barbie dan kepalanya sudah berada di tangan Joshua. Kalau berkumpul seperti ini, Joshua malah lebih nyaman bersam Sydney karena Sydney pendiam dan lebih senang bermain sendiri dengan semua mainannya. Namun, tidak menutup kemungkinan dia tetap berbagi. Untuk kali ini saja karena Barbie tersebut hadiah ulang tahun Zefanya.


"Ini, sudah kuperbaiki, jangan sedih lagi," kata Joshua menyerahkan Barbie itu pada Sydney.


"Terimakasih Josh," ucap Sydney tersenyum pada Joshua.


Joshua tersenyum melihat Sydney kembali senang melihat Barbie nya.


Setelah semua acara selesai, mereka kembali ke rumah masing masing. Eden dan Adeline bersama anak anaknya mengikuti Pierre dan Ella menuju ke mansion mereka di Legacy ini. Ella meminta maaf pada Zefanya karena kejadian siang tadi sehingga Sydney menjadi menangis. Jocelyn yang menceritakan pada Ella. Zefanya mengerti kondisi Zena juga Sydney yang agak berbeda dari yang lainnya.


Zefanya ke kamar dan melihat Sydney sudah tidur sambil memeluk Barbie nya sedangkan Steven tidur di kamar utama bersama ayahnya. Zefanya menarik napas dan mengelus dahi anaknya. Dia harus bisa lebih membimbing Sydney dengan baik juga memberikan pengertian pada Zena. Jauh dari semua ini, Zefanya bersyukur atas apa yang ia rasakan sampi saat ini. Dia hanya berharap semua akan berjalan baik baik saja.


...


Tamat ...


Pesan yang bisa diambil Uda banyak ya di setiap prolog tiap episode 😁


Kalau ending Zefanya agak gantung nanti diperjelas di Zhavia dan Patrick ya mengenai Zena dan lainnya.


Intinya kehidupan rumah tangga Zefanya dan Ezekhiel berakhir happy ending dengan anak anak yang mereka miliki 😊


.


Next MTS2 - ZHAVIA & PATRICK PART 1


.


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕💕


__ADS_2