Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 13


__ADS_3

Gracia benar benar terlambat di kelas menari inti hari ini. Semalam Dior benar benar mengajak nya sampai malam dan belum lagi pamannya, ayahnya, Morgan serta tunangannya saling bercakap. Gracia harus menemani mereka karna bibinya sedang tidak enak badan. Gracia telat bangun padahal kelas menari pukul 10 pagi. Pammy sedang tidak enak badan jadi sulit untuk mengingatkannya. Untung saja ketika dia menghubungi Dior, ternyata tunangannya itu juga baru saja berangkat dijemput Rick asistennya. Dia pun terlambat karna sulit sekali dibangunkan.


Dior dan Gracia malah menjadi tertawa dan Dior malah terus memeluknya di mobil. Membuat Rick tidak enak hati.


Gracia akhirnya tiba di depan kelasnya. Dia terlambat lima belas menit. Dia menghela napas dan masuk ke kelasnya perlahan.


"Permisi, mohon maaf Mr. Ralph aku sangat terlambat!" Kata Gracia.


Ralph menoleh ke arah pintu dan menaikan satu alisnya.


"Bagaimana bisa pemeran utama datang terlambat lewat lima belas menit begini Mr. Ralph?" Celetuk Reiko dengan tangannya terangkat mengajukan protes.


"Maaf Mr. Ralph, aku tidak akan mengulanginya lagi." Seru Gracia membungkuk bungkukan tubuhnya.


"Masuklah!" Perintah Mr. Ralph. Gracia lalu duduk di samping Salma. Mereka semua sudah membuat lingkaran.


Ralph pun mulai berkata kata membuat Gracia mendongakan kepalanya akhirnya hendak melihat dosen mereka. Namun, ketika kepalanya tegak, pandangannya lurus sampai pada sepasang mata yang agak kecil namun sangat berbinar memandangnya tersenyum. Gracia langsung mengalihkan pendangannya itu ke arah Mr. Ralph. Di sana Stanley yang sedang memandangnya bahkan terus melihatnya ketika pertama kali Gracia datang tadi.


Bukan hanya Stanley yang memandang Gracia, tapi juga mata jahat dan tajam dari Melinda. Gracia sempat meliriknya dan ia sangat tahu kalau seniornya itu menginginkan perannya. Gracia bingung bagaimana bicaranya. Sementara kemarin, dia belum sempat bicara dengan dosennya itu, Dior sudah menjemputnya pulang bersama Zhavia. sepertinya di pertemuan ini yang tepat untuk mengajukan protes. Gracia hanya tidak mau ada masalah. Itu saja.


"Baiklah, seperti janji ku lusa lalu kalau pemeran utama pria yang sudah kutunjuk adalah Stanley Naraya, teman baru kita. Berikan tepuk tangannya!" Kata Mr. Ralph memberi sambutan pada Stanley. Stanley hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ya, jadi, Gracia Andez. Kau akan berpasangan dengan Stanley Naraya ya?" Tambah Mr. Ralph memberitahu.


"Tidak Mr. Ralph!" Seru Gracia setelah menghela napasnya.


Kata kata Gracia malah membuat semua orang memandangnya. Khususnya Stanley yang sudah sangat senang karna bisa bersama Gracia. Dia berharap bisa lebih dekat walau hanya sebagai teman.


"Apa maksudmu dengan tidak, Gracia?" Mr. Ralph sudah mengernyitkan dahinya tak percaya dengan sautan Gracia.


"Em, aku, aku tidak mau menjadi pemeran utama Tuan. Aku takut!" Kata Gracia mulai menjelaskan maksudnya dengan sedikit ragu dan terbata.


Seketika Melinda, Reiko dan juga Salma memandang melotot Gracia. Melinda takut Gracia mengadukannya.


"Takut bagaimana?" Selidik Ralph.


"Aku takut telat seperti ini dan tidak konsisten. Aku masih harus belajar Mr. Sementara drama musikal itu adalah pentas yang besar dan penting untuk kita semua. Aku hanya tidak mau membuatnya jadi tidak menarik ditonton. Sebaiknya anda memilih yang lebih ahli dariku." Jawab Gracia menundukan kepalanya. Dia benar benar sudah kehabisan kata kata dan pikiran. Dia harus merelakan semuanya.


Melinda merasa lega dengan kata kata Gracia. Sebentar lagi Mr. Ralph pasti memilihnya. Melinda sudah menaikan wajahnya angkuh dan melipat tangannya di depan dada. Sementara Stanley mengernyitkan dahinya tak setuju.


"Begitu ya? Benar juga, tapi Gracia .."


"Tapi aku tidak mau menjadi pemeran utama jika bukan Gracia yang mendampingiku!" Tiba tiba Stanley berkata kata memotong kata kata Mr. Ralph.


Melinda menjadi terkejut lagi. Anak baru ini benar benar membuatnya kesal. Melinda mengakui kalau Stanley tampan dan sangat lihai dalam menari, Melinda sudah melihatnya beberapa kali di dance channel dan Stanley memang cukup terkenal di Honolulu. Namun, jika pria ini yang membuat eksistensi nya meredup sebelum ia lulus, dia tidak bisa membiarkannya.


"Kau ini bukan dosen! Kau jangan mengatur ngatur Mr. Ralph! Kau baru saja masuk sudah membuat onar!" Melinda menimpali pernyataan Stanley yang tidak setuju.


"Aku hanya ingin bersama Gracia!" Stanley bersih kukuh.


"Dia tidak bisa menari, memang kau tahu?" Celetuk melinda lagi.


"Aku tahu semua tentangnya!" Balas Stanley tidak kalah angkuh dari Melinda. Sebelumnya Stanley memang sudah bertanya tanya pada Patrick. Patrick juga menunjukan tari balet Gracia ketika acara pembuka penerimaan mahasiswa baru waktu itu. Stanley jadi sangat merindukan kakak tirinya.


"Baiklah sudah sudah! Gracia, kau tetap menjadi pemeran utama! Kau jangan takut, mungkin nanti Stanley juga bisa mengingatkan padamu untuk bisa datang tepat waktu. Dan, Stanley juga bisa mengajarimu tarian tarian lebih dalam khususnya balet kontemporer. Kau bisa membimbingnya kan Stanley?" Kata Ralph akhirnya menolak keputusan Gracia dan memberikan saran atas kecemasan Gracia yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Gracia bahkan lebih hebat dari Melinda.


"Tentu saja Mr. Ralph. Dan kau Melinda aku harap kau nikmati saja peranmu dan jangan mengusik orang!" Stanley memberi peringatan pada Melinda membuat gadis itu semakin geram dan mengepalkan tangannya.


"Diam kau!"

__ADS_1


'Kupastikan kalian berdua tidak bisa tampil di acara drama musikal itu. Kalau bukan aku yang menjadi peran utamanya, kalian juga bukan!' Melinda berdecih di dalam hati.


Gracia terdiam. dia tidak bisa berdebat dan semua yang dikatakan Mr. Ralph adalah benar. Dia bisa menyesuaikan waktu dan terus berlatih. Tidak ada alasan lagi untuk membatalkan perannya selain memang mengatakan kalau Melinda yang menginginkan nya. Tapi bicara hal yang sebenarnya saja malah membuat Mr. Ralph tidak mau memilih Melinda dan Melinda akan kembali menyerangnya. Gracia menunduk bingung. Semoga dia bisa menjaga dirinya dan mungkin dia harus minta maaf pada Melinda.


"Gracie! Tenang saja! Lambat laun Kak Melinda akan menerima mu menjadi pemeran utama." Kata Salma memberi semangat sambil tersenyum licik sementara Gracia yang tidak mihatnya hanya mengangguk.


Jam mata kuliah pun berakhir. Gracia berjalan bersama Salma keluar yang sebelumnya, Melinda sudah memberi kode pada Salma untuk mengajak Gracia ke balkon atas kampus.


"Gracia, bisakah kau mengajariku tehnik pointe dengan benar di balkon atas?" Pinta Salma yang sudah keluar dari kelas.


"Mengapa di balkon atas? Kenapa tidak di ruang tari?" Gracia agak bingung.


"Ah iya, ruang tari sedang di gunakan latihan modern dance yang berkolaborasi dengan kelas seni peran." Jawab Salma dengan tenang.


"Benarkah?" Gracia masih memastikan.


"Ya benar, kalau di sana tidak dipakai juga aku ingin di sana. Kau ini bagaimana!" Salma berusaha meyakinkan dengan sesuatu yang cukup logis.


"Baiklah!" Gracia menyetujui. Mereka berdua berjalan perlahan menuju tangga balkon.


Sementara Stanley baru saja keluar dan mencari Gracia. Dia baru saja bicara pada Mr. Ralph jadi tidak bisa pulang berdampingan dengan Gracia. Ada juga seorang mahasiswa yang kemarin merekam aksi jahat Melinda hendak memasuki kelas alat musiknya. Dia harus melewati ruang kelas tari namun merasa curiga dengan Gracia yang menuju ke balkon atas bersama Salma. Dia lalu merogoh ponselnya untuk menghubungi Rick. Dia memang adalah Robert, adik dari Rick yang juga mengemban ilmu di universitas ini.


"Kak! Dimana Tuan Muda Prime?" Tanya Robert ketika kakaknya mengangkat panggilan.


"Dia tidak ada, katanya mau menjemput Gracia, ada apa?" Jawab Rick di seberang panggilan sana.


"Oh, baguslah! Gracia sedang diajak temannya ke balkon atas. Untuk apa mereka ke sana?! Aku curiga Salma juga membantu Melinda untuk menyakiti Gracia, kak!" Decak Robert yang sudah diberikan titah oleh kakaknya dan Dior.


"Oh, aku akan segera memberitahu Tuan Dior. Bisakah kau dulu yang mengawasinya dan rekam semua aksinya untuk bukti sewaktu waktu dibutuhkan. Em, dimana Zhavia?" Selidik Rick yang berharap hanya Zhavia yang bisa membantu tunangan majikannya itu.


"Zhavia ada kelas alat musik bersamaku. Sepertinya dia sudah masuk kelas. Baiklah, aku saja yang mengintainya!" Saut Robert dan mematikan panggilan.


Gracia di bawa ke balkon atas dan sangat terkejut ketika mendapati ada Melinda di sana. Melinda bersama Reiko dan satu lagi temannya Laila.


"Salma, ada apa ini? Kau sengaja ya?" Kata Gracia terdiam tidak melanjutkan langkahnya. Hatinya sudah tak menentu. Dia sangat curiga dengan semua ini.


"Tidak Gracia, kami memang ingin belajar tehnik pointe mu yang sempurna. Bukan begitu kak Melinda?" Saut Salma masih meyakinkan Gracia yang agak panik.


"Ya benar! Oiya Salma, tapi sepertinya kau tidak bisa mengikuti latihan ini karna ibumu ternyata sudah menjemputmu. Aku melihatnya dari atas sini." Jawab Melinda mendekati Salma dan Gracia.


"Oiya? Baiklah, Gracia, aku tinggal dulu ya? Kapan kapan kau harus mengajariku." Salma menepuk pelan bahu Gracis.


Salma langsung berhambur ke bawah. Sebenarnya memang Melinda tidak mau membawa bawa Salma agar Gracia masih percaya padanya. Namun, Gracia berpikiran lain. Pasti Melinda ingin berbuat sesuatu padanya. Tanpa pikir panjang dan bicara apa apa lagi, dia berbalik dan ingin mengikuti Salma namun Laila yang sudah merasa Gracia ingin melarikan diri sudah ada di belakangnya.


"Kau mau kemana? Tunjukan dulu pada kami tehnik pointe yang benar!!" Kata Laila menaik turunkan alisnya.


"Gracia Gracia! Kau takut padaku? Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin melihat tehnik pointe mu. Ayo cepat! Aku tidak banyak waktu! Aku ingin mengikuti gayamu agar Mr. Ralph dan Stanley bisa mempertimbangkan diriku untuk menggantikanmu! Cepat tunjukan!" Kata Melinda dengan wajah sangat tajam di hadapan Gracia yang sudah kembali berbalik.


Gracia diam. Sejujurnya dia takut. Namun, dia berusaha menenangkan dirinya dan berpikir positif.


"Kenapa kau diam? Kau ingin aku menjadi pemeran utama kan? Kenapa kau tidak bisa membantuku? JAWAB!!!" Teriak Melinda membuat Gracia sedikit menjauhkan wajahnya.


"Baiklah .." jawab Gracia pelan. Matanya sudah berkaca kaca namun dia menyekanya. Dia tidak boleh menangis.


"Reiko, nyalakan musiknya! The Swan Lake!" Perintah Melinda dengan tangan terlipat di depan dada.


Gracia lalu menggunakan sepatu baletnya, namun sayangnya hari ini Gracia membawa sepatu baletnya yang biasa. Bukan sepatu khusus melakukan pointe. dan dia mulai menari yang harus di awali dengan pointe. Karna Gracia mengenakan sepatu biasa jadi dia hanya berjinjit biasan, namun ketika ada sebuah nada yang tepat, Gracia benar benar berjinjit dengan ujung jarinya.


(Teknik pointe (Menari en pointe) atau dikenal juga sebagai pointe work, adalah berjinjit hingga ujung jari kaki sembari melakukan gerakan-gerakan balet. Teknik ini dilakukan dengan sepatu khusus yang berujung keras, yang bernama point shoes. Teknik ini memerlukan kekuatan dan keahlian yang besar dari seorang penari balet, dan juga merupakan tujuan utama bagi seorang penari balet wanita (balerina). Meskipun tampak sangat halus, sebenarnya teknik ini sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan cedera kaki. Sumber wipedia*)

__ADS_1


Ketika Melinda sudah menyadari ada sebuah nada yang dibuat Gracia mengeluarkan semua tenaganya untuk melakukan pointe yang sesungguhnya, Melinda seperti pura pura mengikuti gerakannya dan menyenggolnya. Gracia pun hilang keseimbangan dan akhirnya dia terjatuh dengan kakinya yang sepertinya kembali terkilir.


"Aahhh..!! Kak, kau sengaja?" Gracia memegang kakinya .


"Sudah gila! Melinda! Aku melihatnya! kau sengaja melakukannya!" Tiba tiba Stanley datang. Sebelumnya dia sempat kehilangan jejak Gracia sehingga dia masih mencari cari Gracia. namun ketika Salma turun dari balkon, Stanley merasa Gracia ada di sana. Sedangkan Robert sudah di dekat daun pintu masuk balkon. Stanley tidak mengenal Robert, jadi dia tidak mengikuti Robert tadi.


"Kau benar benar tidak mengerti atau bodoh hah? Gracia menggunakan sepatu balet namun kau memaksanya untuk melakukan pointe?!" Stanley mulai menghampiri mereka dan menunjuk nunjuk Melinda.


"Heng, dia bisa melakukannya." Melinda berdecih santai.


"Tidak! Gracia terpaksa melakukannya! Kau memang mau membully nya kan? Aku akan mengadukanmu kapada Mr. Ralph!" Ancam Stanley yang sudah berjongkok di belakang Gracia.


"Tidak Stanley! Mereka memang ingin belajar!" Gracia masih membela Melinda karna tidak mau terlalu memperpanjang masalah.


"Nah, dia sendiri yang mengatakannya." Decak Melinda acuh.


"Tapi kenapa kau menyenggolnya hah? Aku sudah tahu kau ingin menjadi pemeran utama kan?" Stanley kembali menunjuk Melinda.


"Tidak! Aku tidak mau bersanding denganmu!" Melinda membela diri.


"Apalagi aku! Kau bukan seorang penari Melinda, kau wanita aneh yang pertama kali kutemui. Apa jadinya jika kakakku melihatmu!!" Sindir Stanley sangat tidak suka dengan sikap Melinda yang tidak profesional ini.


"Sudahlah Stanley! Aku tidak apa apa!" Sela Gracia menepuk pelan lengan Stanley.


"Haiz, kau ini Gracia, ayo ku bantu!" Stanley berusaha membantu Gracia berdiri, namun tak berapa lama Gracia hendak berdiri dengan sempurna ..


"Biar aku saja yang menggendongnya Stanley!" Tiba tiba sebuah suara lagi muncul. Suara seorang pria dengan setelan jas yang sangat rapi menghampiri para kawanan seumuran Gracia itu.


...


...


...


...


...


Aigooo, semua berkumpul di sana 😔😔


.


Next part 13


Siapa pria itu? 😁😁


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Ni enaknya up tiap hari apa gmn sih? Wkwkwk


Aku jadi keder yak 😂😂


.


Jangan lupa LIKE DAN KOMENNYA DONGG KAKAKK NYAA 😍😍


KASIH RATE DAN VOTE JUGA DI DEPAN PROFILE NOVEL YAA 😘😘


.

__ADS_1


THnks for read and i love youu 💕💕


__ADS_2