Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 12


__ADS_3

Kenangan indah yang tidak bisa dimiliki bersama seharusnya direlakan bukan menjadi penjara yang memaksa kita untuk kembali. Sedangkan kenangan indah yang bisa diingat untuk selamanya seharusnya dijaga sampai hanya hayat yang dapat memisahkan. Hubungan Morgan dan Rosie sudah lama terjadi dan berakhir. Apakah Rosie akan mengerti hubungan Morgan dengna Allegra yang sekarang dan membuka hati untuk cinta yang lain? Lalu bagaimana dengan Ezekhiel dan Zefanya? Apakah mereka akan terus merajut mimpi dan merangkai hal hal indah selamanya?


...


"Ya, lalu apa? Aku tidak bisa kembali lagi padamu karena hatiku sudah tertulis nama Allegra. Kalau sampai aku penyebab kehancuran hubungan kita, mungkin aku seorang pria paling hina di dunia ini. Allegra adalah wanita yang kuat dan sangat baik. Aku begitu mencintainya," jawab Morgan menanggapi apa yang diherankan Rosie.


"Maksudku bukan itu, maksudku kau mau menganggapku teman bukan musuh?" Saut Rosie memastikan.


"Tentu, jadi katakan apa yang terjadi sebenarnya dari mulutmu!" Pinta Morgan menatap tajam Rosie.


"Ya, waktu itu benar seperti apa yang dikatakan Lindy kalau aku mendengar kau tidak menganggapku. Aku tidak tahu apa alasannya. Dan waktu itu ayahku masuk penjara. Selang berapa lama dia masuk ke penjara dia meninggal karena tidak menerima keadaan yang ada. Aku harus menemani ibuku berobat yang sakit ke sini. Aku hanya merasa, aku tidak pantas bersanding denganmu, Morgan. Hanya itu. Selanjutnya sampai sekarang aku masih mencintaimu. Aku minta maaf. Tenang saja, aku akan melupakanmu. Aku akan mencari suasana baru. Kau tenang saja, aku tidak akan menjadi pengganggu hubunganmu dengan Allegra," kata Rosie akhirnya menjelaskan dengan menautkan tangannya juga meneteskan air matanya.


"Aku ingin melindungimu, Rosie!" Saut Morgan yang malah membuat hati Rosie kembali bergetar. Kata katanya malah membuatnya merasa bersalah.


"Hanya itu alasan dari semua kekesalanmu. Setelah itu aku keluar dari team itu dan aku mencarimu. Aku ingin selalu bersamamu tetapi kau sudah pergi. Kau meruntuhkan semua pekercayaanku akan seorang wanita. Kau bisa bertanya pada Gracia. Gracia, istri dari Dior Prime itu adikku. Apa ketika kau mengenalnya kau tidak merasa apa apa?" Kata Morgan dengan nada yang menyudutkan perilaku Rosie. Rosie menghapus air matanya.


Rosie masih tertunduk. Sejak dulu dia memang tidak peka dengan Morgan. Waktu melihat Gracia dia benar benar lupa. Dulu Gracia masih bersekolah sekolah menengah awal dan sangat berbeda dengan sekarang.


"Kau memang tidak pernah mau tahu kehidupanku. Namun, tidak apa apa Rosie. Aku sudah melupakannya. Kini semua sudah jelas. Kita hanya bisa menjadi teman. Secepatnya aku akan membawa wanitaku yang sebenarnya kemari dan mengenalimu. Senang bisa bekerja sama dengan anda dan kabari aku jika sudah mulai shooting, Rosalie Moo," kata Morgan menyebut nama lengkap Rosie. Rosie tersentak sampai menegakan kepalanya. Dia memang bersalah. Seharusnya dia terbuka pada Morgan waktu itu.


"Maafkan aku, Morgan. Mulai sekarang kita jalani hidup masing masing. Dan, biarkan kita menjadi teman," saut Rosie memberanikan diri melebarkan senyumnya.


Morgan juga tersenyum dan mengangguk lagi. Walau Morgan sudah tahu, tapi Morgan menginginkan keterbukaan dari seorang Rosie. Bahwa di dunia ini tidak salah untuk tertutup atau membatasi diri dari dunia luar tapi alangkah lebih baiknya jika kita mempunya rasa percaya diri untuk keberhasilan diri sendiri. Mengenai apapun itu.


Tak lama ponsel Rosie berbunyi. Theo yang menghubunginya. Rosie langsung mengangkatnya sambil berjalan keluar setelah mengatakan permisi pada Morgan. Morgan kembali tersenyum dan dia beranjak menuju ke jendela. Dia ingin tahu siapa yang menghubungi Rosie sehingga Rosie bisa tersenyum begitu lebar ketika melihat ponselnya dan mengatakan : "iya iya aku akan segera ke bawah, tunggu aku ya?"


Morgan tersenyum ketika melihat Rosie memasuki mobil hitam bersama seorang pria yang ia kenal. Morgan melihatnya dari ruangannya dan dia kembali tersenyum.


"Kau akan mendapatkan kebahagian mu, Rosie," gumam Morgan. Dia merogoh saku jasnya untuk meraih ponsel dan menghubungi Allegra.


...


Ezekhiel sudah berada di depan pintu kamar Zefanya. Viena juga ada tak jauh di belakang Ezekhiel masih ingin menangis dan Lexa yang terus mendampingi nyonya nya itu. Dior dan Gracia juga masih di sofa ruang tamu. Gracia sambil menggendong Darren yang gelisah karena dia tahu ada Monya di sini. Si bayi kecil berusia dua tahun itu sempat melihat MoNya datang karena sedang makan bersama Amy. Biasanya orang pertama yang dituju Zefanya ketika datang ke rumahnya adalah Darren. Sampai sampai Dion pernah meledek karena sudah bukan ayahnya lagi yang terpenting di hati Zefanya. Jadi, Darren ikut gelisah karena kedetakan mereka. Bukan hanya Zefanya, ketika Zhavia kembali lagi ke Honolulu, Darren juga menangis sepanjang hari.


Ezekhiel masih memantapkan dirinya malam itu untuk melihat istrinya. Pintu kamar itu terkunci. Ezekhiel menarik napas panjang dan akhirnya mengetuk pintu kamar istrinya. Tidak ada jawaban dan sudah tidak ada tangisan.


"Sweetheart," panggilan sayang Ezekhiel berkumandang. Ezekhiel dan Zefanya belum memberitahu pada keluarganya. Zefanya tidak memiliki hak mengumbar aib dari suaminya. Namun, biar bagaimana pun Viena, Lexa, Dior dan Gracia tentu panik melihat Zefanya datang tiba tiba dengan wajah memerah dan langsung masuk ke kamar lalu menangis dengan sangat kencang. Setengah jam satu jam terus menangis. Berhenti sesaat lalu menangis lagi.


"Zefanya, ini aku, buka pintunya, sayang," kata Ezekhiel masih dengan nada normal menghargai ibu mertuanya.


"Mau apa?! Kalau kau mau menyerahkan ku dengan pria lain, untuk apa lagi kau menemuiku? Hanya segitu perjuanganmu untuk hidup bersamaku, iya?!" Teriak Zefanya.

__ADS_1


Viena malah kembali menangis mendengar suara Zefanya, apalagi perkataannya.


"Bukan seperti itu, Anya. Biarkan aku masuk, aku bicarakan maksud pikiranku," kata Ezekhiel lagi.


"Bicara bicara bicara, terus saja bicara aku tidak mau dengar. Pulang kau ke mansionmu! Kau tidak menginginkanku untuk apa kau menjemputku!" decak Zefanya lagi dari dalam dan sungguh menggelegar.


"EZEKHIEL, ADA APA INI SEBENARNYA?!" Teriak Dior setelah memberi kode pada Gracia agar membawa Darren masuk ke kamar. Dior menghampiri Ezekhiel tetapi Lexa menahannya.


"Tenang Dior, aku yakin semua adalah salah paham," ujar Lexa. Dior masih menatap Ezekhiel dengan wajah geram.


"Aku akan mengatakan pada kalian, tapi bukan sekarang. Tolong mengertilah keadaanku. Lebih baik bantu aku untuk bisa masuk ke kamar istriku ini," kata Ezekhiel ikut menenangkan Dior dan meminta tolong.


Klek!


Tiba tiba Zefanya membuka pintu kamarnya karena mendengar teriakan kakaknya. Jangan sampai Ezekhiel mengatakan kekurangannya. Zefanya tidak sanggup melihat wajah putus asa itu.


"Zefanya?" Panggil Ezekhiel mendekati Zefanya yang tampak kacau. Wajahnya semakin memerah dan matanya terlihat bengkak. Ezekhiel langsung memeluknya. Lexa pun menghampiri mereka.


"Bicaralah kalian berdua. Kunci pintunya dari dalam dan jangan keluar jika belum ada penyelesaian. Aku akan menyuruh Amy membawakan makan malam kalian nanti," kata Lexa pelan dan menutup pintunya. Dior memapah Viena ke kamarnya. Viena pasti akan mengetahuinya. Dia hanya shock ketika lagi lagi masalah terus menggandrungi keluarga salah satu anak kembarnya itu. Padahal baru kemarin Zhavia menghubunginya kalau Patrick akan membuatkan sekolah musik untuknya.


Zefanya dan Ezekhiel masuk ke dalam. Ezekhiel menggiring Zefanya ke sisi tempat tidur.


"Kau tidak mencintaiku, tuan! Kau tidak menginginkanku! Mengapa kau kemari? Kau egois! Kau memberikan saran tetapi kau menjauhkanku darimu. Seperti nya memang aku saja yang mencintaimu sejak awal bertemu. Mulai dari kau tidak mau berfoto bersamaku dan kau hilang ingatan, kau bertunangan dengan Jannet, kau tidak mencintaiku, aku tahu!" Tutur Zefanya menggelengkan kepalanya dan menangis.


"Tidak, Anya! Aku sangat mencintaimu! Kata kataku itu untuk membuatmu bahagia, tapi kau salah mengartikannya," saut Ezekhiel mengecupi pundak Zefanya.


Zefanya hanya menangis tapi menikmati kehangatan tubuh suaminya. Awalnya dia ingin menghibur suaminya tapi malah seperti ya suaminya yang harus menghiburnya. Dia hanya tidak ingin berpisah dari pria bernama Ezekhiel ini.


"Dengar, Anya. Maksudku adalah, jika dokter Lilian memasukan Sel Spermatozoa pria lain ke tubuhmu. Bukan aku menyuruhmu berhubungan dengan pria lain. Tentu aku tidak akan mau dan rela," kata Ezekhiel lagi. Namun, karena dia sudah frustasi membaca hasil pemeriksaan, Ezekhiel jadi salah bicara dan membuat pengertiannya jadi berbeda.


"Sementara kau rela Sel Spermatozoa pria lain mengendap di perutku dan menjadi anak yang bukan dari darah dagingmu, iya?" balas Zefanya menatapnya dengan deraian air mata.


"Agar kau mengandung, Anya. Hanya itu yang ada di pikiranku. Aku sudah menjadi pria yang sangat rendah dan tidak berguna! Sebenarnya pun aku tidak pantas bersamamu saat ini. Ya, memang aku ditakdirkan sendiri tanpa siapapun. Kalau sekarang kau masih mau marah padaku, itu keputusanmu, memang seharusnya aku menjalani kehidupan ini sendiri sampai akhir hayatku. Maafkan aku melibatkan mu dalam semua ini, Anya," kata Ezekhiel menyandarkan kepalanya di pundak Zefanya dan meneteskan air matanya. Dia harus menerima segala keputusan Zefanya.


"Bagaimana kalau aku mau terus bersamamu? Aku mau mengikutimu kemanapun kau melangkah dan aku mau mengikuti jalan jalan yang kau bicarakan waktu itu padaku. Aku mau, apa kau menerimaku?" Kata Zefanya membuat Ezekhiel semakin mencintai Zefanya tapi juga merasa bersalah.


"Anya," panggil Ezekhiel pelan dan lirik menatap istrinya.


"Kau mau menerimaku atau tidak?" tanya Zefanya lagi memburu.


"Anya,"

__ADS_1


"Aku mencintaimu Ezekhiel apapun keadaanmu, apapun kekurangan dan kelemahanmu karena disitulah aku bekerja untuk memulihkan keadaanmu, untuk menutupi kekuranganmu dan untuk menguatkan setiap kelemahanmu, kau menerimaku kan?" Zefanya terus meyakinkan Ezekhiel karena dia pun tak sanggup jika harus berpisah lagi.


"Anya!!!! Aku minta maaf, aku minta maaf! Tak akan tak akan aku menyakitimu lagi, jangan tinggalkan aku! Bukan kau yang memintaku menerimamu tetapi aku yang seharusnya memintamu untuk terus menerimaku, aku mencintaimu Zefanya!" Balas Ezekhiel tidak sanggup lagi. Dia membalikan tubuh istrinya dan memeluknya. Tak lama dia menarik diri dan mencium bibir Zefanya dengan deraian air mata mereka yang melintas


...


...


...


...


...


Kalo dua duanya bucin bgtu ya, ciuman aja pake tangisan 😭😭😭😭


.


Next part 13


tidak ada yang berpisah kalo judulnya Uda Ezekhiel & Zefanya 😁


namanya juga rumah tangga, semua rasa ada di dalamnya 😍


dan yuks kita saksikan perjuangan Ezekhiel dan Zefanya dalam memiliki anak juga siapa yang mo ikut anniversary 3 tahun EZEF ke Honolulu 😝


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2