
Pengakuan terberat itu sebenarnya ketika ada sesuatu atau seseorang yang melebihi kita. Kita tidak bisa melakukan apa yang orang lain bisa namun nyatanya kita iri. Kita juga ingin sama seperti orang lain, apalagi hal tersebut menjadi penyebab kita mendapatkan sesuatu. Contohnya seperti kita menyukai sesuatu untuk kita beli. Kita menginginkannya , namun karna materi tidak memadahi, kita jadi gagal membelinya. Sedangkat ada mereka yang ternyata memiliki materi melebihi kita dan dia dapat memilikinya. Ah, menyakitkan!
Begitu juga masalah percintaan. Rasa rasanya kita sudah sempurna menjadi sosok yang baik untuk orang yang kita cintai. Tapi, nyatanya ada kelebihan tentu pasti ada kekurangan. Seperti memasak makanan yang tidak menggunakan bumbu penyedap atau hanya garam sedikitpun. Pasti hati terasa hambar dan jadi menyalahkan diri sendiri. Mengapa kita tidak sebaik mereka.
Perasaan iri terus menggandrungi sampai rasanya ya harus menerima keadaan. Stanley harus menerima apa yang menjadi keputusan Gracia. Keputusan yang sebenarnya hanya Stanley yang mengetahuinya. Stanley tidak ingin mengungkapkan perasaannya karna dia sudah tahu siapa yang Gracia pilih. Gracia tidak bisa jauh dan kehilangan Dior. Padahal Dior pun berserah para Gracia bilama gadis nya itu menyukai pasangan menarinya.
Stanley hanya bertekad dia akan lebih mengasah diri dan menjadi lebih dewasa agar dia mendapatkan gadis atau wanita seperti Gracia.
Semua dalam keadaan berserah ketika Gracia juga harus menerima pekerjaan kekasihnya sebagia direktur utama perusahaan. Dia sedih dan kecewa kalau ternyata kekasihnya tidak bisa melihat pertunjukannya. Ya, pertunjukan ini memang akan menguras emosi kekasihnya namun Gracia hanya ingin menunjukan sisi estetika dari tariannya. Dia ingin menunjukan keahlian dirinya walaupun menari dengan lawan jenis.
Gracia sudah siap dengan kostum nya yang hanya mengenakan dress di atas lutut yang cukup pendek dan mengenakan stocking hitam. Dia masih berkaca di ruang ganti. Air matanya kembali terjatuh ketika kemarin sore mendengar Dior akan ke Honolulu hari ini dan mal harinya kembali kekasihnya menegaskan harus melihat masalah tersebut. Gracia pun tersadar ketika Stanley sudah menjemputnya. Pria itu memegang bahu Gracia.
"Kau jangan menangis, nanti kau bisa tunjukan videonya pada kekasihmu itu." Kata Stanley tersenyum. Gracia hanya mengangguk dan hendak menghapus air matanya namun Stanley lebih dulu menyekanya ketika Gracia berbalik. Gracia agak gugup Stanley melakukan ini.
"Tidak apa apa Stan! Ayo kita ke belakang panggung!" Kata Gracia berjalan lebih dulu mendahului Stanley. Stanley mengelus air mata Gracia yang ia seka dengan kedua jarinya.
"Gracia, setelah ini aku tidak bisa ada bersama mu lagi. Semoga kau bahagia dengan Tuan Dior mu." Ucap Stanley menghela napas dan menyusul Gracia.
Sementara itu di Bandara Legacy, Dior menautkan tangannya memikirkan Gracia. Malam tadi bahkan pagi tadi, kekasihnya itu masih memastikan kehadiran Dior namun Dior sudah memutuskan untuk tidak bisa karna waktu terbang tepat pukul 9 pagi sementara Drama musikal dimulai pukul sepuluh. Sebentar lagi Dior akan terbang ke Honolulu. Dior harus menyelesaikan masalah perusahaan nya. Hal ini Dion masih membantunya, seharusnya hanya Dior saya yang menyelesaikannya. Lagipula Dior sudah merasa tidak ingin melihat tarian mesra nan sensual itu. Dia tidak ingin kembali mendiami Gracia hanya karna gerakan itu. Lebih baik dia menghindari agar tidak merubah perasaannya dan tidak melarang larang profesi Gracia.
Namun, Dion merasakan kegundahan anaknya. Semalam Viena juga mengatakan kalau hari ini merupakan drama musikal anaknya dan calon menantunya. Dion lalu menghubungi Leon yang sudah berada di sana sejak kemarin. Karna sangat mendadak, jadi Leon lebih dulu kesana untuk memastikan semuanya. Setelah itu baru Dion dan Dior yang akan memutuskan segalanya. Dion hanya takut akan ada korban jiwa.
"Dior! Apakah kau ingin melihat Gracia?" Selidik Dion menoleh ke arah anaknya.
Dior terkesiap dan menatap ayahnya.
"Ah tidak dad! Tidak apa apa." Dior tersenyum masam.
"Sebaiknya kau menonton Saja. Biar aku yang pergi. Untuk kali ini aku yang akan mengatasinya karna memang sangat mendadak." Ujar Dion menyuruh anaknya.
"Tidak dad! Aku tahu ini sudah tanggung jawabku! Lagi pula, Gracia menari dengan seorang pria, aku memang mencari alasan agar tidak melihatnya dengan pria lain. Haha!" Dior akhirnya memberitahukan hati kecilnya yang begitu takut mempengaruhi suasana hatinya jika diharuskan melihatnya.
"Heng, Dior Dior ..ternyata kau pencemburu juga ya? Baiklah terserahmu saja. Jangan sampai menyesal! Semua ada di tangan kita Dior karna kita adalah kepala keluarga. Kalau aku mungkin sudah tidak mengijinkan Gracia, tapi itu hal salah sayang. Bertenggang rasa lah dan saksikan kekasihmu, dia akan lebih bersemangat ketika mengetahui kalau kau ada di sana, karna dia mengharapkan mu!" Kata Dion mencoba menjadi seorang ayah yang baik dan tidak ingin membuat anaknya sama seperti nya.
Dior hanya menatap lirih ayahnya. Semua yang dikatakan ayahnya benar. Namun, apa dia sanggup?
...
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh. Gracia sudah berada di belakang panggung bersama Stanley dan kawan kawannya yang lain. Mereka melalukan doa sebelum memulai tampil. Wajah Gracia sedikit gugup dan dia terus menautkan tangannya. Andai saja kekasihnya datang, dia tidak akan setegang ini. Akan ada kekuatan kekuatan kecil yang membuat dia berlenggok bak penari profesional.
Sementara Zhavia serta beberapa teman Zhavia yang menjadi backsound untuk mengiringi kelas tari Gracia melewati belakang panggung hendak memasuki panggung. Patrick sudah berada di atas panggung sejak mengiringi choir dari kelas tarik suara. Zhavia berpapasan dengan Gracia dan Gracia melihat calon adik iparnya itu.
"Zhavia, kak Dior benar tidak datang?" Gracia memastikan.
"Sepertinya, dia sudah berangkat pagi pagi sekali ke bandara Gracia." Jawab Zhavia yang membuat hati Gracia sedikit bergetar karna kecewa.
"Oh! Terimakasih!"
"Bye! Bersedia ya, fokus Gracia! Kita harus menampilkan yang terbaik!" Pesan Zhavia menaiki panggung.
Gracia hanya menunduk. Dia menghela napas. Dia tidak boleh seperti ini. Kekasihnya sedang bekerja sama sepertinya sekarang. Dia tidak boleh egois. Dia juga harus membantu Stanley mewujudkan impiannya dan juga impiannya menjadi yang terbaik dan diakui. Stanley merasakan aura kesedihan Gracia, tanpa bertanya dia memegang tangan Gracia.
"Semangat Gracia! Kita pasti menjadi yang terbaik!" Gumam Stanley tersenyum. Untuk pertama kali nya sepertinya Gracia memang membutuhkan semangat dari Stanley yang akan melancarkan gerakan gerakan nanti.
"Terimakasih Stanley! Maafkan aku tidak profesional, kupastikan kita akan menjadi pasangan menari yang paling terbaik dan kau bisa memenangkan kompetisi besarmu itu. Sampaikan salamku pada kakakmu. Katakan aku adalah penggemarnya dan semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu." Kata Gracia tersenyum manis.
"Ya, kau tenang saja Gracia. Em, Gracia, ada yang ingin kuberitahukan padamu." Kata Stanley lagi yang sepertinya akan memberitahukan perasaannya.
"Apa?" Tanya Gracia.
"Em, sebenarnya .." Stanley memulai bicara, namun ..
"Gracia, Stanley, ready?!" Tiba tiba Mr. Ralph meminta Gracia dan Stanley untuk bersiap.
"Sebentar Mr. Ralph!" Stanley meminta waktu.
"Nanti saja Stan, setelah acara ini selesai, bicaralah padaku sepuasnya." Gracia menyela Stanley dan memberikan saran yang lain.
"Kau berjanji Gracia?"
"Ya, aku berjanji!"
Gracia dan Stanley pun memulai aksi mereka. Diceritakan kalau seorang pria sedang mencari seseorang yang tepat bagi dirinya. Seorang wanita yang menerimanya apa adanya. Yang selalu ada jika dibutuhkan dan membuatnya tenang jika sang pria mengalami masalah. Setiap hari sang pria mencari, dia tidak peduli dengan waktu satu harian penuh selama 24 jam dan sampai 7 hari berlalu. Pria itu terus mencari di masa masa kehidupan dan akhirnya dia bertemu dengan wanita tersebut.
Tampilan Gracia dan mulailah Stanley menari bersama Gracia. Gracia menghela napas. Dia lalu memejamkan matanya. Sejujurnya dia tidak percaya diri dan sungguh enggan jika tidak bersentuhan yang bukan dengan kekasihnya, Dior. Namun, ini sudah keputusannya menjadi penari yang akan menerima tantangan berpasangan seperti ini. Dan karna Dior tidak melihatnya, sepertinya dia harus penghayatan pada angan angannya agar menganggap Stanley adalah Dior.
Mereka menari sangat memukau dengan iringan suara merdu dari Zhavia dan sesekali Patrick membantu serta pada backsound. Lekukan tubuh Gracia memang tidak bisa diragukan lagi. Sangat lentur dan elastis yang dipadukan oleh gerakan Stanley yang cukup maskulin dan cekatan. Dia bisa menempatkan dirinya tetap menjadi pria ketika menunjukan aksinya. Merasakan aura sensual, romantis, eksotis dan penuh keindahan, mereka yang menyaksikannya sampai terhanyut. Benar benar seperti aksi theatre tanpa suara. Ada beberapa yang menangis haru karna lirik dan gerakan yang begitu sesuai. Para pemerhati seni tari pun dibuat takjub dengan gerakan dan chemistry yang dibangun oleh Gracia dan Stanley.
Dan tepuk tangan riuh menggiringi lagu pertunjukan yang pertama. Stanley menarik tangan Gracia keluar dari panggung dan sampai di belakang panggung Sangkin senangnya, Stanley merengkuh pinggang Gracia.
"Stan! Ingat kita hanya pasangan menari!" Kata Gracia melepaskan pegangan tangan Stanley.
"UPS, sorry Gracia, aku hanya terbuai karna kelancaran tarian kita." Tutur Stanley masih berhadapan.
Gracia mengangguk sambil menggaruk garuk leher nya.
Setelah itu berlanjut tarian yang bersama sama. Tarian yang kedua hanya Gracia dan Stanley tidak ikut.
__ADS_1
Di saat pertengahan tarian Gracia dan dia menjadi center, munculah seseorang yang sangat Gracia harapkan untuk menonton. Namun, nampaknya Gracia tidak mengetahuinya karna orang itu hanya berdiri di belakang bangku auditorium paling atas. Dia tidak mendapatkan bangku karna semua sudah penuh. Dia di belakang sana menyunggingkan sedikit senyumnya karna Gracia menari seperti pertama kali ia bertemu. Hem, dia seorang pria, kekasih Gracia. Dior.
Dior akhirnya memutuskan untuk menyaksikan pertunjukan kekasihnya juga adiknya yang sekarang sedang benyanyi mengiringi kekasihnya. Dior berpikir, sepertinya dia sudah melewatkan aksi kekasihnya bersama pria lain. Cukup ada kelegaan dalam hatinya, padahal Gracia baru saja menari satu lagu dengan Stanley. Masih ada dua tarian yang mempertontonkan aksi menari penuk keindahan yang belum Dior saksikan.
Dan sampailah, ketika musik itu mulai menyala di mana dalam cerita sang pria dan wanita memutuskan untuk berpisah dengan lagunya Without You - Seventeen. Kali ini Zhavia dan Patrick serta kelas seni tari lainnya tidak mengiringi karna musiknya agak memiliki hentakan dan beat. Jadi hanya melalui musik audio.
Dior meneguk saliva nya. Dia harus fokus dan tenang. Dia terus menyaksikan dengan menopang tangannya di depan dadanya dan satunya memegang dagunya. Musik telah terdengar dan bait pertama berbunyi:
~aku takut karna ini akan menjadi berat tanpamu..
Aku takut akan kesendirian~
Dalam lirik lagi ini, si wanita yang adalah Gracia hendak pergi namun si pria yang adalah Stanley menarik tangannya lalu dengan beberapa gerakan yang membuat mer ka harus berpelukan karna sang pria takut kehilangan si wanita.
Dior sudah sedikit menunduk memegang dahinya. Hatinya berdesir sedikit perih. Dia ingin mengandaikan dirinya yang ada di sana dan dengan lirik lagu ini dia bertekad apapun yang terjadi tidak akan membuat Gracia pergi dari hidupnya. Dior mencoba kuat melihat sampai Patrick yang baru saja ke toilet dan melewati bangku penonton melihat Dior.
Patrick sangat terkejut. Dior ternyata menyaksikan dan ketika adegan adegan mesra, romantis dan menusuk hati ini di depan sana. Patrick jadi merasakan apa yang Dior rasakan. Dia pun mendekati kakak dari Zhavia itu. Sebaiknya dia mengajak Dior bicara sebentar untuk mengalihkan gerakan gerakan yang sebenarnya indah itu.
"Kak, selamat siang!" Sapa Patrick . Dior sedikit terkejut Karna telah ikut hanyut dalam kesedihan lagu dan tarian itu. Bukan karna lirik lirik lagu itu melainkan dirinya menahan siksaan hatinya yang melihat pasangannya bersama pria lain.
Patrick pun membungkukan tubuhnya.
"Oh Hay Patrick!" Dior kembali menyapa.
"Mengapa kau berdiri di sini? Tidak menempati bangku? Di depan juga ada kak, kau kan tamu alumni khusus." Kata Patrick lagi mempersilahkan kursi untuk Dior.
"Tidak tidak, aku di sini saja! Aku juga baru saja tiba." Ujar Dior tersenyum tipis.
"Sudah benar kau tidak datang kak karna sebenarnya aku juga pasti akan marah jika kekasihku bersanding dengan pria lain meski hanya pasangan menari. " Kata Patrick sedikit serius.
"Bukannya kau temannya?" Saut Dior melirik.
"Ya, oleh sebab itu aku tidak mau mencari wanita seorang penari." Kata Patrick seperti hendak bergurau.
"Jadi kau menyalahkan ku, iya?" Dior sedikit membuka matanya.
"Hahaha, tidak kak!"
"Jadi apa?"
"Karna aku sudah terpikat dengan adikmu kak, hahahaha!" Patrick malah mengarah ke Zhavia.
"Haha, kau ini ternyata suka bergurau ya?" Dior menepuk bahu Patrick.
"Aku bercanda kak. Jadi kak, ya ini hanya sebuah tarian kak. Kupastikan Gracia pasti senang jika tahu kau ada. Kemarin sewaktu mengatahui kau tidak bisa datang, dia menangis sepanjang perjalanan pulang." Pada akhirnya Patrick hanya ingin memberitahu sesuatu.
"Aku serius kak! Dia ingin kau menyaksikannya."
"Ya, aku sudah datang." Dior sedikit menaikan bahunya dan menoleh ke arah Gracia dan Stanley di sana.
"Baiklah kak, sebentar lagi aku akan kembali mengiringi mereka. Aku permisi dulu. Kita bertemu lagi setelah acara selesai kak." Patrick ijin pamit.
"Baiklah Patrick terimakasih, sampai jumpa."
Dan benar saja rencana Patrick, tarian yang kedua hampir selesai dengan gerakan di mana Gracia dan Stanley saling memisahkan diri mereka.
Mendengar penuturan Patrick tentang kekasihnya, Dior jadi berpikir hendak memberikan sesuatu untuk Gracia. Dia merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya menghubungi Rick.
"Pesankan sebuket bunga mawar berukuran besar ke kampus Gracia sekarang Rick!" Perintah Dior pada Rick di seberang sana. Rick pun segera memasankannya.
Dior kembali menyaksikan lagu terakhir dan lagi lagi kolaborasi Stanley dengan Gracia. Dior hanya bisa menyaksikan tanpa berbuat apapun sampai akhirnya mata Gracia menangkap dari kejauhan wajah kejasihnya. Seketika semangat Gracia membuncah lebih dan dia melambaikan tangannya sesaat ketika ada salah satu gerakan yang berpisah dari Stanley. Gracia melambaikan tangan pada Dior dan Dior hanya tersenyum. Hatinya sedikit perih melihay kedekatan itu namun ketika Gracia melambaikan tangannya, rasanya memang gadis nya itu menantikannya. Ada kehangatan yang hinggap di sisi sisi hatinya.
Dan akhirnya pertunjukan kolaborasi seni alat musik dan tarik suara dengan seni tari berakhir. Dengan tarian balet kontemporer pasangan yang luar biasa dari Stanley dan Gracia, mereka mendapatkan applause yang meriah bahkan standing applause. Dior pun mengakui bahwa tarian mereka sungguh indah dan sangat hebat. Dior segera menuju ke belakang panggung untuk memberi kejutan yang lebih jelas pada kekasihnya.
Sementara karna sangat senang, Stanley dan Gracia tak sadar kalau mereka terus bergandengan tangan sampai mereka semua menuju ke belakang panggung. Dan lagi lagi Stanley kelewat batas karna ketika sampai di belakang panggung, Stanley malah menggendong Gracia dengan mengangkat paha Gracia. Dan karna suka cita mereka atas keberhasilan pertunjukan mereka, Gracia pun tak sadar. Mereka semua terlalu bersorak Sorai sampai Patrick yang menyadarkan Stanley kalau Dior sudah berada di pintu ruangan belakang panggung. Stanley segera menurunkan Gracia. Gracia pun lalu berlari menuju Dior.
"Kak, kau menontonnya?" Tanya Gracia memeluk Dior.
"Ya, kau sangat menakjubkan bersama pria itu!" Dior menunjuk Stanley dengan sedikit tajam.
"Jadi, kau tidak jadi ke Honolulu?" Tanya Gracia mendongakan kepalanya.
"Ya, demimu!" Jawab Dior. Dia lalu meraih dagu Gracia dan mencium bibirnya dengan sangat lembut dan mesra sampai Gracia pun mengikuti pergerakan kekasihnya itu. Stanley menunduk tidak mau melihat sementara Patrick hanya menatap sahabatnya juga Zhavia yang sudah menyusul mereka.
Ketika sudah puas Dior mencium Gracia, dia memberikan buket bunga mawar pada kekasihnya.
"Selamat atas keberhasilan tarianmu, Gracia!" Ucap Dior. Gracia merasa terharu. Dia meraihnya lalu kembali memeluk Dior.
"Terimakasih kak karna kau menyempatkan waktu untuk melihatku." Balas Gracia tersipu malu.
"Ya, kita pergi sekarang? Kita makan siang?" Ajak Dior mengulurkan lengannya agar Gracia menggandengnya. Namun ketika mereka melangkah keluar.
"Tunggu Gracia!" Stanley menahan mereka.
"Oh iya!" Gracia mendengar panggilan Stanley dan mengingat kalau dirinya harus berbicara pada Stanley. Dia lalu menatap Dior karna kalau Dior tidak mengijinkannya, dia tidak akan mau.
"Bicaralah Gracia, aku menunggu di lobby. Zhavia, Patrick, temani aku!" Kata Dior mengajak Patrick dan Zhavia.
__ADS_1
"Ah iya kak!" Ujar Zhavia menarik tangan Patrick mengikuti kakaknya.
Gracia pun mendekati Stanley.
"Kau ingin mengatakan apa Stan?" Tanya Gracia berhadapan dengan Stanley .
"Aku menyukaimu Gracia." Kata Stanley menundukan kepalanya.
Seketika hati Gracia bergetar. Pikirannya mencoba menganggap hal yang lain.
"Ya, aku juga menyukai gerakanmu, Stanley!" Ujar Gracia menaikan sedikit alisnya.
"Bukan itu Gracia."
"Maksudmu?"
"Sebenarnya, aku menyukaimu sejak pertama melihat. Tapi aku tahu kau sudah mempunyai kekasih. Aku hanya tidak mau memendam perasaanku saja. Besok aku akan terbang langsung ke Japanis, Gracia." Tutur Stanley pelan dan lembut.
Gracia masih terdiam. Dia bingung bagaimana menanggapinya karna Gracia hanya menganggapnya teman menari. Bahkan hanya sahabat.
"Jaga dirimu Gracia. Aku harap suatu saat kita bisa bertemu lagi dan kembali menari bersama." Tambah Stanley menatap Gracia dengan pandangan yang sedikit berkaca kaca.
"Ya, Stan - ley! Maafkan aku karna tidak bisa membalas perasaanmu." Tutur Gracia menautkan tangannya.
"Ya, aku mengerti, kau sudah mendapatkan pria yang tepat, Gracia. Kau harus mempertahankan hubungan bersamanya. Sampaikan permintaan maaf ku pada Tuan Dior, Gracia. Maaf jika aku membuat perasaanya tersakiti." Kata Stanley memegang bahu Gracia.
"Tidak apa Stanley. Dia sangat mengerti keadaan ini. Baiklah kau juga hati hati sepanjang perjalanan ke Japanis. Kabari aku kalau kau memenangkan turnamen nya ya?" Pinta Gracia tersenyum.
"Pasti Gracia. Em, Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" Kini permintaan terakhir Stanley.
Tanpa berkata lagi, Gracia yang malah menghambur dalam pelukan Stanley . Gracia hanya menganggap nya sebagai salam terakhir, pelukan terakhir perpisahan. Stanley pun mendekap Gracia lebih erat. Belum pernah dia mendapatkan partner sehebat dan selembut Gracia. Perkenalan ini paling mengesankan baginya.
"Terimakasih Gracia." Ucap Stanley untuk terakhir kalinya dan besoknya dia telah terbang langsung menuju ke Japanis .
...
...
...
...
...
Baiklah Stan, selamat berkarya, soal buat mami papimu yaa 😁😁
.
Next part 23
Menuju pernikahan Dior dan Gracia
Bakalan ada rintangan apa lagi ya bagi Dior dan Gracia?
Dan, ada hal lucu apa buat selingan?
Stay tune gaes 😍😍
.
Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟
Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍
.
Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕
.
baca juga yukkss novel baper lainnya :
💌 Love & Hurt
💌 Deja Vu : Jasmie & Chest
💌 Tak Dianggap
💌 Tetaplah Bersamaku
💌 Ada Cinta Untuk Sahabat
💌 Hot Daddy
💌 Assistant Love Assistant
💌 Satu-satunya yang Kuinginkan
__ADS_1