Mantan Terindah

Mantan Terindah
99. Jalan Berdua Bareng


__ADS_3

"Makasih ya kak udah sering banget ngajakin aku jalan." Ucap Cerry yang senang banget diajakin jalan beberapa waktu ini bersama Roy. Ini adalah impiannya dari dulu. Ia tertawa dengan ucapan dari Cerry.


"Santai aja gue berbuat baik ya karena pengen berbuat baik aja yang pengen kenal sama lo jauh lebih jauh lagi. Apakah boleh?"


"Boleh, kenapa sih kak kok akhir-akhir ini semenjak----" Ia tidak melanjutkan lagi apa yang ia ucapkan karena ia ingin sekali dengan keadaan ini kalau misalkan mempertanyakan bisa-bisa Roy pergi dan tidak mendapatkan kesempatan yang kedua lagi.


"Kenapa?"


"Ah kayaknya nggak usah di utara ini biar gue aja yang tahu ntar karaoke malah ilfeel lagi sama gue!" Batinnya dalam hati yang mengatakan hal ini.


Akhirnya mereka memutuskan untuk ke Timezone atau tempat bermain yang sering anak-anak kunjungin ya walaupun di usia mereka ada juga yang datang.


Walaupun mereka tidak seperti anak kecil lagi tapi mereka kangen atau rindu dengan wahana anak-anak dan mereka pun ke tempat yang anak-anak sering kunjungin seperti main basket dan permainan permainan anak kecil lainnya yang membuat mereka bahagia dan melupakan semua keluh kesah yang mereka rasakan selama ini sebagai transisi antara remaja menuju dewasa. Cerry tidak hentinya dari tadi jantungnya berdebar lebih kencang banget dari sebelum-sebelumnya tapi ia berusaha untuk menstabilkan diri dan tetap seperti biasa di depan Roy ia takut pamornya turun dan membuat Roy akan ilfeel dengan ke grogian kali ini. Ternyata tidak disangka juga jago juga dalam permainan ini dia pikir Roy adalah cowok kaku yang cuma baca buku ketika waktu SMA dulu. Ternyata manusia tidak bisa menilai dari cover-nya doang seperti itu semboyan yang sering mereka katakan karena apapun yang terlihat dari luar bisa saja berbeda jauh sekali dengan sesuatu hal yang di dalam apalagi soal karakter diri dan sikap diri kepada orang lain meresponnya. Karna udah capek dan pengunjung sudah mulai banyak kali pun mengajaknya untuk membeli minuman karena mungkin tenggorokannya sudah mulai kering karena dari tadi mereka cuma jalan-jalan doang. Ia menyuruh Cerry untuk duduk karena sebagai laki-laki yang merasa dirinya layak untuk menyuruh Cerry untuk duduk. "Makasih ya kak."


"Gue yakin banget pasti lah tadi hapuskan tapi lo nggak berani banget ngomong sama gue?" Memang benar ia tidak mau merepotkan Roy karena dari tadi Roy terus yang ngebayarin kesana kemari ya walaupun memang cowok itu harus bayarin cewek tapi pada dasarnya dia juga pantas untuk menginginkan air minum.


"Makasih ya kak." Sahutnya yang begitu cepat sekali.

__ADS_1


"Oh iya besok kan hari minggu lo ada waktu nggak?"


"Minggu? Kenapa? Gak ada jadwal kok kak. Kak Roy mau ngajak aku kondangan ya?" Tebaknya secara asal dan di iyakan langsung oleh Roy.


"Hah? Serius kak?"


"Kok lo bisa tahu sih kalau misalkan gue bakalan ngajakin lo kondangan apa lo bisa baca pikiran gue ya selama kita dekat? Sumpah gue jadi takut deh deket-deket sama lo!" Sahutnya sambil tertawa ia tahu kalau misalkan Roy sedang bercanda tapi bukan ketawa ia malah tegang dan gugup karena apa yang diucapkan oleh Roy itu benar apa yang ia rasakan di dalam hati.


"Pokoknya lo dandan yang cantik ya nanti gue bakalan jemput lo buat ke kondangan oke?"


"Hah? Gak berhasil? Gagal dong?" Ketawanya yang lepas sekali membuatnya mencerna kembali apa yang ia ucapkan tadi.


"Eh maksud aku aku kalau berhasil kok malah nggak berhasil sih berarti gagal dong bener kata kak Roy maaf ya kak aku jadi grogi gini." Ralatnya dengan begitu cepat sekali.


***


Keesokannya,

__ADS_1


Cerry pun memakai baju kondangan tidak begitu PD berdiri di depan cermin karena yang ia pakai ini terlalu ribet dan terlalu banyak ornamen-ornamen sedangkan ia suka banget dengan pakaian yang simple apalagi make up make up yang ia kenakan sedikit lebih menor dari biasanya karena biasanya ia suka banget yang namanya pakaian dan make up yang sangat simpel tapi kali ini sedikit berbeda supaya ada pembeda antara kondangan dan jalan-jalan biasa. Roy tampaknya sudah menunggu di depan dengan memakai jas dan pakaian yang begitu rapi ia kenakan. Ia sedikit agak malu untuk keluar kamar karena tidak mampu bersanding dengan Roy cowok ganteng yang selama ini ia taksir ketika di SMA. Ia menarik nafas sejenak agar bisa sampai ke kondangan kalau misalkan ia terus di dalam kamar sampai kapanpun mereka nggak akan jalan-jalan dari tadi. "Ya udah yuk kak kita berangkat maaf ya kak aku dandannya gak lama soalnya aku jarang banget make up dan enggak terlalu bisa make up." Roy pun tersenyum dengan ucapan dari Cerry. Dari ekspresinya aja terlihat sekali kalau misalkan berbeda dari sebelum-sebelumnya ia merasa kalau misalkan Roy sedikit ilfeel dengan pakaian dan make upnya. Cerry dengan spontan mengambil tisu yang ada di dalam tas kecil yang ada di bahu Roy menegurnya agar untuk tidak menghapusnya.


"Kok malah dihapus sih padahal cantik loh kalau misalkan riasannya kayak gitu?"


"Loh masa sih kak kalau misalkan aku cantik? Ini aku tuh menor banget make up nya lihat ni lipstik aku merahnya tuh kayak orang makan darah!"


"Haha udah percaya diri aja ya udah yuk kita berangkat kalau misalkan terus komentar nggak bakalan berangkat berangkat nih udah kamu cantik kok."


Kamu? Sejak kapan bilang kamu perasaan selama ini selalu bilang lo gue apa Cerry salah dengar?


Nah ternyata kali ini Roy tidak membawa motor tapi ia membawa mobil hitam yang begitu bersih dan mengkilap mungkin baru saja dibersihkan kali ya atau dicuci. Seperti layaknya seorang putri Roy pun membukakan pintu untuk mempersilahkan masuk perempuan bergaun merah ke dalam mobil yang duduk di depan. "Silahkan duduk."


"Sumpah, kenapa gue gugup banget ya kenapa jantung gue terus-terusan berdebar ketika dekat sama kak Roy? Dan gue masuk kedalam mobilnya ya walaupun sebelumnya gue juga pernah sih masuk ke dalam mobil tapi ini kali pertama gue kondangan sama dia ya ampun enggak nyangka banget sih?" Tak henti-hentinya ia bahagia sekali bisa bareng kondangan untuk pertama kalinya dengan Roy tidak terbayang sama sekali selama ini.


"Ya udah deh kalau gitu kita berangkat aja ya pokoknya lo harus percaya diri jangan insecure lo cantik kok bisa bersanding sama cewek-cewek yang lain!"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2