Mantan Terindah

Mantan Terindah
55. Cemburu Tak Beralasan


__ADS_3

...Kecemburuan itu letaknya dari apa yang terjadi, melainkan rasa yang kurang percaya diri...


"Astaga val kok kamu malah jemput pagi-pagi gini kan kamu lagi sakit? Aku bisa kok berangkat sama papah. Kamu kesini naik apa?" Ucap Franda yang tiba-tiba melihat Rival yang sudah ada didepan teras wajahnya masih pucat, dan semua seakan berarti sekali. Ia melihat ada sebuah mobil yang terparkir didepan pagar.


"Ya udah berangkat sekarang, jangan banyak bacot gue paling gak suka pagi-pagi begini." Franda pun berpamitan dulu dan mencium tangan mamanya. Dan Rival pun juga ikut berpamitan.


Ketika Franda ia merangkul Rival ia langsung saja menolak karna ia tidak mau dirangkul oleh perempuan. "Gue bukan aki-aki ya, gue masih kuat lo pikir gue udah renta hah?" Franda hanya bisa mencengir ringan apalagi Rival ini masih bisa saja marah-marah emang gak bisa berubah sama sekali ya wkwk.


Ketika ia ingin membuka pintu mobil Franda dikejutkan dengan sopir yang ada dikemudinya yang juga memakai seragam sekolah yang sama. "Kak Roy?" Kejut Franda dalam hati. Bisa-bisa mereka bisa ada didalam mobil bertiga. Sungguh ini adalah hal yang konyol sekali.


"Masuk aja fran gue gak ganggu kalian berdua kok." Ucapnya yang langsung merubah parkiran saat itu. Rival membiarkan Franda yang duduk didepan dan ia dibelakang. Gak sampai disitu aja sih ada rasa canggung Franda dikala ia deg-dengan dengan Roy cowok yang sudah ia kagumi dari dulu sedangkan Rival pacarnya sendiri yang baperan tingkat dewa.


"Fran, lo waktu Rival sakit lo ke rumah ya?"


"Iya kak, aku gak liat kakak di rumah tapi rumah kayak sepi gitu sahabat sahabat Rival juga ada kok yang ikutan jenguk."


"Biasa gue sibuk kan gue ketua OSIS ditambah juga sekolah kita bentar lagi bakalan HUT jadi tambah repot lagi deh."


"Yang keberapa kak?"


"50 tahun gak setiap tahun sih dirayain tapi kayar 25 tahun 50 tahun 75 tahun kayak angka ganjil aja gitu gak tau deh kenapa."


"Oh gitu berarti kak Roy bakalan sibuk dong ya, ngurus sana sini." Sambung Franda obrolan mereka seakan nyambung aja.


"Iya sampai gue lupa sama diri gue sendiri. Maklum efek jomblo." Mendengar hal itu Franda ikut tertawa dengan candaan Roy yang ternyata asik juga itulah salah satu Franda masih memendam rasa.


"Duh,, seru juga ya kalian, sampai lupa ada orang disini." Rival menoleh kearah kaca dan menulis-nulis gak jelas.


"Ape lo val, lo cemburu?" Sindir Roy dengan nada santai.

__ADS_1


"Au deh." Sahut Rival ketus.


Ketika sampai di sekolah Rival langsung saja keluar tanpa basa basi menutup pintu mobil dengan kerasa hingga hentakan jantung yang tiba-tiba. "Maaf fran si Rival harusnya gak gitu, dia emang kayak anak kecil."


"Iya kak gak papa, Makasih ya kak." Sahut Franda dengan sedikit senyuman.


Franda pun berjalan dengan menghirup udara pagi yang masih cerah sebelum polusi merajai.


Sampai-sampai ia lupa dengan air mineral yang ia taruh tadi. Ketika Roy ingin memanggil, batang hidungnya sudah tidak ada lagi. "Ya udah entar aja deh."


Setelah mobil sudah diparkirkan Roy langsung saja disuruh untuk masuk sebentar ke ruang guru. Perasaannya sudah tidak enak. Dan biasa kan kalau ketua OSIS lebih besar dalam tanggung jawab apalagi sebentar lagi jabatan itu akan ditinggalkan oleh Roy. Jadi untuk semua itu adalah tanggung jawab terakhir. Disamping itu Roy juga suka yang namanya memasak yang ia kagumi dari kecil ketika ia lebih suka melihat acara memasak di tv bahkan ketika mama masak di dapur resep-resep sering ia ingat dan bahkan ia catat yang masih ada sampai sekarang. Ia memang kakak terbaik dan sosok yang berbeda dengan dua adiknya itu. Kembali dalam perihal tadi ia sengaja disuruh dan dipercayakan untuk mengatur acara yang sebentar lagi akan dilaksanakan yaitu HUT sekolah yang berdiri sudah 50 tahun. Sebagai ketua OSIS ia juga harus memegang tanggung jawab itu. Ia juga tidak boleh menyempelekan apa yang sudah diberikan dan lagi pula ia juga harus memiliki orang-orang yang akan membantunya itu,.


"Roy ibu percaya sama kamu kalau acara kita akan sukses."


"Tapi bu, wakilnya kan lagi sakit trus siapa yang bakalan bantu saya?"


"Siapa ya? Ibu juga bingung soalnya semua siswa ataupun siswi yang ibu cari kayaknya gak bakalan cocok deh. Gini aja deh kamu cari seseorang yang bisa bantu kamu terserah aja." Sahutnya yang melimpahkan seseorang yang akan membantu Roy nantinya.


"Dua mingguan lagi sih, tapi ya dari sekarang kita mempersiapkan semua itu." Lanjutnya kembali.


Sebenarnya ini adalah beban yang sangat berat tapi bagaimana juga ia adalah ketua OSIS yang pasti akan ikut terlibat dalam acara ini. Karna sebenarnya ia malas sekali untuk dijadikan ketua OSIS tapi suara terbanyak jatuh kepada dirinya.


Roy pun keluar dari ruang guru dan kembali ke kelasnya. Ia masih bingung siapa yang akan membantunya itu. Sudah seminggu ini wakil ketos sudah gak masuk.


"Eh cer lo kok gak bareng Franda sih?"


"Gak kak, dia lagi di kelas." Mata Cerry bingung harus berkata apa, jantungnya berdebar kencang ditambah tangan Roy yang menyentuh lengannya dengan refleks.


"Oh sorry,." Roy baru tersadar dengan tangannya itu. Cerry mengangguk ragu.

__ADS_1


...•••...


Ini pas banget udah istirahat kedua aja, Roy baru ingat kalau ia harus mengembalikan botol minuman Franda yang tertinggal di mobilnya pagi tadi. "Hai kak."


"Hai kak. Mau kemana?" Ucap mereka yang menyapa Roy biasa kalau ada yang jadi bagian OSIS selalu jadi pujian di sekolah ini udah tradisi yang terjadi setiap tahunnya. Ia hanya membalas dengan sebuah senyuman saja.


Untungnya Franda ada didalam kelas. "Fran." Panggil Roy. Rival sebagai adik merubah wajahnya dengan penasaran.


Franda langsung menghampiri Roy yang ada didepan pintu "Iya kak?"


"Nih botol minuman lo ketinggalan di mobil tadi buru-buru ya?"


"Oh makasih ya kak udah repot-repot nganterin ini." Sahut Franda yang merasa tidak enak hati.


"Iya gak papa."


"Roy udah lo cari siapa yang bakalan bantu kita nantinya?" Ucap salah satu anggota OSIS yang ternyata kebetulan lewat.


"Ee belum sih gue gak tau siapa." Sahut Roy yang menggaruk kepalanya yang tiba-tiba aja gatal.


"Wah buruan lo cari, kan waktunya mepet banget ini aja gue harus bikin strukturnya. Gue ke kelas dulu ya." Ucapnya yang pergi gitu aja.


"Duh siapa ya." Bingung Roy.


"Emang ada apa sih kak?"


"Gini, wakil gue sakit dan gue bingung cari penggantinya. Siapa ya yang bisa?"


"Emang kayak gimana?" Franda merasa penasaran.

__ADS_1


"Oh lo aja deh mungkin, kayaknya bisa deh. Ya udah lo aja ya."


"Tapi kak---" Dan bel pun berbunyi tanpa tau Franda mengiyakan atau tidak.  Roy langsung pergi gitu aja.


__ADS_2