Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 29 EKSTRA


__ADS_3

lanjutan part 29,


Zefanya dan Ezekhiel kembali ke meja kerja dokter Lilian. Wajah Zefanya masih memerah karena tidak menyangka dengan semua ini. Ezekhiel sudah mengelus punggungnya agar tidak terlalu terbawa emosi.


"Nyonya Zefanya, sudah, kau seharusnya tersenyum," kata Dokter Lilian tersenyum tetapi juga mengerti betapa terharu pasiennya ini.


"Ini tangis harus dan bahagia, dok, hiks!" Kata Zefanya lagi menghapus air matanya.


"Baiklah, vitamin dan obat sama seperti bulan lalu. Ada yang ingin kalian tanyakan sebelum kita bertemu lagi bulan depan?" tanya Dokter Lilian lagi.


"Maaf dok, aku kasihan terhadap suamiku, apa kami bisa berhubungan?" tanya Zefanya di sela sela tangisnya dengan sangat polos.


"Astaga, Anya, itu tidak penting, aku tidak apa apa, tadi aku hanya bercanda," saut Ezekhiel terkejut dengan pertanyaan Zefanya yang cukup polos. Dia terkekeh menatap dokter Lilian sambil menggaruk garuk belakang kepalanya.


"Tidak apa apa, kenapa kau malu? Jadi bagaimana dok?" kata Zefanya lagi.


"Haha, kalian pasangan yang lucu sekali. Boleh nyonya Zefanya. Kandunganmu sudah kuat walau memang sering lelah dan kakimu membengkak ini semua karena kau mengandung bayi kembar. Silahkan kalian berhubungan tetapi tetap dilakukan seminggu satu atau dua kali, katakan jika perut anda keram ketika berhubungan dan menggunakan posisi yang tidak membuat sang ibu lelah. Mengerti tuan dan nyonya?" jawab dokter Lilian memutuskan.


"Terimakasih dok, maafkan pertanyaan istri saya," saut Ezekhiel terkekeh.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, kau wajib sayang!" sela Zefanya.


Ezekhiel tetap merangkul Zefanya dengan mesra setelah memeriksakan kandungan pada Dokter Lilian dan keluar dari ruangan. Dokter Lilian juga sudah memberi kan obat pereda nyeri untuk perut Ezekhiel.


"Kita sudah harus memikirkan nama anak anak kita, Anya," gumam Ezekhiel berjalan ke arah farmasi.


"Hem, aku berpikir tentang nama Steven sayang," kata Zefanya yang sebenarnya sudah mulai memikirkan nama untuk anaknya.


"Steven?" Ezekhiel menaikan alisnya.


"Ya, dia seorang raja sama seperti namaku," jawab Zefanya dengan wajah yang cukup antusias.


"Kau menyukainya?" selidik Ezekhiel yang sebenarnya juga menyukainya.


"Bagaimana denganmu?" Zefanya tetap harus meminta pendapat suaminya.


"Steven and Sydney, how about you?" balas Ezekhiel dan memberikan satu nama anak perempuannya.


"Sydney?"


"Yes, artinya berkarisma, dia harus menjadi wanita yang berkarisma dan spesial, sepertimu!" jawab Ezekhiel yang tidak sengaja melihat arti nama itu di media sosial.


"Oh God! Nice choice, so Steven and Sydney, deal?"


"Deal, Steven and Sydney Dimitri,"


"Ahhh, it's so cute darling," saut Zefanya menautkan tangannya.


"Untuk nama tengahnya, tanyakan pada mom and dad mu, mungkin mereka hendak menyumbang nama untuk nama cucu kembarnya,"


"Good idea, Mr. Dimitri!"


"Sekarang, cepat pulang dan kau harus mempertanggung jawabkan pertanyaan mu tadi ke dokter Lilian padaku!"


"Haha, kau pasti sudah menantikannya kan?" kata Zefanya memberi lirikan menggoda pada suaminya.


"Ya, aku harus bertemu anak anakku dan berbicara 6 mata," saut Ezekhiel semakin merengkuh pinggang Zefanya tak sabar.


"Haha, sayang, i love you,"

__ADS_1


"I love you too,"


...


Usia kandungan Zefanya tengah memasuki 28 Minggu atau 7 bulan. Walaupun kedua anaknya sudah terbentuk sempurna, tapi Zefanya malah semakin sulit berjalan karena anaknya berkembang dengan pesat. Dokter Lilian cukup terkesima dan terkejut ketika mengetahui kedua bayi Zefanya dan Ezekhiel sudah mencapai berat 2kg di usia 28 Minggu ini. Jadi, diprediksi akan bisa melahirnya dua atau tiga Minggu lagi.


Namun, Zefanya tidak melupakan rencananya untuk mengadakan acara syukur kehamilannya bersama seluruh murid murid Gracia dan anak anak panti asuhan. Mereka mengadakan acara ini di ruang pertemuan Hotel Prime. Dior dan Rick yang mengurusnya. Sementara untuk katering, dekorasi dan souvenir diurus oleh Gracia, Viena dan Lexa. Mereka semua membantu Zefanya dan Ezekhiel. Zhavia dan Patrick juga Egnor dan Claudia juga datang memenuhi undangan Zefanya dan Ezekhiel. Tak ketinggalan Wilson dan Yuri. Willy tidak datang karena ada urusan bersama seorang klien wanita yang tidak bisa ia abaikan.


"Apa kau mencurigai sesuatu mengenai Kak Willy, Anya," gumam Zhavia membuka pembicaraan setelah Claudia memberitahu kalau Willy tidak bisa datang.


"Sedikit!" saut Zefanya mengangguk curiga dan memicingkan matanya.


"Bukan sedikit tapi benar!!" kata Zhavia lagi memukul pelan paha Zefanya. Zefanya menoleh kepadanya.


"Kenapa jadi kau yang seperti cemburu?" kata Zefanya bergurau karena mereka berdua akui, mereka memuji ketampanan serta kehebatan kakak sepupunya itu.


"Kliennya sangat cantik! Ms. Honolulu!" gumam Zhavia memberi tahu.


"Haiz, di Honolulu masih ada ajang itu?" selidik Zefanya agak lucu.


"Di Legacy juga ada! Satu lagi! Duta Kebangsawanan, Patrick dan Eden yang mengiringi pengangkatannya!" tambah Zhavia lagi.


"Jadi, kau mencurigai apa?" tanya Zefanya yang sebenarnya lucu dengan perbincangan saudara kembarnya ini.


"Calon Kak Willy, Anya! Kau ini jadi agak telat mikir sejak hamil! Semoga anakmu tetap pintar seperti Daddy nya!" dengus Zhavia yang akhirnya kesal dengan kembarannya yang biasanya sangat antusias dengan gosip gosip keluarga seperti ini. sementara Gracia tidak suka membicarakan orang.


"Kau juga, Zena sangat cantik seperti Daddy nya!" balas Zefanya bergurau karena kemulusan wajah Patrick yang seperti patung Yunani.


"Dia perempuan jelas lebih cantik diriku!" dengus Zhavia tidak terima.


"Kalian berdua jika bertemu bertengkar, jika berjauhan selalu beraliansi!" tutur Viena yang tiba tiba datang menjemput mereka.


"Mommy!"


"Kalian membicarakan apa?" selidik Viena.


"Kak Willy mom, apa dia tidak datang karena sudah menemukan tambatan hatinya?" tanya Zhavia masih sangat penasaran.


"Kata Aunty Clau seperti itu, Uncle Egnor kalian sudah memberi peringatan kalau tiga tahun kedepan tidak menikah, tidak usah lagi menjadi pengacara, katanya harus mempertanggung jawabkan harga diri terlebih dulu!" jawab Viena sesuai perkataan Claudia.


"Hem, kalau Kak Willy belum bertemu bagaimana?" selidik Zhavia mengelus dagunya.


"Karena Uncle Egnor sudah tahu wanita itu yang dipilih Willy jadi disuruh secepatnya," jawab Viena sekenanya.


"Oh begitu, kita tunggu saja undangannya ," gumam Zefanya.


"Ya benar, oke Zefanya, kita harus bergegas ke hotel. Acara akan segera dimulai. Suamimu sudah ke hotel," kata Viena kemudian.


"Ya mom, "


"Biar aku saja yang membantu mom!" ujar Zhavia yang memang ingin mendampingi Zefanya selama di sini.


"Kalian memang harus saling membantu. Zefanya akan mempunyai anak kembar, Zhavia ," saut Viena.


"Benar mom, mereka akan seperti aku dan Zefanya jadi kau tidak akan pernah sendiri mom, akan ada duo Ezef menemanimu," kata Zhavia membuat sebuah singkatan.


"Ezef?"


"Ezekhiel Zefanya ...."

__ADS_1


"Hahahaha," mereka bertiga tertawa. Zefanya senang karna melihat senyum Zhavia dan juga ibunya. Mereka bertiga seperti kembar tiga. Zefanya merasa sangat beruntung hari ini karena Zhavia menyempatkan diri bersama Patrick dan Zena untuk datang.


Acara pun dimulai dengan kata sambutan dari Carlos perwakilan Ezekhiel dan Leon yang selalu menjadi juru bicara keluarga Prime. Kedua pria paruh baya itu sangat berterimakasih atas kehadiran para tamu dan tidak lupa tentu saja bersyukur atas kehamilan Zefanya yang akan memiliki dua anak kembar.


Semua berjalan dengan lancar sampai ketika Zefanya dan Ezekhiel hendak memberikan souvenir pada anak yatim dan murid murid Gracia, terdengar ribut ribut dari luar ruang pertemuan.


"Biar aku yang memeriksa," kata Dior yang diikuti Rick langsung keluar dari ruangan.


"Kurang ajar! Zefanya, kau keterlaluan! Aku adik dari ibu Ezekhiel, mengapa kalian tidak mengundangku! Karena mentang mentang kalian sudah mempunyai anak dan melupakanku?!!" Teriak wanita itu yang adalah Salma.


"Maaf Nyonya, anda siapa? Anda telah membuat keributan di hotel kami!" tanya Dior masih dengan sopan.


"Diam kau! Kau siapa?! Kau Pemilik hotel Prime yang agung ini? Aku Salma, bibi dari Ezekhiel Dimitri. Di mana dia?!" decak Salma lagi tidak terima.


"Ada apa ini? Aunty? Mengapa kau di sini?" tanya Ezekhiel yang juga mengikuti Dior. perasaannya seketika tidak enak di dalam.


"Ya, aku sedang berlibur tapi ini yang kudengar. Kau mengadakan acara syukur tapi kau tidak mengundang aku bibimu!" dengus Salma dengan nada tinggi.


"Oh God! Kau salah paham,"


"Ada apa Ezekhiel?" Tanya Zefanya yang memaksa Zhavia menemaninya melihat keributan ini.


"Ini dia bintang diva kita yang membuat hubungan keluargaku dan keponakanku sendiri hancur! Apa maksudmu tidak mengundangku?" decak Salma pada Zefanya.


"Tidak mengundang? Oh Tuhan, maafkan aku aunty! Kau salah paham, aku dan Ezekhiel sudah menghubungimu dan aku sudah memberi tahu Tanya, apa dia tidak memberitahumu? Tapi, mengapa kau ada disini?" kata Zefanya menjelaskan yang terjadi.


"Aku tidak sengaja mengetahuinya tapi memang kalian tidak punya kontakku? Kalian memang keterlaluan! Sejak kalian mengusirku, kau juga tidak menghubungiku kan?! Kau keterlaluan Zefanya!" Decak Salma lagi dan dengan cepat karena emosi nya yang meluap, dia mendorong Zefanya. Karena semua tidak menyangka, Zhavia terlambat menahannya sehingga dia terjatuh.


"Argh, perutku!" Rintih Zefanya. Zhavia dan Ezekhiel dengan cepat meraihnya. namun, karena Zefanya sedang mengandung dan memang memasuki masa melahirkan, dia mengeluarkan darah di bawah sana.


"Oh God, anakku berdarah, cepat bawa ke rumah sakit, cepat cepattt!!!" Pekik Claudia yang juga memapah Zefanya bersama Zhavia tadi keluar.


Salma tertegun di sana. Dia masih menekuk wajahnya karena terlalu kesal.


"Hey, Salma! Apa yang kau lakukan di sini? Kita hendak berangkat!" kata temannya yang mengikuti paket liburan bersamanya.


Salma merasa sudah puas dan karena semua perhatian teralihkan dengan jatuhnya Zefanya, dia hendak melarikan diri mengikuti temannya.


"Hey Nyonya! Kau harus tetap bertanggung jawab kalau sampai terjadi apa apa dengan sepupuku!" Cegah seorang pria yang adalah Wilson


"Diam kau! Sepupumu yang bersalah padaku!" decak Salma menunjuk nunjuk Wilson.


"Maaf Nyonya, sebaiknya kau ikut kami ke rumah sakit untuk meminta maaf pada keponakanku atau aku akan membawanya ke meja hukum karena ini termasuk ke dalam penyerangan secara sengaja!" kata Egnor kemudian menahan kepergian Salma.


"Tuan Egnor?" Salma melirik takut dan melupakan sesuatu.


"Sepertinya kau lupa siapa yang kau serang!" desis Egnor.


Salma hanya terdiam dan temannya juga tidak bisa berbuat apa apa. Dia membiarkan Salma tetap menetap di sana dan ikut bersama yang lainnya ke rumah sakit.


...


Lahiran yang penuh drama Anya, smangat 😁


Next yuk endings


Apakah anak anak Anya dan Eze selamat?


Hihii 😝

__ADS_1


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊


Thanks for read and i love you 💕


__ADS_2