Mantan Terindah

Mantan Terindah
104. Ngajak Cerry Jalan-jalan


__ADS_3

Ia masih kepikiran tentang suruhan Rival untuk mendekati Cerry lebih cepat. Roy mondar-mandir nggak jelas apakah ia harus menghubungi dan mengajaknya jalan hari ini untuk mengajak jalan aja butuh waktu dan sulit sekali untuk mengirimkan pesan text ini yang sudah ditulis dari sekitar 15 menit yang lalu. "Duh apakah boleh kirim aja pesan ini?" Berpikir panjang sekali padahal yang simpel untuk jalan setelah diketik langsung saja di kirim namun sulit untuk Roy dan akhirnya iya memutuskan untuk mengirim pesan tersebut dan mengajaknya untuk jalan hari ini.


"Ya jadi kalau misalkan beneran dia mau ya udah kalau misalkan gue juga nggak masalah." Entah kenapa kalau misalkan perihal ini sulit banget untuk dilakukan padahal ya sudah saling mengenal satu sama lain sejak SMA bukan perkenalan yang baru kenal satu sama lain.


Sebuah pesan singkat dari Roy mengatakan kalau misalkan hari ini ia kan ke rumah. Cerry ngucek-ngucek matanya seakan tidak percaya kalau misalkan Roy mengajak jalan biasanya kalau ngajak jalan juga bareng-bareng sama yang lain terlihat hari ini sepertinya hanya berdua saja. "Kok tumben banget sih hari ini kak Roy ngajakin gue jalan ada apa ya apa dia mau nyatain cinta ke gue?" Batinnya yang tak karuan sama sekali ia memegang dadanya seakan-akan jantungnya berdebar-debar kencang dari sebelum-sebelumnya. Ia tanpa basa-basi langsung mengiyakan ajakan dari Roy dia pun langsung saja membuka lemarinya mencari baju yang paling pas dan baju yang lebih pantas ia kenakan nanti. Ia begitu antusias sekali dengan keadaan ini tidak sabaran untuk bisa bareng ketemu sama Roy. "Ya ampun gue nggak nyangka banget kak Roy bakalan ngajakin gue jalan!" Dengan cepat ia mengganti pakaiannya dan berhias dengan sesimpel mungkin supaya Roy tidak terlalu ilfeel kalau misalkan terlalu menor.


"Ya ampun gue kenapa grogi banget ya?" Batinnya dalam hati.


Suara klakson terdengar dari luar ia mengambil tas dan membukakan pintu untuk Roy. Pakaiannya santai namun tetap modis. "Hai udah siap belum untuk jalan-jalan?"


Namun sebelum itu ia langsung saja menanyakan kepada Roy sebelum mereka berangkat jalan hari ini. "Tumben banget sih kak ngajakin aku jalan-jalan kenapa?" Pertanyaan itu membuat Roy bingung tapi ia berusaha untuk menstabilkan dirinya karena Roy gengsi kalau misalkan tadi malam bahkan kemarin memikirkan orang yang ada dihadapannya sekarang ia tetap bersikap cool dan santai.


"Hei nggak papa sih santai aja!"


"Ya udah kalau gitu kita jalan aja yuk silakan masuk!" Roy membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Cerry masuk ke dalam dengan jantung yang berpacu lebih kencang dari sebelumnya. Cerry bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini Roy begitu dekat banget dengan dirinya apakah Roy sudah mulai jatuh cinta dan setelah Tiffany mendekat Roy malah dekati Cerry? Ada rasa bingung namun ada rasa bahagia juga yang menyelimuti perasaan di dalam hati. Mobil pun dijalankan dengan begitu cepat membiarkan seakan-akan keadaan di dalam mobil terasa senyap dan sepi tidak ada obrolan sama sekali Cerry tak berani menatap Roy. Karena ia menatap Roy otomatis terus saja tidak bisa menstabilkan jantungnya terus berdebar dari dulu ya jatuh cinta kepada sosok Roy tapi ia pendam sendiri karena takut kalau misalkan ia menyatakan cinta atau ia menyatakan perasaannya kepada Roy bisa jadi semuanya bakalan runyam dan kaya akan ilfeel kepadanya karena sebagai perempuan ia juga harus memiliki harga diri dan bisa jaga image.


Ia juga bingung akan dibawa kemana hari ini. Arah jalan sepertinya Roy akan mengajaknya untuk ke mall.


***

__ADS_1


Akhirnya sampai juga di sebuah mall dan Roy pun dengan gesit membuka langsung pintu mobil dari Cerry. "Silahkan." Dengan nada suara yang gemetar.


"Makasih kak." Mimpi apa semalam bisa di diperlakukan spesial ini biasanya juga biasa aja ada kemajuan Roy mulai perhatian dengan dirinya.


Seakan canggung kalau mereka jalan berdua ya walaupun sudah pernah juga sebelumnya. "Em kita mau ngapain nih?"


"Loh karo yang ngajakin aku jadi terserah kamu mau ngajakin aku ke mana!" Ungkapnya yang juga bingung harus menjawab apa dari pertanyaan Roy yang seakan gak penting sama sekali.


Ia pun bingung apa yang harus saya lakukan. Karna ia tak mau berlarut-larut akan akan membingungkan akhirnya Roy dengan nekat mengajak Cerry untuk makan di cafe yang ada di mall. Aneh emang dan bingung tapi biarin aja untuk mencairkan suasana.


Ia mencari tempat yang kosong dan mempersilakan Cerry untuk duduk. "Silahkan duduk, lo mau makan apa atau mau pesan apa?"


"Kenapa kak Roy agak sedikit berbeda sih? Kenapa kak Roy kayak tegang banget hari ini? Tumben banget kayak begini? Apa karna perasaan gue aja ya? Duh kenapa bisa jadi kayak begini sih?" Cerry juga tak langsung merasakan aura dari Roy yang tampak berbeda sekali. Kenapa lebih kaku dan lebih tegang dari sebelumnya? Biasanya juga santai banget. Tak berapa lama makanan yang mereka pesan pun datang. Pelayan menaruhnya di atas meja.


"Makasih ya mbak."


Tak sabaran dan langsung disantap oleh mereka berdua. Karna mereka sudah lapar sekali. "Makanannya enak ya."


"Iya kak enak."

__ADS_1


***


Setelah makan-makan sudah selesai mereka pun memutuskan untuk jalan-jalan. "Kita jalan-jalan lagi yuk, mau main games yuk." Kita pun berdua jalan-jalan dengan keabsurdtan yang ada.


Mereka sampai di time zone. Tempat bermain anak-anak pada umumnya. Mereka ingin lebih mengenal satu sama lain. Cerry lebih memilih bola basket yang ada di sana begitu Roy. Mereka bertanding seakan ingin menjadi pemenangnya.


1


2


3


Mereka berdua saling lempar satu sama lain, berharap untuk menjadi pemenangnya. "Kak Roy bakalan kalah, aku yang bakalan menang."


"Gak gue yang menang, kalaupun lo menang itu tandanya gue yang ngalah sama lo cer!" Sahutnya yang begitu semangat sekali dalam bermain bola basket. Kartu kupon yang keluar pun banyak, mereka kewalahan karna begitu cepat sekali dalam bermain.


"Hahaha kok gitu sih kak."


"Gue gak mau kalah." Mereka ngos-ngosan banget, karna terlalu menggedu. Mereka tertawa bersama-sama satu sama lain. Karna saling tak mau kalah di antara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2