
Segala proses pasti akan ada akhir yang dituju. Pasti akan ada hasil yang diraih. Entah itu baik atau buruk selama menerima dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih, semua yang tidak baik akan sebaliknya atau semua yang menjadi panantian akan berbuah manis. Bagaimana proses panjang dari program hamil yang dijalani Ezekhiel dan Zefanya? Apa mereka memiliki kendala atau malah mendapatkan sebuah kemudahan? Sedangkan Morgan dan Allegra, apakah Allegra memenuhi undangan Morgan dan mengetahui apa saja yang dilakukan Morgan untuk semua cintanya?
...
"Jangan khawatir Tuan Ezekhiel dan Nyonya Zefanya? Semua hanya spekulasi saja. Jauh dari itu, ada juga beberapa yang berhasil. Kalian jangan patah semangat. Aku akan membantu kalian membuat surat rujukannya," kata Dokter Lilian merasakan aura keraguan dalam diri Ezekhiel dan Zefanya. Ezekhiel hanya takut hal ini tidak akan berhasil lagi. Ezekhiel tidak mempermasalahkan biaya dan waktu, tapi hasil pada akhirnya. Kalau sampai cara tercanggih pun ia gunakan tapi juga sulit, dia tidak tahu harus seperti apa lagi.
"Tuan Ezekhiel, dari berkas berkas ini, aku menyarankan untuk rumah sakit in vitro fertilization de Nederland. Rumah sakit ini memang khusus untuk mereka yang melakukan program kehamilan. Bukan hanya bayi tabung, tapi juga program kehamilan lainnya. Selain itu di sana juga bisa melakukan pemeriksaan kandungan sampai kelahiran bayi," kata dokter Lilian menjelaskan salah satu rumah sakit terbaik yang ia ketahui.
"Di mana dokter? Di Nederland?" Tanya Ezekhiel memastikan.
"Ya di Nederland, kebetulan yang mengurus khusus program inseminasi dan bayi tabung adalah saudara kembarku, Dokter Vivian. Kalian bisa menemuinya atas namaku, bagaimana?" Kata dokter Lilian lagi memberi saran.
Zefanya menundukan kepalanya. Dia harus meninggalkan pekerjaannya. Apa yang harus ia katakan pada ibunya? Sementara dia juga ingin melakukan program ini.
Ezekhiel menoleh ke arahnya. Dia memegang tangan Zefanya yang bertaut lalu meremassnya pelan.
"Anya? You okey?" Bisik Ezekhiel.
Zefanya mengangguk dan kembali memperhatikan Dokter Lilian.
"Baiklah dokter, kami setuju, tapi mungkin kami akan melakukannya bulan depan. Aku dan suamiku sebagai pemimpin perusahaan, jadi aku harus mengurus semuanya terlebih dahulu. Untuk sementara biarkan kami menjalani program kehamilan ini seperti biasanya dulu," kata Zefanya kemudian.
"Ya, tentu Nyonya Zefanya. Semoga saja sebelum kalian ke sana, anda sudah mengandung," saut Dokter Lilian terus mendukung apapun keputusan pasangan ini.
"Ya, kau benar Dok. Semuanya tidak ada yang mustahil bukan?" Gumam Zefanya tersenyum hangat.
"Itu yang kumaksud. Jadi walau apapun yang terjadi di dunia ini, jika ada kemauan atau sedikit saja harapan, maka hal ini akan terjadi. Tetap berdoa dan berusaha, niscaya Tuhan akan mengabulkan doa kalian," imbuh Dokter Lilian ikut tersenyum.
"Terimakasih dokter Lilian. Kami akan kembali lagi setelah urusan perusahaan kami sudah beres. Benar kata istriku, kami harus mengurus atau menutupnya pada orang kepercayaan kami. Kami sudah memiliki niat dan sepertinya di Nederland nanti membutuhkan waktu yang cukup panjang, oleh sebab itu kami akan mempersiapkannya," ujar Ezekhiel lagi.
"Benar Tuan Ezekhiel, datang kemari atau kabari aku jika sudah siap semuanya, "
Zefanya dan Ezekhiel undur diri. Zefanya harus bicara pada ibunya sementara Ezekhiel harus bicara pada Carlos dan Theo. Zefanya dan Ezekhiel sudah berniat untuk mengikuti program ini. Tidak ada yang salah jika mencoba segala usaha yang ada.
"Mom Vien akan mengerti, Anya," kata Ezekhiel setelah Zefanya mencemaskan pekerjaan yang juga diemban olehnya.
"Tentu sayang, aku hanya takut kalau nanti tidak berjalan lancar dan aku sudah merelakan semuanya," saut Zefanya menatap suaminya lirih.
"Percaya padaku, asal kita bersama, apapun yang terjadi semua akan terlihat mudah, Anya!"
__ADS_1
"Kau percaya diri sekali tuan, bagaimana kalau sebelum hal itu, kau sudah menghamiliku tapi kita sudah berada di Nederland?" Tutur Zefanya hendak mendengar kata kata manis suaminya.
"Kita berlibur dan menetap satu bulan di sana? Haha, cita cita kita tercapai sayang, mencoba tempat tidur untuk kita bermain di segala negara," saut Ezekhiel sudah merangkul pinggang istrinya.
"Eze, kau mesum sekali!" Decak Zefanya tersipu malu.
"Aku ingin melakukannya Zefanya, wajahmu hari ini menggemaskan sekali dan kau semakin langsing sejak mengikuti senam itu," puji Ezekhiel sudah mengecupi pipi Zefanya.
"Tapi sepertinya hari ini aku lelah sayang," kata Zefanya berpura pura.
"Tidak ada bantahan, harus patuh karena kau pasti akan menikmatinya, ayo cepat pulang!"
Zefanya hanya tersenyum mengikuti tarikan suaminya. Dia hanya berharap semuanya berjalan lancar. Dia akan bicara pada ibunya dan MomXa untuk memantau Rosie nantinya. Dia sudah berniat dan mendukung setiap usulan yang suaminya berikan semata mata hanya ingin membuatnya bahagia. Semoga dia bisa mengandung dan merasakan bagaimana menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.
...
Sementara di Springfield, kembali lagi ketika Allegra mendapat undangan Morgan untuk datang ke pinggiran Springfield.
"Di pinggiran Springfield ada sebuah gereja dan taman di sampingnya, itu adalah tempat kenangan terindahku bersama kakakmu, Alle!" Kata Carolyn mencairkan suasana hati Allegra yang terlihat bingung dengan kode yang Morgan maksud.
"Aku tidak bertanya itu Kak Olyn, kalian memang selalu mesra tidak usah membuatku iri!" Keluh Allegra melihat lihat luar jalan.
"Siapa suruh kau begitu marah padanya. Seharusnya kau dengarkan penjelasannya dulu baru bertindak!" Saut Carolyn tidak mau kalah.
"Tapi tidak sampai memutuskan, aku tahu siapa pria hebat yang berbohong itu, kau juga sebenarnya tahu kalau Morgan itu hebat, kau saja sok sok an marah dan memutuskan berakhir," cibir Carolyn tersenyum memang berniat meledek calon adik iparnya itu.
"Argh, kak Olyn kau ini mau membantuku mencari tempat yang Morgan maksud atau tidak? Mengapa kak Xelino sungguh tergila gila padamu wanita menyebalkan sepertimu sih?!" Sungut Allegra makin kesal dan bingung.
"Karna aku cantik, baik dan suka menolong," saut Carolyn tersenyum.
"Cih! Cepatlah dimana tempat yang Morgan maksud! Mengapa kak Xelino harus pergi di waktu genting seperti ini?!" Sungut Allegra lagi dan lagi. Allegra akui tidak bisa berdebat dengan seorang Carolyn.
"Dia harus memberiku pundi pundi!"
"Pundi pundi cinta, tidak usah dilanjutkan! Jadi di mana ini kak?"
"Sebentar, kita harus mencari, jangan gegabah, kau ini gugup sekali!"
Carolyn dan Allegra mencari cari tempat yang sekiranya sesuai yang dimaksud oleh Morgan. Carolyn mengemudi mobilnya sementara Allegra mencari cari. Memfokuskan pandangannya ke arah luar. Carolyn juga melihat lihat tempat yang Morgan maksud. Xelino sebenarnya sudah bercerita dan ada di tempat tersebut sedang membantu Morgan, tapi Xelino tidak memberi tahu tempatnya karena dia tahu kekasihnya suka asal bicara sehingga tidak bisa menjadi kejutan lagi.
__ADS_1
Tak lama masuk sebuah pesan untuk Allegra.
MRS. ZEFANYA DIMITRI
Sore Allegra, how are you? Oh God, i'm sorry aku baru membalas pesanmu waktu itu. Aku ada di Honolulu, sekarang aku sudah kembali. Bagaimana? Apa kau sudah berbaikan dengan Morgan? Maaf aku menghubungimu, aku tidak bisa menghubungi Morgan. Em, begini, aku ada rencana pergi lagi ke luar negara mengurusi program hamilku, jadi aku hendak menanyakan proyek pembuatan iklan untuk perusahaan pabrik minuman cengkeh dan teh di Springfield, yang baru saja ia beli. Tolong tanyakan padanya, apakah jadi bekerja sama denganku agar ku selesaikan sebelum kepergian ku karena aku masih mau mengurus beberapa proyek iklan. Kabari ya, aku berharap kalian sudah akur kembali! See you ...
Allegra membaca pesan dari Zefanya yang mengatakan akan pergi ke Nederland dan membicarakan iklan untuk perusahaan Morgan di Springfield. Allegra tidak tahu menahu tentang perusahaan ini. Seketika jantungnya berdegup. Apa Morgan akan pindah kemari dan menetap di sini? Pikiran Allegra berputar tak karuan. Sekarang saja dia tidak bisa menemukan pria yang sebenarnya sangat ia cintai itu.
"Allegra, siapa yang memberimu pesan?" Tanya Carolyn masih menjalankan mobil.
"Zefanya, kau tahu kan?"
"Kembaran Zhavia? Dia lebih waras dari Zhavia, apa yang dia katakan?" Tanya Carolyn lagi.
"Katanya Morgan hendak membuat iklan untuk perusahaan minuman cengkeh dan teh nya di Springfield . Aku tidak tahu kalau dia mempunyai perusahaan itu di sini kak!" Jawab Allegra menggumam juga mengingat ingat.
"Eeemm, coba ku telaah. Tapi Allegra , tadi aku memang melewati sebuah gedung seperti bekas pabrik minuman cengkeh dan teh eemm sebentar kuingat. Perusahaan Terbuka Drinking Mee Cengkeh dan Teh. Apa itu perusahaan Morgan?" Tutur Carolyn yang memang tidak tahu perusahaan Morgan.
"Aaaaiiiggggooo, kenapa kau tidak bilang dari tadi kak? Itu pasti tempat yang Morgan maksud kak!"
"Haiz, aku mana tau nama perusahaan calon suamimu, aku hanya tahu perusahaan Janson Agriculture dan perusahaan Delins art and interior,"
"Itu saja yang ada di otakmu, kak! Dan siapa calon suamiku? Paling paling dia hanya memintaku kembali!"
"Siapa yang tahu! Siapa saja yang dekat dengan calon suamiku akan terkena imbasnya!! Untung saja kau sepupu Xelino, kalau tidak, bisa saja kau juga menyukainya!" Decak Carolyn melirik Xelino.
"Cemburumu sangat akut kak! Sudah cepat jalankan mobil ini ke perusahaan baru itu! Momor tengik, i hate you!"
"I hate you! Kau tidak tahu kepanjangan kalimat itu!" Carolyn berdecih.
"Tahu, benar benar cinta, sudah kak Olyn kau ini bawel sekali. Kau memang jodoh dengan kak Xelino!" Saut Allegra menyetujui dengna hatinya yang sudah ketat ketir karena Morgan.
Carolyn hanya terkekeh. Dia senang sekali menggoda adik iparnya yang sok selalu menjaga image. Sementara Carolyn sudah memberi tahu pesan pesan moral jika terlalu menjunjung tinggi sebuah ego.
...
lanjut di bawah
aku selesaiin cerita Allegra Morgan dulu ya abis itu kebut ke Zefanya Ezekhiel sampe tuntas jadi biar kelar semua kita ke Zhavia Patrick 😁
__ADS_1
tetap kasih LIKE dan KOMEN nya yaaa
thanks for read and i love you 💕