Mantan Terindah

Mantan Terindah
69. Hutang Budi Part 2


__ADS_3

Setelah dibuka.


Anehnya ada!


Semua siswa dan siswi yang ada disana terkejut sekali seakan menyimpulkan kalau Franda salah dan memang dia pelakunya. Semudah itu menyimpulkan hal itu, dan yang membuat aneh adalah seketika berbisik satu sama lain mempercayai semua yang terjadi.


"Franda apa ini?"


"Bukan saya pak, saya gak tau uang ini ada di tas saya."


"Ngaku deh lo! Bukti udah ada gak usah ngelak ya."


Semua sudah menunggu disana! Dan Franda sudah tidak mengelak lagi, uang itu ada didalam tasnya.


"Bentar pak." Rival maju kedepan menjadi kesempatan emas untuk melakukan pembelaan untuk Franda.


"Lus, masa lo lupa sih. Lo kan yang bayar gue buat masukkin uang ini didalam tas Franda? Pak, dia yang nyuruh saya masukkin uang itu di tas Franda."


Sial! Kenapa semua diluar ekspetasi? Pikir Milka.


"Apa benar seperti itu?"


"Ini salah paham doang kok pak, Lus lain kali jangan bercanda segitunya ya gak baik merugikan orang lain. Gue selaku ketua kelas pun juga malu kayak gitu, sorry fran gue khilaf." Rival seakan masuk dalam rencana ini, padahal ia baru tahu sekarang. Ia sama sekali tidak mau kalau Lusi semena-mena memperlakukan orang yang tidak bersalah.


Semua yang melihat disini bingung yang mana yang harus dipercaya, "Astaga val, sejak kapan gue nyu----"


"Lus lo tuh ya, gue gak sama sekali nyangka!!!"


"Ya sudah sudah jangan saling menyalahkan. Lusi bapak gak mau kejadian ini terulang kembali. Jangan jadikan sesuatu yang belum kamu ketahui sebelumnya jadi fitnah kamu itu gak baik!. Mengerti?"


"Iya pak maaf." Gagal semua, kenapa seperti ini sih! Lusi masih belum mendapatkan apa yang ia inginkan, tapi Rival masuk kedalam rencana ini. Sedangkan Franda orang yang sudah membuat faktor utamanya!


Tidak tinggal diam! Ia akan memberikan pelajaran! Awas saja!- Batin Lusi


Memang kebaikan akan jauh lebih menang dari pada kejahatan, jika kejahatan pun menang maka kejahatan itu akan bersifat sementara! Jangan takut untuk membela kebenaran walaupun sekecil apapun.


"Makasih ya val." Segrogi itu menatap kedua bola mata Rival. "Lus gue gak----" Lusi tidak menyambut tangan Franda ia langsung duduk di kursinya menarik Milka yang hanya diam saja tadi.


Albert hanya bisa tersenyum, sudah terduga dari awal kalau misalnya Rival bersungguh-sungguh dalam keinginannya.

__ADS_1


Franda bersyukur sekali kalau tidak dicabut beasiswanya karna hal ini bisa-bisa ia putus sekolah ditengah-tengah jalan karna biaya yang mahal ini. FYI sekolah ini sangat mahal karna sekolah unggulan dan terfavorit.


"Awas lo ya!" Kesal Lusi.


***


Rival berusaha untuk mengejar Franda, ia tidak pantang menyerah. Lusi berdiri meremas tangannya sendiri karna gemes banget dengan Franda yang selalu ada saja dibela oleh Rival padahal banyak ceek cantik di sekolah ini tapi kenapa harus Franda? "Liatin Rivalnya begitu banget! Makanya kalau cinta tuh jangan di paksa! BYE!!!" Itulah cuitan sahabat Franda yaitu Cerry.


"Awas ya lo!"


"Jadi kita balikan kan? Gak lucu tau Fran, masa baru pacaran trus langsung putus gitu aja. Lagian juga gue udah berusaha untuk berubah juga."


Franda hanya diam saja melihat Rival yang terus membujuknya. Nah lagi pula ia sama sekali tidak mau berhutang budi dengan siapapun apalagi soal ini. Hah menyesatkan!


"Gue---gue bisa kok jadi Rival yang baru, asal lo mau terima gue ya fran. Gue mohon."


"Huh, gue pengen lo bahagia val."


"Tapi bareng Rubi, mohon val wujud tin itu semua." Lanjut Franda yang lirik.


"Tapi kalau misalnya gue terima Rubi kembali lo mau balikkan sama gue?"


Tawaran macam apa ini? Franda takut salah langkah dan keputusan ini masalah hati dan luka. Kalau ia menerima itu tandanya ada hati yang terluka lagi nantinya. Terdiam sejenak.


"Mau gak? Gue janji bakalan terima Rubi asal lo mau terima gue lagi!"


"Ya udah, tapi lo mau apapun yang gue suruh?" Franda juga menawarkan sesuatu yang akan menjadi penguat nantinya kalau terjadi apa-apa.


"Oke gak masalah. Ya udah mau makan apa? Kayaknya lo laper deh!"


"Ee terserah aja." Jawab Franda.


Senyum yang awalnya datar berubah menjadi senyum yang tulus.


Nomor tidak dikenal


Jangan bikin kecewa, kalaupun dia kecewa bukan karna lo tapi karna hal lain.


Kalimat yang menohok melirik ke arah Rival yang konsen membawa mobil. Bagaimana jika nanti semua gak sesuai ekspetasi? konsekuensi apalagi yang harus ditanggung.

__ADS_1


"Ah tidak gue gak mau!!!" Teriak Franda hingga Rival menginjak rem dengan cepat. Spontan itu melihat reaksinya.


"Lo kenapa?"


"Ah kok mobilnya di rem mendadak sih?"


"Gue kaget karna lo teriak? Lo kenapa cuy?"


"Eem gak papa lanjut jalan aja." Senyam-senyum kayak gak terjadi apa-apa. Reaksi tadi membuat Franda merapikan baju untuk menghilangkan itu. Menarik nafas sebentar agar lebih rileks.


***


Tiffany dan Hito duduk di kafe yang baru pertama kali mereka datangi, Hito dengan lebaynya menarik kursi untuk mempersilahkan Tiffany untuk duduk. Kesannya sih seperti biasa aja tapi ini loh yang bikin alay adalah dengan kata-kata yang sering kali membuat Tiffany malu dan pengen ketawa ngakak.


"Hito gak usah ngomong gitu deh, aku malu!"


Tapi namanya juga Hito ia malah menggoda Tiffany dengan menghias meja dengan beberaa vas bunga yang ada di meja sebelahnya karna kosong. Ia susun dan ia jadikan menjadi sebuah love sederhana. "Hahaha lebay banget!"


"Udah deh diem aja hahaha." Pasangan yang kocak dan gak garing sama sekali.


"Akhirnya sampai juga ya mba pesen kayak biasa ya."


"Eh kalian kok bisa ada disini? Balikam lagi ya?" Tiffany terkejut sekali ketika Franda dan Rival berseberangan di mejanya dia.


"Loh kalian ngapain? Gue kasih tau mamah nih hahaha."


"Apa sih val, gue kasih tau papah nih." Ancam juga yang tidak mau kalah.


"Haha, main ancam. Eh vas bunga gue kok gak ada."


"Ini nih si Hito main ambil aja." Tiffany malu dan menaruh kembali ke tempatnya.


"Ah, belajar dari gue val!"


"Emang kamu mau aku gituin?" Ia langsung melirik Franda yang hanya diam saja. Muka Franda malu banget tau gak! Kayak kepiting rebus.


"Masa nanya sih val, gak romantis banget jadi cowok coba kayak Hito kan."


Hito tersenyum dan menyeletuk kembali "Cie seneng ya, tapi gengsi!!"

__ADS_1


"Ish, Malu kelesss." Tiffany mencubit tangan Hito dengan dua kali lilitan hingga ekspresi Hito membuat Rival dan Franda tertawa kecil.


...Jadilah diri sendiri karna diri sendiri akan jadi jauh lebih baik dari pada menjadi orang lain. Terima yang sudah tuhan kasih,  kuncinya bersyukur jangan mudah patah semangat....


__ADS_2