
Roy berdiri di depan cermin dari tadi kelihatan sekali kalau misalkan dirinya grogi dan gugup. Rival menyilangkan kakinya dan melihat kakaknya yang begitu aneh daripada biasanya, biasanya orang yang paling santai dan orang yang paling simple. Dengan kegrogiannya Rival pun menggoda kakaknya. "Hei lo kenapa sih dari tadi di depan cermin mulu emang lo lagi grogi?"
"Hahaha enggak kok gue sama sekali gak grogi gue cuma pengen rapih aja di depan kaca!" Rival menyunggingkan bibirnya dan mengangguk paham.
Rival lebih turun ke bawah dan sudah siap untuk berangkat tapi dari tadi Roy masih saja tidak siap-siap.
***
"Muka lo jangan setegang itu dong santai aja semuanya bakalan berjalan dengan lancar kok kenapa cuma ke kondangan doang lu kayak tegang banget gitu kayak habis mau habis nikah?"
"Ya ini kan kali pertama gue bareng sama Cerry, wajar dong kalau misalkan gue grogi ya Lo kan udah lama sama Franda aja dia santai aja lo berdua! Emang kelihatan banget ya kalau misalkan gue lagi grogi?"
"Gak usah di tanya, udah sangat kelihatan banget sih kalau misalkan lo grogi!"
Rival menjemput Franda ke rumahnya, beserta Roy yang juga ada di dalam mobil. "Ya ampun kak gue sama sekali nggak nyangka kalau misalkan lo udah jadian!"
"Kenapa sih lo udah gue terus gue kan jadi malu. Gue beneran gak nyangka kalau misalkan gue udah jadian sama teman dari sahabat pacar lo!" Rapi sekali hari ini mereka berdua mereka akan ke kondangan alias ke kondangan Tiffany. Akhirnya Tiffany menikah juga dengan laki-laki yang dipilihkan oleh mamanya yaitu Bayu. Lika-liku cerita mereka berjalan begitu sangat baik bahkan kalau diingat-ingat lucu banget. Sampailah mereka di rumah Veranda Rival pun keluar dari mobil dan mengetuk rumah Franda. Rupanya Franda sudah siap berangkat dan ia pun masuk ke dalam mobil duduk di belakang.
"Maaf ya agak lama!"
__ADS_1
"Lama dari mana sih lo aja langsung masuk ke dalam mobil."
"Ya udah kalau gitu kita langsung aja ke rumah Cerry kita jemput dia."
"Kak Roy nggak tegangkan kok kayak diem aja dari tadi?" Rival berdehem seolah-olah tidak perlu ditegur.
"Hahaha oke deh!" Franda paham dengan ucapan dari Rival yang memberikan kode tersebut.
***
"Cer halo cantik banget ya hari ini bener-bener cantik."
"Bisa aja lo, hai juga cantik hari ini elegan banget riasan muka lo itu benar-benar beda dari biasanya yang suka nggak dandan."
Ada kecanggungan diantara mereka berdua karena dari tadi diledekin terus sama Rival dan Franda. Cerry terlihat anggun sekali dan begitu cantik dengan pakaian yang simple tapi masih terlihat elegan. Franda den Rival hanya bisa saling tatap satu sama lain dengan mereka berdua yang masih malu-malu. Mereka seperti baru kenal lalu mereka dijodohkan padahal mereka sudah lama kenal banget dari dulu sampai sekarang tapi rasa itu ternyata berbeda.
Akhirnya momen yang ditunggu-tunggu terjadi juga dan Tiffany menikah. Roy dan Cerry yg menjadi tamu undangan sebagai status pacaran. Rival dan Franda begitu bahagia sekali ketika Tiffany sudah menikah dan ada hal yang paling membahagiakan yaitu Roy dan Cerry sudah resmi menjadi sepasang pasang-pasangan. "Ya ampun akhirnya kita jadi dua pasangan yang bahagia ya. Gue jadi nggak sabar deh kalau misalkan emang kita beneran jodoh masing-masing pasti seru banget!" Ucap Rival yang tak sabaran sama sekali nanti mereka akan menikah kedepannya jika mereka berjodoh.
"Hahaha jangan digodain gitu ah mereka kan bakalan jadi malu." Senggol Franda ke arah Rival yang ada di sampingnya, terlihat sekali kalau mereka berdua masih canggung dan masih malu-malu.
__ADS_1
"Lo ngapain ngeliatin kita kayak gitu banget sih emang kita kenapa?" Sahut Roy yang masih terlihat malu-malu banget dan bahkan Cerry pun juga malu juga.
"Udah ah jangan diginiin terus dong aku kan jadi malu santai aja sama semuanya."
"Kok suara kamu kayak gemetar gitu sih kamu tuh yang grogian aku mah santai aja dari tadi!" Mereka saling lempar satu sama lain ucapan mereka. Mereka berpisah dan di meja masing-masing sebenarnya dari awal Roy menolak untuk berpisah karena tidak ada obrolan diantara mereka tapi karena Franda dan Rival lebih dulu duduk ya udah mereka makan sendiri-sendiri.
***
Banyak sekali tamu undangan yang datang, mereka diapit oleh kedua orangtua mereka masing-masing di kanan dan di kiri. Tiffany begitu cantik sekali berbeda dengan biasanya ya walaupun sebelum-sebelumnya emang udah dasarnya cantik. Dengan balutan berwarna putih dominan dengan warna kecoklatan juga membuat suasana semakin syahdu dan semakin romantis walaupun elegan tapi masih terlihat sangat mewah.
"Makasih banyaknya sudah datang ke nikahan aku makasih banyak ya Roy udah baik banget sama aku." Tiffany mengucapkan terima kasih kepada Roy karena dengan adanya yang terjadi selama ini semuanya bakalan tidak akan pernah seperti ini. Mungkin Bayu adalah jodohnya dan mungkin Bayu adalah orang yang tepat untuk Tiffany setelah semuanya terjadi. Mereka bersalaman dan berfoto, lalu setelah itu mereka mengambil makanan karena sudah lapar sekali.
"Ya ampun kayaknya bakalan jadi referensi nanti kedepannya kita kaya gimana ya kalau menikah." Senyum Rival kepada Franda. Mereka membayangkan kalau misalkan suatu saat mereka menikah dan akan seperti ini kurang lebih dengan dekorasi dan dengan semuanya yang sangat simpel dan sederhana. Sudah sangat terbayang untuk kedepannya itu kayak gimana.
"Jadi gimana tadi udah jadi referensi belum tempatnya. Gue kepikiran deh kalau misalkan suatu saat kita bakalan nikah bareng duduk barang salaman bareng sama orang-orang."
"Hahaha pikirannya jauh banget sih ya udah kalau misalkan mau duluan duluan aja kita santai kok!"
"Tau kebelet banget mau nikah santai aja kali semua itu harus dijalanin dengan kepala dingin jangan tiba-tiba besok nikah aja gimana sih kamu!"
__ADS_1
"Kalian tuh kenapa sih kok malah dianggap serius gue kan cuma bercanda doang ya kalau emang beneran juga nggak masalah yang penting kan kita sudah siap antara laki-laki dan perempuannya?" Rival sama sekali tak terima dengan ucapan mereka yang seolah-olah membuatnya rendah padahal apa yang ia ucapkan itu bisa menjadi kenyataan kalau misalkan emang di wujud in.
Mereka masuk kedalam mobil dan siap untuk pulang karena acara sudah selesai.