Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 20


__ADS_3

Jika kegelapan menggandrungi sebelum matahari terbit, percayalah hal itu hanya sebagian kesakitan atau proses untuk menuju sesuatu yang menghangatkan dan menerangi kehidupan kita. Berjuang tapi tertatih itulah yang Zefanya dan Ezekhiel lakukan untuk memiliki momongan. Banyak cara yang akan mereka tempuh dan tidak akan ada kata menyerah bahkan menganggap semua adalah untuk membina rumah tangga yang selalu tumbuh dengan cinta. Ezekhiel makin mencintai Zefanya, begitu juga sebaliknya. Semua doa akan melingkupinya. Begitu juga dengan Morgan yang masih berusaha merebut hati Allegra. Apakah kedua pasangan itu berakhir melewati proses panjang untuk sebuah kebahagiaan yang mutlak?


...


Zhavia memeluk orang yang menyelamatkannya dari tabrakan anak anak yang berlarian. Padahal Zhavia sudah pasrah akan terjatuh dan mungkin akan melahirkan saat itu juga karena benturan yang kerasa. Namun, Karena seseorang yang seharusnya ia beritahu pertama kali tentang kandungannya, dia selamat dari kecelakaan kecil itu.


"Maafkan aku, Anya, maafkan aku! Aku yang salah, aku yang tidak percaya padamu kalau kau tidak akan memusuhiku. Aku hanya takut kau menjauh dan tidak mau menganggap anak yang kukandung sebagai keponakanmu karena dia lebih dulu hadir ketimbang anak anakmu! Maafkan aku, aku berpikir terlalu jauh, padahal aku yakin, aku pasti akan terus mencintaiku bahkan kau mengasihiku juga menjagaku. Kau bahkan mengajak untuk mengikuti program hamil bersama, padahal aku sudah hamil, maafkan aku Anya maafkan adikmu yang tidak tahu diri ini! Aku tidak ingin berpisah darimu, jangan putuskan hubungan persaudaraan kita. Kakak Perempuanku hanya kau seorang, bagaimana aku akan mencurahkan semua keluh kesah ku sementara kau menjauh. Jadi tolong maafkan aku," Zhavia berseru dan air matanya tentunya keluar dari tempatnya.


Zefanya merasa tersentuh dengan semua penuturan adik kembarnya. Dia seharusnya tidak terlalu kasar terhadap ibu hamil penuh perasaan seperti adik kembarnya ini.


"Aku yang salah, Via! Aku yang tiba tiba tidak menerima dengan semua ini! Padahal semua sudah diatur Tuhan siapa yang akan terlahir lebih dulu. Sudahlah jangan menyesalinya lagi. Aku sudah memaafkanmu dan kiranya kau juga memaafkanku karena seenaknya memutuskan hubungan persaudaraan. Aku yakin jika mom mendengar, aku akan dimarahi habis habisa. Juga semua akan membenciku ketika aku membenci keponakanku. Apa dia perempuan atau laki laki like Darren?" tutur Zefanya meresponi permintaan maaf Zhavia.


"Perempuan, Anya. Patrick ingin sekali anak perempuan. Terimakasih Anya kau kembali seperti semula. Sejak kemarin aku memikirkanmu. Aku takut sekali kau kembali ke Legacy terlalu cepat. Aku masih memikirkan rangkaian kata yang tepat untuk meminta maaf padamu. Aku juga ingin tahu mengapa kau datang ke Honolulu secara tiba tiba. Aku mau tahu semua, Anya," saut Zhavia menuturkan semua keluh kesahnya. Padahal baru satu hari mereka bertengkar tapi rasanya sudah seperti berminggu minggu.


Dan benar saja, sebenarnya Zhavia sudah memikirkan semua kata kata untuk meminta maaf pada Zefanya. Tuhan memang tidak suka keributan apalagi satu saudara kembar seeprti Zefanya dan Zhavia. Seakan akan, Tuhan yang mengutus anak anak yang berlarian itu menabrak Zhavia karena akan ada penolong nantinya.


Sementara Zefanya sudah melihat Zhavia memasuki taman. Zefanya masih tidak tahu mengatakan apa jika mereka nanti bertemu. Zafanya masih memantapkan hatinya juga meminta maaf pada Zhavia, jadi dia hendak pergi dari taman itu tanpa diketahui adiknya kembarnya. Ternyata ketika dia berjalan dan hendak masuk ke rumah, dia melihat anak anak itu berlarian ke arah Zhavia. Tentu saja insting seorang kakak mengatakan kalau Zhavia pasti akan tertabrak dan terjatuh. Zefanya segera berjalan ke arah Zhavia dan benar, Zhavia sudah tertabrak, Zefanya makin mempercepat langkah nya untuk menahan tubuh adik kembarnya yang hendak terjatuh.


"Aku ingin merayakan hari ulang tahun pernikahan ku bersamamu Zhavia, oleh sebab itu aku tidak mengatakannya padamu. Aku ingin membuat kejutan tapi ternyata aku yang terkejut karena aku akan menjadi ibu dari anak laki laki Gracia dan anak perempuan darimu! Aku sungguh terberkati. Terimakasih Zhavia, kau tetap mencintaiku dan masih ingin menjadi saudaraku," kata Zefanya menatap lekat lekat saudaranya itu.


"Akan terus begitu, Anya. Apa jadinya jika aku tidak mempunyai saudara sepertimu, aku hanya ingin saudara kembar sepertimu, tidak mau yang lain! Aku mencintaimu, Anya!" Kata Zhavia kembali memeluk Zefanya.


"Suatu saat, entah kapan pun itu, aku berdoa untukmu Anya kalau kau akan mengandung. Kau akan lebih terberkati. Kau akan memiliki anak. Aku yakin. Tidak ada yang mustahil. Aku dan mom setiap malma berdoa agar kau secepatnya mengandung," kata Zhavia lagi mengharapkan sebuah keajaiban untuk kakaknya itu.


"Amin Zhavia, aku percaya doa ibu hamil pasti selalu didengar," gumam Zefanya.


"Jangan berkecil hati Anya. Aku juga akan membantumu, mengingatkanmu untuk terus bersemangat bersama tuan Ezekhiel. Kalian pasangan yang serasi. Tuan Ezekhiel pasti sangt mencintaimu. Aku yang merestui kalian dan Anya, anggap saja anakku adalah anakmu, aku akan mengatakan padanya agar memanggilmu mommy! Kau mau kan?" tanya Zhavia menarik diri dari pelukan dan kembali menatap Zefanya dengan serius.


"Tentu saja! Anakmu adalah anakku, enak saja! Jangan kesal kalau nantinya dia lebih dekat denganku seperti Darren," celetuk Zefanya bergurau.


Mereka kembali tertawa dan berpelukan. Saling mendekap dengan erat. Biar bagaimanapun darah lebih kental dari pada air. Apalagi mereka hubungan kembar. Akan mengalami kegundahan jika salah satu dari mereka merana tetapi akan ikut bahagia jika mereka tertawa dan mempunya hari yang indah.


Sungguh melihat mereka berpelukan dalam tangis dan tawa merupakan pemandangan indah bagia Patrick dan Ezekhiel. Patrick yang hendak memberikan sup hangat untuk Zhavia sedangkan Ezekhiel ingin melihat keadaan istrinya yang kata Yuri terlamau sedih ketika Zhavia datang. Patrick dan Ezekhiel tidak perlu khawatir lagi kalau mereka berdua berhasil mempertemukan sepasang anak kembar itu.


"Kita berhasil Pat," kata Ezekhiel merangkul pundak Patrick.


"Benar tuan, mereka sudah berbaikan entah bagaimana caranya aku juga tidak paham. Pokoknya mereka pasti sudah berbaikan. Kalau begini aku tidak harus menyadarkan Zhavia terus dari lamunan," balas Patrick ikut senang dengan keakraban itu lagi.


"Memang Zhavia terus memikirkan Zefanya?" selidik Ezekhiel hanya ingin tahu.


"Benar tuan, dia bermain piano tapi tatapannya kosong. Dia takut kalau ini akan berlangsung lama,"

__ADS_1


"Begitu juga dengan Zefanya yang memasak makanan kesukaan Zhavia tapi tidak mengatakan hal yang sebenarnya,"


"Sekarang mereka sudah berbaikan, kita tidak boleh melewatkan kebersamaan ini tuan," kata Patrick mulai melangkah menghampiri istri dan kakak iparnya. Ezekhiel mengangguk juga mengikuti Patrick.


Sementara di atas sana, Egnor menghampiri Claudia dan memeluk istrinya dari belakang.


"Sudah kan? Anak anak asuhan Wilson memang pintar!" Kata Egnor menenggerkan kepalanya di salah satu sisi pundak Claudia.


"Hem, hampir saja Zhavia itu benar terjatuh sayang. Kalau Zefanya terlambat sedikit bagaimana? Viena dan Dion akan melempar meriam pada kita," saut Claudia setengah menoleh mencari wajah suaminya.


"Kau berlebihan sekali! Aku sudah memprediksi ketika Zefanya sudah mulai melangkah, Wilson langsung menyuruh Remi dan Manda berlarian ke arah Zhavia," kata Egnor menjelaskan rencana yang sudah ia susun bersama Wilson tadi.


"Ya, baguslah Zefanya telah mengesampingkan egonya sehingga mau menahan Zhavia," tutur Claudia lega karena keponakan kembarnya telah berbaikan.


"Kedua keponakanku memang tidak akan berlama lama bertengkar! apalagi salah satu mereka tersakiti,"


"Sama seperti Wilson dan Willy tidak akan berseteru lama lama. Baiklah sekarang kita bisa bergabung bersama tanpa ada perselisihan,"


"Ya, ayo turun, calon menantumu mencarimu,"


"Dia itu sebenarnya bisa bergaul tapi masih merasa tak pantas!" keluh Claudia bingung harus seperti apa lagi berkata pada Yuri.


"Aku jadi ingat kau dulu, Clau!" saut Egnor menggoda istrinya.


Egnor tersenyum menanggapi istrinya dan turun ke bawah. Viena dan Dion memang selalu menitipkan anak anaknya pada Egnor dan Claudia jika mereka ada di Honolulu karena apapun dapat terjadi. Mereka semua pun merayakan Thanksgiving dengan hati gembira. Tidak ada yang saling berdiam. Zefanya dan Zhavia terlihat terus bersama sampai Patrick dan Ezekhiel sedikit terlupa. Namun, mereka tidak memikirkan itu, mereka hanya menginginkan kebahagiaan selalu tercipta pada isrti mereka masing masing.


Keesokan harinya Zhavia sudah ribut membangunkan Patrick agar mengantarnya ke kamar apartemen Zefanya. Zhavia ingin mengajak Zefanya ke dokter kandungan yang menanganinya. Zhavia hanya penasaran dengan apa yang akan dikatakan Dokter Erika. Mungkin saja akan membantu Zefanya menemukan jawaban yang lebih baik untuk program hamilnya.


"Zhavia, kau bisa ke sana perlahan lahan, aku masih ingin tidur dan kepalaku pusing sekali karena red wine semalam!" dengus Patrick menolak ajakan istrinya.


"Siapa suruh menantang Kak Willy dan Uncle Eg minum?! Kau bisa mengalahkan Eden, tapi tidak dengan mereka berdua. Tuan Ezekhiel dan Kak Wilson saja angkat tangan tapi kau sok sok an menantang satu lagi satu lagi, beginilah jadinya! Pokoknya antarkan aku ke lantai bawah ayooo cepppaaatt!!!" decak Zhavia tetap mengingkan Patrick menemaninya.


"Suruh Zefanya saja yang kemari, kau kan sedang mengandung jangan terlalu banyak berjalan,"


"Malah aku harus berolah raga, ayo Cepat Patrick!!"


"Oke oke! Kau ini tidak bisa seharian melihatku beristirahat!"


"Kemarin kau semangat sekali menyuruhku ke kamar apartemen Zefanya. Bagaimana selama dia di sini kita menginap di apartemennya?" dengus Zhavia terus memaksa suaminya.


"Ya itu ide bagus, via, jadi tidak ada yang mengganggu tidurku!" balas Patrick sudah terbangun dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Memang kau tidak merindukanku, seminggu lalu kau sudah diluar terus meninggalkan ku bersama Adeline," sungut Zhavia menundukan kepalanya.


"Rindu sayang, yasudah aku akan menemanimu kemanapun, jangan sedih apalagi menangis!" saut Patrick mencari cari wajah istrinya dan mengecup keningnya.


Zhavia tersenyum akhirnya bisa merayu suaminya menemani ke kamar Zefanya.


Mereka pun sampai di kamar apartemen Zefanya. Zefanya sedang memasak sup asparagus sedangkan Ezekhiel masih tidur di kamar.


"Jadi sekarang kau sudah bisa memasak, Zefanya?" Tanya Patrick juga ingin menggoda istrinya.


"Tuntutan program hamil!" jawab Zefanya sekenanya.


"Ya, sebaiknya kau ajari saudara kembarmu!" celetuk Patrick melirik Zhavia sambil bergelayutan.


"Patrick, kau jahat sekali," dengus Zhavia mengerutkan bibirnya.


"Hehe, aku tetap suka roti isi smokebeef mu. Jadi Anya biarkan aku melanjutkan tidurku!"


"Sana!! Kemari kau Zhavia. Aku memasak ini untukmu agar kandunganmu selalu hangat," saut Zefanya memanggil Zhavia.


"Harum sekali Zefanya, kau harus mengajariku. Akhir akhir ini Patrick kembali menyukai sup ini," kata Zhavia mengendusi aroma yang keluar dari sup tersebut.


"Ini mudah sekali, aku tahu triknya," ujar Zefanya menaik turunkan alisnya.


Zefanya dan Zhavia berbincang bincang terlebih dulu sembari menunggu Ezekhiel bangun. Ezekhiel juga ingin ikut menemani Zefanya ke dokter. Tadi malam mereka sudah saling membuat janji tapi Patrick memang tidak mengetahuinya karena asik bertaruh minum dengan pria pria lainnya di acara kemarin.


...


...


...


...


...


lanjut di bawah ya hihi


.


tetap like dan komen part ini yaa 😁

__ADS_1


thanks for read and love you 😍


__ADS_2