
Ketika hati gundah gulana, hal yang paling menenangkan adalah mendengar nasihat orang yang kita cintai dan mencintai kita. betapa seperti dentingan piano yang mengalun merdu dan menghangatkan hati. bagi Zhavia, hanya Patrick yang akan menjadi oase di tengah Padang gurun dan api unggun di tengah dinginnya malam. begitu juga dengan Patrick. tujuannya di dunia hanya ingin membuat Zhavia bahagia dan bahagia. seperti melihat ibu kandungnya maka itulah yang akan Patrick lakukan untuk wanita yang tengah mengandung buah hatinya. Lalu bagaimana akhirnya Patrick mencoba selalu ada untuk Zhavia di tengah kesibukannya? apakah Zhavia akan selalu mengerti?
...
Zhavia menekan tuts tuts piano itu dengan sangat lembut. Hanya memainkan sebuah lagu instrumental dari sebuah film yang sangat ia sukai. Sebuah kisah perjalanan dari dua dunia berbeda menjadi satu cinta yang kekal dan abadi. River Flows in You karya Yiruma membuat Zhavia merasakan masuk ke dalam musik tersebut. Merasakan aliran sungai yang begitu tenang dan tidak mau memikirkan sekelumit masalah serta kesedihan yang menyerangnya beberapa Minggu ini. Karena jauh dari orang tua dan keluarga dekat lalu kini akhirnya terlibat masalah dengan saudara kembarnya.
Patrick baru saja membeli air mineral dan melihat Zhavia sudah memainkan pianonya dengan sangat lihat. Dan, kini terkadang Zhavia tidak melihat tuts piano. Apalagi pada lagu dan instrumental yang sudah ia kuasai. Patrick tersenyum dan juga menyukai instrumental ini. Butuh waktu sebentar untuk Patrick mempelajarinya. Memendam sebuah arti yang dalam baginya. Patrick mengerti mengapa Zhavia memainkan instrumental ini. Patrick tersenyum dan menghampiri Zhavia secara perlahan. Dengan pelan dia duduk di samping Zhavia dan ikut memainkan instrumental itu. Zhavia terkesiap dan hanya membuka matanya memastikan siapa yang datang tanpa mengentikan permainan jari lentiknya di atas persegi panjang putih dan hitam itu.
(*Cek aja instrumental nya di utub ya judulnya RIVER FLOWS IN YOU BY YIRUMA, INI SOUNDTRACK FILM TWIL*GHT*)
Dan akhirnya mereka menyelesaikan permainan instrumental yang menyayat hati itu. Zhavia meneteskan air matanya sebelum Patrick menghadapkannya dan memeluknya.
"Menangis lah, untuk kali aku mengijinkanmu untuk menangis," ujar Patrick mengelus punggung istrinya.
"Aku merindukan mom and dad ku, aku merindukan kak Dior, Gracie, MomXa, Paman Leon, Darren, dan terlebih aku merindukan Anya!!!!" Kata Zhavia dengan isak tangisnya.
"Kau tidak merindukanku?" gumam Patrick malah bergurau. dia hanya ingin membuat Zhavia merasa kalau dirinya selalu ada untuknya.
"Tapi kau tidak menyadarinya, aku lebih merindukanmu, tapi kau terlalu sibuk dengan gedung musik ini?" saut Zhavia menghapus air matanya.
"Untuk kita sayang, tiga hari ini aku akan menemanimu tanpa kurang sedikitpun dan untuk Anya, maka mengalah lah. Jika sedari awal kita mengatakan, maka ketika dia datang kemarin memberi kejutan, dia tidak akan sekesal itu dan kalian tidak akan bertengkar seperti ini," kata Patrick masuk dalam penjelasannya.
"Apa?" Seketika Zhavia menarik diri dari pelukan suaminya.
"Apa kau bilang, Pat? Kejutan? Anya ingin membuat kejutan padaku?" selidik Zhavia lagi.
"Ya, tadi pagi ketika kau menyuruhku membeli cookies kesukaanmu di cafe loby apartemen, aku bertemu Tuan Ezekhiel. Dia mengatakan maksud dan tujuan mereka datang ke sini. Mereka hendak merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ketiga tahun. Tidak terasa sangat cepat, Via," jawab Patrick seperti apa yang dikatakan Ezekhiel pagi tadi.
"Pernikahan? Ulang tahun pernikahan mereka? Anniversary?" Zhavia menebak.
"Ya, mereka hendak merayakannya di sini dan bersama kita, oleh sebab itu Zefanya tidak mengatakan apapun padamu. Dia juga menyuruh tuan Ezekhiel untuk tidak memberitahuku. Sehingga mereka ke sini langsung datang ke apartemen kita, membuka pintu secara tiba tiba dengan kunci cadangan yang diminta dari resepsionis dan boomm!! Membuatmu terkejut. Namun, bukan kau atau aku yang terkejut karena kedatangannya yang tiba tiba yang mungkin membuat kita senang, tapi malah dia yang terkejut dengan bentuk tubuhmu, dengan keponakan yang seharusnya dia orang kedua yang seharusnya mengetahui kehamilanmu!" Kata Patrick menjelaskan dengan sangat pelan agar istrinya mengerti dan mau meminta maaf.
"Jadi dia hendak memberikan kejutan padaku karena kehadirannya?" tanya Zhavia lagi memastikan.
"Benar! Dia merindukanmu! Dia ingin berjalan jalan di negara ini bersama kita," gumam Patrick lagi.
"Hem, aku jadi sangat merasa bersalah padanya Patrick . Bagaimana ini? Jangan jangan dia akan pulang lebih awal?" seketika Zhavia menjadi cemas dan memikirkan Zefanya.
Patrick tersenyum merasakan kepanikan istrinya.
"Kenapa kau tersenyum? Aku sedang bingung. Seharusnya aku memang menyambutnya dan hanya dia kerluargaku yang menjengukku kan?" kata Zhavia lagi makin panik dan merasa sangat menyesal.
Patrick mengangguk tersenyum.
"Lalu bagaimana?"
"Kau ini dan Zefanya kembar tapi sangat bertolak belakang. Kau yang terkadang masa bodoh dan apa adanya sedangkan Zefanya yang sangat sensitif juga perhatian. Tapi, jauh dari itu semua kalian berdua saling bergantung satu sama lain, sayang," ujar Patrick sedikit lucu dengan istri dan iparnya.
"Maafkan aku, ini semua memang salahku, sedari awal! Jadi, apa yang harus kulakukan agar semua kembali berjalan baik, Patrick? Aku tidak mau dia pulang cepat cepat. Aku masih ingin bertemu dan bercakap cakap dengannya," rengek Zhavia memegang kedua tangan suaminya.
"Sepertinya kita masih punya waktu untuk pergi ke rumah Uncle Egnor dan Aunty Claudia. Mereka mengadakan acara Thanksgiving kan?"
"Ah iya kau benar Patrick, tapi bagaimana jika Anya tidak mau memaafkan atau menerimaku?"
__ADS_1
"Aku akan bicara padanya. Tenang saja Zhavia. Aku akan selalu ada untukmu. Hatiku sudah melekat di dalam hatimu jadi apa yang menjadi kesulitanmu merupakan kesulitanmu juga. Suka dukamu adalah suka dukamu juga. Jangan khawatir," saut Patrick memegang wajah Zhavia dan membelainya.
"Patriiickkkk ... Memang hanya kau yang bisa menenangkan hatiku, tidak salah aku mencintaimu sangat dan mendalam ..." Balas Zhavia kembali masuk di dalam pelukan suaminya. Patrick tentu menerimanya dan makin mendekapnya. Mengecupi pangkal kepala Zhavia dan mengelus punggungnya.
...
"Sejak tadi, Zefanya ada di taman belakang. Sepertinya dia memikirkanmu, Zhavia," kata Wilson ketika berpapasan dengan Patrick dan Zhavia yang baru saja datang. Padah Wilson sudah tahu kedatangan Zhavia dan Patrick. Dia hendak menyiapkan sesuatu untuk membuat Zhavia dan Zefanya berbaikan.
"Oh iya kak Wilson, kami akan menemuinya. Kau sedang apa keluar? Apa acara sudah dimulai?" tanya Patrick berbasa basi.
"Sudah sejak tadi, tapi kami semua masih belum makan malam. Mommy sedang menyiapkan nya. Aku ingin mengambil wine di kedai penyimpanan milik Willy," kata Wilson mengarahkan tangannya ke luar kawasan rumah.
"Hem, jadi adikmu masih menyimpan itu?" gumam Patrick bertanya tanya.
"Uncle kalian juga menyetujuinya, selama Daddy mengijinkan semua aman, sir!" air Wilson tersenyum. dia juga membutuhkan wine itu untuk restorannya.
"Kalian benar benar beruntung! Aku akan bertaruh nanti malam," tantang Patrick sudah tahu apa yang akan dilakukan Willy jika ada acara seperti ini.
"Silahkan saja, aku tidak untuk malam ini karena ada Yuri," balas Wilson.
"Uwwuu, apa kau akan mengenalkan padaku kak?" tanya Zhavia yang belum melihat Yuri.
"Pasti, atau mungkin Zefanya yang akan mengenalkannya, mereka tampak akrab," saut Wilson menaikan alisnya.
"Hem, baiklah, terimakasih kak," seketika Zhavia menjadi kembali sedih.
"Masuklah, mereka sudah menantikan kalian, apalagi Daddy. Dia takut kau marah karena kemarin beliau memarahimu kan Zhavia?" kata Wilson lagi.
"Hah, kalau begitu kita tukaran saja Zhavia. Uncle Dion untukku ," saut Wilson bergurau.
"Hem, sepertinya Uncle Egnor juga jarang memarahimu," gumam Zhavia menerka.
"Tapi mendiamiku jika tidak sesuai dan aku pusing jika dia memarahi Willy," keluh Wilson yang merasakan kekakuan dan aura dingin yang keluar dari seorang Egnor.
"Haha, kau ini, baiklah kami masuk dulu, "
"Ya, masuklah, bye!" Kata Wilson berpura pura keluar dari halaman rumah padahal Wilson masih di sana.
Setelah Zhavia dan Patrifk masuk ke dalam rumah, Wilson memanggil anak asuhnya. Dua anak itu adalah muridnya belajar memasak di restorannya. Wilson menyuruh kedua anak itu menyenggol Zhavia sesuai arahannya.
Wilson pun ikut masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang langsung mengakses ke taman. Di sana Wilson sudah melihat Zhavia benar ke taman belakang. Selanjutnya dia melihat pergerakan Zefanya. Tak lama Zefanya memang sedang melihat ke kanan dan ke kiri dengan wajah yang tetap suram.
"Sekarang, kalian berlari larianlah dan sedikit menyenggol ibu hamil di sana!" perintah Wilson pada anak miridnya.
"Chef Wilson? Apa kau tidak keterlaluan menyuruh kami menabrak ibu hamil itu? Kalau dia terjatuh dan berdarah bagaimana?" selidik si anak perempuan mengernyitkan dahinya.
Wilson menarik kepalanya ke belakang.
"Berdarah? Memangnya kau tahu?"
"Lili melihat ibunya kemarin terjatuh saat hamil, chef,"
"Oh my God! I'm sorry Lili. Tidak Lili, nanti pasti akan ada seseorang yang menyelamatkannya,"
__ADS_1
"Apakah kau?"
"Bukan, apa kau lihat wanita yang duduk di sana? Nanti dia yang akan menyelamatkan ibu hamil itu," kata Patrick mengarahkan tangannya ke Zefanya.
"Hem, sepertinya mereka mirip. Mengapa kau mempunyai banyak kenalan kembar chef?" tanya Lili lagi.
"Dan mengapa kalian tumben sekali bertanya terus kalau di kelas tidak antusias seperti ini," kata Wilson lagi mengingat Lili seorang pendiam.
"Hehe, sorry Chef, jadi sekarang kami berlari ke sana?" tanya Lili lagi memastikan.
"Ya sekarang, jangan telalu kencang!"
"Oke!""
Lili dan temannya akhirnya menjalankan apa yang diperintahkan Wilson. Wilson sempat cemas tapi ternyata benar dugaannya, Zefanya memang sudah melihat kedatangan Zhavia.
"Sibodoh itu akhirnya datang juga dan oh shit! Bagaimana kalau aku tidak di sini!" Decak Zefanya melihat kedua anak itu berlari ke arah Zhavia dengan sangat cepat. Zefanya langsung bergegas tapi sayangnya Zhavia sudah tertabrak dan hendak terjatuh. Zefanya masih berlari sampai sepatunya terlepas. Zefanya berhasil menahan saudara kembarnya itu.
"Kau baik baik saja? Gunakan matamu dengan benar dan perhatikan sekitarmu! Kau sedang mengandung, jangan sampai terjadi apapun denganmu juga anak yang kau kandung! Kau selalu ceroboh, Via!" Katanya masih merangkul Zhavia dengan sangat protektif.
Zhavia memperhatikan setiap tutur kata yang keluar begitu penuh perhatian meski agak tegas tapi malah membuatnya tidak sanggup untuk tidak memeluk orang yang telah menolongnya itu.
Mereka pun saling meminta maaf. Menyesali sikap dan prilaku masing masing. Mereka sampai berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi. Zhavia juga tidak akan lagi menyembunyikan apapun dari Zefanya. Sementara Zefanya malah meminta Zhavia untuk menjadi ibu angkatnya dari anak saudara kembarannya itu.
"Tentu kau harus menjadi ibu angkat anakku, Anya! Aku bisa cemburu kalau kau hanya menganggap Darren dan apa? Dia sampai memanggilmu Monya, bagaimana anakku nanti?"
"Tentu sama! Anakmu juga akan memanggilku Monya!"
Hahaha! Mereka pun tertawa. Juga sudah bersama Ezekhiel dan Patrick yang bergabung bersama mereka di taman.
"Tuan Ezekhiel, kau tidak usah khawatir, sebenarnya kau sudah memiliki dua anak, laki laki dan perempuan. Laki laki dari Kak Dior dan perempuan dariku," kata Patrik sudah duduk di samping Zhavia dan merangkulnya.
"Waaahh kau memang komponis handal dan sangat pintar Patrick. Terimakasih kalian memperbolehkan kami menganggap anak kalian sebagai anak kami," ucap Ezekhiel sangat senang.
"Tentu tuan, kami tidak keberatan. Dengan begitu, jika kami berlibur ke Legacy, kami bisa menitipkannya pada kalian,"
"Patrick ..."
"Hahaha, aku hanya bercanda, mereka juga tidak keberatan Zhavia, aku hanya ingin berduaan denganmu mengenang masa lalu indah yang sempat tertunda," seru Patrick menyeringai senyum menggoda.
"Gombal ..." umpat Zhavia.
Mereka kembali tertawa dan kembali ke rumah Claudia. mereka mengikuti banyak acara yang sangat seru sampai bermain kartu yang setiap kalah menegak satu gelas wine. Patrick awalnya kuat tapi timbang juga ketika terakhir melawan Egnor dan Willy.
akhirnya mereka terpaksa meninggalkan mobilnya di rumah Egnor dan menaiki mobil Ezekhiel karena Patrick minum terlalu banyak sampai kepalanya menjadi sampai pening.
...
lanjut di bawah yaa ,😊
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊
thanks for read and i love you 💕
__ADS_1