Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 28


__ADS_3

Di atas langit masih ada langit dan semua akan membumbung tinggi jika apa saja yang diinginkan tercapai. Bahkan seseorang bisa saja melebihi lapisan lapisan langit itu. Namun, bagaimana jika ada sesuatu yang ternyata tidak dapat di gapai dengan materi atau kekuasaan seperti merindukan seorang anak? Hanya bisa menggigit jari dan menunduk tapi tidak dengan Zefanya dan Ezekhiel. Mereka sama sekali tidak menyerah dan tidak membanggakan kekayaan yang terasa tidak ada artinya tanpa kehadiran seorang anak. Sekarang terbayar sudah. Mereka hanya meminta satu dari darah dagingnya tapi Tuhan memberikan hadiah lebih yang tidak harus terbungkus rapi tapi dengan kerja keras dan perjuangan yang menguras air mata dan deras keringat. Bagaimana hari hari kehamilan Zefanya kemudian? Sanggupkah Ezekhiel menjadi ayah yang siaga?


...


"Dok, apa kau serius? Aku akan memiliki dua anak?" Tanya Zefanya lagi masih tidak percaya dengan wajah yang sumringah dan senyum ingin keluar tapi tertahan dulu.


"Benar nyonya, kau akan mendapatkan anak kembar, oleh sebab itu tolong dijaga baik baik dan jangan sampai melakukan kelalaian," kata dokter Lilian terus mengingatkan sambil tersenyum.


"Pasti dok! Tuan Ezekhielku . Kau dengar kan? Kita akan langsung memiliki dua anak!" pekik Zefanya ke arah suaminya dengan sangat antusias.


"Iya Anya, aku mendengarnya. Terimakasih sayang, aku senang sekali. Tidak sia sia semua perjuangan kita anya!" balas Ezekhiel semakin mendekati Zefanya.


Zefanya mengangguk menerima pelukan suaminya. Mereka berpelukan dan dokter Lilian merasa gembira karena berhasil ikut ambil bagian membantu mereka memiliki momongan.


"Dokter, apa aku sudah bisa melihat jenis kelaminnya?" tanya Zefanya penasaran.


"Belum nyonya, masih belum begitu terlihat. Mungkin bulan depan atau dua bulan lagi pasti sudah terlihat. Sepertinya bayi kembar kalian antara non identik atau memiliki kelamin yang berbeda," jawab Dokter Lilian mengerti bagaimana perasaan gembira seorang wanita yang telah menanti langsung mendapatkan dua anak.


"Oh God, Eze apa kau dengar itu? Bayi kita akan sama sepertiku dan Zhavia atau kita akan memiliki anak laki laki dan perempuan sekaligus. Menakjubkan. Dokter Lilian, terimakasih atas pelayanan serta bimbinganmu dan terlebih lagi aku harus membuat sebuah perayaan syukur atas semua ini," saut Zefanya sangat gembira. wajahnya terus menaik karena suka cita ini.


"Benar nyonya.Tuhanlah yang berkehendak atas kalian. Dia yang bernaung penuh atas setiap doa dan perjuangan kalian yang tak kenal lelah. Berpegang teguh pada rencana-Nya, kalian sudah berhasil!" seru Dokter Lilian juga terus menyunggingkan senyumnya.


"Terimakasih dokter Lilian terimakasih," ucap Ezekhiel.


"Sama sama tuan," ucap Dokter Lilian lagi dan kembali ke meja kerjanya.


Suster yang juga ikut senang memberi selamat pada Zefanya sebelum membantunya turun ke meja kerja Dokter Lilian bersama Ezekhiel. Keadaan Zefanya seketika membaik mendengar kabar bahagia ini. Walau tubuhnya masih menghangat setidaknya perutnya tidak sakit lagi.


"Baiklah Nyonya Zefanya. Dengarkan pesanku sekali lagi, tolong cermati karena aku juga tidak ingin terjadi apapun padamu," kata Dokter Lilian mulai memberikan peringatan peringatan.


"Iya dokter, untuk masalah mangga aku benar benar tidak tahu rasa mangga itu terlalu asam. Aku hanya ingin saja, entah mengapa sangat menggugah tenggorokanku," saut Zefanya mengingat apa yang ia perbuat malam ini.


"Itu yang dinamakan mengidam nyonya. Kau memang boleh memakannya tapi jangan terlalu banyak karena kasus kehamilanmu tidak sama dengan ibu lainnya," kata Dokter Lilian terus mengingatkan.


"Maafkan aku dok," ucap Zefanya dengan wajah memelas.


"Maaf dok, lain kali aku sendiri yang akan lebih mengawasi dan memperhatikan lebih dalam apa yang ingin ia makan," sambung Ezekhiel kini ingin berperan seperti Zefanya.


"Baik Tuan, nyonya, jadi aku harap Nyonya Zefanya mengingat, jangan memakan makanan yang mentah, setengah matang, terlalu pedas, asam dan dingin. Jangan dulu meminum minuman berkarbonasi karena akan meningkatkan gula darah dalam diri anda. Apabila kau mengalami pertambahan berat badan yang berlebihan hal ini wajar karena kau mengandung dua anak. Lalu apabila kaki mu bengkak dari lutut sampai telapak kaki, tetap tenang dan kurangi aktivitas. Tuan Ezekhiel atau kah sendiri bisa memijatnya dengan pelan jika terasa keram. Segera datang ke rumah sakit dan hubungi aku jika kau mengalami flek sedikit saja. Aku akan memberikanmu obat anti kontraksi, diminum jika kau merasa perutmu keram. Aku juga akan memberikanmu vitamin omega 3 dan asam folat agar anak anakmu semakin terjaga dan bertumbuh baik," kata Dokter Lilian juga dengan resep yang terbaik bagi kandungan Zefanya.


"Terimakasih Dokter Lilian, aku dan suamiku sangat berhutang padamu, kau harus datang dalam acara syukur ini dokter," ucap Zefanya.


"Iya, terimakasih kembali nyonya. Em mengenai kondisimu kau sudah boleh pulang tapi tolong perhatikan segala galanya. Jangan seperti ini lagi, oke nyonya?"


"Pasti nyonya, tidak akan ada lagi keselahan yang kedua," saut Zefanya juga Ezekhiel mereka semua berjabat tangan.


Ezekhiel dan Zefanya kembali ke mansion mereka. Ezekhiel membantu Zefanya membersihkan dirinya karena memang terlihat Zefanya agak kewalahan dengan perutnya yang terlihat lebih besar juga tubuhnya yang masih melemah.


"Aku bisa sendiri sayang," kata Zefanya merasa tidak enak dengan suaminya yang membantunya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Tidak, biar aku yang memapahmu," saut Ezekhiel sama sekali tidak keberatan.


"Aku malu," ujar Zefanya seketika menundukan kepalanya.


"Malu?"


"Ya, tubuhku semakin tak menentu tuan. Lihat kakiku sudah mulai membesar seperti yang dikatakan dokter. Apa kau tetap menyukaiku tuan?" selidik Zefanya sedikit cemas dengan perubahan bentuk tubuhnya yang meningkat pesat.


"Oh God Anya! Mengapa kau memikirkan itu, aku malah bangga dan luar biasa akhirnya aku bisa membuatmu mengandung dan merasakan semua ini. Menurutku kau malah menakjubkan dan seksi," bisik Ezekhiel di belakang telinga Zefanya. Dia memang sedang menggiring Zefanya dari kamar mandi mengenakan pakaiannya.


"Seksi bagaimana? Kau berlebihan Eze!" Dengus Zefanya merasa suaminya sedang meledeknya.


Ezekhiel terkekeh dan menahan Zefanya yang hendak membuka tali jubah handuknya. Ezekhiel yang malah yang melakukannya. Setelah itu membuka semua balutan jubah handuk itu dan memeluk Zefanya yang tanpa busana itu dari belakang.

__ADS_1


Tangan Ezekhiel memeluk sambil menggerayangi perut Zefanya. Dia mengusap dengan kedua tepalak tangannya membuat Zefanya setengah menoleh merasakan kebangaan suaminya akhirnya bisa membuat dirinya hamil.


Zefanya pun meraih wajah Ezekhiel dari depan tanpa berbalik.


"Terimakasih atas semua hari hari yang kita jalani, tuan Ezekhiel. Sejak pertemuan, pertunangan sampai perpisahan tapi kita kembali dalam sebuah pernikahan, perjuangan lika liku yang panjang untuk memiliki anak sekarang ada di depan mata kita. Aku sangat bahagia melalui semua ini denganmu, tuan," ucap Zefanya kemudian.


Ezekhiel mengangguk mengecupi pundak Zefanya sambil terus mengusap perut Zefanya dan satu tangannya kini merem*s lembut salah satu buah dada istrinya.



"Anya, kau cantik sekali, sejak pertama aku bertemu, aku sudah merasa kalau kau akan menjadi bagian dalam hidupku. Maafkan aku yang agak mengulur waktu karena aku takut kau tidak menyukaiku tapi semua mengalir begitu saja. Kau semakin membuatku nyaman dan ingin di dekatmu. Aku ingin memilikimu saja saat itu. Sekarang semua impian yang indah akan terus terwujud setiap hari. Terimakasih Zefanya sudah mau menerimaku," ucap Ezekhiel juga kini memiringkan wajah istrinya dan mereka berciuman.


Mereka berciuman cukup panjang dan mesra sampai Zefanya berbalik. Merasakan sentuhan demi sentuhan tapi tak lama Ezekhiel menarik diri karena masih mementingkan kondisi anak dan istrinya ketimbang nafsunya.


"Jangan terlalu lama, kita masih belum tahu apa bisa melakukannya atau tidak karena tubuhmu masih menghangat, kah tahu kan Anya?" kata Ezekhiel menarik diri dan mengelus wajah Zefanya.


"Aku tahu kau memang mencintaiku,"


Ezekhiel menunduk tersenyum bahagia bercampur tersipu karena tatapan Zefanya yang selalu membuatnya salah tingkah dalam setiap keadaan. Dia lalu membantu istrinya mengenakan piyama. Setelah Zefanya siap untuk tidur, Ezekhiel kini membersihkan diri dan bergabung di samping Zefanya.


Mereka kembali duduk berhadapan di atas tempat tidur dan menautkan tangan mereka bersamaan. Ezekhiel dan Zefanya berdoa mengucapkan terimakasih pada Tuhan karena apa yang mereka lalui selama ini.



"Moommm!!!!" Panggil Zefanya di rumah orang tuannya.


Setelah Ezekhiel mengantar sampai depan rumah Viena Dion, Zefanya bersama perawat yang bekerja untuk menemaninya memasuki rumah yang tidak terlalu besar itu. Hari ini Ezekhiel ada pertemuan proyek besarnya jadi tidak bisa ketinggalan. Zefanya juga sangat mengerti oleh sebab itu Ezekhiel menyuruh Zefanya di rumah orang tuannya sampai malam.


Amy keluar dari kamar Darren. Darren kini memiliki kamar kecil di samping kamar ayah dan ibunya. Darren tidur di sana bersama Amy tapi juga terkadang bertiga bersama Gracia atau Darren tidur bersama ayahnya di kamar mereka.


"Zefanya, tidak biasanya kau kemari nak, mom mu baru saja ke pasar tradisional yang baru dibuka bersama MomXa," saut Amy yang merasa senang anak asuhannya datang karena sejak Zefanya dikatan hamil, Zefanya hanya menetap di mansion atau di kantornya saja. itupun hanya memberikan tanda tangan lalu kembali lagi ke mansion.


"Iya Amy, ada sesuatu yang harus kuberitahu pada kalian semua!" pekik Zefanya begitu antusias seeprti sebelumnya.


"Aku akan memiliki bayi kembar Amy!!!!" pekik Zefanya sekali lagi sambil mengangkat tangannya.


"Oh my God! Kau serius Anya??? Aahhh, cucuku akan bertambah banyakk sekaliii!!" balas Amy dengan senyum lebarnya hendak memeluk Zefanya tetapi hanya menempelkannya saja karena sedang menggendong Darren. sementara Darren hanya ikut tertawa kecil.


"Benar Amy! Aku tidak menyangka dengan semua ini!"


"Tuhan begitu adil padamu Anya!"


"Monya mom nya adil . Aku mau sama Monya mi!" Tiba tiba Darren meminta gendongan pada Zefanya.


"UPS tidak bisa Darren, Monya sedang tidak bisa mengangkat yang berat berat," sela Amy melarang Darren dengan pelan.


"Monya sama Monya," Darren terus memanggil Zefanya.


"Tidak apa apa Amy, biarkan aku menggendongnya," saut Zefanya sudah mengulurkan kedua tangannya ke arah Darren.


"Bermain saja Darren, bukankah kau baru saja dibelikan Lego yang sangat lengkap oleh Daddy mu? Mengapa kau tidak menunjukannya?" kata Amy kemudian tidak mau membebani Zefanya sehingga terjadi kesalahan.


"Lego, oh iya, Lego Monya, Lego Dare banyak sekali!" balas Darren mengingat mainan yang baru saja Dior belikan untuknya.


"Nah, sana tunjukan pada Monya dan Grammy akan membuatkan Kalian sarapan," kata Amy menurunkan Darren agar mengajak bibi kesayangannya ke ruang bermainnya.


Zefanya tersenyum melihat Darren yang semakin hari semakin pintar padahal usianya baru dua bulan lagi menginjak tiga tahun. Zefanya pun mengikuti Darren selagi menunggu kepulangan ibu dan ibu angkatnya.


Dan sekitar satu jam kemudian tak terasa Zefanya senang sekali bermain dengan Darren. Mereka bermain sambil menonton. Amy juga sudah sambil menyuapi roti panggang kesukaan Darren. Karena masih menunggu Viena dan Lexa, Darren sudah tertidur di pinggir kasur rendah yang ada di sudut ruangan. Zefanya berbalik dan melihat Darren tengkurap tidur di atas tempat tidur.


"Oh Amy, betapa Darren lucu sekali. Semoga aku bisa memiliki anak kembar laki laki dan perempuan," tutur Zefanya merasa gemas dengan anak pertama dari Gracia dan Dior itu.


"Aku malah berpikir seperti itu Anya. Terlihat kau kuat padahal kandunganmu lemah, tetapi wajahmu tetap cantik seperti ibumu dan Zhavia," ujar Amy menanggapi harapan Zefanya.

__ADS_1


"Ah Zhavia, apa kabar dia Amy?" selidik Zefanya yang agak tahu Zhavia sedang merasakan baby blues.


"Begitulah menjadi seorang ibu baru. Semoga kau bisa menyeimbangkan dan jangan lupa selalu meminta tolong padaku, MomXa atau mommy mu sekalipun sayang," kata Amy yang tidak begitu tahu tentang kabar Zhavia tapi memang dia agak mendengar kalau Zhavia sedikit frustasi memiliki seorang anak.


"Pasti Amy! Yang kutahu beberapa kali dia bercerita dia agak terkejut dengan semua itu. Menyusui, tubuhnya yang melemah dan hem, apa apaan si Patrick itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya!" dengus Zefanya yang sebenarnya ingin memberi peringatan pada adik iparnya.


"Gedung sekolah musiknya sebentar lagi akan jadi Anya sayang. Gedung itu merupakan impian mereka berdua!" saut Amy mencoba memberi pengertian pada Zefanya. begitulah yang ia dengar dari Dion dan Viena yang waktu itu tengah bercakap cakap mengenai kesibukan Patrick belakangan ini.


"Tapi kalau anak istri jadi terbengkelai menjadi keterlaluan Amy!" decak Zefanya tidak terima.


(Masuk spoiler Zhavia & Patrick ya season 2 ya;)


"Ya, aku mengerti. Ibumu tidak bisa kesana. Di sana sejak musim dingin. Ibumu sudah mulai sering tidak enak badan, Anya. Jadi dia meminta tolong Aunty Clau untuk melihat lihat Zhavia dan Zena," kata Amy lagi tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan pribadi mereka. itulah mengapa Viena dan Dion juga Lexa dan Leon sangat mempercayai Amy bekerja dengan mereka. bahkan sudah seperti keluarga sendiri. semua anak anak Amy di Summer disekolahkan oleh Viena dan Dion. Amy juga mendapatkan sebuah rumah dari Lexa dan Leon.


"Baguslah kalau begitu. Nanti aku akan menghubungi Zhavia untuk datang ke acara syukur ku dan Ezekhiel, Amy!"


"Ya coba saja, agar kalian bisa berbagi bersama,"


Zefanya mengangguk lalu membantu Amy membereskan Lego Darren yang cukup banyak. Tak lama Viena dan Lexa kembali. Dengan penuh antusias, Zefanya menceritakan semua kegembiraan pada ibunya. Viena memeluk dan mengusap usap perut Zefanya. Memberikan sebuah tanda lambang keyakinan mereka sebagai berkat untuk cucunya. Lexa juga teramat bahagia. Dia mengecupi pipi Zefanya berkali kali.


"Sungguh kuasa Tuhan tidak tertandingi Zefanya! Kau akan memiliki dua anak langsung dan kembar seperti your mom!" respon Lexa melebihi Zefanya sendiri karena dia tahu perjuangan anak angkatnya itu dan mengingat juga perjuangan dirinya waktu mendapatkan Xelino.


"Aku memang sudah menerka kalau kau akan memiliki anak kembar karena kondisi hamil mu yang seperti ini sama percis seperti ku," saut Viena masih merangkul Zefanya.


"Iya mom, MomXa. Aku juga, aku bahkan tidak menyangka semua ini. Aku dan Ezekhiel seperti pasangan paling bahagia di muka bumi ini, mom!"


"Terberkati lah kalian berdua. Tuhan tidak tidur, Dia melihat segala kesulitan dan beban yang kalian pikul, tapi sama sekali kalian tidak menyerah dan bersabar. Emm, Dad mu harus tau Anya, aku akan membangunkannya!" kata Viena membuat Zefanya membelalak. dia pikir ayahnya pergi ke Hotel.


"Oh God, daddy ada di kamar?"


"Ya, kemarin pergi bermain golf dan melupakan usia dan persendiannya," jawab Viena terkekeh dan berjalan hendak membangunkan Dion.


"Golf?" Zefanya mengerutkan keningnya. sejak kapan ayahnya bermain golg?


"Ya, olah raga kenangan terindah mom and dad mu, Anya," saut Lexa pelan.


"Benarkah? Aku baru mengetahuinya,"


"Sini, biar kuceritakan bagaimana mereka dekat hanya karena golf!" Bisik Lexa mengajak Zefanya ke dapur sebelum menunggu Daddy nya bangun dan mengetahui kabar tentangnya.


(Bisa dibaca di Viena - Dion MTS2 yaaa, sengaja biar klean bolak balik aja disitu haha;)



Ketika malam hari Ezekhiel menjemput Zefanya, mereka berdua menceritakan tentang acara syukur yang hendak mereka adakan bulan depan. Namun, Gracia dan Lexa menyarankan agar sekalian saja . dibuat ketika usia kandungan Zefanya 7 bulan. Mereka berpikir sejenak dan akhirnya menyetujuinya agar tidak terlalu membuang buang biaya.


Zefanya meminta tolong Gracia untuk mengundang semua anak muridnya juga anak anak panti asuhan agar datang ke acara syukur nya. Zefanya harus memperhatikan mereka. Sebenarnya satu bulan terakhir sebelum Zefanya mengetahui dirinya hamil, Ezekhiel meminta bantuan Theo dan juga Dior memberikan sumbangan dan acara amal di beberapa panti asuhan di Legacy. Mereka juga melakukan perbaikan bangunan yang kurang layak sehingga kehidupan para panti asuhan terjamin. Semua karena arahan dan pikiran seorang Zefanya.


"Kalau kita memberi, Tuhan juga pasti akan memberi pada kita, sayang, biarkan sekarang kita memberi anak anak panti asuhan agar doa mereka melimpah akan kita. Kata mommy, pemilik kerajaan surga adalah anak anak. Jadi berikan apa yang kita punya pada mereka. Hal ini sedikit tapi besar untuk mereka," kata Zefanya pada Ezekhiel satu Minggu sepulangnya mereka dari Nederland.


Tidak ada alasan Ezekhiel untuk tidak memenuhi permintaan istrinya. Dia malah semakin bangga dan mencintai wanita yang memiliki nama tengah Adonia itu.


...


Cium cium bau tamat ga hehe


2 part lagi menuju end ya biar kita ke Zhavia - Patrick .. you ready? 😁😎


.


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊


thanks for read and i love you 💕

__ADS_1


__ADS_2