Mantan Terindah

Mantan Terindah
49. Galau Tingkat Dewa


__ADS_3

...Cemburu akan terlihat ketika melihat sesuatu yang berpihak kearah lain...


"Eh jangan dibuka sekarang ya, aku malu."


"Oh gitu ya udah makasih ya. Lucu banget sih kadonya warna pink gini."


"Oh iya maaf ya lupa."


"Gak masalah kok yang penting kan isinya bukan bungkus kadonya." Roy mengacak-ngacak puncak kepala Franda dengan gemas sekali apalagi ditambah Franda grogi gitu.


"Mau minum dulu?"


"Gak deh kak makasih aku harus pulang kayaknya."


"Yah baru bentar."


"Kalau gitu aku pamit ya kak. Semoga suka."


"Iya makasih kalau gitu hati-hati ya di jalan."


"Assalamua'laikum."


"Waa'laimukumsalam."


Setelah Franda pergi Roy penasaran dengan kado didalamnya, ia mengguncang-guncang isi didalamnya tapi tidak terdengar apa-apa sama sekali seakan padat dan berisi. Karna saking penasarannya ia pun memberanikan diri untuk membuka kado itu di ruang tamu juga. Rasa penasaran yang membuat Roy ingin mnegetahuinya. Tapi sebelum itu ada surat yang ia temukan disela selipan kado.


Flashback.. (Sebelum Franda menuliskan sesuatu)


Franda mengambil kertas kosong yang ia robek dibagian tengahnya menulis beberapa bagian untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk Roy, tapi selalu gagal dan gagal karna tulisannya tidak rapi lah atau hal lainnya hingga ia harus mengulang beberapa kali. "Ah susah banget sih."


Ia sempat berfikir kalau yang ia tulis adalah alay atau berlebihan. Ia takut kalau ia terlalu kentara suka dengan sosok Roy. Jad lebih menulis garis umumnya saja.


Franda menulis dari hati, dan semua tidak dibuat-buat. Ia berusaha untuk tetap menjaga hatinya. Lalu ia lipat dan ia terus kedalam jaket agar nanti bisa ke cover dalam kado.


Flashback Off


Untuk Kak Roy,


Maaf banget ya kak aku gak bisa kasih sesuatu yang mahal, semoga diusia yang kakak kali ini menjadi sifat dan hal apapun dalam baik segalanya. Aku cuma pengen kasih kakak baju koko untuk mengingatkan kakak buat selalu sholat taat dalam beribadah ya ingat akan tuhan, aku kasih sajaddah agar kakak bisa terus bersujud untuk terus meminta sama Allah ya kak. Maaf jika hadiah aku gak semahal dari orang-orang. Aku harap bermanfaat ya.


^^^Franda^^^


Ia tersenyum membaca surat yang ditulis tangan langsung oleh Franda.


"Wih hadiah dari siapa tuh kak?"


"Dari seseorang, kenapa emang..."


"Seseorang siapa namanya?"


"Franda. Romantis banget kan dia ngasih ini ke gue, duh bakalan rajin sholat nih gue, jadi pengen punya pacar kayak dia ya."

__ADS_1


Khayalan on


"Mas ayo kita sholat bareng, aku udah wudhu nih jadi nungguin mas aja."


"Iya bentar ya."


Khayalan Off


"Woy kak kenapa lo malah senyam-senyum gitu? lo gak lagi sakit kan?"


"Eh apaan sih ya enggak lah." Roy menyapu wajahnya dengan kedua tangan. Ia membereskan hadiah yang ia buka tadi.


"Emang dia ngasih apaan?"


"Emang dia ngasih apaan?"


"Udah deh diem lo gue pengen pakai pas banget bentar lagi dzuhur."


Tiffany menggelengkan kepalanya karna aneh saja melihat saudara kembarannya sendiri.


Surat itu masih diatas meja dan Roy pun menngambilnya. Tidak ada yang berani terutama art di rumah mereka.


"Apa ini?"


"Surat? Dari siapa?"


"Franda?" Yang awalnya berdiri Rival langsung saja duduk dan membaca dengan seksama kertas yang bertulis tangan itu.


Lalu ia meremuknya dan merobek kertas itu, tangannya mengepal. "Eh den Rival."


"Tadi ada orang kesini? Franda ya bisa?"


"I----iya den ada non Franda kesini. Kenapa den kok wajahnya merah gitu gak enak dilihat?" Rival berdiri dan menyisakan kepingan kertas diatas sofa. Tanpa Perduli Roy akan marah atau bertanya kenapa surat itu dirobek.


Bibi pun bingung, ia merapikan kepingan kertas sambil menyatukan tulisan-tulisan yang masih sangat jelas terlihat untuk menjadi satu. Sobekkan itu terlihat sekali kalau benar-benar tidak bisa di plester. Ia melihat kamar Rival langsung tertutup biasanya kalau baru pulang kamar itu terbuka.


"Akh,,, sialan tuh bocah bisa banget bikin naik darah gue naik." Ia melempar begitu saja tasnya. Dasi seragam ia tarik begitu saja, dan ia lembar kembali karna saking kesalnya.


"Apa sih lebihnya kak Roy, gue juga ganteng, gue juga pintar, gue juga baik gak ada yang beda. Dia lagi dia lagi bosan gue dengernya."


Emosi itu memuncak ketika suara seseorang membuka pintu kamar Rival yang tidak terkunci. "Val lo kenapa?"


"Mending lo keluar kak gue lagi gak mau ngomong sama lo."


"Maksud lo apa val?"


"Udah keluar kak." Bahkan menatap secara langsung saja ia malas sekali untuk menatap kakak sendiri yaitu Roy.


...•••...


Ia berdiri diatas melihat pemandangan dari atas dan sejuk sekali, ketika melihat Roy tadi Rival seakan terdiam ketika mendengar dari Franda perempuan yang sering ia marahi itu. Ada perasaan kesal, sedih dan perasaan yang membuatnya cemburu juga. Ia tidak menyangka sama sekali dengan sikap Franda rasanya sakit sesakit-sakitnya.

__ADS_1


"Hei, val lo tumben ada disini. Kenapa lo?" Ucap Bima yang membawa banyak makanan diatas meja.


"Enggak, papa. Lo pernah ngerasain sakit gak?"


"Emang lo lagi sakit?"


"Gue tuh nanya sama lo kenapa balik nanya sih?"


"Sakit apa emang?"


"Sakit karna cemburu, nyebelin banget gak punya perasaan, gak punya hati!"


"Hah? Maksudnya apaan sih." Gumam Bima yang belum mengerti sedangkan Rudy dan Albert malah ketawa-tawa dengan Bima yang tak kunjung mengerti.


"Dia lagi jatuh cinta dan lagi cemburu." Bisik Albert pelan.


"Tapi sama siapa?"


"Inisialnya F."


"Siapa emang? Franda ya? Emang Rival suka sama Franda?" Tanya Bima kembali yang masih belum puas. Ia benar-benar tidak mengerti sama sekali.


"Lo itu ya belibet banget, udah deh mending lo makan tuh makanan biar lo obesitas ngerti lo!"


"Ah berisik lo pada." Sahut Rival yang merasa mereka sangat annoying sekali. Ia memindah posisinya.


"Val, gue tau kalau lo suka sama Franda mending lo ungkapin semuanya sebelum lo nyesel karna kak Roy kayak suka sama dia dan Chiko juga sih kayaknya. Makanya sebelum itu terjadi lo buru---"


"Udah gue gak mau bahas dia lagi, gue udah muak sama dia pengkhianat banget jadi cewek."


"Eh gue ada ide nih." Albert berbisik ke telinga Bima dan Rudy hahaha ide yang gila pastinya!


...•••...


"Kok kalian diem-dieman sih?" Ucap mama yang bingung dengan Roy dan Rival.


"Gak tau juga mah, Roy sih gak ada masalah sama sekali."


"Gak papa kok mah, males aja ngomong sama pengkhianat kayak dia. Udah punya Manda masih aja cabang yang lain serakah banget gak bersyukur. Ah gak mood ya udah aku keatas dulu." Rival menarik bangku meja makan dan ia meninggalkan langsung. Wajah yang tanpa senyum sama sekali, siapa yang ia maksud kalau bukan Roy.


"Emang kalian berantem kak?"


"Mana gue tau, dia aja yang marah duluan sama gue, tadi aja pas gue ke kamarnya dia eh ternyata dia nyuruh gue keluar. Emang salah gue apa sih?"


"Tapi dia kayak ngomong pengkhianat gitu, trus bawa-bawa nama kak Manda, kok gue rada gak ngerti ya? Emang Rival suka sama kak Manda?"


"Gue juga gak tau tif."


"Loh kok malah ngobrol ayo makan lagi."


"Iya mah."

__ADS_1


Rival menguncinya kamarnya, hari ini dibikin bete dan tidak karuan gara-gara seorang Franda saja.


__ADS_2