Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEF PART 14: Allegra & Morgan


__ADS_3

Perintah agar kita percaya pada sebuah hubungan adalah sebuah hal yang sangat sederhana. Bahkan mengatakan "Ya, aku percaya padamu," adalah sebuah ucapan yang sangat sederhana didengar apalagi diucap. Lalu, bagaimana mempertahankan sebuah kepercayaan itu? Ketika ketakutan sudah melingkupi akan kehancuran sebuah kepercayaan, keberanian yang ada menjadi seperti buih buih yang tak ada artinya. Sampai terlihat dengan mata kepala sendiri dan merasaka bahwa sebuah kepercayaan bukan hanya diucap tetapi diaplikasikan agar terus menjadi besar dan tak terelakan. Dan, bagaimana kisah Allegra dan Morgan selanjutnya? Apakah Allegra menerima penjelasan Morgan atau mengintrospeksi diri terlebih dahulu?


...


"Kau yakin bisa sendiri ke Legacy?" Tanya Xelino sebelum Allegra memasuki ruang tunggu pesawat.


"Bisa kak, kau tenang saja!" Saut Allegra tersenyum lebar.


"Oke, kabari aku jika sudah tiba di sana," pinta Xelino.


"Sampaikan salamku pada Aunty Lexa, Alle," tambah Carolyn yang juga ikut mengantar.


"Tentu kak, aku akan menyampaikan salammu. Hem, hanya di depan ku kau boleh memanggil Aunty Lexa, karena seharusnya kau memanggilnya Mami Lexa, bukan begitu kak?" Allegra melirik ke Xelino.


"Kak Carolyn mu masih belum menyangka saja akan bersanding denganku!" Saut Xelino terkekeh.


"Sudahlah, aku pasti melakukannya. Sana Alle masuk ke ruang tunggu!" sela Carolyn tidak akan bisa mengalahkan gurauan dua saudara sepupu itu.


"Oke kak!"


"Katakan selamat ulang tahun dariku, Allegra," pesan Xelino lagi.


"Ya kak, bye!"


Begitulah Xelino mengantar Allegra ke bandara bersama kekasihnya, Carolyn. Allegra dengan sengaja pagi ini menuju ke Legacy. Dia hendak memberikan kejutan untuk Morgan. Dia merasa juga sepertinya Morgan tidak mengetahui ulang tahunnya. Allegra pun tidak pernah bertanya padanya. Allegra bertanya pada Gracia. Dia juga bertanya pada Pammy mengenai kesukaan Morgan. Allegra sudah membelikan satu setelan suit casual untuk pacarnya itu.


Allegra melakukan penerbangan selama 3 jam karena dia menggunakan pesawat eksklusif yang langsung menuju ke Legacy tanpa transit. Sesampai di Legacy betapa semangatnya Allegra. Dia melihat jam tangan sudah menunjukan waktu makan siang. Allegra memutuskan untuk makan di bandara setelah itu dia ke rumah Morgan. Gracia juga sudah memberitahu alamat Morgan pada Allegra.


Allegra meraih ponselnya dan melihat ada satu panggilan tak terjawab dari kekasihnya. Allegra sengaja tidak menghubungi kembali. Allegra benar benar ingin membuat kejutan.


"Hem, apa yang akan kau berikan padaku, kalau kekasihmu ini berani ke Legacy sendiri? Semua demi ulang tahunmu sayang. I Miss you!" Kata Allegra melihat foto dirinya dengan Morgan pada layar ponselnya.


Setelah makan siang, Allegra langsung menuju ke rumah Morgan. Dia hendak membuat kejutan di rumah saja ketika Morgan kembali. Namun, sesampainya di sana Pammy mengatakan kalau sore ini Morgan akan pulang telat.


"Apa dia tidak mengatakan padamu Allegra?" selidik Pammy yang juga belum bertanya kenapa anaknya itu akan pulang telat.


"Mungkin nanti malam, bibi! Hari ini aku belum menghubunginya kembali. Aku sengaja karena mau membuat kejutan," saut Allegra tersenyum.


"Baiklah, coba aku yang bertanya mau kemana dia sore ini sehingga kau bisa menghampirinya. Kalau kita menunggu di sini akan memakan waktu lama, Alle," kata Pammy memberi saran.


"Ya, kau benar bi,"


"Baiklah, biarkan aku yang menghubunginya terlebih dahulu ya?"


Pammy pun menghubungi anak laki lakinya itu.


"Mom, apakah hari ini adalah ulang tahunku?" Morgan malah bertanya. Pammy sudah membuat ponselnya mode loud speaker sehingga Allegra sudah mendengar suaranya. jantungnya berdegup dan dia benar benar merindukan prianya itu.


"Iya benar, aku sudah memasakanmu chicken noodle agar kau panjang umur, tapi kau malah ingin pergi. memanh Kau mau kemana?" Tanya Pammy.


"Ya, teman temanku memberikan kejutan, aku harus mentraktir mereka di Resto Ramen Mark & Marie," jawab Morgan.

__ADS_1


"Ya, baiklah tak apa. Aku hanya memasak porsi kecil, biar aku saja yang memakannya bersama Daddy mu,"


"Thankyou mom, nanti aku akan membawakanmu ramen di sini!"


"Oke, sampai jumpa and happy birthday," ucap Pammy tidak melupakannya.


"Thankyou mom!"


Panggilan dimatikan dan Pammy memberitahu pada Allegra kalau Morgan ada di restoran ramen itu. Pammy memberikan alamatnya. Tadinya Pammy mau mengantarkan calon menantunya itu, tapi Allegra menolak. Dia tidak mau merepotkan semuanya dalam hal ini. Dia mau berusaha sendiri untuk membuat Morgan senang di hari ulang tahunnya ini.


Akhirnya Pammy menghubungi supir milik Marcel untuk mengantarkan Allegra. Mereka menuju ke sana sore hari sekitar pukul 6 karena Pammy mengajak Allegra mengobrol terlebih dahulu.


Allegra tersenyum menuruni mobil. Dia sudah membawa kotak berisi suit casual itu yang di bungkus kertas kado merah dan terdapat pita putih di atasnya.


"Morgan, aku datang!" Gumam Allegra tersenyum dan memasuki resto tersebut.


Allegra sudah memasuki resto ramen tersebut. Memang agak ramai tapi Allegra terus berusaha mencari dan dia melihat Zefanya di sana mengarah pada pintu masuk . Dia sudah yakin pasti Zefanya juga diajak oleh Morgan. Allegra melihat di sekitar Zefanya dan sangat mengenali punggung bidang kekasihnya. Dia mendekati kawanan itu tapi seketika kakinya melemah ketika melihat Morgan menepuki punggung seorang wanita di sampingnya. Allegra merasa Morgan hanya membantunya karena wanita itu terbatuk.


Allegra kembali berjalan tapi dia bertabrakan dengan seorang anak kecil. Anak kecil tersebut meminta maaf sehingga Allegra menanggapinya. Ketika Allegra kembali berjalan hatinya malah tak karuan dan terasa perih. Di depan pandangannya terlihat kekasihnya memeluk wanita itu dengan sangat dekat. Allegra tetap melangkahkan kakinya sampai nama itu terdengar.


"Kau memang selalu ceroboh seperti dulu, Rosie," kata Morgan saling berpandangan dengan Rosie.


Seketika seluruh tubuh Allegra bergidik. Itu bekas kekasih Morgan. Apa mereka kembali berhubungan? Mengapa Morgan tidak menceritakannya padaku? Apa mereka berniat bersama kembali? Apa yang harus ia perbuat? Semua pertanyaan itu menari nari di atas kepalanya. Tangannya bergetar dan jatuhlah apa yang ia bawa. Sepasang Dior casual itu ia beli dari sebuah butik ternama di Nederland. Dia memesannya. Merancang sendiri sesuai bentuk tubuh kekasihnya. Namun, apa yang ia saksisan sekarang. Allegra ingin tenang, ingin sekali tenang dan menghampiri pria nya lalu memeluk dan menciumnya mengatakan "aku datang, selamat ulang tahun, sayang," tapi yang ada hanyalah:


"Morgan? Rosie?" Katanya dan dia berbalik. Dia harus pergi dari sana. Dia berjalan cepat sampai apapun yang menghalanginya harus tertabrak olehnya.


...


Allegra melihat ke kanan dan ke kiri. Pikirannya menjadi tidak menentu. Dadanya sesak tentu saja. Apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan bayangannya. Kenyataan yang terlihat adalah sebuah pengkhianatan sebuah kepercayaan. Allegra mempercayai hubungan jarak jauh ini meskipun sulit ia terima. Jangankan hubungan jarak jauh, masih dalam negara dan kotapun, pria itu menyakitinya. Memutuskan hanya satu kesalahannya yang emosi dan kecemburuan yang meluap luap. Namun, kali ini dia ingin bersabar. Morgan pria yang berbeda. Dia ingin ke jenjang yang lebih serius. Morgan selalu membuatnya tersenyum tapi sekarang? Kepedihan menyerang dirinya. Dia tidak tahu harus kemana. Tujuan dia ke tempat ini sepertinya sudah menemukan jalan pulang. Morgan dan Rosie tampak sangat serasi ketimbang dengan dirinya yang kekanak Kanakan begini.


"Allegra!" Seseorang memanggilnya. Allegra belum sanggup melihatnya walau dia mau tahu yang sebenarnya. Allegra berdiri dan menundukan kepalanya. Dia bersembunyi di balik bangunan restoran itu sementara Morgan masih mencarinya.


Allegra kembali meraih ponselnya. Dia menghubungi seseorang. Mungkin orang itu tahu apa yang terjadi.


"Aku tidak tahu harus kemana, aku tidak tahu jalan," kata Allegra yang merasa linglung karena hatinya juga tak menentu.


"Kau ke hotelmu saja, aku akan kesana," kata orang itu di seberang sana.


"Terimakasih,"


Allegra ke depan restoran setelah melihat Morgan tak ada. Dia memberhentikan taxi dan memasukinya.


"Hotel Atkinson!"


Supir taxi membawanya ke hotel ayahnya atau bisa dikatakan hotelnya. Dia kembali meraih ponselnya dan menghubungi ayahnya.


"Aku ingin menginap di hotelmu dad," kata Allegra melemah.


"Kau tidak di rumah Morgan?" selidik ayahnya.


"Kami belum berstatus, dad," kata Allegra berdalih padahal Pammy sudah menyiapkan kamar tamu untuknya. Jerry pun merasa aneh tapi dia tidak mau merusak liburan anak terakhirnya itu. Dan sepertinya dia tidak akan mengatakan pada istri dan anak pertamanya. Terdengar suara Allegra sangat melemah dan seperti habis menangis .

__ADS_1


"Sayang, kau baik baik saja?" selidik Jerry lagi.


"Sangat dad, aku baru saja memotong kue ulang tahun bersama Morgan. Jadi bisakah aku menginap di sana?" tanya Allegra lagi dan dia berbohong. dia tidak mau membuat ayahnya memikirkannya.


"Tentu bisa sayang, itu hotelmu! Semua juga sudah tahu kalau kau pewaris yang akan menggantikanku," saut Jerry.


"Aku takut mereka lupa, dad," kata Allegra lagi berdehem.


"Morgan mengantarmu?" tanya ayahnya lagi memastikan.


"Ya, dia sedang mengemudi," jawab Allegra terus berdalih.


"Baiklah, jaga dirimu, kapan kau pulang? Mommy bertanya,"


"Lusa,"


"Oke, sampai jumpa dan titip salam ku untuk Morgan dan keluarganya,"


"Ya dad, bye!"


Panggilan dimatikan. Allegra kembali menangis dalam sesak dan diamnya. Dia menutup wajahnya. Hancur sudah liburan yang ia dambakan semalam. Bisa saja sekarang dia bercanda dengan Morgan dan teman temannya.


"Tapi tidak mungkin kita bercanda bersama mantannya. Itu sangat mustahil. Morgan pasti akan menjauhkanku dari teman temannya. Aku juga tidak terlalu dekat dengan Zefanya. Ya, aku hanya penganggu. Seharusnya aku tidak kesini! Tapi dengan begini aku jadi mengetahui yang sebenarnya. Kalian memang jodoh. Seharusnya aku tidak menerimamu, Morgan. Kau lebih serasi dengannya. Dia tampak dewasa dan tidak sepertiku, hem aku memang ditakdirkan sendiri dan selalu seperti itu. Ternyata Kak Jessie masih terlihat lebih cantik dan Rosie juga. Sudahlah, tenangkan dirimu Allegra. Tidak apa tidak apa," tuturnya pelan dengan terus menutup wajahnya.


Setelah membayar dan turun dari taxi, Allegra menarik napasnya sebelum memasuki hotel nan megah itu. Hotel dengan cahaya kemilau orange kuning seperti emas ini dimasuki oleh sang pewaris yang hatinya bahkan berwarna kelabu dan hendak menggelap.


"Nona Allegra?" Seorang pria berjas lengkap dengan dasi kupu kupunya menyapa Allegra. Allegra hanya meliriknya.


"Mari, kuantar ke kamar yang selalu Tuan dan Nyonya Atkinson tempati," kata pria tersebut.


...


...


...


...


...


apakah Morgan mengetahui keberadaan Allegra?


lanjut di bawah ya Morgan & Allegra Ekstra


maaf kita ke Morgan & Allegra dulu ya mumpung Ezekhiel & Zefanya belum ke Honolulu 😁😁


.


jangan lupa kasih tetap LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2