
Lusi dan Milka menghampiri Rival dan ketiga sahabatnya yang lagi nangkring di kantin, dengan pedenya Lusi menarik bangku kosong disamping Rival. "Ngapain disini?" Ucap Rival yang spontan namun mampu membuat Milka yang malah gemetar lagi pula menatap Rival memang bikin gak kuat tapi namanya kalau singa lagi tidur dibangunin pasti bakalan galak pula.
"Santai aja val, santai aja." Rudy menepuk bahu Rival dan dirinya jauh lebih rileks ketimbang Rival yang pemarah dan emosian.
"Tumben kalian berdua kemari bukannya disini banyak bangku sama meja yang kosong? Tumben banget lus? Kenapa?" Lusi hanya diam saja biasanya Rival malah mengajaknya untuk duduk disampingnya tapi sekarang ia sedikit lebih jutek dan judes.
"Mending kita kesana aja deh lus."
"Tuh bener kata mil..."
"Udah deh gue pengennya disini Milka! Kalau lo mau kesana atau balik kelas gue juga gak papa kok ribet amat." Kasar Lusi dengan satu hentakan.
Roy juga banyak digandrungi cewek-cewek eits tapi beda sih yang deketin Roy. Ya yang setipe sama dia lah yang suka baca, yang suka berdiskusi, yang suka kompetisi bahkan yang suka menghabiskan waktu cuma hanya membahas satu masalah. Ya beda jauh kan sama Rival? Yang setipe dengannya. "Hallo, kak Roy. Lagi ngapain? Boleh kita duduk disini?" Ucap Cerry yang tidak cuma sendiri tadi ia bersama Franda yang ada disampingnya yang sudah lumayan pulih dengan kondisi badannya yang kurang sehat.
"Eh kalian, duduk yuk duduk. Oh iya fran gue lupa berapa ya uang yang harus gue bayar kemarin?"
"Em, cuma 30 ribu aja sih kak. Tapi gak papa kok ambil aja anggap aku lagi ngasih. Gak enak ah kak kalau dibalikkin." Cerry mencerna obrolan mereka berdua yang membicarakan hal yang masih ambigu.
"Ah jangan gitu lah fran, namanya juga hutang kan? Entar gue bayar ya."
Franda hanya diam saja, sedekat ini bisa deket banget sama Roy. Jantung yang terus saja berpacu kencang melihat Roy yang tak ada berubahnya dari sisi manapun cowok itu benar-benar sempurna baik, ganteng, pintar dan selalu jadi kebanggaan sekolah gimana gak kretek coba cewek-cewek. Iya kan?
"Oh jadi dia yang bayarin kak Roy, dasar sok pahlawan banget. Jadi kak Roy suka sama dia? Si cewek cupu? Rendahan banget tipekal cewek kak Roy. Hahaha." Batin Rival dalam hati.
Rival berdiri dari duduknya dan meninggalkan Rudy, Bima dan Albert disana. "Val mau kemana lo."
__ADS_1
"Gue pengen ke kelas disini udah gak asik lagi, sakit mata." Tatapannya kearah lain tapi ia sangat jelas melihat Roy kakak kandungnya sendiri sedang asik ngobrol dengan Franda walaupun tidak hanya berdua doang.
... ••• ...
Roy dan Franda begitu dekat sekali, berbeda dengan dirinya dan Franda yang lumayan canggung dan menjaga jarak satu sama lain yang padahal mereka adalah teman sekelas pula yang seharusnya jauh lebih lebih dekat ketimbang Roy. Dari jauh Rival memperhatikan kakaknya sedekat itu dengan Franda tangannya mengepal dan menggerutu ringan karna tidak terima dengan apa yang ia lihat sekarang. "Dasar cewek cupu caper kakak gue diembat juga."
"Kalau suka sama Franda bilang aja langsung ke orangnya kalau gue jadi lo sih gitu gak sok pura-pura benci tapi pas liat dia sama orang lain udah deh cemburu." Telinga Rival panas dan ingin langsung menghajarnya singkat. Tapi yang bikin Rival marah dan emosi ia melengos begitu saja didepan Rival dengan santainya. Tapi jangan panggil Rival kalau gak kepancing emosi Rival menarik tas ransel dia dan mereka kini saling berhadapan satu sama lain menatap keras kedua mata itu. Rival tersenyum sinis dan mahal. "Maksud lo apa sok tau gitu? Lo pikir gue suka sama tuh cewek hah? Jangan pernah lo anggap lo tau semua kehidupan gue. Ngerti lo!."
"Huh tenang men, tenang. Gue gak nuduh lo suka kok tapi gue cuma bilang----"
"Diam lo, sebelum lo gue habisin disini jangan mentang lo anak wakil kepala sekolah gue takut ya." Rival melepaskan kerah Chiko dengan spontan karna sebenarnya ia juga takut dan kejadian di ruang BK terulang kembali.
Ia menarik senyum miring dan menantang Rival yang sudah terpancing emosi. "Gue yakin lo suka sama Franda." Chiko pun berlalu begitu saja. Tapi sebelum itu Rival tidak mau kalah dan berteriak "Gue bakalan buktiin kalau gue gak suka sama tuh cewek cupu."
"Buktiin aja hahaha." Kali ini Chiko memang beradu mulut dengan Rival.
"Kak Roy, cepetan balik." Ia sambil menatap kearah Franda dengan tajam namun Franda memilih untuk berpamitan lebih dulu.
"Ya udah kak kalau gitu aku pamit dulu ya."Awalnya sih pengen berpamitan juga sama Rival tapi kata "tidak" mungkin adalah jawaban yang terbaik.
Setelah Franda pergi Rival mengomel kembali kepada Roy. "Mending lo jauhin Franda deh kak. Gue gak suka kalau dia pengaruhi lo, lagian dia juga gak selevel sama lo. Gue lebih suka lo sama Amanda kalian lebih serasi."
"Gue gak ada apa-apa sama Manda."
"Kalau lo berdua ada apa-apa juga gak masalah gue dukung, tapi intinya gue gak suka atau gak setuju lo sama Franda karna dia gak baik buat lo. Ya udah gue balik duluan."
__ADS_1
Roy mematung dengan ucapan Rival adiknya yang benar-benar aneh sebegitu bencinya kah dengan Franda hingga ia berani mengatakan kalau Franda bukan orang yang baik untuknya?
...•••...
Rival teringat kembali dengan ucapan Chiko yang masih kepikiran sampai sekarang. Lagi dan lagi kenapa selalu kalau berhubungan dengan Franda pasti ia tidak hilang begitu saja. "Lo kenapa sih val?"
"Gue benci banget sama tuh cewek cupu."
"Maksud lo?" Albert tertarik dengan sikap Rival kali ini.
"Kenapa kalau berhubungan dengan si cewek cupu gue selalu kepikiran, padahal gue benci banget dasar bikin emosi aja."
"Trus lo mikirin?"
"Ya iyalah gue mikirin." Dengan polosnya Rival menjawab pertanyaan intimidasi dari ketiga sahabatnya.
"Hahahaha. Val lo yakin? Lo yakin gak sadar? Bert lo jelasin deh sama Rival kocak banget."
"Apaan sih kalian bikin gue makin bete aja."
"Maksud Rudy, dia kan berpengalaman tentang cewek tapi yang juga tau kalau cowok kayak gitu itu tandanya dia lagi suka, dia lagi naksir dan lo lagi ngerasain itu kan?"
Rival mencoba untuk mencerna sedikit pernyataan Albert."Jadi maksud lo gue suka sama Franda? Si cewek cupu itu?" Sontak Albert tertawa dan mengangguk tegas dengan jawaban Rival.
"Gak, gak mungkin. Gak mungkin gue suka sama dia. Ih ogah banget gue benci banget sama dia." Ia tidak terima sampai mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Liat aja lo bakalan ngaku val tinggal waktu yang bakalan menjawab, lo gak usah tutupin semua rasa suka lo, percuma aja. Karna semakin lo tutupin topeng, lo bakalan terbuka juga lo cuma bikin perasaan lo sakit doang." Rival hanya diam dan tidak menjawab kembali.