
Rival masih yakin kalau Franda akan menerima dan memberikan sebuah kejelasan yang tidak ada lagi pertanyaan yang menumpuk dipikirannya. "Mau kemana? Mau kabur lagi? Guys bawa dia." Perintah Rival. Albert berbisik di telinga Franda dan itu membuat Franda sedikit lebih tenang.
"Rival cuma butuh penjelasan lo doang kok, jadi lo jangan takut kalau lo kenapa-napa. Gue paling tau dia." Bisik Albert dengan pelan dan hanya mereka berdua saja yang tau itu.
Kali ini bukan Rival yang memegang kemudi tapi Rudy, Rival berada disamping Franda. Jantungnya berdebar sangat kencang sekali, pikirannya sudah melalang buana. Rival menatapnya sangat tajam, dan Franda pun hanya bisa diam menatap kaca mobil disebelahnya. Tapi ia yakin dengan ucapan Albert yang sempat ia dengar tadi.
Ia seperti disandra oleh tiga cowok yang menyekap dan melakukan sesuatu hal yang negatif. Bukan itu yang sebenarnya terjadi tapi karna sudah parnoan jadi ya seperti itu.
Cerry ketakutan dan bingung banget., salah satunya adalah Roy kakak kandung Rival. Ya, ia memberanikan diri untuk menemui Roy di kelasnya.
"Cerry?"
"Hai kak, kak Roynya ada kan?" Sebenarnya ia sudah tau kalau Roy ada didalam tapi karna bingung harus berbicara apalagi ia pun hanya bisa berbasa basi.
"Ada, ya udah gue duluan." Ucap Reno yang pergi begitu saja.
Tidaka lama Roy pun keluar dengan kebingungan tumben banget Cerry ada didepan kelasnya. Pertanyaan pun langsung ia lemparkan. "Cerry? ada apa?"
"Kak ayo kak kita ikutin Rival sama Franda. Rival menyekap Franda kak pakai mobil, aku takut Franda kenapa-napa." Roy pun bingung dan langsung saja menarik tangan Franda untuk langsung mengikuti mobil mereka. Untungnya ia pakai motor yang bisa lah ya untuk mengejar mobil. Dan ada jalur pintasan juga. Pasti Rival mendesak Franda, sebenarnya ia juga serba salah karna disatu sisi adik dan disatu sisi orang yang ia kagumi sejak lama.
"Emang mereka berantem?"
"Gak tau kak. Kan Rival gak terima kalau Franda mutusin itu."
"Ya udah kita ikutin aja, masih gak jauh kan mereka?"
"Iya kak."
Roy pun mengangguk paham. Ini nih yang ia tidak suka dari sikap Rival, yang selalu saja memaksakan kehendak.
"Loh kok jadi bengong begini? Ayo naik." Roy membangunkan lamunan Cerry.
__ADS_1
***
"Sampai kapan pun lo bakalan merasa yang gue rasakan, gue bingung ya sama cewek-cewek yang udah dikasih hati tapi mintanya jantung? Gak bersyukur banget sih jadi cowok?" Kesal Rival yang ingin dan sudah mendesak Franda.
Ia hanya diam dan dikelilingi 4 cowok kanan dan kiri. "Ayo kenapa diam aja?"
"Jawab, mulut lo dibuat buat apa kalau cuma hanya diam?"
"Dasar cewek cupu, murahan banget lo putusin gue!!"
"Gue gak bisa terima, kalau emang cupu ya cupu gak usah banyak tingkah deh!!!" Lanjut Rival yang terus memaki Franda, ia hanya bisa menunduk karna itu yang harus ia terima dan ia dapat. Ia tidak mungkin harus mengatakan apa yang terjadi karna itu sangat rumit dan akan panjang nantinya.
"Maaf!!!"
"Maaf lo bilang seenak jidat lo ya!"
"Kamu gak pernah tau val." Udah aku minta maaf." Dan ucapan ini kali aja berfungsi untuk Rival kalau dengan kelembutan.
"Oh iya satu lagi, jangan-jangan lo pacaran ya sama kak Roy? Oh iya ngapain lo nyuruh gue buat balik sama Rubi? Apa maksud lo?"
"Val lo tuh ya." Sahut Albert lagi.
Dan ketika Bima mendekat Rival sudah tau pasti ia akan pro ke Franda. "Lo gak usah ikutan deh bim, banyak makan aja sono tuh di mobil gue ada banyak makanan enak."
"Ya gak segitunya juga kali val." Gerutunya yang tidak terima seperti itu.
"Mau lo sebenarnya apa sih val?" Tanya Franda yang bergetar hebat. Ia menahan air mata yang ingin jatuh dari bola matanya tapi ia tahan dan tidak mau dicap perempuan lemah.
"Mau gue lo harus jadi pacar gue!!! Gue gak akan pernah mau lo putusin!" Ketiga sahabatnya, bingung dan aneh. Seorang Rival yang dikenal seperti ini tegas, seorang pemimpin takluk dihadapan Franda.
Suara itu mulai melemah dan langsung memeluk Franda dengan pelan. Dekapan itu kencang sekali dan penuh makna. Franda tau kalau Rival tidak mungkin bisa jahat karna ia tahu sekali Rival orang baik. Dan itu sangat terjadi dan menjadi sebuah bukti. "Rival kita gak bisa bareng lagi, kita tuh gak cocok. Dan lo harus bareng Rubi yang jauh lebih bisa menerima lo dan tulus sayang."
__ADS_1
"Rubi masa lalu gue. Dan selamanya akan jadi masa lalu gue Franda. Lo cemburu? Oke gue bakalan hapus nomor dia kalau perlu gue blokir." Bukan cuma sekedar omong doang ia pun langsung membuktikan tanpa basa basi.
"Nih gue udah blokir udah puas?" Ponselnya ia pampangan dihadapan Franda.
Sial! Alasan apa lagi.
Roy yang memperhatikan mereka dari jauh pun langsung mendekat dan menarik Franda. "Lo anak kecil! Lo gak papa kan?" Roy menghapus air mata langsung dihadapan yang lain, ia tidak perduli sama sekali dengan siapapun yang menganggapnya aneh atau apa.
"Ngapain lo kesini kak?"
"Lo yang ngapain bikin anak orang nangis? Kalau dia gak mau lo gak perlu kayak gini val."
"Ini urusan gue sama dia kak Roy."
"Kalian udah putus kan? Rubi yang jauh lebih butuhin lo val. Mending lo balik dan terima semunya aja, kan papah sama mamah yang merestuin pertunangan kalian."
"Kak, gue tanya sama lo." Jeda sejenak dan menarik nafas sebentar.
"Lo suka sama dia?"
"Apa maksud lo?" Roy tersudut dan bingung.
"Gue tau kak Roy, gak mungkin lo kesini tanpa apa-apa. Lo suka kan sama dia sama cewek cupu ini?" Tunjuk langsung kearah Franda.
"Iya kalau gue suka sama dia kenapa? Kan sah sah aja kan kalian udah gak ada hubungan sama sekali sama dia juga. Dan terserah loh val?" Sahut Roy yang terang-terangan.
"Kak Roy?"
"Iya fran gue suka sama lo, sejak kita bareng dan ketika Rival juga suka sama lo gue coba ikhlasin dan ketika kalian pacaran pun gue ikhlasin tapi disaat semua sudah kayak gini, gue gak bakalan terima!!!" Telak didepan yang lain, Saat ini Franda direbutkan.
Cerry merasa kalau dirinya tidak perlu lagi ada disini, ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Val." Bisik Franda.
Ia hanya diam, sebenarnya ia masih sayang dengan Franda. Ini adalah kekesalan seorang anak sma yang diputusin begitu aja.