Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 18


__ADS_3

Membuat sesuatu yang berbeda terkadang akan membawa kebanggaan bagi mereka yang menyaksikannya. Namun faktanya, mereka tidak mengetahui banyak pengorbanan yang terjadi di balik layar tersebut. Bagaimana bersabar memaksakan kehendak dan lebih mengutumakan kepentingan orang lain dari pada dirinya sendiri. Bagaimana mencoba menahan semua keluh kesah yang ingin dituangkan dan bagaimana mencoba menjadi yang terbaik di mata mereka. Di mana orang lain, khususnya orang yang kita cintai.


Seperti pasangan yang sudah merajuk perasaan mereka sejak kecil. Sejak mereka membutuhkan perlindungan satu sama lain. Ya, Dior dan Gracia. Dior menginginkan wanita yang apa adanya dan hanya boleh dia yang mencintainya. Dia tidak peduli jika wanita itu berparas buruk atau cantik, yang terpenting wanita itu selalu membutuhkannya seperti Gracia yang selalu mengharapkan perlindungannya . Sedangkan Gracia, Gracia begitu mengangumi Dior sebagai sosok pria yang selalu ada untuknya. Seperti pahlawan meskipun pria itu ada atau tiada. Sampai ketika mereka bertemu lagi, mereka langsung menyatakan ketertarikan mereka.


Gracia tidak mau lagi kehilangan sosok pahlawan ini, dia mencoba untuk percaya dan mengerti jabatan Dior sebagai pemimpin perusahaan. Sementara Dior juga tidak mau lagi kehilangan Gracia. Dia ingin mengerti profesi yang disenangi dan digeluti kekasihnya itu. Namun, ketika dia dihadapkan pada perasaan yang sesungguhnya dengan hati yang harus mengerti, apa yang harus ia perbuat?


Ketika di hadapannya ada seorang pria yang berdansa atau menari dengan begitu menghayati sambil merasakan sekujur tubuh wanita yang seharusnya hanya dia yang boleh menyentuhnya. Apakah dia harus menerima dengan lapang dada, berdiam diri, memberontak atau benar benar tulus mengerti profesi yang diemban kekasihnya adalah seperti ini.


"Kakak, kau datang di hari ulang tahunku?" Tanya Gracia lagi memastikan. Dior tersenyum masam dan melepaskan tangan Gracia yang mengalungi lehernya. Gracia agak terkejut dan hatinya mulai meringis ketika Dior melepaskan tangannya namun ternyata Dior hanya ingin memegang tangannya di depan perutnya.


Dior lalu memegang kedua tangan Gracia hanya dengan satu tangannya sedangkan tangan lainnya merogoh saku jasnya. Dia meraih kotak sedang yang berisikan sebuah perhiasan untuk Gracia.


"Ini untukmu, bukalah Gracia!" Kata Dior menyorodorkan kotak perhiasan itu. Gracia meraihnya dengan wajah memerah dan mata yang berbinar binar.


Gracia segera membukanya dan begitu terkejut ketika melihat di sana sebuah gelang emas yang tipis bertabur berlian berlian kecil di sepanjang lingkar gelang tersebut.


"Pakailah, tanganmu akan terlihat makin indah, apalagi jika menari. Kilauan berliannya akan memberitahukan kemegahan gerakanmu yang sangat menakjubkan, Graciaku." Kata Dior lagi mengambil gelang tersebut dan memasangkannya ke pergelangan tangan Gracia.


Meskipun wajah Dior masih datar dan tanpa senyuman, namun kata kata nya sangat menyejukkan hati Gracia.


"Panjang umur dan sehat selalu sayangku. I love you .." Dior kembali mengucapkan kata kata itu setelah memakai kan gelang hadiah nya. Dior tersenyum tipis lalu mengecup kening Gracia.


"Terimakasih kak Dior, terimakasih, aku juga begitu mencintaimu!" Balas Gracia kembali memeluk Dior. Dior hanya mengelusnya punggungnya pelan dan tak lama kembali menarik dirinya. Gracia agak aneh namun dia tidak mau berprasangka buruk.


"Kenapa kak?" Selidik Gracia menaikan alisnya.


Dior menggeleng dan lagi lagi senyum itu serasa sangat kecut bagi Gracia.


"Sekarang Tiup lilinmu Gracia!" Panggil Zhavia untuk Gracia dan Dior menghampiri nya, Patrick dan Stanley yang sudah standby dengan kue dan lilin bernyala. Gracia mengangguk lalu hendak menggandeng tangan Dior, namun Dior menolak.


"Kau saja! Rayakan bersama teman temanmu!" Tutur Dior memegang lembut lengan Gracia dan mengarahkan ke arah Zhavia.


"Kau mau kemana kak?" Tanya Gracia.


"Aku tunggu di luar! Kau harus menikmati setiap masa masa kuliahmu! Tenang saja ya?" Jawab Dior tersenyum lalu meninggalkan ruang tari itu. Gracia mengalah dan membiarkan Dior pergi sementara dia meniup lilin bersama Zhavia dan lainnya.


Dior menyandarkan tubuhnya di balik pintu ruang tari itu. Hatinya sedikit terkoyak namun dia harus mendukung setiap pergerakan kekasihnya. Dia menghela napas dan mencoba mengingat janjinya pada Greta agar menerima Gracia apa adanya dan bisa memarahi Gracia sesukanya namun nampaknya ia tak mampu. Mungkin dia butuh waktu sebentar agar tidak menjadi pencemburu dan bisa menemani Gracia di hari ulang tahunnya ini. Dior pun menuju ke depan kampus menaiki mobilnya dan menunggu Gracia.


Sementara Gracia tidak menikmati tiup lilin dan potong kue itu. Setelah selesai dia hendak segera menyusul Dior namun Stanley menahannya.


"Gracia, selamat ulang tahun! Ini dariku!" Kata Stanley menyerahkan sebuah kotak kubus yang tidak terlalu besar dan kecil. Gracia meraihnya.


"Apa ini Stan?" Gracia memperhatikan kotak yang tidak terlalu besar atau kecil itu.


"Bukalah!"


Gracia lalu membukanya dan dia benar benar terpana. Di sana terdapat sebuah kotak musik bulat yang atasnya terdapat figur seorang balerina sedang memeluk seorang pangeran. Sementara kotak musik itu menyala ketika di putar pada sisi bulatannya.


"Putarlah Gracia!"


Gracia memutar bulatan kecil itu dan terdengarlah instrumental lagu The Nutcracker dan bersamaan dengan itu sang balerina dan sang pangeran menari berputar. Sungguh mengesankan.

__ADS_1


"Aku sengaja menyuruh kakakku mengirimkannya kesini spesial untuk mu Gracia. Apa kau menyukainya?" Tanya Stanley mengembangkan senyumnya.


Gracia mengangguk masih memperhatikan kotak musik figura balerina itu sampai suara Zhavia memekakan telinganya.


"Gracia, mau sampai kapan kau melihat dia berputar, Kak Dior sudah menunggumu!" Zhavia mengingatkan. Gracia lalu menoleh ke arah Zhavia dan benar saja. Dia harus bersama kekasihnya.


"Baiklah aku pergi dulu Stanley, semuanya, terimakasih hadiahnya Stanley! Bye!" Hanya ucapan sederhana itu yang Stanley dapatkan namun sudah membuat hatinya senang dan tersenyum


"Stanley! Kau cukup menjadi pasangannya dalam menarik bukan yang lain lain! Dan asal kita tahu, kau sudah merusak selera kakakku! Patrick, kau urus temanmu itu!" Decak Zhavia mengingatkan dan pergi meninggalkan Patrick dan Stanley yang terpaku tersenyum di sana. Patrick menghela napas dan menghampiri sahabatnya itu.


"Kau harus merelakannya sir! Gracia akan tetap dan terus mencintai kak Dior. Maafkan aku, pria itu jauh lebih baik darimu!" Patrick menepuk pelan bahu sahabatnya. Patrick sudah tahu cerita Dior dan Gracia dari Zhavia, jadi dia sangat mengerti bagaimana Dior akan melindungi dan mempertahankan Gracia.


"Ya, aku mengerti Pat! Aku sudah senang bisa berkolaborasi bersama Gracia. Dengan begini aku bisa mendapatkan Predikat penari internasional yang akan di daftarkan kakakku." Kata Stanley akhirnya memberitahu maksud dirinya berada di kampus ini.


"Apa maksudmu?" Patrick mengernyitkan dahinya.


"Aku sudah mengetahui Gracia sebelumnya lewat situs kampus ini! Gracia menjadi penari terbaik tahun ini di kampus ini. Penilaian ini sudah kudapatkan dari Mr. Ralph dan pemerhati seni tari terkemuka di Legacy. Jacklyn memberikan ku tantangan untuk mencari penari penari balet kontemporer terbaik di kampus yang terbaik di Honolulu, Legacy, Oriental, Indian dan Springfield." Tambah Stanley menjelaskan.


"Jadi, kau sudah berkelana selama ini?" Patrick memastikan.


"Benar! Dan ini kota terakhirku! Semua sudah terkumpul dan aku akan pergi ke Japanis bersama Jacklyn. Kami akan menetap di sana dan mengikuti kompetisi Dance and Balet Kontemporer terkemuka. Syaratnya pernah berkolaborasi dengan penari penari unggul di kota kota pilihan. Hal itu yang menjadi perhitungan sebuah bakat Pat!" Jawab Stanley tersenyum yakin pada sahabatnya namun tak lama ia menunduk.


"Kau memang luar biasa Stanley! Sejak dulu kau selalu memiliki tekad yang besar . Haha, sepertinya Kau sudah memanfaatkan Gracia!"


Seketika perkataan Patrick entah mengapa membuat Stanley berpikir kalau dirinya sangat licik. Padahal dia menikmati kebersamaannya dengan Gracia. Menurutnya, Gracia satu satunya penari yang paling cepat menangkap dan menghafal gerakan. Gracia juga tidak banyak bicara dan sangat profesional. Dia jadi agak sedih karna beberapa Minggu lagi menjelang pentas dia pun harus pergi.


"Tidak juga! Aku juga menyukainya Pat! Aku tidak tahu kalau dia orang yang ku cari di Legacy ini Karna sebelumnya dia orang Indian kan? Tapi ternyata ketika aku ke Indian, aku tidak bertemu dengan sosok Gracia." Jawab Stanley mencoba tegar.


"Its oke! Dia memang pantas bersama Tuan Dior! Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik baginya .. hem, aku bisa mendapatkan yang lebih dari dia Pat! Haha!" Stanley kembali bergurau mengenai kepercayaan dirinya.


"Perkataanmu sungguh mengerikan Stan!" Patrick pun merangkul Stanley keluar dari ruang tari.


"Kalau dia belum bersama Tuan Dior, kupastikan dia yang mengejar ngejar ku!" Balas Stanley masih menanggapi gurauan Patrick dan ternyata ..


"Heng, bisa bisanya kau memanfaatkan Gracia untuk keberhasilanmu tanpa memberitahunya! Baiklah, kau sudah membuat kakak ku patah hati pria balerina! Gracia mungkin akan membatalkan kolaborasinya! I'm so sorry!" Zefanya yang kembali lagi malah merekam percakapan Stanley dan Patrick.


...


Gracia memasuki mobil Dior yang sudah menyala dan tidak terkunci. Tampak Dior di sana bersandar menunggu Gracia sambil memejamkan matanya. Gracia tersenyum menghela napasnya pelan. Dia memberanikan diri memegang wajah pria nya itu. Dior pun tersadar.


"Kau sudah masuk?" Dior memastikan menatap Gracia.


Gracia mengangguk tersenyum.


"Kak, apa kau lelah? Kalau kau lelah, akhir Minggu saja kita makan bersama. Aku tidak apa apa." Kata Gracia kemudian.


"Tidak apa apa. Aku ingin bersamamu hari ini. Jangan sampai malah orang lain yang menemanimu di hari ulang tahun mu." Saut Dior agak menyindir halus dan bersiap menjalankan mobilnya.


"Kau masih memikirkan gerakan tarian ku tadi kak?" Selidik Gracia dengan wajah lirih.


Dior menggeleng.

__ADS_1


"Tidak sayang, tenang saja, aku mengerti!" Jawab Dior menyampingkan rambut rambut halus Gracia.


"Tapi wajahmu tidak seperti biasanya kak." Gracia ingin Dior mengungkapkan perasaannya.


"Aku hanya kurang tidur. Jangan berpikir yang tidak tidak." Dior mulai kembali menegakan tubuhnya ke depan kemudinya.


"Jadi, kau ingin merayakan ulang tahunmu di mana?" Tanya Dior lagi kemudian.


"Emm, aku ingin makan malam di hotel Prime di kamar paling mahal. Aku ingin ke sana dan melihat pemandangan Legacy ketika malam kak. Kau mau membawaku ke sana kan?" Pinta Gracia mengalah dan mencoba membuat suasana ceria lagi meski pria nya akan tetap dingin padanya.


"Kau yakin mau di sana saja? Tidak ke Star Garden? Zefanya saja ingin sekali ke sana." Dior memberikan saran lainnya.


"Tidak, aku ingin sebuah candle light dinner di pinggir jendela Hotel dan melihat pemandangan malam kak." Gracia meyakinkan dirinya.


Dior mengangguk. Dia lalu meraih ponselnya.


"Rick, siapkan satu kamar presidential suit di lantai paling tinggi. Siapkan juga meja perjamuan makan malam untuk dua orang di pinggir jendela kamar tersebut! Siapkan sekarang!" Perintah Dior pada Rick dan langsung mematikan panggilannya. Gracia terkejut dengan arahan kekasihnya yang cepat dan sigap membuat dia semakin mengaguminya.


"Secepat itu kau memesannya kak?"


"Untuk mu Gracia!" Jawab Dior masih dalam senyum tipisnya dan menjalankan mobilnya. Meski semua yang dikatakan Gracia dituruti Dior, namun Gracia tetap merasa jauh dengan kekasihnya itu dan agak asing.


...


...


...


...


...


heemm agak nyes nyes mendalam kek kue salju 😭😭😂😂


.


next part 19


apa hati mereka akan kembali menghangat seperti secangkir coklat hangat? 😁😁


bagaimana tanggapan Gracia mendengar rekaman yang diberikan Zefanya? 🙄🙄


hemm dunia anak mudaaa kadang mem baperkan kadang meng getarkan 😂😂


.


Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍


.

__ADS_1


Thanks for read n i love youu 💕


__ADS_2