
Sebuah pernikahan ibarat benih yang disiram terus menerus akan tumbuh, berkembang dan berbuah. Dan pernikahan pun seperti kata peribahasa semakin pisau diasah maka semakin tajam begitu juga pernikahan yang kuat jika kedua belah pihak saling mendukung, mempercayai, mencintai dan tentunya mengasihi. Sejak memiliki anak, Dior semakin mencintai Gracia, bahkan lebih dari sebelumnya. Begitu juga Gracia yang merasa lebih dicintai dan memiliki pernikahan yang sangat sempurna. Di bersyukur dengan buah dari kesabaran yang ia dan suaminya perbuat. Lalu bagaimana jika sedikit kerikil menghadang pasangan ini? Apakah mereka akan lebih kuat atau malah terkikis seperti pisau juga yang terus di asah dia akan semakin menipis?
...
Nyonya Gracia Prime
------------------------------------
Gracia sudah memandikan Darren yang sudah berusia 10 hari dan siap menyusui anak laki laki sehat ini. Perkembangan tubuh Darren meningkat pesat karna air susu yang diberikan Gracia. Gracia sangat menuruti Viena, Lexa dan Pammy untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Gracia tidak menolak dengan apa yang diberikan ibu mertuanya. Selain itu, Dior sangat mendukungnya jika ingin apapun, tak ayal Dior juga membantu Gracia mengurusi Darren. Dior selalu tepat waktu pulang sekitar pukul empat atau lima sore dan mengambil alih menjaga maupun menggantikan popok Darren. Dior benar benar menjadi ayah yang siaga.
Sama seperti Viena dan Lexa, Gracia tidak mau menggunakan baby sitter lagi pula Amy sudah menetapkan dirinya juga akan membantu mengurus Darren. Dengan semua dukungan orang orang sekitar, Gracia jadi memiliki air susu yang banyak dan berkualitas.
Ketika Gracia hendak menggendong Darren untuk menyusui, sebuah pesan hinggap di ponsel Dior. Dior masih membersihkan dirinya hendak berangkat ke kantor. Gracia sedikit mengalihkan namun dia mengingat semalam Dior pun mendapat pesan yang menurutnya sangat mencurigakan. Gracia meninggalkan Darren sebentar karna bayi itu juga belum haus.
Ella Marcob
Selamat pagi Tuan Dior! Selamat beraktifitas! Jangan lupa nanti siang aku akan ke hotelmu. Persiapkan dirimu ♥️
Entah mengapa Gracia sangat sedih dan cemburu melihat pesan ini. Dia lalu membuka foto profil dari wanita bernama Ella itu. Dia tidak tahu ini siapa sampai suaminya membuat nama pada wanita ini. Dior belum pernah menceritakan apa apa mengenai kolega wanita nya ini. Sekali lagi, kali ini Gracia memastikan kalau dirinya cemburu. Menurutnya Ella sangat cantik juga modis. Yang membuat Gracia semakin meringis ternyata sudah banyak pesan dirinya dengan suaminya. Namun, Dior memang hanya menjawab pertanyaannya saja dan tidak ada kalimat yang merasa nyaman dengan Ella.
Gracia menarik napasnya. Dia tidak boleh curiga dan tetap tenang. Dia kembali meletakan ponsel suaminya dan ke arah Darren. Dia menyusui Darren. Tak berapa lama, Dior keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum melihat istrinya sedang menyusui anaknya.
"Dimana pakaianku, Gracia?" Tanya Dior sambil mengeringkan rambutnya.
"Di tempat tidur kak. Kak, tadi ada pesan dari Nona Ella. Dia siapamu?" Selidik Gracia.
"Hanya kolega. Ada apa dengannya?" Dior kembali bertanya dengan tenang.
"Katanya dia mau ke tempatmu."
"Sepertinya hendak membayar auditorium yang ia sewa kemarin." Dior memberitahu.
"Oh begitu. Cepat pakai pakaianmu dan berangkat. Ini sudah pukul 8 pagi." Gracia mengingatkan.
"Pasti tuan putriku."
Dior segera mengenakan pakaiannya dan keluar kamar setelah mengecup kening anaknya juga Gracia. Gracia masih memandang punggung suaminya ketika keluar. Hem, semoga apa yang ia takutkan tidak terjadi. Dia juga tidak boleh berburuk sangka pada suaminya toh Dior masih sangat baik dengannya. Dia selalu pulang tepat waktu dan jika lembur, Dior selalu mengabarinya. Gracia tidak boleh terlalu curiga.
Namun lambat laun, rasanya Gracia harus bicara pada Dior. Menurutnya sudah sangat kelewatan karena keesokan harinya, Gracia kembali melihat Dior memainkan ponselnya dan sedikit lirikan sepertinya Dior sedang saling mengirim pesan dengan wanita bernama Ella itu. Sampai akhirnya mereka mengalami sedikit pertikaian.
Waktu itu, keluarga Prime kedatangan sebuah keluarga terpandang dari keluarga bangsawan. Siapa yang tidak tahu keluarga Kwan. Patrick dan Pierre sudah kembali ke Legacy. Tiba tiba keluarga Kwan yaitu Pierre melamar Zhavia. Mereka semua datang kecuali Patrick tapi Dior seperti tidak suka dengan gelagat Pierre. Dia hendak pergi saja dari ruang tamu itu dan benar saja dia pergi karna mendapat panggilan dari Ella. Dia langsung ijin permisi dan Gracia merasa ada yang aneh. Gracia mengikutinya perlahan. Dior menuju ke balkon belakang. Dia berbicara sambil memijat tulang hidungnya dan tak lama panggilan berakhir. Dior berbalik dan sedikit terkejut melihat Gracia sudah di sana.
"Aku meminta penjelasanmu! Belum pernah kau dekat dengan wanita lain selain ku seperti ini. Sangat intens dan cukup membuatku curiga kak!" Decak Gracia melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Dior mengusap wajahnya. Dia menghampiri Gracia dan meraih tangannya masuk ke dalam kamar mereka. Dior menjelaskan kalau Ella hanyalah orang yang hendak bekerja sama dengannya. Ya, Dior akui Ella memang cantik seperti yang dikatakan Gracia tapi Dior tidak bisa seenaknya menyukai wanita. Lagipula dia sudah mempunyai Gracia yang sangat ia pertahankan. Dia juga sudah mempunyai seorang anak laki laki. Gracia mencoba memercayainya namun begitulah Gracia merasa sangat tidak percaya diri ketika ada sebuah masalah yang mulai menggandrungi keluarganya.
Akhirnya malam itu Dior mencoba meyakinkan Gracia. Dior mengurung diri bersama Gracia di kamar mereka juga berasa Darren yang terus tertidur. Dior kembali bersatu dengan Gracia setelah dua Minggu mereka harus menahan terlebih dahulu paska melahirkan Gracia. Dior terus berkata kata pada Gracia tidak ada hati yang lain selain Gracia. Dior tidak mau masalah beberapa bulan yang lalu kembali terjadi. Dia tidak mau menyiksa dirinya juga Gracia.
Sejak itu, Dior memutuskan hubungan kerjasama dengan Ella. Namun ternyata Ella memang mengincar Dior. Dia menggunakan segala cara untuk bisa menikah dengan Dior tidak peduli Dior sudah memiliki Gracia dan Darren atau tidak. Wanita itu menjebak Dior. Ella menyuruh beberapa orang untuk menggodanya ketika Dior pulang lembur. Ella sudah mengatahui jadwal Dior. Disinilah dia beraksi dengan seakan akan dirinya bermalam dengan Dior. Selang beberapa Minggu, Ella datang ke keluarga Prime dengan pernyataan kalau dirinya hamil anak Dior. Semua sangat terkejut khususnya Gracia. Gracia hanya bisa menangis dan memohon pada Dior agar tidak menikah lagi.
Sementara tak habis habisnya Dior menjelaskan kalau bukan dirinya yang membuat Ella hamil. Dengan bantuan Zhavia dan Patrick , mereka bisa membantu mengungkapkan hal yang sebenarnya bahwa ayah dari anak tersebut adalah Pierre, kakak tiri Patrick.
Dan, hal hal semacam ini memang sungguh menggandrungi Dior dan Gracia. Namun, mereka sudah memutuskan jika ada sebuah masalah hendaknya mereka berdua dulu yang menyelesaikannya. Oleh sebab itu, Dior selalu mengunci dirinya bersama Gracia jika mereka memiliki masalah. Walaupun berakhir dengan pergulatan cinta, mereka bahagia karena sampai tidak perlu melibatkan orang ketiga. Belakangan semenjak masalah yang cukup berat itu mengenai Ella, nyatanya mereka jarang sekali bertengkar. Mereka lebih bisa mengendalikan emosi dan berbicara bersama sama. Dior dan Gracia juga bertekad agar bisa menjadi panutan kedua adik mereka, meskipun mereka gagal dalam menjaga Zhavia.
Zhavia dan Patrick akhirnya memiliki sebuah hubungan di Honolulu. Zhavia melanjutkan sekolah musiknya di sana dan Patrick menemaninya. Mereka kembali ke Honolulu karena Zhavia hamil. Sebenarnya, Dior ingin sekali marah tetapi ini sudah menjadi keputusan Zhavia dan Dior menghargai Patrick yang mau bertanggung jawab. Tentu saja Dior dan Gracia juga harus membantunya menyembunyikan kehamilan Zhavia dari Zefanya. Sampai saat ini dan sampai kehamilan Zhavia menginjak hamil tua, Zefanya belum kunjung hamil. Meski akhirnya Zefanya sendiri yang mengetahui kehamilan Zhavia.
...
7 bulan kemudian setelah pernikahan Zhavia dan Patrick.
__ADS_1
"Kau yakin kita tidak akan membawa Darren kak?" Gracia memastikan suaminya. Sebenarnya dia sedikit cemas meninggalkan Darren.
"Biar Darren bersama Amy, MomXa dan Paman Leon sayang. Nanti kita bergantian. Kita harus bulan madu kedua agar cinta kita semakin kuat, Gracia! Lagipula kau membutuhkan liburan. Tidak melulu mengurus sekolah dan Darren. Kurasa Darren lebih kerasan bersama Amy." Dior tersenyum mengenakan jasnya.
"Kau ini ada ada saja. Kita masih bisa bersama kan. Darren juga harus jalan jalan kak." Gracia masih berusaha tapi dia tidak juga memaksa.
"Nanti kita ajak lagi. Sekarang khusus aku bersamamu saja." balas Dior menoleh ke arah Gracia dan mengedipkan matanya.
"Baiklah. Kita akan berangkat dengan Zefanya?" tanya Gracia lagi.
"Entahlah, aku harus menghubunginya dulu. Beberapa hari ini kata Ezekhiel, Zefanya terus bermalas malasan di kamarnya." jawab Dior.
"Ah iya, pantas saja dia jarang kesini kak."
"Begitulah. Yasudah ayo berangkat. Pesawat Jet Uncle Egnor sudah sampai setengah jam yang lalu. Mom and Dad sudah menunggu di luar." ajak Dior kemudian.
Gracia mengangguk tersenyum. Dior membawa koper mereka keluar kamar. Mereka hendak ke Honolulu untuk menjenguk Zhavia yang sudah kian kontraksi. Zhavia hendak melahirkan. Zhavia menginginkan semua keluarga intinya datang oleh sebab itu Egnor mengirim pesawat jet nya karna agak mendadak.
Sekitar 3 jam penerbangan dari Legacy ke Honolulu. Viena, Dion, Dior dan Gracia langsung diantar Louise, anak Frank dan Grace ke mansion milik Patrick. Tetapi, Patrick dan Zhavia sudah berada di rumah sakit. Viena meminta Louise mengantarnya langsung ke rumah sakit saja. Karna, di mansion juga tidak ada siapa siapa. Pierre tidak bisa datang karna juga sedang berjaga jaga dengan Ella yang juga akan melahirkan. Sedangkan Alex dan Sandra masih belum tiba.
"Zhavia ..." Panggil Gracia membuka pintu kamar perawatannya. Zhavia masih disana merasakan kontraksinya yang sudah timbul mulai satu jam sekali namun bukaan belum bertambah. Zhavia tampak lunglai di sana dan Patrick terus menungguinya.
Senyum Zhavia tertarik lebar ketika melihat kakak ipar dan kakaknya serta ayah dan ibunya datang. Patrick sudah menghampiri Gracia berjabat tangan dan memeluk Dior serta Dion dan juga Viena.
"Terimakasih sudah datang Gracia, kak Dior, mom dad. Sejak tadi Zhavia terus menanyai kalian. Uncle Egnor dan Aunty Clau baru saja pulang. Nanti akan datang kembali. Em, Dimana MomXa dan Paman Leon?" Kata Patrick.
"Patrick, aku mau Zefanya, tanyakan dia saja!" Celetuk Zhavia sambil meringis memegang perut bawahanya. Gracia sudah berada di sampingnya.
"Lexa dan Leon harus menjaga Darren bersama Amy. Nanti kami bergantian." Kata Dion tersenyum.
"Zefanya dad! Dimana dia dan Tuan Ezekhiel?" Zhavia tak sabar.
"Argh dia bohong padaku! Aku butuh dia, Argghhhh!!!" Zhavia kembali mengalami kontraksi. Patrick kembali menghampirinya.
Dan begitulah Zhavia terus merasakan kontraksi lebih sering. Dengan kehadiran Patrick dan Viena bisa menemaninya dalam proses melahirkan secara normal, akhirnya Zhavia melahirkan seorang bayi perempuan sekitar pukul 8 malam. Mereka semua sudah berkumpul disana. Alex dan Sandra juga sudah datang juga Egnor dan Claudia sudah datang kembali. Mereka sangat bahagia menyambut kedatangan si bayi perempuan yang sangat cantik dan begitu mungil. Lalu kabar gembira mulai berdatangan lagi.
Pierre menghubungi Dior, Patrick dan ayahnya kalau Ella juga sudah melahirkan seorang bayi laki laki secara operasi karna air ketuban Ella telah pecah dan timbul flek.
Mereka semua berbahagia dan sampailah Dior dan Gracia di motel Prime. Dior tidak mau menginap di mansion Patrick. Viena dan Dion masih mau menunggui anaknya. Dior dan Gracia tampaknya harus beristirahat karna Gracia terlihat pucat. Gracia berdalih karna telat makan. Sesampainya di motel, Gracia dan Dior langsung makan malam dan mereka menuju ke kamar mereka.
Karena sudah hampir seharian Gracia dan Dior berada di luar, Gracia segera melepas seluruh pakaiannya ketika masuk ke kamar. Dior dengan nalurinya sebagai pria dan melihat istrinya secara terang terangan seperti ini menjadi bergairah. Dia lalu memeluk Gracia dari belakang.
"Setelah makan, aku jadi bergairah Gracia, tapi aku lupa untuk mencoba dessert di resto tadi." Tutur Dior menenggerkan kepalanya di pundak Gracia.
"Jadi maksudmu kak?" tanya Gracia pura pura lugu dan setengah menoleh ke arah suaminya tersenyum.
"Kau harus menjadi makanan penutup ku!" Desis Dior dan menggendong Gracia ke tampat tidur terlebih dahulu sebelum istrinya itu membersihkan dirinya. Dior sudah sangat tidak tahan pasalnya memang beberapa hari ini mereka tidak melakukannya. Tapi ketika Dior sudah merangsang Gracia dan dia hendak menanggalkan pakaiannya, Gracia malah merasakan perutnya tidak enak. Seperti ada sesuatu yang memanjat dari perutnya menuju ke tenggorokannya lalu ingin mengeluarkan sesuatu. Ketika Dior membuka pakaiannya dia malah mendapatkan Gracia berlari cepat menuju ke kamar mandi. Disana Gracia memuntahkan apa yang sudah ia makan malam ini.
...
"Selamat Tuan Dior, anak anda perempuan dengan berat 2.8kg dan tinggi 45cm." Kata sang dokter keluar dari ruang operasi. Gracia telah melahirkan anak keduanya yaitu perempuan. Dior berserta seluruh keluarga luar biasa bahagia. Khususnya Gracia yang tidak menyangka bahwa dirinya bisa memiliki dua orang anak mengingat dirinya masih sering tak nyaman ketika berhubungan.
Dior segera memasuki ruang operasi. Dior tidak bisa menemani karna Gracia kontraksi mendadak di usia kandungan 36 Minggu dan diluar prediksi sementara Dior ada di Oriental sedang memantau hotel cabang. Sesampainya di Legacy, Gracia sudah proses operasi.
"Gracia? Maafkan aku tidak bisa menemanimu." ucap Dior mengecup kening Gracia. Gracia baru saja dibersihkan tetapi masih dalam perawatan.
"Tidak apa apa kak! Aku bisa sendiri dan anak kita perempuan kak. Anak kita sepasang." kata Gracia dengan bangga dan sedikit terharu.
"Iya sayang. Kita sudah memiliki dua bayi kecil yang sangat tampan dan cantik." Dior menatap Gracia dengan penuh kehangatan.
"Laura kak! Aku ingin dia bernama Laura." Gracia langsung mengatakan nama sang baby girl. Sebelumnya Gracia memang sudah memikirkan nama ini. Entah mengapa dia sangat menyukai nama ini.
__ADS_1
"Iya sayang. Aku suka namanya. Terdengar sangat menarik dan manis." Dior tersenyum mengelus pipi Gracia.
"Juga cantik dan penuh kemenangan kak. Kita berhasil bertahan sampai saat ini dan Tuhan mempercayakan satu anak lagi pada kita kak. Padahal hampir semua dokter menyatakan diriku tidak bisa hamil. Terimakasih kak, kau selalu mempertahankan ku dan Laura anak kedua kita menjadi saksi keberhasilan dan kemenangan kita. Aku mencintaimu kak." Gracia juga tersenyum memegang wajah suaminya.
"Aku sudah berjanji padamu dan aunty Gretaku tidak akan menyia nyiakan cintamu. Kita akan selalu seperti ini selamanya sayang. Aku juga bersedia menambah anak lagi jika kau siap." Dior menatap menggoda.
"Kau sudah mulai mesum!"
"Aku selalu bergairah denganmu sayang. Terimakasih. Terimakasih telah menjadi wanitaku menerima kekurangan dan kelebihan ku dan terlebih lagi telah menjadikanku kekasih hatimu dari awal pertemuan kita sejak masih kecil sampai sekarang. Aku mencintaimu sekarang sampai selamanya sayang!" Dior mengecup kening Gracia berulang ulang. Dia terlampau bahagia.
Lengkap sudah keluarga Dior dan Gracia bersama kedua anak mereka. Darren Glorio Prime dan Dominique Laura Prime. Kedua anaknya tumbuh pintar seperti Dior kala kecil. Namun, Darren lebih pendiam ketimbang Laura yang suka sekali bicara. Dia bisa menghabiskan waktu berlama lama dengan Viena hanya dengan membahas sebuah film kartun bertema kerajaan atau tuan putri. Viena senang senang saja karna hanya ini pekerjannya sekarang. Merawat cucu cucu nya. Begitu juga dengan Dion. Laura selalu menceritakan apa yang ia lakukan ketika dia tidak bertemu dengan kakeknya itu. Sementara Darren lebih senang berbincang dengan ayahnya, grandad Leon dan juga sepupunya.
Dior dan Gracia sangat bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada mereka. Selamanya, Dior akan selalu ada untuk Gracia dan Gracia akan selalu mendampingi Dior. Seiya sekata dan hanya Tuhan yang dapat memisahkan mereka.
Tamat ..
Pesan yang dapat diambil dari kisah Dior dan Gracia: jangan pernah berhenti bermimpi dan berangan angan. Disaat Tuhan telah menentukan takdir kita maka mimpi setinggi bintang pun akan kita raih dan merasakannya. Penantian yang panjang itu bukan hanya sekedar menunggu kapan datang nya tetapi disana terdapat banyak pembelajaran, proses kesabaran dan bagaimana kita menyikapinya. Bertahan atau selesai.
Darren Glorio Prime (4th) & Dominique Laura Prime (2th)
Darren Prime (8th) and Daddy Dior
...
...
...
...
Oke gesss ... Akhirnya vii menyelesaikan Mantan Terindah Season 2 bagian kedua DIOR & GRACIA yipiiieee 😍😍😍
Zhavia Uda melahirkan seorang anak perempuan disini 😁😁
Namanya siapa vii?
Ya tunggu aja di bagiannya Zhavia dan Patrick yaa 😊😊
Terus Zefanya ngapa demam VII?
Ya dia juga tunggu di bagiannya ya? Ni kan abis ini kita ke sana tapi sebelumnya aku mau bahas kisah cinta Bang Morgan sama Dede Allegra dulu ya? Penasaran kan kelanjutannya di Springfield waktu itu? 😁😁
Ga banyak paling dikit 3 episod paling banyak 5 yaa 😍😍
.
Okedeh dan siap siap ya nanti VII umumkan siapa tiga teratas pemberi vote terbanyak di bagian kedua kisah DIOR dan GRACIA setelah cerita Morgan dan Allegra. Pemberi vote teratas di kolom per periode ya, vii lihat teraktif terbaru . Karna ada vote yang Uda lama hehe ..
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1