
DI LIKE DULU YUK GES 😍😍
Di benaknya hanya ingin berlari dengan cepat. Ingin cepat merasakan perubahan bentuk tubuhnya. Namun, ketika dia meraba kembali apa yang sudah ia lalui bersama suaminya, ternyata yang terpenting bukan berlari dengan cepat tetapi menikmati segala proses dan perjalanan sebuah perjuangan terjadi. Zefanya menyukai jalan jalan tetapi dia juga merindukan untuk tidur di tempat tidur apalagi bersama buah hati dan cinta sejatinya. Lalu, bagaimana program hamil mereka menginjak 4 bulan? Apakah Ezekhiel akan terus mempertahankan keadaan ini? Apa yang akan terjadi?
...
Ezekhiel menatap tak suka Margaretha. Sekalipun Ezekhiel masih sigle, wanita yang sedang berdiri di samping bibinya itu bukan type nya. Bergaya elegan tetapi tertutup mencerminkan seorang yang angkuh menurut Ezekhiel. Bandingkan dengan Zefanya yang meski terbuka tetap terlihat sopan dan menarik baginya. Ezekhiel berpikir, ada beberapa perubahan pada Margaretha. Bukan Margaretha yang Ezekhiel kenal dulu.
Entah mengapa hati Ezekhiel mengatakan kalau bibinya akan memperkeruh setiap permasalahan jika terus ada di rumah ini. Ezekhiel sudah malas dengan tingkah wanita paruh baya itu. Seenaknya dan tidak menghormati serta menghargai istrinya.
Pernah sekali Ezekhiel memperingati kalau jangan seenaknya di mansion ini. Ini mansion miliknya dan Zefanya. Hasil kerja kerasnya dan bantuan Zefanya. Ya, dulu memang tinggal bersama ibu tirinya tapi sejak menikah Ezekhiel membuat mansion ini menjadi tampak baru karena ingin diberikan pada Zefanya. Salma hanya mengangguk tak enak mendengar arahan keponakannya.
Ezekhiel enggan bertanya dan menarik tangan Zefanya untuk kembali keluar dan makan siang. Sedikit sesak dan merasa bersalah pada Zefanya yang masih baik mengingat bibinya untuk diajak makan siang dan berbelanja. Namun ketika pulang bibinya malah mengajak anak dari orang yang sangat dikesalkan istrinya. Bukan hanya istrinya, dirinya juga kesal dengan ocehan wanita bangsawan itu.
"Ezekhiel, kau mau kemana? Kita kedatangan tamu," kata Salma menahan kepergian Ezekhiel dan Zefanya. Ezekhiel tidak mau mempedulikannya tetapi malah Zefanya yang menahannya.
"Ada apa Nona Margaretha datang ke sini, aunty?" Tanya Zefanya juga membalikan tubuh Ezekhiel.
"Aku hanya berkunjung Nyonya Zefanya. Maafkan aku mengganggu waktu kalian. Aku sedang mengikuti pertukaran pelajar magister ku. Kebetulan mommy ku mengatakan untuk mengunjungi Nyonya Salma dan dirimu Kak Ezekhiel. Apa kah kau lupa denganku? Mengapa kau acuh begitu?" Saut Margaretha menanggapi pertanyaan Zefanya.
Tampak pandangan Salma sekarang tak suka dengan Zefanya yang bertanya kurang sopan menurutnya. Namun, dia terkejut ketika Zefanya mendekati mereka sambil menarik tangan Ezekhiel.
"Halo Nona Margaretha, aku istri pria yang kau panggil kakak, Zefanya Adonia Prime," kata Zefanya mengulurkan tangan hendak berjabat tangan. Margaretha tersenyum dan juga mengulurkan tangannya.
"Margaretha Cynthia Kim, salam kenal. Aku mengetahui adik kembarmu. Dia sangat serasi bersama Tuan Muda Kwan," balas Margaretha juga memuji Zefanya. Zefanya tersenyum masih bergandengan tangan dengan Ezekhiel yang tampak risih berada di sana.
"Ehem," seketika Salma berdehem. Dia lalu melepaskan pegangan tangan Zefanya dan Ezekhiel.
"Em Zefanya, ada yang ingin ku tanyakan padamu mengenai beberapa gaun pesta yang Margaretha berikan padaku untuk malam terakhir acaranya, ayo ikut denganku, biarkan teman lama ini berbicara terlebih dahulu," kata Salma memegang lengan Zefanya.
"Nanti saja! Biarkan Zefanya di sini, lagipula aku dan Zefanya mau makan siang tapi kami hendak menjemputmu, aunty! Dan kau dengan seenaknya mengajak ajak istriku. Biarkan dia di sini bersamaku!" Kata Ezekhiel kemudian menentang Salma. Margaretha menatap tidak enak pada Ezekhiel dan Zefanya. Sementara Zefanya merasa ada yang tidak beres antara Ezekhiel dan Margaretha. Seperti mempunyai sebuah hubungan.
"Sayang, kau bicara saja dulu dengan Margaretha. Aku biar ke belakang terlebih dahulu," saut Zefanya tenang.
"Zefanya ..." Ezekhiel hendak menolak.
"I trust you!" Bisik Zefanya. Ezekhiel menghela napas malas. Akhirnya dia membiarkan Salma membawa Zefanya sementara dirinya bersama Margaretha.
Margaretha sudah kembali duduk dan cukup senang akhirnya dia bisa bertemu dengan Ezekhiel setelah sekian lama. Ternyata ayah dan ibunya yang sering bertemu Ezekhiel. Ezekhiel sudah duduk di sofa single. Dia tidak mau berada di samping Margaretha.
"Kak Ezekhiel, apa kabar?" Tanya Margaretha ramah. Dia akui, kini Ezekhiel semakin tampan dan berkharisma.
"Seperti yang kau lihat," saut Ezekhiel singkat. pandangan Ezekhiel tidak mengarah pada Margaretha.
"Kau begitu mencintai Zefanya?" tanya Margaretha to the point.
"Ya, aku begitu mencintainya seperti mencintai diriku sendiri," kata Ezekhiel kini menatap Margaretha dengan sangat yakin atas cintanya.
"Bukan seperti mencintaiku?" selidik Margaretha hendak menggoda.
"Bukan! Rasa cinta ku pada Zefanya lebih besar dari segalanya. Kau tidak usah mengungkit masa lalu. Kita bahkan tidak pernah berhubungan. Sekarang kau mau apa?" selidik Ezekhiel penuh ketegasan.
"Apa sudah tidak ada rasa cintamu untukku?" tanya Margaretha ingin tahu.
"Tidak ada, tidak ada sedikitpun! Kau yang membuatnya dan sekarang kau menyesal! Jangan pernah lagi muncul di hadapanku, Retha. Aku juga tidak menyangka ternyata kau anak dari Aunty Daisy?! Hem, sudahlah aku tidak mau membahas lagi! Sebaiknya kau pergi dari mansionku," pinta Ezekhiel masih dengan sopan.
"Kak, ku dengar Zefanya belum mengandung?" tanya Margaretha seperti memancing agar Ezekhiel bercerita atau mungkin memberikan keluhan, tapi ternyata tidak sesuai yang ia harapkan.
"Lalu kenapa? Kau mau berniat menggantikan posisinya, iya? Kalau sampai hal itu terlintas dalam otakmu, kau benar benar bukan wanita yang ku kenal dulu. Lihat saja sekarang gaya pakaianmu, begitu tertetup tercermin sekali kau begitu mementingkan status. Sekarang karena ibumu sudah tahu aku bisa berhasil, dia menyuruhmu untuk menggodaku iya?" decak Ezekhiel tidak terima. Dulu dia tidak tahu wanita sombong yang merupakan ibu dari Margaretha adalah Daisy.
"CUKUP KAK! KAU MENGANGGAPKU WANITA MURAHAN?" bentak Margaretha dengan pernyataan Ezekhiel.
__ADS_1
"Heng, kau jangan lupa Retha! Waktu aku menyatakan cinta padamu, apa yang kau bilang, kau anak seorang bangsawan sementara diriku hanya anak seorang keturunan pemilik apartemen dan anak yatim piatu. Bahkan kau terus mengata ngatai Delmonta. Aku tahu dia juga jahat tapi setidaknya dia masih mau menampungku! Sudahlah, aku tidak mau membahas masa lalu. Yang ada di hatiku, pikiran ku dan jiwaku ADALAH ZEFANYA, SEKALIPUN KAMI TIDAK BISA MEMPUNYAI ANAK, AKU AKAN TETAP BERSAMANYA! PERSETAN DENGAN PENERUS HARTA WARIS! KITA MATI TIDAK MEMBAWA HARTA! Pulanglah, kita sudah selesai bicara!"
Margaretha terdiam mendengar penuturan Ezekhiel. Dia memang menyesal telah meremehkan Ezekhiel waktu itu. Ketika masih tinggal di Honolulu dan menjalani perkuliahan bersama. Ezekhiel selalu ada untuk Margaretha tapi Margaretha malah meremehkan dan menjadi kekasih mahasiswa terkenal di universitas mereka. Ketika lulus Ezekhiel pindah ke Legacy dan ternyata menjadi sukses lalu bertemu dengan Dior.
"Maafkan aku kak," ucap Margaretha menundukan kepalanya.
"Yasudah , pulanglah, aku tidak akan mau bersamamu meskipun Aunty Salma mengancam ku ingin bunuh diri sekalipun aku tidak akan menurutinya, aku serius!" pinta Ezekhiel tegas.
"Sasa!" Panggil Ezekhiel kemudian pada salah satu pelayannya. Sasa segera datang membungkukan tubuhnya.
"Panggil Zefanya di kamar Nyonya Salma, aku ingin makan siang di luar!" perintah Ezekhiel.
"Baik Tuan,"
Sasa segera memanggil Zefanya. Sementara Margaretha masih menatap Ezekhiel yang sudah berdiri menunggu istrinya. Tak lama Zefanya datang bersama Salma.
"Ayo cepat kita makan siang, kau tidak boleh terlambat makan!" Ajak Ezekhiel dan berjalan keluar tanpa meminta ijin pada Salma. Zefanya merasa kalau suaminya sangat marah dia di hanya bisa mengikutinya. Sementara Salma menatap Margaretha yang sudah menautkan tangannya dan menopangnya di dekat dahinya.
"Ada apa Margaretha? Apa kalian bertengkar?" tanya Salma cukup penasaran.
"Tidak apa apa Aunty. Em Aunty aku harus kembali ke apartemenku dan sepertinya aku tidak bisa menuruti perkataan Mommy untuk mendekati Kak Ezekhiel. Dia sudah tidak mencintaiku. Aku harus merelakannya. Dan, sepertinya aku tidak pantas bersama seorang pria yang begitu baik seperti kak Ezekhiel. Zefanya yang sangat pantas," kata Margaretha masih menundukan kepalanya.
"Tapi Margaretha, kau baru saja bertemu, masih ada hari esok," saut Salma menyemangati.
"Tidak! Aku tidak bisa! Aku tidak mau dengan keterpaksaan dan Kak Ezekhiel sudah memberiku ultimatum. Aku tidak mau memperburuk hubungan. Kami hanya bisa menjadi teman sejak dulu. Maafkan aku. Permisi Aunty," kata Margaretha lagi beranjak dari duduknya dan pergi dari mansion Ezekhiel.
...
Ezekhiel memarkirkan mobilnya di basement parkiran Hotel Atkinson. Kalau dia ke Hotel Prime, mungkin akan bertemu Dior sehingga banyak pertanyaan yang terlontar. Ezekhiel tidak mau menyakiti Zefanya dan keluarganya lagi. Ezekhiel harus bisa terbuka dan menjelaskan semuanya pada Zefanya. Dan lagi Ezekhiel hendak menghentikan badai yang mungkin akan memisahkan dirinya dengan Zefanya.
Ezekhiel tidak mau lagi berpisah dengan Zefanya. Cukup sekali saja karena kecelakaan itu. Hal tersebut sudah membuatnya tersiksa. Kini, Ezekhiel ingin terus bergandengan tangan bersama Zefanya dan terus saling jatuh cinta. Dia tidak akan melewatkan kesempatan kedua ini. Hidupnya sudah melekat pada Zefanya dan hanya bisa bergantung pada Zefanya seorang.
"Eze, ada apa? Apa kau pernah memiliki hubungan dengan Margaretha? Katakan padaku!" tanya Zefanya mengurangi semua pertanyaannya.
"Sudahlah, kau jangan bersedih dan kesal. Sekarang kau memilikiku. Aku senang kau terus membelaku juga kau tetap mementingkan ku. Kita tidak akan tahu jika bekas kekasih sudah saling bertemu akan kembali muncul perasaan perasaan yang lama," kata Zefanya mengungkapkan isi hatinya.
"Tidak Anya! Retha bukan mantan kekasihku! Dia bahkan menolak ku!" saut Ezekhiel membenarkan.
"Maksudku bekas cinta pertamamu," balas Zefanya seraya menyindir.
"Diamlah! Aku benar benar tidak ada perasaan lagi dengannya, bahkan aku tidak mau bertemu dengannya. Sekarang di hatiku hanya dirimu, tidak ada yang lain, Zefanya," balas Ezekhiel memegang kedua tangan Zefanya. Dia lalu menatap Zefanya dan memegang salah satu pipi istrinya. Zefanya masih menatapnya dengan sedikit tajam. Sebenarnya Zefanya cemburu tetapi dia tidak boleh meragukan cinta Ezekhiel yang sepenuhnya hanya untuknya.
Sebenarnya Ezekhiel ragu melakukanya. Takut Zefanya menolak kecupan bibirnya. Namun, Ezekhiel ingin melakukannya. Akhir akhir ini dia malah melihat Zefanya semakin cantik dan menawan. Dia memberanikan diri mendekatkan wajahnya dan meraih bibir Zefanya dengan bibirnya. Ternyata Zefanya menerimanya. Mereka berciuman di dalam mobil dengan sangat menghayati dan mendalami. Merasakan bibir juga indera perasa mereka yang saling bertautan.
"Kita ke kamar, Anya, aku sudah tidak tahan," ujar Ezekhiel mengelus wajah Zefanya.
"Bukankah kau ingin makan?"
"Ya, ingin memakan mu, turun dari mobil, cepat cepat!" Perintah Ezekhiel lagi yang membuat Zefanya tersenyum. Mereka pun menuruni mobil dan memasuki hotel tersebut untuk memesan kamar. Mereka bergulat dengan suasana baru dan indah menurut mereka.
Zefanya dan Ezekhiel mencurahkan cinta mereka dengan berbagai gaya berhubungan. Bukan hanya itu, mereka juga melakukannya di kamar mandi ketika mereka membersihkan diri. Ezekhiel benar benar membuat Zefanya lelah tak berdaya. Setelah membersihkan diri, Ezekhiel memesan makanan untuk mereka. Zefanya tampaknya lelah dan langsung tertidur ketika Ezekhiel baru saja memesan makanan. Ezekhiel membiarkan Zefanya karena dia juga hendak melakukan sesuatu. Dia tidak bisa melakukannya di depan Zefanya karena Zefanya pasti menghalanginya.
Ezekhiel menunggu makanan datang. Dia pun memakannya setelah itu menghampiri Zefanya yang masih tertidur.
"Zefanya, aku harus ke kantor terlebih dulu, ada urusan mendadak, kau tunggu di sini ya? Aku akan kembali," kata Ezekhiel meminta ijin. Zefanya hanya berdehem karena ia sangat mengantuk.
"Aku sudah memesan salad sayur dengan ekstra smokebeef. Kau harus memakannya ya?" kata Ezekhiel pelan.
"Hemm ..." Saut Zefanya lagi. Ezekhiel tersenyum dan mengecup keningnya. Dia pun keluar dari hotel menuju ke mansionnya. Ezekhiel harus bicara empat mata dan serius dengan bibinya.
...
__ADS_1
"Kau mengusirku, Ezekhiel?!" Bentak Salma ketika Ezekhiel menyuruhnya keluar dari rumahnya. Ezekhiel menautkan kedua tangannya dan mengangguk yakin.
"Kau keterlaluan Ezekhiel! Hanya karena istrimu kau melakukan ini?! Margaretha datang sendiri ke sini Ezekhiel dan kemarin juga istrimu yang mencari masalah denganku," decak Salma masih membela diri dan tidak merasa bersalah.
"Apapun yang ia lakukan , ia berhak karena dia adalah Nyonya Dimitri. Seharusnya kau menghormatinya sebagai istriku, aunty! Tapi kau terus menyakiti hatinya, kau terus membuat dia pergi ke rumah mommy nya! Kau tidak memikirkan perasaanku?! Sangat tidak enak Aunty!" saut Ezekhiel yang selalu bersabar dengan Salma.
"Tapi Eze,"
"Cukup Aunty. Aku tidak bisa menerimamu di sini lagi karena aku tidak mau kehilangan Zefanya. Cukup sekali dan aku tidak mau lagi. Tolong Aunty bantu aku jangan lagi memperkeruh setiap keadaan. Oleh sebab itu sebaiknya kau kembali ke Japanis. Aku akan menyewa seorang asisten pribadi untuk selalu menemanimu. Kau tenang saja," tutur Ezekhiel tidak ada kesempatan lagi.
"Ezekhiel, aku masih ingin tinggal bersamamu dan Zefanya," kata Salma kini memohon dan malah membawa bawa Zefanya.
"Tidak, kau hanya ingin tinggal sesuai kemauanku sementara ini mansionku dan Zefanya tapi mengapa jadi seperti Zefanya yang menumpang," saut Ezekhiel melirik tajam Salma.
"Aku tidak akan menyinggung Zefanya lagi, Ezekhiel. Semuanya terjadi begitu saja," balas Salma menundukan kepalanya.
"Terimakasih atas janji dan pengakuan tidak langsungmu tapi aku harus tegas aunty. Sudah hampir 3 bulan ini aku bersabar. Aku memberimu kesampatan tetapi lagi lagi kau melakukannya. Lagi lagi kau menyakiti Zefanya dan apa? Zefanya terus memaafkanmu meskipun hatinya terluka. Sekarang saja aku tidak mengajaknya karena dia pasti akan menahanmu dan memohon padaku. Aku tidak mau menyakiti Zefanya lagi. Dia adalah jiwa dan ragaku," tutur Ezekhiel menegaskan.
"Ezekhiel, aku benar benar minta maaf, semoga Zefanya cepat hamil dan kalian terus hidup bahagia," ucap Salma akhirnya.
"Membuat Zefanya bahagia adalah tanggung jawabku jadi tidak ada hubungannya dia hamil atau tidak," decak Ezekhiel memperingati.
"Baiklah, aku akan mengemasi barang barang ku," kata Salma lagi mulai beranjak.
"Ya begitu seharusnya. Aku sudah membelikanmu tiket pesawat untuk penerbangan besok pagi. Kembalilah ke Japanis. Tahun depan aku akan mengunjungimu. Permisi Aunty, aku harus kembali pada Zefanya. Kau hati hati di perjalanan. Selamat malam," kata Ezekhiel lagi masih bertanggung jawab pada bibinya. Dia pun keluar dari mansion. Sementara Salma menangis di dalam kamar menyesali perbuatannya. Dia menghubungi Tanya dan menceritakan semuanya. Walau ada yang tidak ia ceritakan karena kesalahannya, Tanya tahu bagaimana ibunya. Tanya malah mau meminta maaf pada Zefanya dan saudara sepupunya itu.
...
...
...
...
...
Nah kan Sal, balik dah lu 😂😂
.
Next part 8
Siap siap sekali lagi cinta mereka akan diuji
Kita akan menyaksikan sebuah perjuangan, pengorbanan semua menjadi satu dalam darama rumah tangga mereka.
Sanggupkah mereka melewatinya?
.
rekomen novel baper dari seorang wanita yang sempurna dengan alur menarik dan beda dari lainnya, mampir yaa ::
- KEHIDUPAN SEORANG PUTRI TUNGGAL -
dijamin ketagihan deh, banyak pesan moral kehidupan dan nilai nilai berharga, bukan hanya percintaan 😍😍
.
pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤