Mantan Terindah

Mantan Terindah
29. Pertunjukkan Persentasi


__ADS_3

...Kebahagiaan akan datang ketika ada seseorang yang diharapkan...


Pagi-pagi sekali Roy sudah berangkat lebih dulu untuk menyiapkan berbagai macam persiapkan diperlombaan. Keluarga pun juga siap untuk berangkat tapi kali ini berbeda karna Rival yang lebih memilih untuk datang dengan orang lain yaitu Franda cewek cupu yang ia anggap selama ini. Ia sengaja lebih awal untuk menjemput Franda di rumah dan ia juga mengingatkan untuk mengajak Cerry agar didalam mobil tidak terlalu ada kecanggungan. Ia berdiri didepan cermin dengan begitu pedenya, kali ini Rival tampak beda dari sebelumnya yang urakan dan sekarang ia tampak modis dan gaya. "Gue yakin kalau cewek cupu itu bakalan terpesona sama kegantengan gue, hahaha." 


...•••...


Terlihat sekali kalau Roy begitu tegang apalagi ketika menunggu nomor peserta yang sebentar lagi akan dipanggil. Beberapa peserta sudah dipanggil kedepan untuk mempresentasikan daya ingat mereka. Lomba ini tidak main-main karna lomba ini lebih mementingkan gaya bicara lancar atau enggak, trus juga dalam menjelaskan secara detail setiap masakan pun harus lebih tertata gak boleh gugup. Tidak cuma itu makanan yang disajikan pun harus menarik perhatian juri yang menilai walaupun tidak begitu besar hadiahnya tapi membuat Roy sebagai pengalaman untuk bidang memasak. Tangannya sudah berkeringat dan gugup sekali.


Keluarga, Cerry dan Franda pun sudah menunggu Roy yang akan tampil selanjutnya. Mereka memberikan semangat untuk lebih santai lagi gak ada kata grogi. Tepukan yang gemuruh pun diperdengarkan. Penonton pun masing-masing memberikan semangat kepada semua peserta yang pastinya tegang sekali. "Ih kak Roy ganteng banget."


"Iya ganteng banget, gak berubah gitu." Puji Franda yang ikut-ikutan.


"Lo cemburu ya? Keliatannya lo liatin Franda mulu dari tadi." Bisik Tiffany yang membuat Rival merasa kesal ia pun kembali membalas bisikan itu.


"Lo jangan banyak bacot, lo diam-diam pacaran kan sama Hito? Ngaku lo? Gue ada buktinya." Ketawa Rival masih bisa ditangkis oleh Tiffany. Ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan hasil jepretan seseorang kepada Tiffany. Tiffany berfikir sejenak memang benar ia sedang dekat dengan Hito teman satu kelasnya tapi kenapa Rival tau? Padahal sekolah mereka memang jarak yan berlawanan sekali.


Hah? Apah?


"Dapat dimana lo? Tapi gue gak pacaran ya val. Suka aneh lo." Tepis Tiffany menghadap kedepan. Mereka lebih fokus untuk menunggu Roy untuk giliran lomba. Sekali ditekankan kalau lomba disini bukan soal lomba yang asal-asalan melainkan lomba melatih berbicara agar tidak gugup dan pengetahuan dalam bidang memasak. Roy membawakan persentasi memasak yaitu masakan tradisional yang sangat umum atau populer sekali yaitu gado-gado. Gado-gado juga dikenal sebagai makanan yang memiliki ciri khas yaitu sambal kacangnya dan lontongnya. Oke langsung aja. Roy menarik nafasnya agar lebih terkontrol beberapa peserta sudah terlewati dan langkah demi langkah terus maju kini tingga dua peserta lagi yang akan berpresentasi. Roy terus saja mengingat dengan jantung yang berdebar pula apalagi disaat diatas podium dan pastinya dilihat oleh orang banyak dan pusatnya tertuju pada orang yang berdiri ditengah-tengah. Kedua orang tua dan beserta adik juga selalu mendukung apapun yang menjadi pilihan anak tertuanya itu ditambah orang-orang terdekat yang juga hadir.


"Kak Roy, ganteng banget." Gumam Franda dalam hati melihat orang yang ia kagumi selama ini.


"Oke dipersilahkan untuk peserta  selanjutnya untuk menaiki podium."


"Oke selamat pagi assalamualaikum hadirin yang saya hormati juri, keluarga yang sudah hadir beserta sahabat-sahabat saya. Kali ini saya akan mempresentasi tentang makanan yang sangat populer sekali yaitu gado-gado. Gado-gado adalah salah satu makanan yang memiliki ciri khas tersendiri ditambah sambal kacang yang menjadi pokok utama didalamnya dan juga lontong. Dengan rasa yang nikmat dan rasa yang Indonesia sekali gado-gado juga sering disukai atau digemari oleh negara-negara asing yang sering ke Indonesia, sebagai warga negara yang baik kita harus mengapresiasikan hal itu. Kembali ke topik pembahasan bahan-bahan dari gado-gado sendiri sangat gampang sekali untuk didapatkan dimana pun seperti lontong, kacang panjang, toge,  sayur kangkung atau sayur yang berbeda lainnya juga boleh tergantung dari selera masing-masing.  Cara pembuatannya sendiri pun sangat gampang sekali bahan-bahan tadi direbus di air yang sudah mendidih. Selain menunggu bahan-bahan yang sudah dimasukkan tadi matang kita harus persiapkan sambal kacangnya, (kacangnya harus sudah digoreng) diulek dulu agar lebih halus ditambahkan daun purut, sedikit kencur, gula merah, garam dan jangan lupa tambah air. Tips buat kalian yang gak terlalu bisa bikin kacang untuk lebih halus harus dengan air hangat agar kacang dengan mudah diuleg. Setelah itu ambil piring  untuk menaruh bahan-bahan yang sudah direbus lalu potong-potong lontong dan siram kacang yang sudah diuleg tadi diatasnya. Kalau misalnya yang sudah pedas bisa dicampur pas tadi nguleg tapi kalau gak suka pedas juga gak papa. Supaya penampilannya cantik tambahkan kerupuk diatasnya agar lebih menggoda. Walaupun terkesan sederhana tapi kalau kita memodifikasinya dengan bagus pasti akan berefek juga bagus. Mungkin sekian dulu persentasi saya semoga berguna dan bermanfaat apalagi bila ada salah dan kekurangan mohon dimaafkan. Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh." Tepukkan pun terdengar dari semua hadirin yang hadir apalagi juri yang ada didepan Roy juga ikut berdiri karna persentasi yang Roy persembahkan tidak sia-sia. Keluarga dan sahabat pun juga kagum dengan persentasi yang berjalan dengan lancar ditambah pula Roy berhasil mewujudkan apa yang ia cita-cita selama ini yaitu mempresentasikan didepan orang banyak yang selama ini menjadi ketakutan tersendiri karna minder semua itu bisa ia paksa dan akhirnya bisa untuk melawan itu. Beban dan rasa gugup itu sudah mulai berkurang dan lebih tepatnya Roy lega.


"Pah, mama bangga sama anak kita."


"Iya mah papah juga bangga sama Roy. Semoga dia menang ya."


"Iya pah amin."


"Ya udah yuk, gue haus nih. Kita cari minum aja yuk." Ajak Cerry yang memegang kerongkongannya dari tadi.


"Ya udah, yuk disini ada kok supermarket." Jawab Rival yang langsung menjawab pertanyaan Cerry.

__ADS_1


"Eh, lo mau ikut juga?" Cerry spontan menutup mulutnya seketika. "Maksud---"


"Ya udah yuk." Franda hanya mengangguk obrolan mereka berdua.


"Tif lo mau ikut?"


"Beliin aja." Senyumnya. Ini pertama kalinya mereka bertiga berjalan sejajar biasanya kalau di sekolah pasti gak akan bisa kayak gini. Didalam pikiran Cerry terbersit kata-kata "Rival kenapa ya? Kok bisa baik gini."


"Duh kenapa gue deg-deggan sih sama Rival, gue gak boleh gini terus." Batinnya dalam hati. Dan memindah posisi kepinggir Cerry agar dirinya tidak berada ditengah-tengah mereka.


"Kenapa gue bau ya?"


"Eh gak kok. Gak sama sekali hehe." Cengir Franda.


Mereka memasuki supermarket didekat gedung pertunjukkan. Rival langsung saja menuju ke lemari es yang ada didepan ia mengambil beberapa botol dan tanpa menanyakan kepada Franda dan Cerry. "Mba ini berapa?"


"15 ribu."


"Ya udah yuk balik lagi kesana." Dengan santainya ia melangkah begitu saja. Tapi yang membuat lucu adalah apa fungsinya Cerry dan Franda ikut kalau tidak ada pertanyaan tentang minuman ia beli.


"Hussss, entar lo diomelin lagi sama dia."


"Hahaha iya juga."


Rival menghentikan langkahnya karna ada suara cekikikan dari belakang. "Kenapa? Lo pada ketawain gue?"


Franda dan Cerry menggeleng secara bersamaan.


...•••...


Roy memeluk kedua orang tuanya dan sahabatnya, ada kata terharu disana. "Papah yakin kamu bisa Roy. Papah udah bilang kan kalau kamu bisa?"


"Iya pah, makasih ya. Roy yakin dan percaya sekarang."


"Kak, gue yakin kalau lo itu bisa dan gue bisa ngerasain itu. Walaupun kita bukan kembar yang identik tapi gue bisa tau." Tiffany juga merasa terharu, kelebihan dari kembar adalah mereka bisa merasakan satu sama lain apa yang saudaranya rasakan begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


"Kak Roy semangat ya semoga bisa menang."


"Thanks ya." Senyum Roy.


"Gimana tadi aku bagus gak?"


"Bagus banget kak lo gak ada kata gugup sama sekali ya walaupun wajah lo kayak tegang gitu hahaha. Tapi it's oke."


"Hahaha iya sih." Roy sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.


"Franda."


"Eh, kak Roy."


"Ini mah cewek yang kak Roy suka ceritain sama Tiffany."


"Ceritain? Jadi kak Roy suka sama dia?" Rival menatap wajah Roy yang tampak malu-malu dan salah tingkah.


"Eh, maaf bukan gitu. Lo apaan sih tiff. Fran makasih ya udah mau sempetin datang."


"Iya kak." Sorot mata Tiffany semakin menggoda lalu Roy menambahkan kembali ucapannya. "Maksud gue semua makasih ya."


"Cie panik. Itu tandanya bener dong hahaha satu kosong ya."


"Awas lo ya." Franda juga salah tingkah dan bingung apalagi dihadapan kedua orang tuanya.


"Val, kakak lo kayaknya bakalan tikung lo. Buruan gak usah gengsi lagi." Bisik Albert. Rival hanya diam dan tidak mendengarkan ucapan Albert.


"Kapan pengumuman pemenangnya?"


"Kayaknya sih bakalan dikabarin lagi, soalnya uang ikut banyak gitu."


"Oh, tapi lo yakin bakalan menang?"


"Em, semoga aja."

__ADS_1


__ADS_2