Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - ALLEGRA & MORGAN 3


__ADS_3

Pengorbanan terbesar adalah ketika menyerahkan kenyaman untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan. Mungkin hanya segelintir orang yang melakukannya karena tidak ada gunanya menumpuk sebuah kenyamanan kalau pada akhirnya selalu membutuhkan kasih sayang. Apa yang sebenarnya hendak dilakukan Allegra untuk mencari kebahagiaan itu? Apakah Morgan yang akan membantunya? Mengapa Angel selalu pilih kasih terhadap anak keduanya? Walau Allegra sempurna, dia tetap membutuhkan sebuah pelukan. Hanya sebuah pelukan.


...


Jerry membuka pintu rumah dan langsung menuju ke kamar Jessie. Dia benar terkejut mendengar apa yang terjadi. Hari ini Jerry hendak ke kota tapi Dior mengabarkan kalau Allegra tersayat sisi roda traktor pada punggungnya. Dia benar benar panik dan menyerahkan meeting pentingnya pada asistennya.


Allegra sudah dibalur dengan perban yang mengitari punggung dan hampir seluruh tubuhnya. Tadinya Morgan ingin langsung membawa Allegra ke klinik terdekat tetapi Angel melarangnya karena tetap akan memakan waktu lama. Angel yang mengobati anak keduanya. Di sekitar mimik wajahnya tergurat rasa kesal dan penyesalan bercampur sehingga membuat mereka yang melihatnya bingung. Selagi Allegra belum sadarkan diri, dengan tangannya sendiri ia membersihkan darah yang menderai pada punggung anaknya. Dia memberikan garam dan obat tradisional lainnya agar darahnya terhenti. Angel juga sendiri yang membalut kain perban pada tubuh anaknya. Sementara Gracia hanya membantu Angel mengambilkan perlengkapannya.


Morgan menangkap sebuah bentuk kasih sayang yang tak bisa terungkap dari wajah Angel. Morgan menerka kalau pasti ada sebuah alasan yang mana wanita paruh baya itu salah meng-aplikasikannya. Morgan malah menjadi sangat penasaran dan ingin memberitahu Allegra jika dia mengetahuinya. Dia memang belum terlalu dekat dengan Allegra, tetapi dari setiap gerak gerik Allegra, Allegra sungguh merindukan sosok kasih sayang seorang ibu.


"Apa Allegra belum sadar?" Tanya Jerry panik mengenai anak keduanya.


Dior, Gracia dan juga Morgan hanya menggeleng.


"Belum dad. Dad, ini semua salahku! Allegra menyelamatkanku! Dan ini semua karena aku ingin pergi ke tengah ladang tersebut. Awalnya Allegra melarang tapi aku tetap ingin sehingga dia mengantarku," Tutur Jessie mulai menangis menyesali prilakunya. Gracia menghampiri Jessie agar tetap tenang. Sementara Morgan malah menatap tajam Jessie. Morgan jadi menganggap semua ini memang karena kakaknya Allegra itu.


"Allegra terpaksa meninggalkanku karena seseorang meminta bantuan padanya. Dan traktor itu mengarah padaku, dad! Aku sangat menyesal!" Tambah Jessie lagi menutup seluruh wajahnya dengan tangannya.


"Sudahlah, nak, tidak ada yang perlu disalahkan. Ini semua kecelakaan. Dimana mommy mu?" Tanya Jerry kemudian.


"Setelah membalut Allegra, Bibi belum kembali lagi, Uncle," kata Dior.


"Baiklah, aku akan menemui bibimu dulu, Dior, tolong beritahu aku jika Allegra sudah sadar," pinta Jerry dan beranjak menuju kamarnya. Pasti istrinya ada di kamar mereka.


Jerry hendak membuka pintu kamar sambil memanggil nama istrinya tetapi tertahan sejenak karena mendengar tangisan istrinya. Jerry menjadi sangat curiga, sudah beberapa hari ini sejak Allegra berlibur di sini, lalu tak lama Allegra kembali ke kota beberapa hari lalu mengantar Dior dan lainnya, Angel selalu menangis secara diam diam. Jerry tak kuasa. Dia langsung membuka pintu kamar tanpa memanggilnya.


"Angel, ada apa denganmu?! Mengapa kau tidak menunggui Allegra?! Kau selalu seperti ini, tidak pernah ada kasih untuk Allegra sejak dia memasuki sekolah menengah pertamanya !!" Bentak Jerry benar benar bingung dan tidak tahu harus seperti apa memberitahu istrinya.


Angel tersentak dan menjatuhkan sebuah lembar medis yang terlihat sudah agak usang dan beberapa lembar lagi ada di atas tempat tidur. Jerry melihat semuanya dan dengan segera Angel merapikannya dengan tergesa. Namun, lembar usang yang terjatuh sampai pada ujung kaki Jerry. Jerry lalu meraihnya hendak membacanya. Angel sudah tidak sempat meraih lembar yang diambil oleh Jerry. Jerry lalu membacanya dan dia benar benar seperti tersambar petir. Mungkin ini alasan Angel selalu memarahi Allegra.


Isi lembar medis tersebut menyatakan bahwa darah dan bentuk kornea serta seluruh bagian mata yang dimiliki Allegra sangat cocok untuk Jessie. Hal ini sangat wajar karena mereka kakak dan adik kandung walaupun hanya beberapa orang saja yang memiliki gen yang begitu kuat. Namun, Angel tidak pernah memberitahu siapapun kalau dirinya pernah mencoba memeriksa Allegra secara diam diam. Dia hanya ingin memastikan kalau ada harapan untuk Jessie melihat jika menggunakan mata dari Allegra. Tapi, apakah Angel akan melakukannya?


Tentu saja tidak! Dia tidak mau mengorbankan anak satunya untuk anak yang satunya. Tapi sepertinya dia menyesalkan sesuatu kalau ternyata Jessie benar benar tidak sempurna ketimbang Allegra. Jadi, dia berpikir ada baiknya jika dia mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada Jessie ketimbang pada Allegra. Namun, sepertinya perbuatan dan pemikirannya malah membuatnya selalu menyesal terlalu memojokan Allegra. Membuat Allegra lagi lagi tersakiti.


Angel terduduk lemas di sisi tempat tidur. Jerry mencengkram lembaran itu. Istrinya menyembunyikan hal ini sendirian.


"Lagi lagi kau menutupi hal sepenting ini sendirian! Kau menganggap ku apa?! Jadi kau selalu mengharapkan Jessie bisa melihat, iya? Kau ragu atas perbuatanmu tapi kau ingin Allegra menyumbangkan matanya, iya?! Kau ini ibu atau apa? Kau mencintai Allegra atau tidak? Dia juga buah cinta kita Angel, sadar!!!!!!" Jerry membentak Angel. Dia merasa Angel sudah keterlaluan. Entah apa yang dipikirkan Jerry bertolak belakang dengan Angel.


Angel mendongakan kepalanya menatap tajam suaminya.


"Kau tidak mengerti, suamiku! Kau tidak mengerti bagaimana semua penyesalan ini menggandrungi ku! Mengapa Jessie tidak sempurna sedangkan Allegra bisa? Lebih baik dia tidak ada di sekitarku karena akan membuat ku kesal dengan diriku sendiri! Ya, seharusnya aku tidak melakukan test tersebut, maafkan aku!" Angel menutup wajahnya dan menangis.

__ADS_1


Jerry menarik napas panjang. Dia tidak suka dengan kondisi seperti ini. Dia tidak suka melihat Angel menangis tak karuan atas penyesalan yang selalu menggandrunginya. Akhirnya Jerry memeluk Angel. Angel juga memeluk suaminya.


"Apa yang harus kulakukan? Aku malu dengan diriku sendiri! Aku sudah salah bertindak, suamiku!!" kata Angel lagi dalam tangisnya. dia tidak mengerti perbuatannya selama ini.


"Kau hanya perlu menunjukan rasa sayangmu sama seperti kau ke Jessie, Angel! Lupakan semua apa yang pernah kau lakukan! Jangan sampai kau menyesal untuk yang kesekian kalinya!" Jerry berusaha berbicara seperti ini terus karena hanya ini intinya. Angel merasa bersalah dengan dirinya jadi dia ingin membuat keadilan yang salah.


"Aku ingin Allegra kuat sehingga dia yang bisa menjaga kakaknya, suamiku! Aku takut tidak akan ada lagi manusia di dunia ini yang memiliki mata yang cocok untuk Jessie sehingga sampai akhir hayatnya dia tidak bisa melihat tapi aku juga tidak ingin membuat Allegra tidak bisa melihat. Aku tidak mau Allegra merasakan sebuah kegelapan, aku ingin dia yang melindungi Jessie ketika aku atau kau sudah tiada sehingga mereka berdua dapat hidup bahagia. Aku melakukan semua ini agar Allegra menjadi sosok yang kuat dan tahan akan segala masalah tapi aku malah menyakitinya! Mengapa aku sejahat ini, suamiku !!" kata Angel lagi mencurahkan semua hal pahit dalam hatinya.


"Belum terlambat! Sudahlah, jangan menangis! Sebaiknya kau cepat berubah untuk Allegra! Jangan lagi memikirkan mata yang tepat untuk Jessie! Kau sudah benar tidak menyerahkan Allegra tapi jangan juga kau membandingkan kehidupan sempurna Jessie atau Allegra. Mereka berdua anak kita. Mereka sudah besar. Mereka semakin membutuhkan dukungan kita untuk nantinya mereka akan benar benar berpisah dari kita, sayang,


Angel masih menangis. Ya, dia memang harus merubah sikapnya. Sebentar lagi dia akan kembali berpisah dengan Allegra. Angel memang merasa Allegra semakin lama selalu menjauhinya ketika di kota. Entah apa yang dipikirkan Allegra. Di rumah saja, Allegra membiasakan diri untuk tidak mendekati ibunya walau ada kalanya dia juga mencuri curi perhatian Angel. Angel menjadi semakin bingung apa yang harus ia lakukan. Dia pun takut Allegra juga sudah membencinya atas semua prilakunya.


"Sebenarnya aku ingin sekali memeluknya, suamiku, dia demam, aku begitu cemas. Tapi mengapa aku sangat berat, aku takut Allegra tidak akan peduli perhatianku. Aku hanya bisa mendoakan nya dengan Jessie. Tapi aku tidak mengijinkan Jessie mengatakannya pada adiknya. Setiap malam aku dan Jessie menunggunya bergabung untuk berdoa bersama tapi dia tidak datang, suamiku. Aku yakin, Allegra sudah membenciku. Tidak apa apa jika dia bisa menjadi sosok yang kuat. Dia sudah sempurna dan dia harus lah kuat. Sekali lagi, aku hanya bisa meminta maaf padamu karena aku memperlakukan anakmu dengan cara yang salah dan sudah menjadi akar pahit. Sebenarnya aku berat melakukan ini tapi hanya ini yang bisa membuat dirinya semakin kuat." kata Angel lagi mengakui isi hatinya pada Jerry. Jerry hanya bisa memeluk istrinya.


"Tuan Jerry, Bibi Angel, Allegra sudah sadar," kata seseorang dari balik pintu kamar mereka.


Morgan yang memberitahu mereka.


"Oh iya, kami akan segera kesana!" Pekik Jerry. Jerry mengusap wajah Angel.


"Cuci muka dan temui Allegra, sepertinya dia juga mencarimu!" perintah Jerry. Semoga dengan kejadian ini, istrinya memang dapat sadar.


Jerry menghampiri Allegra dan memeluk anak keduanya itu.


"Masih sakit?" selidik Jerry mengusap lembut punggung anak keduanya.


"Tidak dad, em ... Apakah mommy yang membalut lukaku?" tanya Allegra memastikan.


"Iya sayang, siapa lagi disini yang bisa selain ibumu," jawab Jerry tersenyum.


"Dia tidak marah padaku karena membiarkan kak Jessie di tengah ladang?" Allegra kembali memastikan.


"Tidak sayang, kau tenanglah," Tutur Jerry.


"Ya, karena aku yang terluka, jika aku tidak terluka, pasti mommy akan memarahiku! Dad, aku ingin kembali ke kota bersama kak Dior, Gracia dan Morgan," kata Allegra kemudian.


"Mengapa cepat sekali? Bukankah kau masih masuk Minggu depan. Aku masih ingin melihatmu," Jerry berusaha menahan.


"Kau bisa menemuiku di apartemen dad," Tutur Allegra.


"Kak Jessie, mommy, mereka masih ingin bersamamu," kata Jerry lagi.

__ADS_1


Allegra menunduk. Sepertinya hal tersebut malah menjadikan dirinya penganggu tapi tak lama Allegra mendongakan kembali kepalanya.


"Masih ada data akselerasi yang harus kuurus bersama kak Xelino, dad," Allegra berdalih.


"Aku bisa menyuruhnya untuk mengurusnya,"


"Tapi ..." Allegra masih berusaha untuk bisa meninggalkan rumah secepatnya. Dia tidak ingin terus menumpuk kekecewaan pada ibunya.


"Allegra ... Apa kau marah padaku karena kejadian ini? Aku yang akan meminta maaf atas nama mommy karena memarahimu. Di sini aku yang salah Allegra. Kalau kau tidak ada, aku ..."


"Biarkan dia kembali, Jessie. Allegra sangat sibuk. Bagaimana punggungmu, Allegra? Apakah masih sakit?" Kata Angel tiba tiba datang. Dia mendengar semua perkataan Allegra yang lagi lagi membuatnya berpikir Allegra sudah membencinya sangat dan mendalam.


"Tidak mom, terimakasih sudah membalut lukaku! Aku ingin minta maaf karena meninggalkan kak Jessie. Aku ..." Allegra berusaha menjelaskan.


"Aku sudah tahu, seharusnya aku yang meminta maaf karena salah paham padamu. Beristirahatlah agar nanti malam kau bisa ikut dengan Dior, Gracia dan Morgan kembali ke kota," kata Angel memotong perkataan Allegra dan menuju ke Jessie.


"Jessie, saatnya kau mandi sore," kata Angel pada anak pertamanya.


"Mom?" Jessie masih berusaha menahan Allegra.


"Jess!" Angel memegang bahu Jessie.


"Baiklah ... Allegra, sekali lagi maafkan aku, kuharap kau tidak ..." sepertinya Jessie ingin mengatakan sesuatu yang Angel ketahui.


"Jessie!" Angel sedikit membentak Jessie untuk tidak menahan Allegra. Allegra malah semakin yakin kalau dia memang harus kembali ke kota. Dia tidak mau terlalu menyiksa diri. Apalagi besok adalah hari ulang tahunnya. Entah kelurganya mengingatnya atau tidak sebaiknya dia menjauh terlebih dahulu.


...


...


...


...


...


lanjut boleh komen disini juga boleh . ini bersambung ceritanya 😁😁


jangan lupa like 😍😍


thanks for read and i love you 💕💕

__ADS_1


__ADS_2