Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 22


__ADS_3

Manfaatkan kesempatan yang ada dan lakukan yang terbaik selama masih melihat titik terang ...


...


"Tenang saja Dior. Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan pada salah satu adik kembarmu itu, hanya aku ada di dekatnya," saut Ezekhiel menanggapi peringatan kakak iparnya dengan senyum lebar nan manis. Zefanya sempat melirik dan merasa gemas.


"Heemm ..." Semua orang malah ikut tersipu malu mendengar celetukan romantis Ezekhiel yang mengarah pada Zefanya. Ezekhiel bisa dengan lugasnya menyatakan perasaannya senangnya bisa bersanding dengan Zefanya.


Ezekhiel dan Zefanya di rumah ayah dan ibu mereka sampai malam. Zefanya berbincang bincang dengan Gracia juga bermain dengan Darren. Sementara Ezekhiel bermain kartu bersama Dion, Dior dan Leon. Zefanya malah sempat bermain ke rumah Lexa yang jaraknya tak jauh dari rumah ibunya. Lexa mengajarkan masakan kesukaan Leon yang kebetulan ketika Zefanya dan Amy datang ke rumahnya, Lexa sedang memasak.


Setelah makan malam barulah Ezekhiel dan Zefanya kembali ke mansion. Mereka harus beristirahat lebih awal agar besok dapat pergi ke kantor mereka masing masing dengan semangat.


"Zefanya, ngomong ngomong tadi membicarakan Rosie, Theo dan Morgan. Apa kabar mereka? Aku belum menghubungi Theo. Apa Morgan sudah berbaikan dengan Allegra?" tanya Ezekhiel seperjalanan pulang mereka mengingat perseteruan Morgan dan Allegra beberapa Minggu lalu.


"Aku tidak tahu sayang, aku sudah menjabarkan semua kronologinya pada Allegra untuk membantu Rosie. Namun, semuanya tergantung dari Allegra sayang. Kalau dia mencintai Morgan, dia akan memberikan kesempatan satu kali lagi padanya, bukan?" saut Zefanya menyandarkan satu tangannya di sisi pintu mobil dan menoleh pada suaminya.


"Pastikan sayang. Morgan dan Allegra sangat serasi bukan. Coba kau tanya pada Morgan mungkin ada yang bisa kita bantu?" tutur Ezekhiel yang sangat mendukung hubungan Morgan dan Allegra.


"Nanti saja sayang, biarkan dia memperjuangan cintanya terlebih dulu. Morgan pasti mengatakan pada kita jika perlu bantuan. Kau jangan lupa Eze, di Springfield Morgan bersama siapa?" gumam Zefanya menaik turunkan alisnya.


Ezekhiel sejenak berpikir.


"Ah iya, kalau ada anaknya Paman Leon, semua pasti terkendali" seketika Ezekhiel tahu siapa yang dimaksud istrinya.


"Tidak usah khawatir. Sekarang lebih baik kita mempersiapkan jadwal rutin olahraga kita sayang. Dan, aku juga tertarik mengenai program bayi tabung yang sudah kau pikirkan?" sambung Zefanya membicarakan mengenai bayi tabung. sebenarnya dia juga sempat berpikir masalah itu dan yang sebelumnya yaitu inseminasi. namun, dia ingin menyerahkan semua keputusan pada suaminya mengingat kekurangan ini ada pada Ezekhiel.


"Kau menyetujuinya sayang?" selidik Ezekhiel yang sebenarnya ragu membicarakan secara terang terangan tanpa berkoordinasi dengan Zefanya.


"Tentu! Apapun asal tetap bersamamu, aku setuju, aku tidak mau berpisah denganmu barang hanya sedetik," saut Zefanya berbanding terbalik dengan dugaan Ezekhiel. Zefanya sudah melingkarkan tangannya pada lengan Ezekhiel dengan sangat manja.


"Tidak akan Anya, aku juga tidak yakin akan bisa berjauhan denganmu," saut Ezekhiel memiringkan sesaat kepalanya di atas puncak kepala Zefanya.


"Hem, gombal! Semenjak pulang dari Honolulu, mulutmu itu manis sekali sayang, sampai aku ingin mencicipinya terus. Ini pasti karena ajaran Patrick dan Kak Willy kan?" gumam Zefanya mendongakan kepalanya terkekeh.


"Tidak, aku memang merangkainya untukmu agar kau selalu tersenyum dan apa yang kau inginkan terjadi sweetheart," balas Ezekhiel tetap fokus dengan kemudinya. Dia tidak boleh melakukan kesalahan lagi.

__ADS_1


"Ya kan! Aku mencintaimu Eze," ucap Zefanya mengecup sisi lengan suaminya.


"Aku juga, Anya, kau harus membayar atas semua pujian manis yang kuberikan padamu ya?"


"Membayar?"


"Ya ketika sampai di rumah," saut Ezekhiel menyeringai.


"Ya kan! Aku yakin semua ajaran Pat dan Kak Willy, aahh tidaakkk," terka Zefanya kembali pada posisinya.


"Kau tidak bisa melarikan diri, aku sudah memborgol hatimu dan tubuhmu!" saut Ezekhiel lagi tak bosan bosannya menggoda istrinya.


Zefanya hanya tersenyum senyum dengan terus memperhatikan wajah suaminya yang sangat menggemaskan jika sedang menggodanya. Segala informasi sudah mereka dapatkan. selanjutnya mereka harus menjalaninya juga dengan hati ynag gembira. Apa yang terjadi nanti Ezekhiel hanya ingin bersama Zefanya. Begitu sebaliknya.


Keesokan harinya Ezekhiel langsung menyuruh Theo mencari informasi mengenai rumah sakit penyedia program bayi tabung dan inseminasi terbaik. Theo segera melaksanakannya. Setelah itu, Ezekhiel dan Zefanya harus mengkonsultasikanny apada dokter kandungan mereka. Ezekhiel tidak mau menunda nunda lagi. Selagi usianya masih masuk dalam usia produktif. Tidak ada salahnya mengantisipasi semua cara selagi dirinya bersama Zefanya menerapkan gaya hidup sehat yang sebelumnya disarankan dokter.


Tujuh hari menjelang. Zefanya sangat antusias dengan senam yang yang sudah Gracia infokan. Zefanya juga mengajak Rosie dan sesekali juga mengajak Gracia. Namun, Gracia tidak bisa rutin karena ada kelas tari yang meskipun dirinya yang memiliki sekolah ini, Gracia juga berperan dalam berbagi keahlian yang ia miliki. Zefanya pun bangga dengan kakak iparnya itu. Sedikit banyak Zefanya juga belajar dari Gracia untuk terus berjuang dan berharap kalau suatu hari nanti dirinya akan mengandung dan memiliki anak.


Dengan usaha dan doa, Zefanya dan Ezekhiel secara rutin melakukan olahgara yang sudah disarankan sekaligus meinum obat dan vitamin yang diresepkan untuk mereka.


"Kau jangan cemas sayang, aku hanya terlalu lelah dan agak terkejut dengan rutinitas kita yang sebelumnya tidak seperti ini kan?" kata Zefanya di tengah tengah perjalanan mereka menuju ke rumah sakit pinggiran Summer.


"Ya, aku juga merasa. Namun, berbeda denganku Anya, aku lebih bersemangat, apalagi bermain denganmu," saut Ezekhiel menaik turunkan alisnya menggoda Zefanya. Zefanya tersenyum dan membelai pipi suaminya yang sedang mengemudikan mobil menuju ke rumah sakit Dokter Lilian.


"Benar, Anya. Apalagi sejak aku meminum obat pemberian dokter Erika. Aku malah sangat bergairah menyetubuhimu, hem sepertinya malam ini waktunya, Anya!" kata Ezekhiel lagi menyeringai dan matanya berkedip menggoda Zefanya.


"Kau selalu meminta setiap hari," dengus Zefanya dengan senyuman kecutnya.


"Tapi kau tidak memberikannya," balas Ezekhiel juga berdengus.


"Batasan sayang! Ingat, kita sedang melakukan program," saut Zefanya menggoyang goyangkan jari telunjuknya.


"Ya aku sabar demi kebahagiaanmu, sweetheart," balas Ezekhiel tersenyum penuh cinta.


Zefanya tersenyum lagi menanggapi suaminya. Mereka masih berbincang mengenai gerakan gerakan yang Zefanya lakukan. Kadang ada beberapa gerakan senam Zefanya yang membuat Ezekhiel sering berimajinasi dan bergairah setiap saat Zefanya selesai melakukan senam. Tak ayal juga Ezekhiel melanggar peraturan program hamil mereka sehingga ada beberapa waktu Ezekhiel meminta kewajibannya pada Zefanya. Zefanya tentu tidak bisa menolak apalagi rayuan Ezekhiel yang membuat wajahnya terus memerah dan merasakan getaran di bawah sana.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah sakit, mereka segera menunggu di depan ruang praktek dokter Lilian. Ezekhiel juga sudah membawa berkas berkas informasi penyedia program bayi tabung terbaik yang dikumpulkan oleh Theo. Ezekhiel agak gugup dengan apa yang akan dikatakan oleh Dokter Lilian. Mereka masuk sesuai giliran tak lama setelah pasien sebelumnya karena sebelumnya Zefanya sudah membuat janji khusus bersifat konsultasi.


Mereka memasuki ruangan dan dokter Lilian tentu menyambut mereka dengan ramah. Mereka saling berjabat tangan dan dokter Lilian mempersilahkan Ezekhiel dan Zefanya untuk duduk.


"Bagaimana kabar kalian semua?" tanya Dokter Lilian menanyakan keadaan Ezekhiel dan Zefanya.


"Luar biasa dok, saya semakin terberkati karena dua Minggu lalu saya menemui saudara kembar saya yang tengah mengandung. Dia akan melahirkan anak perempuan sekitar dua bulan lagi," saut Zefanya tampak senang dan bangga. Dia jadi merindukan Zhavia dan mengingat kunjungannya ke rumah sakit bersama.


"Waahh, selamat untuk saudara kembar anda nyonya Zefanya, apa kau menginjak kakinya?" tanya Dokter Lilian ingin bergurau dan memanggapi mitos yang ia sering dengar mengenai kehamilan.


"Hah? Menginjak kakinya?" tanya Zefanya kembali bingung.


"Ya, kata orang kalau seorang wanita menikah belum memiliki anak dan menginjak kaki ibu hamil, maka kita juga akan hamil," jawab Dokter Lilian sudah tersenyum lebar. dia tahu kepolosan Zefanya tapi malah membuat Ezekhiel sontak tertawa mendengar penjelasan tak logis itu.


"Hahahaha, dokter lilian, kau lucu sekali! Jadi kau meledekku yang tidak bisa membuat istriku hamil sedangkan hanya menginjak kaki, istrimu bisa hamil?" saut Ezekhiel dengan gelak tawanya.


"Tapi apa benar Dok?" Zefanya malah bertanya dengan serius.


"Hahaha, suamimu sangat pintar nyonya, lupakan, itu hanya mitos," balas Dokter Lilian memang hanya ingin bergurau karena sudah lama tidak bertemu dengan kedua pasangan romantis ini.


"Jadi, apa Kalian juga sudah berhasil atau ada yang ingin ditanyakan sampai datang menemuiku?" tanya Dokter Lilian lagi karena sebelumnya tidak ada tanda tanda kehadiran pasangan ini.


"Aku berpikir tentang program bayi tabung, dok," jawab Ezekhiel menyerahkan berkas informasi rumah sakit penyedia program bayi tabung.


"Oh, ide yang bagus, aku juga memang ingin menyarankan tapi aku tetap harus menunggu keputusan kalian karena tingkat keberhasilan bayi tabung memang tidak sampai mencapai lima puluh persen, bahkan efektivitas berhasilnya hanya dua puluh lima persen. Jadi kalian benar benar harus siap mental, tenaga juga biaya. Kalian tahu kan di era modern dan canggihnya tekhnologi saat ini," kata Dokter Lilian menanggapi apa yang disampaikan Ezekhiel.


Seketika kedua hati Ezekhiel dan Zefanya berdesir. Mereka hendak melakukan hal ini tapi tingkat persentase nya hanya sampai dua puluh lima persen. Apa mereka akan tetap menjalaninya?


...


Bersambung


Next part 23 yaa 😁


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa

__ADS_1


Thanks for read and i love you 💕


__ADS_2