Mantan Terindah

Mantan Terindah
Titik Terang


__ADS_3

Alunan musik remix mengiringi goyangan pemudi pemudi yang sedang asik berpesta. Pesta ala-ala pemuda kaya tentunya. Mariska sebagai pemilik pesta tak mau kalah tentunya.


Mariska pun turun ke lantai dansa dan ikut bergabung bersama teman-temannya. Ia terlihat sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan menikah dengan pria tampan incarannya.


"Hay, girl !" sapa seorang pria berkulit kuning langsat itu, semabri mencolek pantat Mariska.


Merasa tidak dihargai, Mariska pun kesal. "Apa sih lo? Gue nggak ngundang lo ke sini," ucap Mariska ketus.


"Wah kayaknya kita datang di waktu yang ngga pas, ni. Galak amat sih, Neng? Gimana ya kira-kira reaksi calon suaminya, kalo tahu cewek alimnya ini ternyata doyan dugem," ucap pria itu lagi.


"Calon suami gue udah tau kaleee, elu nggak usah capek-capek buat kasih tau doi, paham!" Mariska menatap tajam pria itu.


"Oh ya... Apakah dia juga tahu? Kalo sebenarnya pacar alimnya ini udah lama nggak kuliah. Berbohong masih tinggal di negeri Jiran, padahal.... astaga! Dia seneng-seneng di Jakarta. Malah ngabisin duit yang dia kirim buat party begini, ha?" ledek pria itu lagi.


"Diem lu, brengsek!" Mariska mulai tak bisa mengendalikan amarahnya.


"Diem lu bilang? eh denger ya, gara-gara pengeruh elu, adek gue jadi ikutan rusak dan gue nggak terima. Gue kerja mati-matian buat bikin dia jadi pinter, buat dia sekolah yang bener. Dan elu tiba-tiba datang, malah manfaatin cinta dia ke elu," ucap pria itu lagi.

__ADS_1


Bukannya merasa bersalah, Mariska malah tertawa. "Jadi elu nyalahin gue, atas kegoblokan adek elu. Eh, brother, adek elu suka sama gue, emang gue minta? Engga! Lagian dia suka jajanin gue, gue juga nggak minta. Gila aja lu kalo bilang gue yang salah," ucap Mariska, berusaha membela diri.


"Hahahaha, jangan ngeles deh lu, gue tahu kok, elu suka ngrengek ke dia minta di transferin uang kan? Dan gue tahu, lu lakuin hal yang sama ke cowok elu. Bodohnya, dia nggak tahu kalo selama ini elu cuma manfaatin dia doang kan dan gue juga tahu, lo mutusin adek gue dan memilih nikah ama dia karena dia lebih mapan. Duitnya lebih banyak dari adek gue yang masih merintis. Dasar wanita gila harta," ucap pria itu lagi.


"Serah elu .... udah kelarkan ngocehnya, sekarang sebaiknya elu pergi sebelum temen-temen gue ngroyok elu, brengsek!" ancam Mariska kesal.


"Tanpa elu minta, gue juga bakalan cabut kok dari sini. Tapi inget, kalo gue nggak bisa ngegagalin pernikahan elu, jangan panggil gue Billi," ucap pria itu, seraya melangkah pergi meninggalkan tempat menyebalkan ini.


Billi memang sangat sakit hati dengan Mariska. Adiknya baru kali pertama mengenal cinta, lalu ia patahkan hatinya. Di manfaatkan hasil kerjanya dan sekarang, setelah dia bangkrut seenaknya saja Mariska meninggalkan pria itu. Sehingga membuat sang kakak marah.


Bukan hanya itu, adik Billi juga depresi karena Mariska banyak meninggalkan hutang kepadanya. Ya, mungkin dia salah karena terlalu percaya pada Mariska. Dengan memberikan wanita itu sebuah kartu kredit.


Terang saja, apa yang terjadi kepada sang asik, memicu dendam sang kakak. Billi, bersumpah akan membuat Mariska menyesal karena telah mempermainkan adiknya.


***


Di sisi lain, Juan ... yang tak lain adalah big bos Gani, mulai meminta orang-orang kepercayaannya untuk mencari kebenaran atas apa yang ia curigai.

__ADS_1


Juan shock... karena Nama Mariska Milenia sudah tidak terdaftar menjadi mahasiswi di Universitas yang ia ketahui, bahwa gadis itu berkuliah di sana.


Dengan ragu, ia pun menceritakan kejadian ini kepada sang istri.


"Papi mesti gimana, Mam?" tanya Juan pada dang istri.


"Sebaiknya kita selidiki lebih dalam lagi, Pi. Siapa tahu kita dapat fakta yang bisa membuka mata hati Gani," jawab Stella.


"Kasihan sekali anak ini. Sekalinya jatuh cinta malah dapet yang nggak bagus," ucap Juan.


"Ya, mumpung belum, Pi. Sebainya Papi terbukalah sama dia. Kasihan juga kalo selama ini cuma diboongin. Eh, Pi... Papi pernah bilang kan, kalo sebenarnya yang biayain ni cewek kuliah lagi si Gani?" tanya Stella.


"Iya, Mam. Sejak ayah ni cewek meninggal, Gani yang kirim biaya kuliah plis biaya hidup untuk ni cewek. Tapi kalo kenyataannya dia udah nggak kuliah, berarti uang itu dipakek apa ya, Mam?" tanya Juan curiga.


"La makanya, itu tugas kita buat cari tahu. Kasihan Gani kalo seandainya terbukti kalo dia cuma dimanfaatin doang," ucap Stella.


Juan mengangguk menyetujui apa yang dipikirkan sang istri. Namun tidak dipungkiri bahwa saat ini dia juga merasa kurang nyaman, sebab tak tahu harus mulai dari mana ia menceritakan kabar yang belum lama ia Terima ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2