Mantan Terindah

Mantan Terindah
97. Diikutin Terus


__ADS_3

Bayu sudah datang dan duduk di ruang tamu menunggu Tiffany yang masih di kamar ganti baju dan berdandan mama menitipkan Tiffany kepada Bayu agar selalu bisa membuat perempuan itu nyaman dan Bayu pun mengiyakan nasihat dari mamanya Tiffany. "Pokoknya kamu jangan kebawa baper ya kalau misalkan dia agak sedikit marah-marah dan juga sama kamu yaitu tipe orang yang baik cuman dia agak susah aja bergaul sama orang yang menurut dia ganggu!" Bayu tersenyum dia sudah biasa diginiin sama Tiffany dari dulu jadi bukan sesuatu hal yang harus di


singgung-singgungin atau di baper-baper in.


Tiffany berpamitan kepada mama dengan wajah yang begitu masam sekali, lalu ia masuk kedalam mobil dan mereka pun berangkat jalan-jalan ke mall berdua mama selalu mendukung banget. Ia berjanji untuk tidak akan bareng dalam waktu yang lama. Bom waktu itu kira-kira akan meledak secepat mungkin dan secepat kilat.


"Aku sebenarnya boleh jujur enggak sih sama kamu?" Tiffany menatap kedua mata Bayu begitu tajam sekali.


"Maksud kamu apaan aku sama sekali nggak ngerti deh coba deh kalau ngomong itu yang bener jangan bikin aku salah paham?"


"Udah berapa kali sih udah aku bilang jangan ikutin aku terus aku tuh udah besar dan aku juga udah pulang ya jadi bukan anak kecil lagi yang diikutin kesana kemari!" Bayu tersenyum dengan ucapan dari Tiffany.


"Kamu tuh kenapa sih suka marah-marah terus padahal kalau hidup itu marah-marah bakalan cepet tua tau gak sih." Tiffany bisa terdiam mendengar ucapan tersebut.


"Udah ya gak usah marah-marah gak jelas lagi."


Akhirnya dengan terpaksa Tiffany pun membiarkan Bayu untuk terus mengikutinya. Mereka seakan seperti musuh saja saling beriringan satu sama lain obrolan pun nggak ada walaupun mereka saling mengenal ketika dulu tapi tetap saja jalan berdua adalah jalan yang paling buntu dan jalan yang paling aneh selama sejarah pertemanan mereka karena biasanya waktu dulu mereka tuh nggak deket-deket banget walaupun saling mengenal satu sama lain kalau pun dekat itu pun bareng-bareng juga sama temen-temen yang lain gak bisa berdua karena bakalan aneh dan absurd. Tiffany tipe orang yang gendut banget dengan orang yang keras kepala tapi Bayu terus saja mengikutinya dari belakang seolah-olah mendukung sekali apa yang Mama inginkan padahal Tiffany tidak merasa nyaman.


***

__ADS_1


Dan..


"Hei kita mau ke mana lagi nih!"


"Perut aku lapar banget kita makan aja yuk mau nggak tapi kalau misalkan nggak mau juga nggak masalah soalnya perut aku nggak bisa dikonfirmasi juga!" Bayu mengangguk dan melangkahkan kaki lebih cepat di depan seolah-olah ia tahu makanan yang nyaman yang ada di mall ini dan Tiffany hanya bisa mengikutinya dari belakang tanpa bersebelahan satu sama lainnya.


"Tiffany?" Panggil Roy yang terkejut sekali dengan kehadiran Tiffany didepan mereka berdua. Ia melambaikan tangan sempat beberapa detik terdiam. Karna ramainya pengunjung yang ada di mall ini tidak hanya mereka saja yang datang untuk berbelanja.


Ternyata pertemuan ketidaksengajaan mereka di sebuah mall yang tidak disangka sama sekali. Membuat mereka seakan canggung dan bingung kenapa tiba-tiba pertemuan ini tidak direncanakan sama sekali. "Hei, halo guys ada disini sih?"


Cerry hanya bisa cengar-cengir tidak jelas dengan pasangan yang ada di hadapannya sekarang ternyata Tiffany bersama cowok-cowok itu tidak kalah keren dengan Roy. Ia melirik ke arah Roy yang juga terkejut sekali dengan kedatangan pasangan yang ada di depan mereka karena mereka saling mengenal satu sama lain. "Oh iya kenalin ini Bayu."


Mereka pun memesan makanan masing-masing kesukaan mereka. "Oh jadi ini cowok yang bakal dijodohin sama kak Tiffany perasaan nggak kalah ganteng juga deh daripada kak Roy tapi kenapa dia malah milih kak Roy?" Batin Cerry dalam hati yang memperhatikan cowok yang ada disamping Tiffany yang tak kalah keren juga dengan Roy sama-sama modis dan sama-sama ganteng kalau misalkan dilihat dari fisiknya. Tercetuslah pertanyaan dari Bayu yang membuat Roy dan kikuk. "Enggak kok enggak sama sekali kalau kalian pacaran?" Dengan polosnya Cerry yang membuat mereka saling tatap-tatapan satu sama lain.


"Gak nyangka banget ya kalau misalkan kita ketemu di sini!"


Tak berapa lama makanan minum pun datang.


Mereka siap untuk menyantap makanan yang ada di depan seolah-olah meja makan tempat yang paling mengheningkan mereka bingung mau memulai pembicaraan dari mana. "Jangan

__ADS_1


pada canggung dan jangan pada diem-diem kan kayak gini dong apakah kita ganggu?"


"Hahaha nggak ganggu sama sekali kok santai aja!"


***


Sayangnya Tiffany dan Bayu lebih memilih pulang duluan dan Cerry dan Roy masih saja berjalan-jalan ke mall. Kenapa mereka bisa bareng ya karena Roy tahu kalau misalkan Rival dan Franda gak bisa diajak kompromi yang mereka pengen berduaan aja terus jadi daripada nggak ada temen tercetuslah kata Cerry di pikirannya ya udah jalan bareng aja hari ini. "Lo mau minum lagi?"


"Enggak kak nggak usah udah kenyang tadi makan bareng sama kak Tiffany dan kak Bayu!"


Ini adalah tempat terakhir Roy untuk membeli jaket di sebuah toko baju atau toko jaket yang masuk kedalam dan memilih warna-warna yang mungkin dia banget yaitu warna warna hitam atau warna warna coklat dan itu pun yang gelap supaya bisa memadupadankan yang cocok nantinya ia pakai.


Cerry pun masuk ke dalam mobil dan memasangkan set belt ke tubuhnya agar aman.


Cerry rasanya happy banget ketika melihat Tiffany dan Bayu bareng tadi dan ada kesempatan emas untuk bisa deket lagi sama Roy. Benar-benar semua hanya sekedar sama salah paham doang dan ia berjanji untuk mau membuka hatinya kembali. "Kenapa kok senyam-senyum nggak jelas kayak gitu kenapa?"


"Enggak kakak cantik aja nggak ada kenapa-napa, Tiffany sama cowok yang di sampingnya tadi itu cocok banget ya ganteng sama cantik."


"Iya emang cocok kok tapi Tiffany aja nggak mau nerima dia buat jadi calon suaminya nanti padahalkan mereka cocok banget ya yang satu cantik dan yang satunya ganteng!" Tambah semangatlah ketika ia mendengar Roy mengatakan hal ini. Jalan untuk maju pun semakin di depan.

__ADS_1


__ADS_2