Mantan Terindah

Mantan Terindah
63. Hari Ulang Tahun Part 2


__ADS_3

"Menurut lo cewek sama cowok temenan itu murni?" Rival menatap tajam Albert, Albert hanya diam dan tertawa pelan saja.


"Jadi lo serius pacaran sama Franda?"


"Maksud lo apa ngomong kayak gitu?"


"Dulu aja lo bilang ogah sekarang kecintaan banget, hahaha. Ngaca tuh sama motor gue!"


Ditengah-tengah panggung keakraban terlihat sekali apalagi ketika Franda dibantu oleh Roy untuk memasang tulisan yang dipajang disana. "Bisa gak?"


"Jadi cewek gak tinggi sih." Bicara tentang tinggi Franda agak sensitif dan baperan. Awalnya maksudnya bercanda namun mungkin karna lagi sensitif.


Melihat wajah Franda yang merubah Roy merasa sedikit peka."Eh sorry bercanda, gue gak permasalahin kok. Maaf ya."


"Gak papa kok, emang itu kenyataan."


"Sorry, sorry bercanda maaf ya." Ucap Roy yang menjulurkan tangan untuk meminta maaf.


"Gak papa kok kak."


"Maafin dulu."


Lalu Franda menyambutnya dan mereka bersalaman. "Iya kak gak papa." Hampir 90 persen lagi semua sudah sesuai keinginan, dari panggung, kursi dan semua pun sudah siap.

__ADS_1


"Kak bentar." Franda mengeluarkan sesuatu dari saku seragamnya.


"Nih." Selembar tisu untuk mengelap keringat Roy yang kesana kesini.


"Oh makasih." Sahutnya sambil tersenyum.


"Cie..." Sorak mereka yang melihat mereka berdua, ini sederhana tapi terkesan romantis.


Tidak tinggal diam Rony mengambil foto diam-diam dari jarak yang tidak terlalu jauh. Dengan jepretan hengpon jadul akhirnya terwujud. "Hahaha oke juga!"


"Man, lo gak papa kan?"


"Apa sih, gue gak kenapa-napa." Manda sibuk merapikan bunga plastik dipinggiran panggung.


"Kalau bukan dia kakak gue, udah gue habisin tuh orang." Kesal Rival yang tidak kunjung henti.


Rival hanya diam, dan diam saja. Memang benar tapi entah kenapa susah gitu aja.


Ia memandangi Franda dan Roy diatas panggung yang lagi menata, kalau ia jadi Rival mungkin juga merasaan hal yang sama yaitu rasa cemburu yang wajar, disaat menyukai satu perempuan yang sama itu susah sekali. Albert tersenyum tipis Rival dan Roy memang kakak beradik tapi memiliki perbedaan yang beds jauh sekali.


***


09.00 pagi pun telah tiba tamu-tamu pun mulai berdatangan, karna menghormati guru-guru yang pernah mengajar disini dan sudah pensiun mereka pun sengaja menaruh bangku deretan paling depan agar menikmati acara lebih nyaman dan lebih seksama lagi mengenang sesuatu yang pernah ada. Dengan ucapan syukur atas kehadiran Allah SWT kepala sekolah yang menjabat kali ini bersyukur sekali acara berjalan dengan lancar, sebagai kepala sekolah ia bangga bisa membuat acara ini bisa berdiri. Dengan ucapan sambutan, para hadirin yang hadir ya walaupun ada beberapa yang tidak dapat hadir dengan berbagai alasan tapi tidak mengurangi rasa syukur yang mendalam. "Assalamualaikum para hadirin yang saya hormati, selamat pagi semua terima kasih sudah dapat hadir diacara HUT sekolah kita yang ke 50 tahun. Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang mempertemukan kita disini, untuk kepala sekolah terdahulu, wakil guru-guru, OSIS dan semua siswa atau siswi yang ada disini. Dalam rangka HUT ke 50 ini kita bisa membangun sekolah ini lebih baik lagi kedepannya. Tanpa kalian semua sekolah bukan apa-apa. Terima kasih banyak. Dengan silaturahmi ini membuat kita bisa menjalin hal baik untuk kedepannya lagi." Penyerahan piagam untuk kepala sekolah yang pertama kali menjabat disini, sebagai tanda penghormatan. Sesi penyerahan dan tidak lupa dengan berjabat tangan sambil berfoto menghadap ke kamera, selain itu juga penyerahan kepada wakil kepala sekolah. Tanpa mereka berdua tidak ada kepala sekolah sampai sekarang. Ditambah pula alumni guru-guru yang pernah mengajar disini, suatu penghormatan juga. Banyak kenangan yang pernah ada dan banyak moment yang terlewat begitu saja tidak terasa.

__ADS_1


Sebagai mengenang masa yang sudah lewat mereka pun menyanyikan lagu-lagu daerah, Organ tunggal mengiringi mereka untuk berjoget kekanan dan kekiri. Keceriaan dihari ini memang sungguh menyenangkan sekali canda tawa yang tidak bisa dibayar dengan apa-apa karna bahagia didapatkan dan dirasakan bukan hanya sekedar didapatkan saja melainkan keduanya itu.


Kini kata sambutan dari ketua OSIS "Assalamualaikum para hadirin, kepala sekolah, wakil dan semua siswa atau siswi yang hadir disini. Terima kasih banyak telah memberikan yang terbaik untuk hari ini semoga kita bisa berbahagia selalu atas rahmat tuhan yang maha ESA terus juga buat semua yang hebat terutama dari OSIS tanpa kalian tidak berjalan lancar sampai saat ini. Disini bukan cuma hanya sekedar memperingati HUT ke 50 tahun saja tapi menjalin silaturahmi kita semua, terima kasih untuk para guru-guru alumni yang sudah berkenan datang kesini ke sekolah kita. Sebagai meriahnya HUT kita kali ini, kini saatnya kita mengenang kembali sekolah yang pernah dibangun 50 tahun lagi. Dan sebagai persembahan saya akan menyanyikan sebuah lagu, tapi maaf kalau saya gak sebagus dari penyanyi-penyanyi lain hehe. Mas boleh musiknya."


Roy pun menyanyikan lagu pop kali ini, ia ingin gak cuma lagu wajib saya tapi agar acara bisa masuk ke generasi milenial.


"Wih ketos kita nyanyi."


Mereka pun terbawa oleh suasana kali ini, acara berlangsung ramai. Dikala itu tugas Manda membagikan makanan ringan ke tamu-tamu penting, ada juga yang sedang asik berfoto, mengambil video dan mengabadikan juga dengan kamera miliknya. Tidak ada batasan umur disini, semua membaur menjadi satu, inilah tujuan acara ini berlangsung menyatukan sesuatu yang sudah sibuk dengan masing-masing dengan keadaan yang pernah ada.


Dari kejauhan Roy diam-diam memperhatikan Franda yang sedang mengobrol dengan Cerry. Entah itu kebetulan atau apa Rival hanya tersenyum tipis saja melihat Roy melempar senyum ke Franda. Banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan secara langsung ke Roy, sehabis pulang ini. Dan gak cuma dari Roy saja ia pun juga ingin mempertanyakan ke Franda kenapa masih mau.


Nomor tidak dikenal


"Rival lagi cemburu coba liat kebelakang."


Ia menengok kebelakang melihat Rival yang ternyata berwajah datar. "Hei." Panggil Franda yang berbisik.


"Cemberut mulu! Senyum dong!"


"Au ah." Jawabnya ketus.


"Andai aja, gue duluan!" Hening Roy dalam hati. Manis sekali memang tinggi, putih, ketos, baik, berwibawa, siapa coba yang nolak jadi pacarnya?.

__ADS_1


"Nih, dari tadi gak minum-minum." Manda memberikan segelas air untuk Roy.


"Eh iya makasih man."


__ADS_2