Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 21


__ADS_3

Sepintar pintarnya tupai meloncat maka akan jatuh juga dan sepintar pintarnya menutupi bangkai, maka juga akan tercium. tapi jika bangkai tersebut nyatanya adalah sebuah yang akan menjadi harum di kemudian hari? semuanya tidak akan ada yang tahu. lalu bagaimana Gracia yang akhirnya mengetahui tujuan Stanley yang sebenarnya?


Jam mata kuliah berakhir. Hari ini Stanley dan Gracia harus berlatih bersama para pemain lainnya. Stanley dan Gracia juga akan mendapat pelatihan dari Mr. Ralph untuk lagu Without You dan XO.


Gracia lebih dulu ke ruang tari setelah kelas bersama Zhavia. Dia agak terheran karna tidak melihat Stanley di kelas tapi dia tidak memusingkannya. Gracia melakukan pemanasan terlebih dahulu namun tak lama dia mendengar sebuah suara dari arah daun pintu seperti suara Stanley dan Patrick. Gracia berbalik dan menemukan Zefanya di sana sedang memegang ponselnya memperdengarkan rekaman waktu ulang tahun dirinya.


*..aku mengerti Pat! Aku sudah senang bisa berkolaborasi bersama Gracia. Dengan begini aku bisa mendapatkan Predikat penari internasional yang akan di daftarkan kakakku.*


*Aku sudah mengetahui Gracia sebelumnya lewat situs kampus ini! Gracia menjadi penari terbaik tahun ini di kampus ini. Penilaian ini sudah kudapatkan dari Mr. Ralph dan pemerhati seni tari terkemuka di Legacy. Jacklyn memberikan ku tantangan untuk mencari penari penari balet kontemporer terbaik di kampus yang terbaik di Honolulu, Legacy, Oriental, Indian dan Springfield.*


Gracia mengernyitkan dahinya dengan pembicaraan awal dan seterusnya Gracia menutup telinganya.


"Mengapa kau melakukan ini Nona Prime?" Tiba tiba sebuah suara muncul di belakang Zefanya dan itu Stanley. Zefanya berbalik dan mematikan rekaman.


"Kau?"


"Ya, kau terkejut?" Stanley mengerutkan dahinya sedikit geram.


"Sedikit! Hem, aku hanya ingin memberitahu Gracia kalau kau ternyata memanfaatkannya!" Decak Zefanya masa bodoh.


"Mengapa kau membuatnya seperti ajang bermain main Stanley!" Kata Gracia di dalam ruangan dengan sedikit penekanan.


"Kau tahu, aku memberikan pengertian sampai aku dan Kak Dior salah paham hanya ingin mengikuti drama musikal ini yang ternyata kau memanfaatkan aku! " Tambah Gracia penuh amarah.


"Tapi Gracia!"


"Ini hanya seperti membantumu untuk menjadi lebih tinggi sedangkan diriku lebih rendah! Sebaiknya, kau mencari Melinda saja!" Kata Gracia tidak membiarkan Stanley berbicara. Dia hendak pergi namun Stanley menahan tangannya.


"Gracia, tolong dengarkan penjelasan ku, aku akan menjelaskannya!" Pinta Stanley.


"Aku sudah mengerti semuanya. Maaf, aku tidak sehebat yang kau pikirkan. Kupikir kita bisa belajar dan berbagi bersama, ternyata setelah semua berakhir kau akan pergi membawa predikat terbaik ini tanpa memberitahu semuanya padaku!" Gracia menghempaskan tangan Stanley namun Stanley kembali meraihnya.


"Aku baru saja akan memberitahumu Gracia! Apa kah tidak kau bangga berpasangan menari denganku? Kau juga akan mendapat predikat terbaik karna menjadi pemeran utama dalam drama musikal ini!" Meski masih dalam kepercayaan dirinya, Stanley hanya ingin memberitahu keuntungan yang akan Gracia dapatkan juga.


"Aku tidak butuh semuanya! Aku hanya membutuhkan kejujuran dan dengarkan aku baik baik! Aku menikmati setiap kebersamaan menari denganmu. Aku menganggapmu partner yang sangat sesuai dan aku bisa belajar banyak darimu, tapi ternyata ini tujuanmu! Ya, kau hebat sekali tuan penari, semoga kau berhasil dan menjadi pemenang!" Gracia melepaskan tangan Stanley kasar.


"Gracia, kita harus berlatih lagi!" Stanley masih mencoba mengingatkan .


"Aku tidak selera!" Balas Gracia dan berlalu setelah menarik tangan Zefanya ikut bersamanya.


Stanley terdiam. Kesalahannya sebenarnya hanya tidak memberitahu Gracia sejak awal. Padahal hal ini juga menguntungkan bagi Gracia. Stanley hanya menundukan kepalanya. Dia akan menjelaskan pada Gracia.


Sementara Gracia merenung bersedih di taman belakang kampus bersama Zefanya. Entah sudah keberapa kalinya dia sering di manfaatkan teman temannya ketika di Indian. Gracia bercerita kalau banyak temannya menyuruhnya terus menari dan melatih mereka tanpa imbalan yang sebenarnya dibutuhkan Gracia. Namun, karna Gracia menyukai menari dan berprinsip seperti ibunya agar terus mencintai kesukaan tanpa memikirkan hal apa yang akan di dapat, Gracia terus melakukannya. Dia sekarang pun bukan karna memiliki pelatih , uang dari mana ia bisa menyewa pelatih tersebut. Pelatihnya yang sejati hanya ibunya dan dirinya sendiri. Zefanya jadi ikut terhanyut dan sedikit menyesal melakukan ini. Padahal sebenarnya Gracia juga akan mendapat untung dari semua ini, namun hal ini malah mengingatkan dirinya pada masa masa pahit kala itu.


"Gracia, bagaimana kalau kita ke hotel Prime?" Ajak Zefanya kemudian. Zefanya sedang melakukan cuci tangan atas apa yang ia perbuat karna telah membangkitkan ketraumaan Gracia sewaktu di Indian. Zefanya percaya kalau Gracia akan jauh lebih tenang jika bertemu dengan kakaknya.


Gracia menoleh menatap lirih Zefanya.


"Kita makan siang di sana bersama kak Dior, bagaimana?" tambah Zefanya menjelaskan maksudnya.


"Nanti menganggu. Tidak perlu Anya!" Gracia kembali melihat sekitar mereka.


"Tidak akan! Kita hanya menumpang makan siang bersama, itu tidak akan menganggu. Setelah makan siang selesai, kita kembali!" Zefanya telah beranjak.


"Kau yakin tidak menganggu kak Dior ku?" Gracia masih memastikan.


"Yakin! Aku juga anak pemilik hotel itu, kau ini!" Zefanya menarik tangan Gracia ke depan kampus hendak memberhentikan taxi menuju ke hotel Prime.


...


Gracia mengerutkan alisnya dan tersenyum kecut. Sepertinya Zefanya juga memanfaatkannya. Ternyata, makan siang kali ini merupakan makan siang khusus kerja sama antara Dimitri Group Apartment, nama perusahaan yang dipimpin oleh Ezekhiel Dimitri, kekasih Zefanya dengan perusahaan hotel kekasihnya.


"Aku juga akan marah padamu Zefanya!" dengus Gracia sebal.


"Tapi sudah jelas kan, aku bersama Tuan Ezekhiel ku dan kau bersama Tuan Dior mu! Kau ini, sudah peluk dia!" Zefanya yang sudah masuk dalam rangkulan Ezekhiel juga menarik tangan Gracia agar memeluk kakaknya. Dior sudah berdiri di depannya dengan tersenyum melihat tingkah kesal Gracia.


"Hemm, kau sudah makan?" Tanya Dior mengelus lembut lengan lengan Gracia. Gracia menggeleng.


"Baiklah, mari kita makan siang." Ajak Dior menuju ke ruang pertemuan yang sudah di rubah menjadi ruang makan yang homie bersama para karyawan pilihan Ezekhiel dan juga Dior. Makan siang ini merupakan bentuk memperat keakraban antar perusahaan.


Gracia makan dalam diam dan memikirkan Stanley. Bukan memikirkan Stanley secara langsung tapi jalannya drama musikal itu. Kalau ia tetap menjadi pasangan Stanley, dia merasa Stanley akan semakin besar kepala dan mengakui kehebatannya. Sedangkan jika dia tidak melanjutkan, dia akan mempermalukan Mr. Ralph dan kampusnya sendiri karna waktunya tinggal dua Minggu lagi. Dior yang sangat peka dengan keadaan Gracia merasakan aura kesedihan ini.


"Gracia, apa kau tidak enak badan?" Tanya Dior setelah menyelesaikan makan siang mereka. Gracia menggeleng.


"Lalu, kau kenapa?"


"Aku mau pulang kak, aku agak sedikit lelah." kata Gracia akhirnya. dia harus menenangkan pikirannya.


"Oh iya, biar kuantar." ujar Dior tersenyum.


"Tidak usah kak, bukannya kau akan melanjutkannya dengan rapat." Gracia menatap Dior.


"Hanya sebentar tidak akan memakan waktu banyak, lagi pula rapatnya masih satu jam lagi." Ujar Dior beranjak dari kursinya dan mengulurkan tangannya agar Gracia meraihnya. Gracia tersenyum dan ikut menggandeng tangan kekasihnya.


Dior meminta Rick mengingatkannya lagi jika rapat hampir dimulai. Sementara Zefanya masih bersama Ezekhiel dan akan menungguinya.


Sepanjang perjalanan, Gracia menunduk dan terdiam. Dior mencoba menerka kesalahan apa yang ia buat hari ini. Sepertinya semua berjalan baik baik saja. Bahkan Dior memberi pesan jangan lupa makan siang sebelum Gracia menemuinya di hotel.


"Gracie?" panggil Dior pelan.


"Ya?" Gracia mendongakan kepalanya menatap Dior.


"Kau kenapa? Apa ada yang salah denganku?" Tanya Dior meminta pengoreksian diri untuk nya.


"Ah tidak kak! Kau melakukan apa ? Tidak apa apa. Atau sepertinya aku yang menganggumu ya?" Gracia malah kembali membolak balikan pertanyaan.

__ADS_1


"Tidak! Kau malah bertanya kembali. Kau kenapa?" selidik Dior sesekali menoleh. Dior sangat mengerti kekasihnya kalau tidak bisa menyimpan masalah atau rasa sedih.


Gracia menggeleng. Dia lalu menekan radio tape yang ada di mobil Dior. Dia hendak mendengarkan lagu. Lagu Without You dari Seventeen di sana yang terdengar. Gracia jadi kembali mengingat Stanley dan mereka belum mendapatkan gerakan lagu itu.


Sesampainya di rumah Gracia, Dior masih menahan Gracia untuk tidak masuk ke dalam.


"Ceritakan semuanya padaku maka aku akan mengijinkan mu keluar dari mobil!" kata Dior menghadap ke Gracia.


"Tidak apa kak."


"Gracia!" Dior menatap lekat lekat kekasihnya.


"Oke! Aku kesal sekali dengan Stanley kak!" jawab Gracia setelah menghela napas.


Dior menaikan alisnya. Dia sudah mengira itu. Pasti ada sesuatu pada kelas tarinya atau bahkan pada drama musikal kekasihnya.


"Apa dia menyatakan perasaannya padamu?" Dior menerka namun juga agak cemas. bisa saja terjadi sehingga Gracia agak gundah.


"Bukan!"


"Lantas?"


"Dia ternyata memanfaatkan ku untuk mengisi arsip menarinya sehingga dia bisa mengikuti kompetisi menari terkemuka di Japanis bahkan kompetisi manari terbesar di dunia." jawab Gracia lagi. Dior malah menganggapnya hal yang wajar . ya, Stanley harus memiliki arsip atau dokumentasi sepertu portofolio dirinya menari untuk mengikuti ajang ajang yang mempengaruhi skil menarinya. karna hal ini juga yang Dior lakukan ketika berkutat pada kegiatan bisnis.


"Oh, lalu?" respon Dior tenang.


"Ya, dia mencari penari penari hebat di kota kota besar untuk menjadi syarat kalau dirinya pernah menari dengan orang orang tersebut. Dia tidak mengatakannya padaku dan dia memang mengincarku! Kupastikan kalau bukan aku si penari hebat itu, dia tidak mau berpasangan denganku ketika drama musikal nanti!" dengus Gracia melipat tangan di depan dadanya.


"Kenyataannya siapa penari yang Stanley cari?" tanya Dior.


"Aku! Tapi dia tidak mengatakannya padaku. Setelah drama musikal berakhir dia akan mendapatkan dokumentasi menari kita dan dia akan semakin maju." Gracia masih juga belum mengerti maksud dari semua ini.


"Dan kau juga akan dikenal sebagai penari berbakat pilihannya karna sudah membuatnya sukses." gumam Dior santai namun mengena.


Gracia sejenak berpikir dengan sautan sautan Dior padanya.


"Bagaimana maksudmu kak?" Selidik Gracia kembali.


"Dengar sayang." Dior meraih tangan Gracia.


"Stanley adalah penari. Dia sedang menjalani sebuah tujuan. Dia bukan memanfaatkanmu, dia hanya sedang membuat tantangan bagi dirinya sendiri, apakah dia bisa berkolaborasi dengan penari penari terbaik ini sehingga bisa mengikuti kompetisi besar itu. Kalau kau yang ternyata menjadi penari terbaik itu berarti tingkat kehandalanmu menari menjadi tantangannya untuk berkolaborasi bersama mu sayang!" Kata Dior dengan sejuta kewibawaannya.


Ya, dia mencoba profesional dan mencoba mengatakan hal yang benar untuk Gracia. Bisa saja dia malah memojokan Graciar agar akhirnya dia tidak harus menyaksikan kekasihnya bersanding dengan pria yang bukan dirinya. Tapi, itu adalah sikap yang salah. Dior tidak seperti itu.


"Jadi, Stanley mengakui kehebatan ku?


Dior mengangguk tersenyum tipis.


"Minta maaflah padanya besok dan lanjutkan kolaborasi kalian. Kau juga yang menginginkan posisi peran utama itu kan? Ketika Stanley melanjutkan mimpinya, kau juga bisa melanjutkan memperkaya gerakan mu di kampus itu. Ya, kesalahannya memang dia tidak mengatakannya padamu, hanya itu. mungkin karna dia takut kau tidak mengerti dan nyata nya benar, kau tidak mengerti maksud sebenarnya." Kata Dior lagi menegakan tubuhnya dan memegang kemudi mobilnya.


Gracia terdiam sesaat. Semua yang dikatakan kekasihnya benar adanya. Tidak seharusnya dia meluap luap penuh emosi dan tidak mendengarkan penjelasan Stanley. Sebenarnya semua ini seperti simbiosis mutualisme yang menguntungkan. Bagi Stanley juga bagi nya.


"Kak, kau begitu baik padaku. Kau memberikan ku nasehat yang berguna bagiku dan menyampingkan emosi dan keegoisanku. Aku jadi sungguh terheran, terbuat dari apa hatimu?" kata Gracia yang masih tertegun dengan jawaban masuk akal Dior. selain itu Dior tidak merasa cemburu lagi karna Gracia memikirkan Stanley. padahal bisa saja Dior mendukungnya untuk tidak menari bersama Stanley lagi.


Dior terkekeh. dia hanya menjawab sesuai maksud yang sebenarnya agar Gracia belajar menghadapi hidup ini tidak selalu mulus, pasti akan ada tantangan dan rintangan.


"Tanyakan pada aunty Vien mu. Sekarang kau turun dan berisitirahat lah. Jaga kesehatanmu!" Tutur Dior mengusap pelan puncak kepala Gracia.


Gracia mengangguk. dia pun tak lupa mengecup pipi kekasihnya itu dan menuruni mobil Dior. Dior menghela napas.


"Apa aku siap menyaksikan tarian mereka?" Pikiran Dior masih berkecamuk memikirkan adegan romantis yang akan dilakoni Stanley dengan kekasihnya. namun, kembali lagi, dia ingin keberhasilan bagi kekasihnya. Dior pun menjalani mobilnya kembali ke hotel.


Sementara Gracia masih melihat kepergian mobil kekasihnya.


"Kak, kau memang tepat untuk hatiku. Kau bagaikan air di tengah gurun yang gersang. Terimakasih." Gumam Gracia dan memasuki rumahnya.


...


Keesokannya, Gracia mendapati Stanley di ruang tari sendiri menari namun sambil bernyanyi. Dia menyanyikan lagu Without You sambil menggerakkan seluruh tubuhnya.


Gracia sangat tertarik ketika kata kata itu terdengar pada telinganya. Seperti Stanley sedang mengungkapkan perasaannya.


sepenggal terjemahan lirik lagu Without You oleh Seventeen


~..mungkin kau malu untuk kembali,


karna kau pergi tanpa sepatah katapun.


Tapi aku akan selalu mencarimu


Walau pun kau meninggalkanku


Aku mencarimu sambil berlari dan kehabisan napas


Tapi kau tak di sana


Aku mengenakan topi kita


Dan mengingat kenangan kita


Hatimu yang dulu cantik


kini berubah menjadi jahat (benar!)


Aku yang sudah hancur ini

__ADS_1


Mungkin sudah tak penting lagi untukmu


Jika mulai hari ini


Aku tanpamu


Aku akan berubah..~


"Ada apa dengan tape nya?!" Tiba tiba Gracia harus berkata kata. Stanley menghentikan semua pergerakannya dan menoleh ke arah asal suara tersebut.


"Gracia? Kau kembali?" Stanley seperti merasa mimpi jadi dia tetap berdiri terdiam.


"Hanya satu hari tidak latihan, kau berlebihan sekali! Nyalakan lagu nya dengan benar dan ajari aku gerakan lagu Without You ini!" kata Gracia seperti tidak terjadi apa apa.


"Hah? Kau sudah memaafkanku?" Stanley kini menghampiri Gracia dan memastikan.


"Ya, besok, kau sendiri yang harus mengantar undangan pada orang yang membuatku memaafkanmu." Gracia sudah memulai pemanasan nya.


"Siapa? Zhavia?" tanya Stanley memastikan.


"Kakaknya." jawab Gracia singkat.


"Zefanya? Mana mungkin! Dia sangat membenciku."


"Jadi kakaknya Zhavia hanya Zefanya. Kak Dior memberi pengertian padaku." akhirnya Gracia memberitahu dengan nada yang cukup tinggi.


"Bukannya dia juga membenciku?" gumam Stanley pelan.


"Kapan dia pernah mengatakan membencimu? Pokoknya kau besok yang harus mengantarkan undangan drama musikalnya." kata Gracia lagi memaksa.


Stanley sedikit menunduk. Ternyata Dior seorang yang tak tertandingi. Dia tidak seharusnya juga mempunyai niat untuk menguasai hati Gracia. Ya, awalnya memang Stanley begitu menyukai Gracia. Dia ingin membuat Gracia menyukainya, menemaninya sehingga dirinya yang terbaik bagi Gracia. Lalu, mungkin saja dia bisa membawa Gracia mengikuti kompetisi tersebut. Karna Gracia yang memiliki antusias menari melebihi kenalan Stanley yang sebelumnya ia temui. Namun, sekarang rasanya hal yang tidak mungkin. Terpancar jelas kalau Gracia sudah terpikat dan terkagum sejatuh jatuhnya dengan pria bernama Dior Prime. Stanley tidak boleh memaksakan dirinya.


"Stan? You oke?" Gracia memastikan.


"Ah iya Gracie, ayo kita berlatih." Stanley mulai menyiapkan lagunya. ya, apapun yang terjadi Stanley memang harus berterima kasih. dengan begini dia akan mengikuti kompetisi terbesar ini.


"Cepat ajari aku!"


Akhirnya Gracia kembali menerima Stanley dan terus melanjutkan latihan drama musikal ini. Dengan kata lain Stanley akan mendapatkan dokumentasinya namun tidak akan mendapatkan Gracia. Karna Gracia sudah sangat yakin dengan pilihan hidupnya adalah Dior.


...


Satu hari sebelum drama musikal.


Hem, dua Minggu berlalu dan pekerjaan Dior sangat menumpuk. Belum lagi dia kembali mengadakan kerja sama dengan Ezekhiel mengenai penanaman saham pada masing masing perusahaan yang akan membawa keuntungan bagi kedua perusahaan. Kerja sama ini merupakan tabungan mereka ketika mengalami kemunduran. Kerja sama yang melihat masa depan adalah yang paling digemari Dior. Selain itu, sedang berjalan dua pembangunan hotel cabang di pinggiran Legacy serta di perbatasan Legacy dan Summer. Dior harus terus memantau semuanya. Tak ayal dia pun jarang menjemput Gracia. Dia hanya mengantarnya itupun jika Gracia masuk kelas pagi.


Sebenarnya Dior cemas dengan semua tarian dan kedekatan Gracia dengan Stanley yang semakin akrab, namun setiap malam Gracia terus menghubungi nya dan terkadang ikut Revo ke rumahnya. Meski hanya sebentar dapat mengurangi rasa rindu. Sampai akhirnya Dion datang menyampaikan kalau Dior harus mengantar dirinya ke Honolulu karna ada masalah yang terjadi pada resort and Motel mereka.


"Mengapa bisa terjadi Dad?" tanya Dior beranjak dari meja kerjanya menghampiri ayahnya.


"Ya, begitulah, tidak ada yang tahu kalau saluran gas ke arah Kompor masih menyala dan kebakaran itu terjadi. Kita harus kesana besok pagi Dior!" kata Dion sudah duduk di sofa ruangannya.


Dior berpikir. Dia tahu kalau besok adalah acara drama musikal kekasihnya. Sebenarnya dia enggan untuk menonton karna takut akan mempengaruhi perasaannya melihat kekasihnya harus digerayangi pria yang bukan dirinya dengan gerakan eksotis dan sensual itu. Namun, Gracia sangat bersemangat menceritakannya padanya. Hem, mungkin ini alasan yang tepat untuk dirinya tidak akan menonton kekasihnya.


"Sebenarnya besok aku mau menonton Gracia tampil dalam acara drama musikal di kampus mereka Dad. Juga pertunjukan Zhavia." kata Dior ikut duduk di samping ayahnya.


"Begitu ya? Hal itu juga penting tapi .."


"Sudahlah Dad, aku pergi bersama mu saja. Gracia melakukan tugasnya dan aku juga melakukan tugasku. Tidak apa apa. Aku akan meminta Rick memesankan tiket ." Dior beranjak dan menuju ke telepon kantornya hendak menghubungi Rick yang sedang di ruang rapat.


Dan ternyata Gracia ada di balik pintu bersama Zhavia dan Patrick hendak memberikan undangan yang terus tertunda karna kesibukan Dior yang tidak bisa ditemui Stanley.


"Sudahlah Zhavia, tidak usah diberikan. Kakakmu sangat sibuk. Ayo pulang!" Kata Gracia dan berlalu sedikit kecewa.


Entah mengapa pikiran Zhavia dan Patrick sama, mungkin Dior tidak kuat melihat tarian yang sebenarnya indah dan menarik itu. Zhavia dan Patrick tetap di luar ruangan Dior sampai menunggu kakaknya keluar karna masih berbicara serius dengan ayah mereka.


...


...


...


...


...


Ya gimana y Grace? Uda sabar bangat lakik lu tapi ya harus profesional juga bang Dior hadehh .. aku ra melu Melu lah cuma pengetik aku, nanti kuomelin viiyovii deh ya alurnya gini amet 😂😂


.


Next part 22


Yakin Dior ga nonton?


Apa bener ga nonton?


Ya, direktur hotel coy 😂😂


Dan bagaimana perpisahan Stanley dan Gracia ?? 😁😁


.


Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍

__ADS_1


.


Thanks for read n i love youu 💕


__ADS_2