
Berusaha menjadi yang terbaik tidak akan berjalan mulus sesuai rencana. Di sanalah kita mengetahui kekurangan kita dan mencoba untuk memperbaikinya. Mungkin terlihat sulit bagi Gracia karna bersanding dengan Dior yang begitu sempurna. Lalu bagaimana Dior dan Gracia akhirnya menanggapi ini semua?
...
Dior menatap Gracia dalam senyumnya. Dia memegang wajah Gracia dan mulai bertanya.
"Siapa bilang?"
"Dokter kak, hasil pemeriksaan mengatakan seperti itu walau pun ini cedera ringan tetapi kecil kemungkinan ku untuk hamil. Bagaimana ini kak? Bagaimana aku mengatakan pada mom Vien? Aku benar benar mengecewakan kak, ini semua karna tarian ku. Aku tidak hati hati sehingga aku terjatuh. aku yang menyebabkan ini semua kak!" Gracia menangis sambil menutup wajahnya. Dior hanya bisa memeluk dan memeluknya lagi.
"Sayang, aku tidak peduli dengan semua itu. Dokter hanya memprediksi, mengapa kau sesedih ini? Tugas kita sekarang menyembuhkan cederanya, berusaha dan berdoa. Hanya itu yang bisa kita lakukan. Untuk apa kau bersedih seperti ini sementara kau belum mengetahui respon ku? Kalau kau bersedih maka kau akan stres sehingga juga sulit hamil. Aku yakin mom ku juga tidak akan mempermasalahkannya. Kita baru saja menikah satu tahun, ini tidak terlalu penting sayang" kata Dior dalam pelukan sambil mengelus lembut punggung Gracia.
"Bagaimana tidak terlalu penting. Aku harus mengandung keturunanmu kak. Kau harus memiliki penerus dari rahimku." Kata Gracia lagi begitu pedih dan sulit menerima kenyataan ini.
"Lalu?" Dior masih berusaha tenang. Dia lalu menarik dirinya dan kembal menatap istrinya.
"Kakak, aku serius!!!" Gracia meyakinkan Dior.
"Mau kah kau percaya padaku?" Kata Dior melembut memegang dagu Gracia.
Gracia menatap lekat lekat suaminya.
"Aku hanya ingin bersamamu. Melihatmu ketika pagi hari dan malam ketika aku tertidur. Semua yang membuatmu sedih aku akan menghapuskannya. Selama hal itu membuatmu bahagia itulah kebahagiaanku. Aku sudah menjadi suamimu dan kau istriku, tidak ada yang bisa mengatur kita lagi termasuk mom ku. Kau jangan khawatir. Masalah keturunan sekarang tekhnologi sangat canggih. Kita juga bisa menciptakan seorang anak hanya dengan sehelai rambut mu dan rambutku. Kau tidak mengenal siapa suamimu? Haha aku tidak mau sombong tapi aku bisa membuatmu bahagia apapun yang kau inginkan! Hanya seorang anak, percayalah Tuhan berkehendak pada umatnya yang terus meminta. Percaya padaku oke?" Kata Dior tanpa mengalihkan pandangannya terus menatap mata sendu dan teduh Gracia. Gracia pun memperhatikan wajah suaminya yang tampan namun tak ada sedikitpun wajah kesombongan dengan apa yang sudah ia miliki. Gracia begitu beruntung memiliki suami seperti Dior.
Gracia pun tak dapat berkata kata lagi. Dia mendaratkan bibirnya di depan bibir Dior dan mereka berciuman dengan penuh kasih sayang. Dior selamanya akan seperti ini pada Gracia apapun yang terjadi pada istrinya itu.
Dia sangat yakin bahwa seorang ibu tidak akan salah memilihkan yang terbaik bagi anaknya. Ibunya sudah memilih Dior untuk menjadi kekuatan di tengah kelemahan anaknya yang mendalam.
Gracia akhirnya mendengarkan perkataan suaminya. Dia pun pulang bersama Dior meskipun masih ada hal yang mengganjal dalam hatinya. Dia masih percaya pada suaminya kalau semua akan baik baik saja. Dior dan Zhavia yang menjelaskan semua yang terjadi pada Gracia sementara Gracia hanya menunduk di depan Viena, Dion, Zefanya, Leon dan Lexa. Zefanya yang mendengarnya menghela napa dan pergi meninggalkan ruang tamu itu. Gracia menatapnya. Entahlah, dipikiran Gracia mungkin Zefanya kecewa padanya atau Zefanya juga cemas padanya. Tidak ada tahu isi hati Zefanya sekarang.
"Kau jangan memikirkan Anya, setiap hari dia selalu seperti itu kan? Aku belum mengajaknya bicara, aku harus menemuinya. Permisi." Celetuk Zhavia dan beranjak dari sana karna dia merasa ini adalah pembicaraan mereka yang sudah berkomitmen.
Empat orang dewasa dan sudah berpengalaman dalam berumah tangga itu memandang Gracia. Dion seperti biasa santai dan tersenyum. Juga Leon yang berwajah biasa saja mengenai hal ini. Sementara Viena menatap sedih menantunya juga Lexa yang sangat mengerti perasaan Gracia.
"Gracia?" Panggil Viena kemudian.
Gracia menegakan kepalanya dan menatap sendu ibu mertuanya.
"Mengapa kau terus menunduk?" tanya Viena yang masih merasakan aura aura kesedihan menantunya.
"Apakah tidak wajar jika aku bersedih, mom? Padahal pagi tadi kau begitu berharap aku hamil kan?" jawab Gracia pelan namun terdengar sangat pilu.
"Aku tidak berharap, aku hanya memprediksi. Mengapa kau jadi sesedih ini? Kalian baru saja menikah tahun kemarin, hal ini sangat wajar, bukan begitu, MomXa?" Viena beralih menoleh ke Lexa. Lexa mengangguk setuju. Gracia hanya bisa terdiam dan kembali menunduk.
"Gracia? Seharusnya Xelino memiliki seorang kakak. Aku sudah menamaninya meskipun dia tidak lahir." kata Lexa mulai memberikan dukungan pada Gracia secara tidak langsung.
Seketika hati Gracia menjadi ikut sedih dengan kata kata Lexa. Dia sedikit melirik ke arah Lexa.
"Namanya Lionel. Kalau dia lahir, dia hanya berusia satu tahun di bawah suamimu. Tapi dia tidak bisa lahir karna aku keguguran. Hem, tapi it's oke, ini hanya sebuah kurang beruntung. Namun selang sekitar lima tahun kemudian, ketika Zhavia dan Zefanya lahir, aku hamil. Dan dialah Xelino. Ternyata aku sudah mengandungnya dua bulan. Ya Xelino lebih muda dari saudara kembar kalian namun dia tumbuh sehat dan pintar. Semua ini hanya sebuah keyakinan Gracia. Kalau kau yakin akan hamil hal itu akan terjadi. Kau tidak perlu bersedih, kami semua akan mendukungmu." Cerita singkat Lexa tersenyum namun sedikit sedih karna mengenang masa masa keterpurukan itu. Leon yang duduk di sampingnya sudah merangkul Lexa. (Lexa hamil pertama sampai ke guguran ada di novel assistant love assistant season 2 atau after marriage yaa :)
Gracia kini benar benar menatap Lexa. Lexa begitu kuat padahal sudah pernah mendapat harapan. Gracia merasa hal ini lebih perih. Namun entah mengapa dia merasa dia lebih buruk. Bahkan dia tidak ada tanda tanda dan divonis benar benar tidak bisa mengandung. Hem, Gracia tidak mengerti bagaimana dengan perasaannya. Namun dia tetap harus memberikan tanggapan positif pada mom xa nya. Lexa juga sudah menganggap Gracia seperti anak angkatnya
"Terimakasih MomXa, aku juga percaya Kak Dior akan selalu men-support ku." Kata Gracia tersenyum tipis. Biar bagaimana pun dia harus menghargai orang orang disekitarnya yang pasti sangat mencemaskan nya. Apalagi ayahnya. Sekelebat dia mengingat Revo.
"Kakak, aku ingin ke kamar." Pinta Gracia kemudian.
"Ya, bawa dia ke kamar Dior, kau harus banyak beristirahat Gracia." kata Viena setuju.
"Thanks mom. Permisi semuanya."
Mereka semua mengangguk tersenyum. Gracia memberikan kecupan pipi pada Lexa dan Viena sebelum menuju ke kamar. Dior merangkul Gracia menuju ke kamar mereka. Sesampai di kamar, karna tadi Dior melihat Gracia menari, pikiran Dior jadi terus membayangkan tubuh Gracia, lagipula sudah beberapa hari ini mereka tidak berhubungan. Dior pun mengajak Gracia membersihkan diri bersama, Gracia tidak menolak, namun ketika berhubungan yang dikatakan Dokter benar, daerah sisi kenikmatan Gracia terasa nyeri dan sakit. Gracia tidak mengatakannya pada Dior, dia terus merasakan hentakan yang cukup kuat dari Dior. Dior menatapnya sangat tajam dan Gracia hanya bisa menciumnya atau memegang wajahnya.
__ADS_1
"Asal sudah bersamamu saja, aku tidak peduli lainnya Gracia, jangan bersedih!" Kata Dior sedikit mengerang di tengah tengah pergulatan panas mereka di kamar mandi itu. Setelah semuanya itu Dior menggendong Gracia yang sangat terlihat lelah ke tempat tidur mereka. Gracia diam saja. Dia tidak bergeming karna pikirannya terus berkelana memikirkan nasibnya. Dior pun memeluk istrinya dalam tidur mereka sementara Gracia meneteskan air matanya mengingat ibunya.
...
Beberapa hari kemudian, Gracia secara diam diam tidak diketahui oleh siapapun pergi ke rumah sakit berbeda. Dia bertemu dengan dokter spesialis kandungan yang berbeda untuk memeriksakan dirinya. Mungkin saja prediksi satu dokter tidak benar. Namun yang terjadi ternyata sama saja. Malah sang dokter mengatakan Gracia memiliki Kista Bartholin.
(Kista bartholin merupakan pembengkakan berisi cairan di kelenjar bartholin yang melumasi v*gina. Kista ini dimana terdapat benjolan di dekat lubang vag*na dan nyeri ketika berhubungan.)
Gracia makin tak percaya. Mengapa ini dialami oleh nya? Apa yang seharusnya ia perbuat. Gracia terdiam di depan kursi penunggu obat itu. Pantas saja dia selalu tak nyaman dan hanya sesekali merasakan kepuasan ketika berhubungan dengan Dior. Walau begitu dia tidak pernah mengatakan pada Dior. Dia sangat menghargai Dior yang sangat ingin mencurahkan cinta dengannya. Gracia juga senang dapat merasakan tubuh dan wajah suaminya . Tapi jika sudah begini apakah dia masih bisa mengendalikan diri?
Dan benar saja, hari demi hari menuju bulan demi bulan, Dior sebenarnya merasa aneh, namun Dior juga tidak mau berprasangka buruk dengan istrinya. Dia tetap mengerti pekerjaan Gracia yang kini sudah mulai mengolah sekolah menari dan vocal nya bersama Zhavia. Sudah hampir enam bulan ini, Gracia dan Zhavia mengadakan promo dan juga praktik langsung ke beberapa sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas agar mau bergabung belajar pada sekolah mereka. Mereka juga meminta bantuan pada Zefanya menyiarkannya di televisi walaupun Rosie, asisten Zefanya yang mengerjakannya. Zefanya hanya memerintahkannya pada Rosie.
Zhavia menyadari kesedihan dan kekelaman yang juga meliputi Gracia. Terpancar sikap diamnya walau tidak separah Zefanya. Dia tetap bicara namun masalah pekerjaan saja. Zhavia juga mengetahui kalau ternyata Gracia menyewa seorang trainer untuk membantunya jika melakukan promosi. Atau mengajari beberapa murid yang sudah bergabung. Gracia tidak bersemangat untuk melakukan ini semua. Hanya sesekali itu pun gerakan ringan dan lembut seperti balet dasar.
Dan suatu malam, Dior merasakan aura yang tidak enak dengan Gracia. Auranya lebih lelah karna sepertinya memendam kepedihan. Gracia bahkan tidak membantunya melepas dasi atau kemejanya. Dia juga hanya menyentuh makan malam di luar tadi beberapa suap. Dior tidak begitu mengajaknya bicara hanya basa basi karna sedang melihat kondisi saham yang sedang dalam keadaan tidak normal.
Dior pun menahan tangan Gracia. Dia menariknya masuk dalam pelukannya.
"Ada apa? Mengapa wajahmu seperti ini?" tanya Dior mengecupi pangkal kepala Gracia.
"Tidak kak, aku hanya sangat lelah." Gracia berdalih.
"Apa murid mu bertambah?" tanya Dior memastikan.
Gracia mengangguk.
"Hem, kau harus semangat sayang! Jangan lemas seperti ini!"
"Ya, aku mengerti. Aku ingin membersihkan diri."
"Aku juga!" Dior memegang dagu Gracia dan mendongakan kepalanya ke arah nya. Gracia hanya tersenyum tipis dan menuju ke kamar mandi.
Namun, Dior tidak menemukan gelagat Gracia yang biasanya mengelus tubuhnya atau memandikannya. Dia tetap dalam diam di bawah shower itu. Dior duduk di sisi bath up dan memperhatikan istrinya. Dior bahkan masih mengenakan celananya dan kemejanya yang kancingnya telah terbuka. Dior heran dengan istrinya.
"Gracia..." Dior kembali memanggil dengan nada lembut. Gracia sama sekali tak bergeming. Akhirnya Dior bergabung dengannya. Dior memeluk Gracia dari belakang. Gracia terkesiap dan langsung menoleh ke belakang.
"Kak? Kenapa?" tanya Gracia sedikit memiringkan tubuhnya melihat suaminya.
"Kau yang kenapa, ada apa denganmu hah? Apa hari ini kau sedang tidak ingin bermesraan denganku?" Dior kembali memastikan istrinya.
"Kak, apa kau tidak sedih kalau aku belum mengandung?" tiba tiba Gracia kembali membahasa tentang kehamilan.
"Tidak. Aku sudah katakan, aku tidak peduli. aku hanya peduli jika kau tidak ada dan jika kau bersedih seperti ini. Maka dari itu kau jangan bersedih!" jawab Dior masih dengan tenang .
"Tapi kak, kau harapan keluarga ini kak." kata Gracia lagi.
"So?"
"Jadi, aku harus memberikanmu keturunan atau kau bisa .."
"Kau bisa apa?
"Bisa mencari istri lain?" Gracia menatap Dior . Dior yang tadinya sedang mengecupi punggung Gracia menjadi terdiam dan menatap dalam istrinya.
"Kau bilang apa?" Dior memastikan istrinya. Dior tidak menyangka kalau Gracia dengan lugasnya mengatakan dirinya mencari wanita lain.
"Men, men, mencari istri lain." Gracia menegaskan walau terbata.
"Istri lain? Kau bilang aku harus mencari istri lain? Apa maksudmu?" Entah mengapa Dior menjadi sangat kesal dan Gracia seperti tidak menghargai dirinya. Dia membalikan tubuh Gracia menghadapnya dan menyandarkannya ke dinding.
"Iya kak, kau bisa mencari istri lain yang bisa memberikanmu keturunan. Untuk penerus perusahaan dan nama keluargamu." Gracia makin memperjelas dan dengan tujuan yang seharusnya tidak ada dalam janji pernikahan kalau mereka harus memiliki keturunan.
__ADS_1
"Gracia, aku tidak mengerti maksudmu! Mengapa sampai hati kau mengatakan ini?" Dior agak membentak.
"Ini sudah mau dua tahun kak. Aku juga belum hamil. Aku sudah mengkonsumsi obat sudah mengkonsumsi vitamin, memakan apapun yang menyehatkanku dan juga dirimu. Namun nyatanya aku tetap tidak bisa hamil kak!" balas Gracia sudah meneteskan air matanya.
Dior tak berkata atau membalas perkataan Gracia. Dia malah mencium Gracia. Dior mencium Gracia dengan rakus. Dia melumatt bibir bawah dan atas Gracia secara bergantian dan satu tangannya mempermainkan inti gairah istrinya. Gracia berteriak karna merasakan perih yang tak terkira namun Dior malah menganggapnya sebagai desahan. Gracia juga membalas setiap kecupan Dior karna dia merasa bersalah. Dia tidak berguna menjadi seorang istri dari orang penting seperti Dior.
"Kau hanya perlu melayani ku dan memuaskanku maka kau akan hamil Gracia!" decak Dior yang malah mengatakan kehamilan terus menerus pada istrinya.
"Tidak kak..." Gracia menangis namun Dior terus menghujam nya di tempat tidur. For sudah menarik tangan Gracia keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidur mereka.
"Ada apa denganmu? Kau pasti mendengar hal hal yang tak masuk akal kan? Mengapa kau tidak menghargai perhatianku selama ini Gracia? Mengapa hanya perkataan orang kau menjadi menyakitiku sampai kau menyuruhku mencari istri lain!?" Dior meringis sambil terus merasakan milik istrinya yang memang agak berbeda hari demi hari namun dia tidak peduli. Dia hanya ingin Gracia.
Gracia hanya menangis namun dengan desahan untuk mengimbangi suaminya. Dan dengan rasa kecewa namun kenikmatan yang sudah meliputi, Dior mencapai pelepasannya tanpa menunggu Gracia. Dia menekan dengan sangat dalam dan belum melepaskan kepunyaannya. Masih tertancap dan di atas Gracia yang menangis.
"Gracia, kau masih mencintaiku kan?" selidik Dior dengan tatapan mengerikan yang belum pernah Gracia rasakan sebelumnya.
Gracia mengangguk sambil menutup mulutnya.
"Lakukan saja apa yang kuperintahkan! Aku tidak mau istri lain aku tidak mau tubuh lain dan perasaan lain. Aku akan mencari tahu apa yang membuatmu seperti ini. Aku tidak akan melepasmu Gracia! Ini semua hanya masalah waktu, kau yang tidak mau bersabar, semantara aku, aku, aku .. ahh sudahlah, kau tidak pernah mengerti diriku, sejak dulu! Sejak kau menari bersama Stanley!" Decak Dior dan akhirnya mengeluarkan miliknya. Dior langsung tidur membelakangi Gracia.
Dior ingin mengatakan kalau dirinya sudah sangat sabar dengan Gracia namun lagi lagi istrinya tidak peka dan harus selalu melewati pertikaian dan perdebatan terlebih dahulu. Dan Gracia masih menangis di sana namun tidak bersuara . Kata kata Dior yang mengatakan dirinya menari dengan Stanley malah ia artikan sebagai sindiran karna terlalu antusias dengan karirnya sampai mau bersanding dengan pria lain. Gracia juga membelakangi Dior. Dia tertidur dengan air mata yang masih berlinangan.
...
...
...
...
...
karna skarang Uda nikah jd bebas y bos mo ngapain Gracia biar ga galau 😂😂
.
next part 35
ada apa dengan Gracia?
apa yang sebenarnya ia dengar sampai frustasi seperti ini?
apakah Gracia akan melarikan diri dari semua ini?
.
rekomendasi novel teen teen bau bau remaja yang menyegarkan mengingatkan masa masa sekolah antara Yoora dan Michael mampir gaes dengan judul:
-- TETAPLAH BERSAMAKU --
by Bernadeth Sacitha
dijamin nostalgia abiiss 😍😍
.
Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
__ADS_1
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤