
Cerita ini menceritakan tentang masa atau fase di perkuliahan mereka. Dimana Franda dan Rival sudah menjalin hubungan sebagai status pacaran dan hubungan mereka berlanjut di perkuliahan. Cerita tak segampang begitu saja, tapi dimana mereka juga harus menyesuaikan diri kembali di kuliah. Roy sebagai kakak tau kalau perasaannya selama ini tak bisa di rubah sama sekali, ia masih suka dengan Franda. Walaupun ia tau sekali kalau misalnya perasaan itu tak boleh tumbuh dan tak boleh ada karena ini perasaan hanya sekedar perasaan, ia tak mau salah paham lagi dengan Rival adik kandungnya sendiri. Biarkan ia sakit dan biarkan cinta itu tumbuh dengan sendiri.
Tampaknya Rival sudah tumbuh menjadi orang yang dewasa, tak menggebu-gebu lagi, kalau di bilang ada ya masih ada susah buat di buang.
Obrolan kedua belah pihak antara adik dan kakak "Kak kakak kapan nikah?" Tanyanya yang bercanda tapi sebenarnya ia juga kepo.
"Gue cuma pengen santai aja dulu, gue masih muda. Hubungan lo sama Franda gimana?"
"Baik kok. Udah lumayan banget gue gak kayak dulu lagi, biasanya kan gue kayak menggebu-gebu gitu sekarang udah enggak. Kan semakin hari semakin kita bertambah usia yang bakalan berubah juga kan dalam sikap."
"Ah bangga gue jad abang lo."
"Tapi pertanyaan gue kenapa sampai sekarang lo masih jomblo sih?"
"Apaan sih. Gue tuh mau ngumpulin dulu kan gue juga gak kuliah juga kan? Gue kuliah sambil kerja jadi gue tuh banyak tujuan ke depan."
"Lo mau nikah muda atau gimana sih?"
"Ya kalau udah ada jodohnya apa lagi yang bakalan di tunggu? Iya gak sih?"
"Iya juga sih gue tau banget."
Tak lama kemudian Franda pun mengirimkan sebuah pesan ke Rival. "Bentar ya Franda chat gue!"
***
Franda
"Hai lagi ngapain nih?"
^^^Rival^^^
^^^"Lagi sama kak Roy, kenapa? Kangen ya sama aku?"^^^
Franda
"Hahaha bisa aja. Cuma mau kasih tau aja sih kapan beli kado buat Cerry? Dia ulang tahun."
^^^Rival^^^
^^^"Oh iya ya, ya udah kalau gitu sore nanti gimana?"^^^
Franda
"Ya udah sore, kamu jemput aku yah."
^^^Rival^^^
^^^"Ah oke kalau gitu."^^^
__ADS_1
"Franda ngajakkin gue buat beli kado, buat Cerry kan lagi ulang tahun."
"Ulang tahun? Di rayain?"
"Enggak sih, tapi kan sebagai teman harus kasih kado. Kenapa lo cemburu? Sama Cerry maksudnya?"
"Enggak kok enggak."
"Oh gitu ya."
***
Rival menjemput Franda ke rumahnya, ia sudah tampak rapi sekali menunggu di depan teras. Kedua orang tua Franda sangat hangat sekali menyambut mereka sudah sangat dekat. Semenjak mereka tau kalau anaknya dengan Rival mereka sama sekali tak khawatir. "Masuk dulu duduk dulu."
"Iya tante santai aja. Lama ya dandannya haha." Canda Rival, ia merupakan cowok yang humoris.
"Hahaha emang begitu, biasa anak gadis tante juga dulu kayak begitu pas udah nikah sama sekali gak kepikiran buat dandan lagi yang penting makanan sudah siap. Itu nomor satu."
"Hahaha iya juga sih ada fasenya gitu ya tan."
"Iya banget."
Setelah obrolan itu semakin seru Franda pun keluar dari kamarnya dan siap untuk jalan. "Mah jalan dulu yah. Pamit dulu assalamu'alaikum."
"Iya waa'laikumsalam." Sahutnya.
"Hati-hati ya kalian, jangan lupa berdo'a supaya selamat sampai tujuan."
"Iya tante."
Rival dan Franda langsung saja naik motor. "Rencana mau beli apa nih?"
"Apa ya kira-kira? Menurut kamu apa?"
"Kita lihat aja entar apa yang cocok." Mereka menikmati indahnya dan deburan angin di sore hari.
"Gak kerasa yang hubungan kita berjalan cukup lumayan ya walaupun masih banyak di luaran sana yang lebih jauh lebih lama dari kita."
"Iya sih, gak kerasa kamu yang dulunya egois, sekarang udah enggak!"
"Hahaha iya sih."
Sampailah mereka di sebuah mall dan mencari hadiah untuk Cerry. Mereka berjalan menyelusuri tanpa harus tergesa-gesa.
"Kira-kira apaan yah?"
"Gimana kalau misalnya boneka aja?"
"Tapi kalau boneka kayaknya kurang deh, soalnya kurang cocok gitu. Gimana kalau baju aja?"
__ADS_1
"Kalau baju gitu pasti banyak yang kasih, emang di rayain gitu?"
"Ya enggak sih. Tapi kalau misalnya hp gimana?"
"Emang kamu banyak uang? Aku juga mau kalau hadiahnya hp haha."
"Bercanda kok haha. Ya enggaklah aku aja masih pakai hp yang lama." Mereka sama-sama tertawa, ternyata bahagia itu sederhana banget. Sampailah mereka di toko boneka, ada boneka yang paling kecil dan paling besar pun ada. Harga pun sesuai dengan kualitas barangnya. "Mari di lihat kak bonekanya." Ucap penjaga toko yang menjaga toko bonekanya itu menyambut dengan ramah.
"Jadi yang mana nih? Jadi milih gak? Bingung haha."
"Gimana kalau kamu nanya aja, dia sukanya warna apa?"
"Eh jangan entah malah ketahuan kalau nanya. Gimana ya?"
"Dia pernah bilang kalau dia suka banget warna pink, gimana kalau kita beliin warna pink aja?"
"Boleh deh."
Akhirnya pilihan mereka jatuh ke warna pink dan boneka beruang pink. Emang agak langka sih, tapi ya sudah lah. Rival membawanya ke kasir untuk membayar, tinggal beli kado aja sekalian.
"Ya udah yuk. Tinggal kadonya aja."
Tapi sebelum itu mereka membeli makanan terlebih dahulu karna mereka lapar. Untungnya kafe masih buka dan cenderung sepi jadi bisa buat makan-makan yang santai. Mereka masuk ke dalam kafe untuk mengganjal perut mereka.
Rival memesan makanan terlebih dahulu. Sementara itu Franda melihat status WhatsApp Cerry yang tampak galau karena sahabatnya sendiri tak mengucapkan selamat ulang tahun.
"Kamu kenapa?"
"Coba liat deh si Cerry kayak galau gitu, katanya sahabatnya tega gak ngucapin ulang tahun hahaha. KASIHAN!" Ketawa Franda dengan puas sekali.
"Biarin aja jangan di tanggapi biar tambah kesel dianya." Sahut Rival yang tertawa.
"Kamu kok jahat sih?"
"Ya biar surprise aja. Kalau kamu jawab entar di kira kamu merasa lagi kalau misalnya kamu sahabat yang lupa sama sahabatnya sendiri."
"Iya juga sih. Ya udah."
Pesanan pun datang.
"Franda langsung saja mengambil makanannya dan memasukkan ke dalam mulut tapi sebelum itu membaca do'a sebelum makan terlebih dahulu begitupun Rival.
"Habis ini kita beli kadonya ya."
"Iya habis ini langsung beli. Trus mau kemana lagi? Mau nonton?"
"Boleh. Tapi kayaknya kemaleman deh. Gak usah besok aja. Gimana?"
"Ya udah deh boleh. Kalau gitu makan dulu gak boleh banyak ngobrol." Franda pun mengangguk ucapan dari Rival. Mereka kalau lagi makan jarang banget buat ngobrol atau ngomong karna bakalan keselek dan gak baik juga.
__ADS_1