Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - ZHAVIA & PATRICK PART 16


__ADS_3

Cinta tak harus memiliki. Walau sakit harus ada yang berkorban dan mengorbankan sesuatu. walau sulit tapi jika dilakukan dengan keyakinan maka akan mendapat titik terang. Zhavia dan Patrick dihadapkan pada sebuah permasalahan terbesar di mana pihak ketiga tidak menginginkan kebahagiaan yang sejati. Patrick sudah terbuai dengan tindakan kejahatan Daniel. apa kah akan terbongkar dan Patrick akan menyesal? lalu bagaimana kondisi Zhavia dan anak keduanya?


...


Ketika pagi menjelang Patrick tidak menemukan Zhavia di sampingnya, tetapi sebuah surat yang ditulis Zhavia dengan inti pesan : Zhavia pergi meninggalkan Patrick karna ingin mengandung anaknya yang sekarang. Dia takut kalau Patrick memaksanya untuk menggugurkannya karna ini adalah darah dagingnya bersama suaminya bukan dengan siapa siapa. Zhavia menitipkan Zena anak semata wayang mereka yang baru berusia dua tahun. Jika, Patrick repot mengurusnya karna pekerjaan padatnya, gadis kecilnya itu bisa ia titipkan pada ibunya di Legacy.


Zhavia tidak memberitahu kemana kepergiannya. Dia hanya ijin pergi dan kembali jika Patrick sudah benar benar menerima anak keduanya.


Patrick mremas surat Zhavia dan menghubungi Eden.


"Ya Patrick? Aku baru saja akan berangkat ke Gedung." Eden menjawab panggilan di sebrang sana.


"Sewa semua polisi di kantor pusat untuk mencari Zhavia di sini dan di semua kota besar sekitaran Honolulu, SEKARANG!!!!" Perintah Patrick yang sekarang merupakan atasan Eden di Gedung Musik mereka.


"Ada apa dengan Zhavia?" tanya Eden terkejut dengan perintah sahabatnya itu.


"Dia pergi tanpa memberitahukan kemana! Kurasa dia kabur dengan pria itu!" Patrick masih menuduh Zhavia padahal hatinya mencemaskan wanitanya itu.


"Ya Tuhan Patrick, sudah kukatakan foto itu rekayasa, kau masih bertengkar dengan Zhavia?" selidik Eden mencoba menenangkan sahabatnya.


"Rekayasa atau tidak tapi mereka pernah berdekatan kan? Sudahlah, kau dan Adeline jangan membelanya terus! Sekarang, jalankan perintahku Eden!!!!" kata Patrick dengan nada cemas dan marah bercampur.


"Baiklah, baiklah, kalau sudah seperti ini kau merepotkan banyak orang!" decak Eden mengendarai mobilnya dengan pelan dan hendak meminggirkannya dulu.


"Aku yang membayarmu!" Decak Patrick angkuh.


"Iya Tuan Muda Kwan terhormat!" Eden mematikan panggilan dan mulai menjalankan perintah Patrick.


Sementara Patrick masih menatap nanar keluar jendela kamarnya. Bisa bisa nya Zhavia malah pergi meninggalkannya. Menurutnya ini sama saja membuat dirinya semakin berpikir yang tidak tidak tentang istrinya itu. Mana tahu Zhavia pergi bersama pria itu karena anak yang dikandungnya. Namun, dia mau Zhavia agar tetep di sini jika benar anak yang dikandung adalah anaknya.


"Daddy! Mommy mommy," panggil Zena tiba tiba sudah masuk ke dalam kamar dengan menarik tuas pintu kamar orangtuanya. Patrick segera berbalik dan menyambut kedatangan anaknya dengan tangan terbuka. Dia menggendong Zena dalam semua pertanyaan anaknya.


"Daddy, mommy where?" Tanya Zena lagi. Patrick tersenyum tipis.


"Mommy pergi sebentar sayang, daddy sudah menyuruh orang untuk mencarinya. Kau tenang saja ya?" Kata Patrick mencoba membuat anak semata wayangnya mengerti.

__ADS_1


"Mommy mommy," tapi Zena terus menyerukan namanya. Patrick hanya bisa mengusap lembut punggung Zena agar lebih tenang.


Tak lama Dessy datang meminta Zena. Dessy baru saja memasak makanan Zena dan tidak menyadari kalau gadis kecil itu menemui ayahnya.


"Kau sama sekali tidak tahu di mana keberadaan Zhavia?" selidik Patrick pada Dessy.


"Tidak tuan! Sepertinya nyonya pergi pagi pagi subuh sekali, aku tidak melihatnya, maaf tuan," kata Dessy menyesal tidak bisa menahan nyonya nya.


"Baiklah, bawa Zena bersamamu dan beri dia makan, aku harus keluar mencari nyonya mu!" perintah Patrick memberikan Zena pada Dessy secara perlahan.


"Baik tuan, semoga nyonya Zhavia baik baik saja. Setiap pagi dan malam menjelang dia akan muntah muntah sampai lemas. Jangan sampai terjadi apa apa padanya tuan! Dia sedang mengandung adiknya Zena," balas Dessy memohon.


"Hem!" Saut Patrick dan dia yang malah meninggalkan Zena dan Dessy. Patrick menuju ke gedung sekolahnya. Apapun yang Zhavia alami sekarang, dia harus tetap menemukan zhavia. Sekalipun dia masih meyakini kalau anak itu bukan anaknya tapi dia tidak mau Zhavia ada pada tangan Daniel. Jika memang itu yang terjadi. Dia tidak akan membiarkan istrinya bahagia bersama pria lain. Patrick tidak rela.


...


Sementara Zhavia duduk di ruang tunggu bandara. Dia sebenarnya tidak tahu harus pergi ke mana. Seluruh tempat pasti akan dicari oleh Patrick. Namun, ada satu tempat yang sudah lama sudah tidak ia kunjungi. Desa Serena, Springfield. Terakhir dia ke tempat itu ketika kelulusan sarjana Xelino. Selanjutnya dia tidak pernah lagi kesana. Zhavia akui tempat itu sangat indah juga sangat menyejukkan hatinya.


Pikiran Zhavia hanya pergi ke sana ke rumah salah satu kerabatnya yang tidak lain adik dari Paman Leon. Ya, kini Zhavia memegang tiket penerbangan ke Springfield. Dia sudah mengambil uang tabungannya sendiri. dia harus melahirkan anak ini dan jika berkenan, dia akan melakukan test DNA. dia harys membuktikan pada Patrick kalau dirinya tidak pernah mendua. Sementara percuma kalau Zhavia tetap bersama Patrick. Patrick bisa kapan saja melakukan hal yang nekat. Zhavia akui dan sangat wajar jika Patrick tidak percaya padanya karena foto tersebut benar benar seperti aslinya.


Zhavia menarik napas menunggu jam penerbangannya. Dia mengelus lengannya mengingat sebuah kejadian sekitar tiga tahun yang lalu di bandara legacy. Waktu itu sama gundah gulana nya seperti sekarang ketika dia mengetahui Patrick akan menikah dengan Adeline tapi ternyata itu semua hanya salah paham. Patrick menyusulnya ke bandara ketika pria itu masih sakit karena menyelamatkannya dari kecelakaan yang dilakukan Ella. Patrick menyatakan cinta padanya dengan kata kata yang sangat manis. Semua ingatan itu terasa nyata di penglihatan dia saat ini. Zhavia mengingatnya dan tak ayal air mata itu terjatuh. Dia merindukan suaminya. Padahal baru beberapa jam yang lalu dia melihat wajah bak patung porselen Yunani itu.


Akhirnya Zhavia menaiki pesawat menuju ke Springfield. Zhavia masih memandangi tanah Honolulu ini dan mengucapkan selamat tinggal pada suami dan anaknya. Zhavia tahu ini sangat berat dan akan sulit tapi dia akan bertahan demi rumah tangganya. Dia tidak akan pernah menyalahkan Patrick karena mereka berdua hanya korban.


Zhavia tiba sore hari di bandara Springfield. Perutnya agak mual karena dia baru mengkonsumsi satu buah roti ketika di Honolulu. Dia segera menuju ke toilet terlebih dulu. Dia kembali mengeluarkan beberapa cairan dan teringat kembali belaian Patrick pada leher belakangnya ketika hamil Zena dua tahun lalu. Zhavia kembali menitikan air matanya dan membasuh wajahnya pada akhirnya.


Zhavia pun bergegas langsung ke desa Serena. Dia menaiki bus menuju ke desa tersebut. Zhavia mulai merasakan kesejukan dari negara ini khususnya perjalanan pedesaan yang begitu asri. Dia tidak tahu bagaimana respon Angel atau saudara sepupunya Jessie. Zhavia berharap tidak bertemu dengan Xelino atau Allegra. Emosi mereka akan lebih meluap ketimbang Patrick. Sesaat dia mengelus perutnya dan membuka foto dirinya bertiga bersama Zena ketika ulang tahun dia beberapa bulan yang lalu.


"Patrick, apa kau mencariku? Jangan khawatir, aku tidak marah padamu! Aku hanya mempertahankan anak kita. Kau tenang saja. Semoga kau baik baik dengan Zena. Maafkan aku harus melakukan ini, aku tidak mau kita menyesal. Aku mengatakan kita karena ini rumah tangga kita, bukan hanya aku atau dirimu," gumam Zhavia pelan dan terus meneteskan air matanya jika mengingat suaminya.


Zhavia pun tiba di depan pekarangan rumah Angel. Dia menaiki tangga pendek itu dan mengetuk pintu rumah.


"Zhavia Prime? Kau Zhavia kan anak Nyonya Viena? Kau dengan siapa? Masuk masuk!" Kata Angel yang kebetulan membuka pintu. Zhavia membungkukan tubuhnya memberi hormat dan memasuki rumah tersebut.


Tak lama Jessie muncul dengan tongkatnya. Sampai saat ini Jessie belum mendapatkan donor mata yang tepat, lagipula Jessie sudah menikmati masa masa gelap ini. Namun, ada seorang pria yang merupakan peneliti beberapa tumbuhan di perkebunan sedang mendekatinya. Zhavia yang mendengar cerita ini dari Angel sangat senang mendengarnya. Kata Angel pria ini sepertinya tulus pada Jessie.

__ADS_1


"Jadi, apa yang menyebabkanmu kemari Zhavia? Pasti kau memiliki masalah! Ceritakan pada kami!" tanya Angel setelah menceritakan kondisi Jessie.


"Sebelumnya aku minta maaf karena aku datang kemari. Aku tidak tahu lagi harus kemana. Seketika aku merindukan desa ini dan aku langsung memutuskan kemari. Suamiku pasti tidak akan menyangka kalau aku datang kemari. Maafkan aku sebelumnya bibi Angel, Jessie," ucap Zhavia sebelumnya.


"Tidak apa apa Zhavia, aku malah senang jika bisa membantumu. Kalau kau mempunyai masalah dengan suamimu, lalu, apa Kak Leon, Kak Lexa atau ayah dan ibumu mengetahui kau datang kemari?" tanya Angel lagi.


Zhavia menggeleng.


"Baiklah, jadi ada apa denganmu dan mengapa kau terus memegang perutmu, apakah kau sedang mengandung?" tanya Angel yang merasa zhavia memiliki masalah besar.


Zhavia mengangguk.


Angel menutup mulutnya tidak percaya. Luar bisa sekali Zhavia sedang ada masalah dengan suaminya dalam keadaan hamil muda seperti ini.


"Zhavia, kau serius? Kau hamil?" Angel memastikan.


"Oh God Zhavia! Ada apa denganmu?" tambah Jessie memegang lengan Zhavia.


"Aku akan bercerita tapi sebelumnya bibi, Jessie, tolong jangan beritahu keberadaanku pada siapapun, termasuk Xelino dan Allegra. Aku mohon. Apalagi mom and dad ku, Zefanya dan kak Dior. Bisakah bibi? Aku butuh bantuanmu kali ini," kata Zhavia lagi memohon.


Angel bingung tapi juga tidak bisa menolak. Dia merasa Zhavia sudah sangat putus asa. Angel pun akhirnya mengangguk. Jessie sudah merangkul Zhavia.


"Zhavia, kalau kau mau menangis, menangis lah ..." Kata Jessie dan terlepaslah tetes air mata itu menjadi deraian yang cukup deras. Jessie pun memeluk Zhavia. Angel jadi ikut bersedih. Untung suaminya sedang berada di kota karena ada pembenahan motel motel kecil Atkinson yang dibangun Allegra. Jerry harus membimbing anaknya.


Zhavia pun menceritakan semuanya. Angel tak dapat menahan emosinya. Dia bahkan sampai sudah ingin menghubungi Xelino untuk membuat perhitungan pada Patrick tapi Zhavia menahannya. Mereka bertiga malah menangis berpelukan.


Angel dan Jessie pun memutuskan untuk merahasiakannya. Zhavia juga memutuskan untuk menerima vitamin dan obat obatan herbal untuk kandungannya sana. Zhavia berharap semua malah menjadi baik. Angel pun tidak keberatan untuk merawat Zhavia. begitu juga Jessie yang selalu menjadi teman curhat Zhavia. Zhavia juga menjadi teman curhat Jessie. Mereka jadi sangat dekat.


Ketika Jerry pulang, Angel memberikan pengertian pada Jerry. Jerry mencoba mengerti dan memaklumi keadaan Zhavia. Jerry juga berjanji tidak akan memberitahu Allegra juga Xelino ketika kembali ke kota. Namun, sayangnya pepatah akan terus berkata, sepintar pintarnya menutupi bangkai maka akan tercium juga.


Ketika sekitar 4 bulan kemudian, Xelino ingin menemui makam kakek nenek mereka. Carolyn juga ingin melihat vilanya. Saat itu juga, Angel dan Jessie tidak bisa memberi pengertian pada Xelino.


...


Next part 17 yuk

__ADS_1


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊


Thanks for read and i love you 💕💕


__ADS_2